
Saat ini Kinan sedang menyiapkan makan siang untuk suaminya yang akan ia antar diklinik tempat nya bekerja.
''Kamu jadi mau antar makan siang buat Aldi?'' tanya bu Retno saat melihat Kinan memasukan makanan kedalam kotak bekal.
''Iya buk, yasudah buk aku pamit ya?.'' ucap Kinan sambil menyium takzim tangan ibu mertuanya, setelah itu ia langsung melangkah munuju pintu depan,namun sebelum itu ia kembali dipanggil oleh bu Retno,hingga membuatnya menoleh kearah sang ibu mertua.
''Ingat ya Kinan, kamu jangan kelayapan! setelah ini langsung pulang!" ucap bu Retno
''Iya bu, aku pergi dulu.'' ucapnya sambil kembali melanjutkan langkahnya.
Tepat pukul dua belas siang, Kinan sampai diklinik.Kinan masuk kedalam ruangan tersebut,ia melihat ruangan yang terlihat sepi,namun saat Kinan hendak masuk kedalam ruangan Aldi tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggil namanya.
''Mba Kinan?'' panggil orang tersebut yang ternyata adalah Maya.
''Mba Maya, kedatanganku kesini mau antar makan siang buat bang Aldi, apa dia ada didalam?'' tanya Kinan.
''Tapi dia baru saja keluar,emang mba Kinan gk ketemu tadi didepan?'' tanya Maya
''Gk ada mba,duuhh,, malah lupa bawa handpone lagi.'' gumamnya.
''Kalau gk, mba Kinan tunggu saja diruangannya, biasanya bang Aldi gk lama kok.'' jelas Maya
''Tapi apa gk apa-apa kalau aku tunggu didalam?'' tanya Kinan merasa tidak enak
''Ya gpp kok mba,itu kan ruangan bang Aldi,lagi pula mba Kinan kan juga bisa istirahat disana.'' sambung Maya.
''Ah, iya baiklah,nanti kalu bang Aldi pulang bilang aku ada didalam ya mba May!"
''Iya,nanti kalu dia pulang aku kasih tau, kalau gitu aku keluar dulu ya mba,soalnya ada keperluan sebentar.'' ucap Maya
'' Iya,baiklah.'' jawab Kinan.
DITEMPAT LAIN...
Saat ini Aldi sedang duduk disalah satu rumah makan yang berada tak jauh dari klinik.Saat ini terlihat Aldi sedang berbicara dengan seorang wanita.
''Apa kamu gk bisa menjauh dari nya,kamu tau kan kalau dia sudah memiliki istri.'' ucap Aldi
''Bang Aldi bicara denganku seperti ini apa atas permintaan Kinan?'' tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Fitri.
''Tidak ada yang menyuruhku,ini adalah kemauanku sendiri.'' jelas Aldi
''Bang Al,asal abang tau,sekarang ini aku sedang mengandung anak dari bang Toni, dan aku akan secepatnya meminta pada nya untuk menikahiku.'' jelas Fitri.
__ADS_1
''Ternyata dugaanku benar, kalau saat ini dia sedang mengandung anak bang Toni
Ucap batin Aldi, terlihat ia menghela nafas berat, sepertinya setelah ini tidak akan ada jalan keluarnya lagi,pikirnya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka dari kejauhan,tatapannya tajam seperti menunjukan tatapan permusuhan.
''Oh,jadi ternyata dia laki-laki yang akan menikahi Fitri, tidak akan ku biarkan! awas kau,akan kubuat kau menyesal karna sudah berani mendekati Fitri dan juga calon bayiku.
*
*
*
Setelah bertemu dengan Fitri,Aldi langsung bergegas kembali ke klinik,karna waktu jam makan siang juga sudah selesai.
Sedangkan Fitri masih berada di warung makan tersebut.
Setelah kejadian kemarin Fitri memutuskan untuk berhenti bekerja.Ia tak ingin kejadian yang pernah dialaminya kemarin terulang lagi, dan untuk menghindari itu Fitri terpaksa berhenti dari klinik tempat nya bekerja selama ini,karna ia tak ingin kalau tiba-tiba Wati datang dan menyerangnya lagi.
Aldi sudah sampai didepan pintu klinik, namun saat ia hendak masuk,tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil namanya.
''Bang Aldi.'' panggil wanita tersebut,membuat Aldi menoleh keasal sumber suara.
