Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Keraguan Aldi


__ADS_3

Saat dalam perjalanan menuju rumah, Aldi tak ada bicara sepatah katapun pada Kinan,hingga sampai lah mereka diwarung sebuah bakso.


''Turunlah,kita makan bakso dulu.'' ucap Aldi


Kinan menuruti perintah suaminya,setelah memarkirkan motornya Aldi dan Kinan langsung masuk kedalam warung bakso tersebut,namun alangkah terkejutnya Aldi dan juga Kinan saat melihat didalam warung tersebut ternyata ada sepasang manusia yang sedang saling menyuapi bakso kedalam mulut pasangannya.


''Bang Toni.'' panggil Kinan sambil melangkahkan kakinya menuju tempat dimana saat ini Toni dan seorang wanita yang ternyata adalah Fitri berada.


Entah kenapa Kinan begitu marah pada abang iparnya itu, mungkin karna Kinan merasa sebagai perempuan, dia tau apa yang akan dirasakan oleh Wati, jika melihat suaninya berselingkuh dengan waniya lain, dan lebij oarahnya lagi wanita itu adalah sahabatnya sendiri.


''Enak ya baksonya?.'' ucap Kinan sambil tersenyum sinis pada kedua manusia yang ada didepannya.


''Kinan!" ucap Toni kaget, ia menelan ludahnya dengan susah payah, matanya menyapu setiap sudut ruangan yang ada disana, takut kalau Kinan saat ini bersama Wati atau ibunya,,dalam hati ia berkata'' tamatlah riwayatku sekarang'' begitulah kira-kira yang ada dipikiran Toni saat ini.


''Kalian selingkuh ya???'' sarkas Kinan.


''Ki-kinan, ini gk seperti yang kamu pikirkan,tolong jangan bilang apa-apa ya sama Wati!" ucap Toni memelas, matanya terus mencari-cari sosok lain,namun terhenti saat ia melihat keberadaan adiknya Aldi yang tak jauh berdiri dari tempat mereka.


''Bang,ngapain sih kamu ngomong gitu sama Kinan,'' bisik Fitri


''Ya supaya dia gk bilang sama Wati,gimana sih kamu,'' bisik balik Toni


''Biarin aja dia bilang sama Wati biar kita dikawini sekalian.


''Apa-apaan sih mereka, jadi dugaanku benarkan,kalau mereka berdua memang berselingkuh,


''Bang Toni ada hubungan apa sama Fitri?'' tanya Kinan yang terdengar sedikit emosi.


''Kami....''


''Eh Kinan,sebaiknya kamu gk usah ikut campur urusan kami deh,mau kami selingkuh atau tidak itu bukan urusan kamu.'' jawab Fitri memotong ucapan Toni.


'Fitri, jaga bicaramu! tentu saja ini urusan kami,bang Toni itu abang kami,dan dia sudah menikah, jadi sudah sepantasnya Kinan menegur kalian!'' ucap seseorang yang ternyata adalah Aldi.


''Bang,Aldi.'' gumam Fitri pelan,entah kenapa tiba-tiba nyalinya ciut saat melihat Aldi.


''Bang,bisa abang jelaskan ada hubungan apa diantara kalian?!'' tanya Aldi pelan, namun penuh dengan penekanan disetiap katanya.


''Sebenarnya abang dan Fitri memang sedang menjalin hubungan.'' jawab Toni yang akhirnya berkata jujur.


Kinan yang sejak tadi memang sudah emosi,langsung saja menyembur Toni dengan makiannya.


''Bang! abang ini apa-apaan sih gimana kalau sampai mba Wati tau, kalau suaminya sudah berselingkuh, apa lagi dengan sahabat sendiri,pasti dia akan sakit hati sekali,dan kamu Fitri kamu itu gk punya otak ya! udah tau bang Toni itu suami orang masih saja kamu rayu, dasar perempuan murahan! emangnya stok laki-laki didunia ini sudah habis ya? sampai-sampai kamu dekati suami orang.'' ucap Kinan geram.


''Waduuhh,, Kinan aja yang bukan istriku marahnya sampai setengah mati begini,gimana kalau Wati, bisa-bisa ibu dari anakku itu akan membunuhku.


Batin Toni


''Sayang sudah! ingat kamu itu sedang hamil,jaga emosi kamu!" ucap Aldi mengingatkan.


