
Dirumah kediaman Wati dan Toni saat ini kedua nya bermaksud kerumah ibu,karna biasanya mereka memang selalu berkumpul saat hari minggu tiba.
''Bukannya itu mobilnya Lia.'' gumam Wati sambil memperhatikan mobil tersebut.
''Mobil siapa dek?'' tanya Toni yang kurang jelas mendengar ucapan Wati
''Lia bang,yang kemarin memberi tempat tinggal pada ibu saat kabur dari rumah.'' jelas Wati.
''Huuss,kok ngomongnya gitu tentang ibu,gak baik.'' ucap Toni yang merasa tak suka dengan ucapan istrinya.
''Orang bener kok,'' jawab Wati tak mau kalah
''Yasudahlah,sebaiknya kita kesana!" ucap Toni sambil menuntun Kevin menuju kediaman orangtua nya.
Saat mereka hendak memasuki teras ternyata Tejo dan Ningsih pun juga menuju tempat yang sama.
''Loh,ku pikir abang dan mba Ning sedang berada dirumah kakeknya Rara dikampung sebelah.'' ucap Toni
''Enggak,tadi bapak hanya menjemput Rara aja.'' jawab Ningsih
''Ada tamu ya dirumah ibu?'' tanya Ningsih pada pasangan suami istri yang ada didepannya saat ini
''Lia mba, perempuan yang waktu itu ngasih tempat tinggal sama ibu waktu kabur.'' jawab Wati,membuat Toni melototkan matanya pada sang istri.
''Oh,'' jawab nya singkat.
Setelah itu mereka pun masuk kedalam rumah orangtuanya.
''Assalamu'alaikum,'' ucap mereka bersamaan
''Wa'alaikum salam,'' jawab orang yang ada didalam ruangan tersebut.
''Eehh,cucu nenek sudah datang.'' ucap bu Retno sambil meraih Kevin yang saat itu berlari padanya.
''Rara tempat kakeknya Ning?'' tanya bu Retno
''Iya buk,tadi dijemput sama bapak.'' jawab Ningsih.
__ADS_1
''Lagi ada tamu ya?'' ucap Tejo sambil melihat pada Rendy dan juga Lia,diikuti yang lain.
''Rendy datang?waahh,,bakalan seru nih kayaknya,tapi Kinan kok gk ada ya?
Batin Wati sambil matanya celingak-celinguk.
''Cari sapa kamu Wat?kalau ayah gk ada lagi undangan dikampung sebelah.'' ucap ibu menebak.
''Cari Kinan buk, ada tamu gini dianya kok gk kelihatan sih.'' ucap Wati
Bu Retno yang mengerti maksud menantunya itu langsung menjawab
''Mungkin takut ketahuan.'' jawab bu Retno, sambil matanya melirik pada Rendy.
Semua orang yang ada disana menatap penuh tanya kearahnya.
''Ketahuan?ketahuan apa maksud ibu?'' tanya Aldi bingung
''Itu dia yang dibicarakan.'' ucap Ningsih saat Kinan keluar dari kamarnya disaat yang tepat.
''Kekamar mandi dulu tadi bang,makanya lama.'' jelas Kinan,sebenarnya tadi dia tidak ingin keluar,namun saat mendengar ucapan Wati dan bu Retno Kinan langsung keluar,ia takut kalau kedua wanita beda usia namun selalu kompak itu akan kembali mengungkit kejadian tenpo hari.
Entah kenapa saat melihat Kinan jantung Rendy berdebar,rasa bahagia tiba-tiba meyeruak dari hatinya saat melihat kehadiran Kinan yang sejak tadi ia tunggu,matanya terus menatap kearah Kinan,setiap wanita itu tersenyum replek Rendy juga tertukar oleh senyumannya.
''Sepertinya aku memang benar-benar sudah jatuh cinta pada Kinan.
Ucap batin Rendy
''Sudah siang,sebaiknya kita makan saja dulu, ibu sudah siapin makanannya.'' ucap bu Retno sambil mengajak semuanya menuju dapur.
Dapur memang memiliki ruang tengah,jadi kalau ada acara makan keluarga mereka memilih makan diruangan tersebut, ya walau pun makannya harus beralaskan tikar,namun itu membuat lebih nyaman dan juga leluasa.