''Eh, Fuji, kamu apa kabar?'' tanya Aldi
''Iya, kamu share aja nanti alamatnya sama saya!" ucap Aldi yang diangguki oleh Fuji.
''Baiklah,kalau gitu aku pulang dulu ya bang sampai ketemu besok.'' ucap Fuji yang diangguki oleh Aldi,namun saat Fuji hendak melangkah tiba-tiba kakinya tersandung dan....
Haapp
Aldi menangkap tubuh Fuji yang hampir terjatuh kelantai.
1detik
2detik
3detik
Mereka saling pandang tanpa ingin melepaskan pegangan masing-masing,membuat seseorang disudut ruangan memegangi dada nya yang sedikit terasa sesak.
''Bang Aldi,apakah seperti ini sikapmu terhadap wanita lain dibelakangku?.'' gumam Kinan.
__ADS_1
''Ekhem..,'' Kinan segaja berdehem dengan kuat, untuk menyadarkan dua manusia yang menurut Kinan sudah lupa dunia itu.
''Ki-kinan.'' gumam Aldi terkejut.Dan segera melepaskan tangannya ditubuh Fuji, membuat wanita itu hampir saja terjatuh, kalau saja dia tidak berdiri dengan benar.
''Sedang apa kamu disini dek?'' tanya Aldi membuat emosi Kinan semangkin meradang,namun sebisa mungkin ia masih bersikap biasa.
''Oh, maksudnya aku gk boleh datang kesini? kalau gitu tidak akan pernah aku lakukan lagi.Tadinya sih kedatanganku kesini mau nganterin makanan, tapi sepertinya abang sudah kenyang, benarkan?'' ucap Kinan sambil tersenyum, kemudian ia menatap kearah Fuji sambil tersenyum.
Aldi yang merasa salah bicara langsung merutuki kebodohannya sendiri.
''Mam*pus, pasti setelah ini istriku tercinta bakalan marah besar.
Batin Aldi.
''Maaf mba,ada keperluan apa kamu kesini? biasanya diklinik ini tempat untuk orang-orang sakit saja,tapi sepertinya kamu sehat wal'afiat.'' ucap Kinan,sambil memindai penampilan wanita yang ada didepannya saat ini.
''Maaf mba ini siapa ya?'' tanya Fuji, tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Kinan, ia juga memang belum tau kalau Aldi sudah menikah.
''Aku? aku bukan siapa-siapa kok, yasudah sebaiknya lanjutkan saja,maaf sudah mengganggu kalian.'' ucap Kinan kemudian ia langsung keluar dari klinik.
''Kinan! dek tunggu abang!" ucap Aldi sambil mengejar istrinya yang sudah keluar dari klinik.
Sedangkan Fuji hanya memandang kepergian Aldi dengan isi kepala yang penuh dengan pertanyaan.
''Sebenarnya siapa wanita itu?kenapa bang Aldi sepertinya perduli sekali dengannya.'' gumam Fuji
''Dia itu Kinan,istri dari bang Aldi yang sangat dicintainya.'' ucap Maya, saat mendengar Fuji bergumam.
''I-istri? bukannya dia masih lajang ya mba?'' tanya Fuji
''Ya enggak lah, bang Aldi itu sudah menikah setahun yang lalu dengan mba Kinan, dan sekarang istrinya itu sedang mengandung anak dari bang Aldi.'' jelas Maya membuat Fuji yang mendengar sampai membuka mulutnya lebar.
''Biasa aja mba, gk usah sambil mangap gitu, nanti kemasukan lalat loh mulutnya.'' sambung Maya, yang membuat Fuji otomatis menutup rapat mulutnya.
''Ya Tuhan,kirain bang Aldi lajang ternyata sudah punya istri.
Batin Fuji yang terlihat kecewa.
''Kinan! sayang, heii tunggu abang dong!" ucap Aldi sambil mengejar Kinan yang saat itu terus saja berjalan tanpa memperdulikan teriakan Aldi yang memanggilnya.
HADEUUH, LAGI-LAGI SALAH PAHAM, OTHOR NYA HOBY BANGET YA BUAT KONFLIK BERKEPANJANGAN ENTAH KAPAN SI KINAN NYA BAHAGIA.
HEHE,, MAAF YA KALAU CERITA NYA AGAK MEMBOSANKAN.
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS KARYA OTHOR YA...🤗😘
NEXT