''Tapi bang,dia...''


''Sudah! kita kesini mau makan, iya kan sebaiknya kita pesan, memangnya adek gk malu diliatin orang sejak tadi?.''


''Yasudah kita makan ditempat lain aja bang, aku males makan disini.'' ajak Kinan.


''Yasudah yuk!" ajak Aldi, sambil melangkah meninggalkan sepasang kekasih haram dengan kerisauannya.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Rendy sedang duduk diatas kursi kebesarannya.Ia kembali teringat saat dirinya memeriksa kehamilan Kinan,saat ia mengoleskan gel keperut Kinan yang masih kelihatan rata, jujur saat itu tangannya bergetar, dan jantungnya berdebar ,apa lagi saat matanya menatap perut Kinan entah kenapa hasratnya bergelora.


Namun Rendy tetap berusaha bersikap profesional dan sebisa mungkin agar perasaannya tidak disadari oleh Aldi, walaupun kenyataannya hal itu tidak mungkin,karna sangat terlihat jelas perlakuan yang terlihat oleh Aldi,bagai mana cara Rendy memperlakukan istrinya dengan penuh perasaan.


''Mudah-mudahan Aldi akan terus memperlakukan kamu dengan baik Kinan.'' gumam nya.


***


''Abang kenapa sih sejak tadi diam aja,masih mikirin yang tadi?'' tanya Fitri pada Toni yang saat itu mereka masih berada di warung bakso.


''Apa menurutmu Kinan dan Aldi akan memberitahukan tentang hubungan kita sama Wati?'' tanya Toni


''Memangnya kenapa sih bang? kok kayaknya kamu khawatir amat, biarin aja kalau mereka ngadu,, emang kamu takut kalau Wati sampai tau, lagian hubungan kita kan gk mungkin kayak gini terus bang,akubjuga mau dinikahin sama kamu,aku maunya tu jadi istrinya kamu,bukan simpanan.'' jelas Fitri


Sedangkan saat ini Aldi dan Kinan sedang berada disalah satu rumah makan yang ada di pinggir jalan.


''Setelah memesan makanan Kinan dan Aldi langsung mencari tempat duduk.

__ADS_1


Kinan memperhatikan wajah suaminya yang terlihat murung,ia tau apa yang membuat wajah suaminya seperti itu.


''Sepertinya bang Aldi masih memikirkan masalah yang dirumah sakit tadi,aku yakin bang Aldi pasti marah karna kedekatanku dan bang Rendy,,haiiss kenapa aku gk bisa ngontrol perasaanku.Tapi jujur aku sangat nyaman saat bersamanya.Tapi aku juga gk bisa mengabaikan perasaan suamiku begitu saja,dia pasti sedih.


Ucap batin Kinan.


''Bang, maaf tentang dirumah sakit tadi, aku tau abang tidak suka kalau aku berinteraksi sedekat itu sama dia,,saat itu aku terlalu senang,makanya sampai terbawa perasaan,,dan sebenarnya, aku ingin abang tau satu hal, kalau aku sangat-sangat mencintai abang, dan apa pun yang terjadi aku harap abang tetap ada disisiku.'' ucap Kinan sambil menggenggam tangan suaminya.


Aldi menatap mata Kinan dalam, mencari kebohongan didalam sana,namun ia tak menemukannya, namun Aldi juga tidak begitu yakin, apa cinta Kinan masih seutuhnya miliknya sampai saat ini,karna dalam hati Aldi merasa,bahwa istrinya itu juga seperti ada hati dengan Rendy mantan sahabatnya itu.


''Abang percaya kan??'' tanya Kinan lagi,saat melihat suaminya itu melamun.


''Iya, abang tau,dan abang juga percaya sama kamu,hanya kadang keadaan tidak bisa diduga.'' ucap Aldi


''Maksud abang??'' tanya Kinan yang merasa bingung.


''Ah,tidak, lupakan saja.'' jawab Aldi yang tak ingin menjelaskan apapun.


Namun saat Kinan hendak bertanya lagi tiba-tiba makanan yang mereka pesanpun datang, membuat Kinan mengurungkan niatnya.


''Silah kan mba, mas,'' ucap seorang pelayan warung.


