Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Akhirnya Ketemu


__ADS_3

Semua orang yang berada disana langsung menatap kearah sumber suara,yang ternyata suara itu berasal dari sang ayah


''Maaf ayah,tapi ini murni kesalahanku ,,Kinan tidak ada sangkut pautnya dengan perginya ibu dari rumah.''jelas Aldi yang memang benar adanya.


Sebenarnya pak Pardi tau akan hal itu,hanya saja mungkin karna pikirannya sedang kalut,jadi ia beranggapan kalau penyebab perginya sang istri dari rumah karna Aldi dan Kinan.


''Ayah,tenanglah kalau besok pagi ibu belum juga pulang atau belum kita temukan,sebaiknya kita lapor polisi saja.''ucap Tejo mengusulkan.


''Iya,yang dikatakan bang Tejo benar,besok kita laporkan saja kekantor polisi atas hilangnya ibu.''sambung Toni


''Kenapa harus nunggu besok bang,kenapa gk malam ini saja?''protes Ningsih


''Kalau belum ada 24 jam,ibu pergi dari rumah,ibu belum bisa dikatakan hilang,dan percuma saja kita melapor karna tidak akan diproses oleh pihak berwajib.''jelas Tejo


''Yasudah,sebaiknya kalian pulang,dan segera istirahat,besok pagi kita pergi kekantor polisi.''ucap pak Pardi sambil melangkah masuk kedalam rumah.


''Sebaiknya kita semua istirahat dulu,yuk dek kita pulang,biar abang yang gendong Kevin''ucap Toni sambil menuju sofa yang ada diruang tengah,dimana tempat saat ini Kevin tertidur


***


''Bang,sepertinya ayah terlihat marah sama kita,''ucap Kinan


''Maklumi saja dek,mungkin karna ayah juga merasa khawatir sama ibu,selama ini mereka jarang sekali berpisah,apa lagi ini ayah tidak tau keberadaan ibu,pasti ayah sangat merasa tidak tenang, takut terjadi sesuatu sama ibu,sama seperti kita.


''Sudahlah sebaiknya kita istirahat,ini sudah malam.'' sambung Aldi,yang diangguki sang istri.


Sementara itu ditempat lain,saat ini terlihat seorang wanita paruh baya yang merasa gelisah,ia selalu saja membolak-balikan tubuhnya diatas tempat tidur.


''Kenapa aku tidak bisa tidur,''gumam wanita itu yang sudah duduk diatas tempat tidur.


''Sedang apa ayah sekarang ya,ibu rindu ayah,,apa sebaiknya aku ikuti saran yang Lia ucapkan? tapi kalau aku ikuti rencanaku akan gagal.''gumamnya lagi yang tak lain adalah bu Retno

__ADS_1


Flash back..


''Bu,ini aku bawakan ibu makan malam.''ucap lia sambil meletakkan satu kotak makanan diatas meja.


''Terimakasih nak Lia,maaf selalu merepotkanmu,''ucap bu Retno merasa tak enak hati


''Tidak repot kok bu,malahan aku senang bisa membantu ibu, oya bu,tadi siang aku ketemu sama bang Aldi dijalan.''ucap Lia sambil menatap wajah bu Retno


''Benarkah?''


''Iya,bang Aldi bilang kalau dia sedang mencari ibunya,ibu tau?bang Aldi terlihat sangat putus asa,saranku sebaiknya ibu pulang,,memangnya ibu tidak kasihan membiarkan mereka terus mencari ibu kemana-mana?bang Aldi juga sampai tidak pergi keklinik lho bu, bang Toni dan bang Tejo juga sampai tidak bekerja,,hanya demi mencari keberadaan ibu.'' jelas Lia,walau pun sebenarnya ia hanya menebak,namun semua itu benar adanya.


''Akan ibu pikirkan.'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.


''Baiklah bu,kalau gitu aku pulang dulu,jangan lupa ibu harus makan!" ucap Lia yang diangguki oleh bu Retno.


***


KEESOKAN HARINYA..