''Ayo silahkan dimakan nak Lia, Rendy silahkan.'' ucap bu Retno,walaupun ia tidak mengharapkan kehadiran Rendy dirumahnya, namun bu Retno tidak akan menyuruhnya pergi dari sana,
Saat ini Aldi posisi duduk Aldi berada disamping Rendy,dan Kinan berada disamping suaminya.
''Oya Ren,kemarin malam kamu ada apa menelponku? maaf waktu itu aku lagi sibuk,tapi kenapa kok durasi nya hingga sepuluh menit ya,perasaan waktu Kinan merebutnya hanya beberapa menit saja.''ucap Aldi yang merasa bingung sendiri
__ADS_1
Sedangkan Rendy yang pada saat itu sedang minum hampir saja tersedak oleh minumannya,beruntung ia sudah menenggak habis minuman tersebut.
''Oh itu, waktu itu aku melihat panggilan tak terjawab darimu sebanyak dua kali, mungkin aku pikir penting makanya ku hubungi balik.'' jawab Rendy.
''Dan mengenai durasi,mungkin saat aku gk bisa mendengar dengan jelas suaramu aku langsung meletakkannya diatas meja yang ku pikir sudah mati.'' jawab Rendy berbohong
''Jadi malam itu bang Rendy yang menghubungi, waktu itu ponsel bang Aldi kan langsung ku ambil, dan langsung kubuang tanpa mematikannya terlebih dahulu,apa jangan-jangan dia mendengar suara racauan kami saat bercinta waktu itu.
Ucap batin Kinan, ia langsung menoleh kearah Rendy,bersamaan itu entah kebetulan aku tidak saat itu Rendy juga menatapnya,seketika jantung Kinan berdetak dengan kencang,entah kenapa Kinan melihat tatapan yang tak biasa dari Rendy,dengan cepat ia mengalihkan pandangannya.
''Ada apa ini?kenapa bang Rendi menatapku seperti itu?apa jangan-jangan ia mendengar setiap ucapan dan juga desa*hanku malam itu.''batin Kinan,tiba-tiba saja pipinya memanas,jika memang benar rasanya dirinya sangat malu,karna sore itu dirinya sangat liar dan juga sangat bernaf*su.
''Apakah Kinan sadar jika aku sudah mendengar suara desa*hannya malam itu?setiap kata demi kata yang keluar dari mulutnya yang saat itu meminta dipuaskan oleh pasangannya,yang saat itu ia bilang kalau dirinya sangat suka jika barang sensitifnya dijilat dan disedot,rasanya jika membayangkan itu aku ingin sekali menggantikan posisi pasangannya agar aku bisa memuaskan nya.
Batin Rendy,yang kembali mengingat kata demi kata ero-tis yang keluar dari mulut Kinan,wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya.
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka.
''Oh iya Ren,dua hari yang lalu aku tak sengaja melihat kamu dipasar sedang berboncengan dengan seorang perempuan,apa itu pacar kamu?'' tanya Wati yang merasa mulutnya sudah gatal ingin bertanya.
Kinan yang mendengar pertanyaan Wati membuatnya langsung tersedak.
Uhuk-uhuk..
''Dek kamu gk apa-apa?makanya kalau minum itu pelan-pelan.'' ucap Aldi sambil mengelus punggung istrinya.
Rendy bingung harus menjawab apa,karna waktu itu yang ia bonceng adalah Kinan,tidak mungkin ia menjawab yang sebenarnya bisa salah paham Aldi pikirnya.
''Oh yang waktu itu ya mba? itu bukan pacar mba,hanya teman dekat.'' jawab Rendy,membuat semua orang yang ada disitu menatap kearahnya.
''Wah, kayaknya sekarang kamu sudah mulai membuka hati kembali nih?'' sindir Aldi yang memang tak tau masalah yang sebenarnya, Rendy pun juga belum tau kalau dirinya menjadi tersangka utama dalam cerita ini,ia hanya memberi alasan agar Aldi tidak salah paham padanya,makanya ia memilih berbohong dari pada harus mengatakan kalau waktu itu ia pernah mengantarkan istrinya pergi kepasar.
NEXT
AUTHORNYA GK BISA BOBOK, AKHIRNYA MEMILIH NGELANJUTIN EPISODE SELANJUTNYA...
BUAT READERS JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN NYA YA..
__ADS_1