''Iya, terimakasih mba.'' jawab Kinan.


''Oya bang,apa menurut abang kita kasih tau aja sama mba Wati kalau suaminya itu sudah mengkhianatinya dengan cara berselingkuh dengan Fitri?'' tanya Kinan, ia merasa Wati harus tau tentang kebusukan suaminya yang sudah berselingkuh dibelakangnya.


''Entahlah,sebenarnya abang tidak ingin ikut campur masalah rumah tangga mereka, tapi abang juga merasa kasihan dengan istrinya bang Toni, sudahlah sebaiknya kita makan saja dulu, masalah ini nanti kita bicarakan lagi setelah dirumah. Oya susu sama vitaminnya tadi mana dek?'' tanya Aldi yang melihat Kinan tak membawa barang yang sempat mereka tebus tadi diapotik.


''Ada di jok motor.'' jawab Kinan.


Skip..


DITEMPAT LAIN...


''Pak sepertinya dirumah tidak ada orang deh.'' ucap bu Retno, yang baru pulang dari acara syukuran dikampung sebelah.


''Benarkah? mungkin Aldi dan istrinya belum pulang, ibu kan bawa kunci cadangan kan? yasudah buka!" perintah pak Pardi.


''Iya, sebentar ibu cari dulu kunci nya ditas.'' jawab bu Retno sambil menggeledah isi tasnya.


Namu sebelum bu Retno dan pak Pardi masuk kedalam, tiba-tiba ada suara anak kecil yang memanggil mereka.


''Nenek, kakek,'' terdengar suara anak kecil yang kembali memanggil keduanya. yang ternyata berasal dari Kevin.Disusul Wati dibelakangnya


''Baru pulang buk, yah?'' tanya Wati.


''Iya, baru saja nyampek, oya mana Toni bukannya hari ini dia libur?'' tanya sang ayah mertua.


''Gk tau kemana,dari tadi siang gk pulang,katanya mau kerumah temannya sebentar, tapi sudah jam segini belum pulang juga.'' jawab Wati yang terlihat kesal.


Tak lama Kinan dan Aldi pulang..


''Assalau'alaikum..'' ucap Kinan dan Aldi secara bersamaan.


''Wa'alaikum salam.'' jawab semua yang ada dirumah.


''Baru pulang kalian,gimana kabar calon cucu ayah sehat kan?'' tanya pak Pardi setelah Kinan dan Aldi masuk.


''Alhamdulillah sehat yah,'' jawab Kinan,namun matanya melirik pada Wati yang saat itu sedang memainkan ponselnya.


Wati yang menyadari kalau tengah diperhatikan oleh Kinan langsung saja bertanya.


''Kamu ngapain liatin mba kayak gitu? ada masalah kamu?!" tanya Wati ketus


''Bang Toni kemana mba?'' tanya balik Kinan,yang malah menanyakan keberadaan Toni, membuat semua orang menatap kearahnya.


''Maksudmu apa?gk penting banget nanya-nanyain bang Toni.'' gumam nya


Bu Retno menatap pada Kinan, ia melihat ada kemarahan dan juga kekesalan di mata menatunya itu saat menyebutkan nama putranya.Namun bu Retno tak ingin bertanya apapun.


''Ada apa ya dengan Kinan,kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang bang Toni,apa telah terjadi sesuatu.


Batin Wati


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Toni sedang dalam perjalanan menuju kediamannya,hatinya sedikit tak tenang takut kalau Kinan dan Aldi menceritakan tentang perselingkuhannya pada Wati.

__ADS_1


Setelah sampai,Toni langsung menuju rumah, namun ia tak menemukan istri dan juga anaknya didalam sana.


''Kok gk ada,kemana mereka, apa kerumah ibu ya.'' monolognya.


Dengan sedikit tergesa,Toni melangkahkan kakinya menuju tempat tinggal kedua orangtua nya.


Toni menatap motor Aldi yang terparkir diteras rumah.


''Sepertinya mereka sudah pulang.'' gumam Toni, sambil mempercepat langkahnya.


''Assalamu'alaikum..'' ucap Toni sambil menatap semua orang yang berada diruang tamu, matanya langsung tertuju pada Kinan.


''Wa'alaikum salam.'' jawab semuanya.