Saat ini Lia sedang sarapan bersama dengan Rendy,sedangkan kedua orang tuanya sudah berada diteras rumah,karena memang mereka lebih dulu sarapan.


''Bang,abang gk ada bilang sama ibu dan bapakkan,mengenai masalah bu Retno?''tanya Lia setelah selesai


''Ya enggak lah,kayak gk tau bibik aja.'' jawab Rendy yang mengenal sifat istri dari pamannya itu yang selalu ingin tau urusan orang lain


''Udah selesai kan?yuk abang ikut sama kamu,motor abang lagi dibengkel nanti siang baru selesai diservis.''ucapnya


''Kalian sudah mau berangkat?''tanya ibunya Lia


''Iya bu,bapak mana?''sambung Lia

__ADS_1


''Baru saja berangkat, tadi tiba-tiba dapat telpon dari pabrik,makanya gk sempat pamit sama kalian.''jelas sang ibu


''Kalau begitu kami pergi bik,''ucap Rendy


''Hati-hati kalian,jangan ngebut!"


''Iya buk.'' jawab Lia,sambil melangkah masuk kedalam mobil.


Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit,karna jam sembilan nanti mereka ada jadwal oprasi.


Sedangkan dikediaman keluarga pak Pardi,saat ini mereka juga terlihat sedang bersiap-siap menuju kantor polisi,namun yang pergi hanya Tejo dan pak Pardi,sedangkan Aldi dan Toni terpaksa harus kembali bekerja,dikarenakan pekerjaan mereka yang dibutuhkan orang lain,seperti Aldi,tidak mungkin ia berlama-lama libur kerja karena pasti banyak orang yang ingin berobat,seperti hari-hari sebelumnya,karna hanya klinik Aldi lah yang dekat dari pemukiman warga,selain itu biaya pengobatan ditempat Aldi juga termasuk murah,makanya setiap harinya ada saja yang datang berobat disana,walaupun hanya cek gula darah dan asam urat.


Kalau Toni dia juga tak bisa libur lebih dari dua hari kecuali sakit,,karna ia bekerja dipabrik,jika ia mengambil cuti panjang, bisa-bisa kena pehaka nanti kalau ia libur tanpa alasana yang jelas.


Kecuali Tejo,bengkel miliknya sendiri,jadi kalaupun dia tidak buka,maka tidak masalah baginya,toh gk akan ada yang memarahinya,


Aldi melangkah gontai menuju klinik,sebenarnya pikirannya masih pada sang ibu yang masih belum diketahui keberadaannya,ia tidak tau saja kalau ibunya itu sekarang sedang bersantai sambil menonton acara kesukaannya.


''Bang Al,apa ada masalah?sepertinya sejak datang tadi abang selalu melamun?''tanya Fitri yang melihat Aldi seperti sedang banyak pikiran.


''Tidak apa-apa Fit,oya apa orang yang ingin berobat sudah datang?tanya Aldi untuk mengalihkan obrolan


''Sudah bang,''jawabnya


''Suruh masuk saja!


''Baiklah,''jawab Fitri sambil keluar dari ruangan Aldi.


Waktu berjalan dengan cepat,tak terasa kini sudah menunjukan pukul satu siang,Aldi yang merasa tidak tenang akhirnya memutuskan untuk segera pulang kerumah,karna Aldi merasa tidak bisa menunggu terus,ia juga harus ikut dalam mencari sang ibu.


Saat dalam perjalanan tak sengaja matanya menangkap sosok yang sejak kemarin ia dan keluarganya cari dan dia adalah bu Retno,ibunya Aldi.Saat ini terlihat bu Retno sedang berada disebuah toko sembako,sedangkan Aldi yang sudah menepikan motornya terus memperhatikan bu Retno,sebenarnya Aldi sudah tidak tahan ingin memeluk sang ibu, membawanya pulang dan juga mengucapkan permintaan maafnya,namun ia masih menahan itu,karna Aldi ingin tau dimana ibu tinggal selama dua malam ini,dan Aldi sangat penasaran akan hal tersebut.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2