''Baru pulang bang?dari mana saja jam segini baru pulang?'' tanya Wati, setelah Toni duduk.


''Dari rumah teman,'' jawab Toni pelan, matanya terus melirik pada Kinan yang saat itu sedang duduk bersama keluarga.


Bu Retno terus memperhatikan menantunya itu yang terlihat bette, setelah kedatangan Toni.


''Aku kekamar dulu.'' ucap Kinan yang langsung bangkit dari duduknya menyusul Aldi yang sudah lebih dulu masuk kedalam kamar.


''Bang,kamu kenapa kok diam? tadi habis dari mana saja kamu?kok lama pulangnya?'' tanya Wati


''Kan udah abang bilang dari rumah teman,'' jawab Toni lagi.


''Toni,kamu jangan terlalu sering meninggalkan istri dan juga anakmu, ibu perhatikan belakangan ini kamu sering keluar tanpa mengajak Wati.'' ucap bu Retno


''Baguslah, sepertinya Kinan dan Aldi sama sekali belum cerita pada Wati dan ibu tentang perselingkuhanku dengan Fitri.


Batin Toni,merasa lega.


''Bang, ibu itu lagi ngomong sama kamu,kok malah melamun, mikirin apa sih?'' tanya Wati heran.


'' Abang gk mikir apa-apa kok,, bu, kenapa aku gk ngajak Wati,, karna kan aku nongkrongnya sama-teman pabrik masa iya ajak anak istri.'' jawab Toni,dan tentu saja itu hanyalah sebuah kebohongan besar.


Sedangkan didalam kamar..


''Kamu kenapa dek,kok mukanya cemberut gitu,emang siapa yang datang?'' tanya Aldi yang tadi sempat mendengar ada yang mengucapkan salam.


''Siapa lagi? abang kamu lah.'' jawabnya kesal


Entah kenapa,Kinan benar-benar kesal melihat Toni, ibu yang tengah hamil muda itu rasanya ingin sekali mencakar wajah abang iparnya tersebut.Aldi menggelengkan kepala saat melihat kekesalan sang istri, sebagai seorang tenaga kesehatan medis, Aldi cukup paham mood ibu hamil yang pasti akan mudah berubah-ubah.Seperti yang dialami istrinya saat ini, kekesalan yang ditunjukan Kinan sangat lah berlebihan menurut Aldi.


''Sudahlah sayang, kamu jangan marah terus nanti kamu stres, mendingan istirahat sini,disamping abang.'' ucap Aldi sambil menepuk sisi tempat tidur yang ada disampingnya.


Setelah Toni dan istrinya pulang, bu Retno yang sejak tadi menyimpan kecurigaan akan gelagat Kinan,tak sabar lagi untuk segera bertanya, ia pun langsung menuju kamar anak dan menantunya itu untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Kinan! Aldi! boleh ibu masuk?'' tanya bu Retno yang sedang berdiri dibalik pintu kamar.


''Ibu bang, ada apa ya?''


Aldi hanya mengangkat bahu tanda tak tau.


''Kinan! kalian didalam kan?'' panggil bu Retno lagi.


''I-iya bu masuk aja.'' jawab Kinan, sambil duduk bersandar di tempat tidur.


Ceklek, terdengar suara pintu terbuka..


''Ada apa buk?'' tanya Aldi setelah melihat ibu nya masuk.


''Sebenarnya sejak tadi ibu ingin bertanya pada Kinan,'' jawab bu Retno.


''Tanya apa buk?'' ucap Kinan dengan dahi berkerut,karna sepertinya ibu mertuanya itu sangat serius.


''Apa yang kau sembunyikan dari ibu?


''Maksud ibu?'' ucap Kinan sambil melirik pada suaminya.


''Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan juga Toni, ibu tadi liat kalau kamu seperti tidak suka saat melihat Toni datang kerumah ibu, apa masalahmu dengannya?'' tanya bu Retno seolah menyudutkan Kinan.


''Buk, kenapa ibu bicara seolah Kinan yang bersalah.'' ucap Aldi tak suka mendengar perkataan ibunya pada Kinan.


''Ibu hanya ingin tau,kenapa istrimu ini bersikap tidak sopan pada abangmu tadi, masa Toni baru datang dia malah masuk kedalam kamar.''


NEXT

__ADS_1


__ADS_2