
Saat ini dirumah keluarga pak Pardi dan bu Retno mereka sedang makan malam bersama.
''Kinan,apa kamu sudah isi?''tanya bu Retno,yang membuat semua orang yang ada disana menatap bu Retno.
''Maksud ibu apa?''tanya Aldi,dengan nada tak suka
''Ibu gk ada maksud,hanya tanya aja,kalian kan sudah satu bulan lebih menikah apa Kinan sudah ada tanda-tanda hamil?''tanya bu Retno lagi.
Pak Pardi yang mendengar sang istri bertanya seperti itu langsung menegurnya.
''Bu,kita ini sedang makan,kenapa ibu malah bicara hal seperti itu?''ucap pak Pardi yang merasa tidak enak pada menatunya,karna itu pasti menyinggung perasaannya.
''Gpp kok yah,, bu untuk saat ini aku memang belum hamil.''jawab Kinan.
''Kok lama sih,Anaknya bu Vina saja dua minggu nikah sudah langsung isi.''sindir bu Retno.
''Bu aku dan Kinan menikah masih satu bulan,belum ada setahun loh, jadi ibu gk usah cemas,mudahan dalam waktu dekat Kinan bisa hamil.''jawab Aldi yang merasa sedikit kesal pada sang ibu.
''Kan ibu cuma nanya aja,kalau tidak hamil juga tidak apa-apa,jadi ibu punya alasan untuk menikahkanmu dengan Fitri.Gumam bu Retno pelan,bahkan sangat pelan hingga tak ada yang dapat mendengarnya selain dirinya sendiri.
Hari berganti minggu,dan minggu telah berganti bulan,tak terasa usia pernikahan Aldi dan Kinara sudah menginjak sepuluh bulan.
''Kamu masih belum hamil juga?''tanya bu Retno saat melihat menantunya sedang duduk diteras sambil menunggu sang suami pulang dari klinik.
Sebenarnya Kinan sudah merasa muak sekali dengan pertanyaan sang ibu mertua yang itu-itu saja.Bagai mana tidak muak,kalau ibu mertuanya itu selalu bertanya setiap bulan pada nya,dipikir buat anak kayak buat adonan kue apa,bisa langsung jadi.
''Bu maaf,sampai saat ini aku belum hamil,ibu doakan saja ya, agar aku cepat segera hamil.''ucsp Kinan.
__ADS_1
''Nanti jika Allah sudah mempercayakan untukku mengandung,aku pasti akan memberitahukan kabar gembira itu sama ibu.''ucap Kinan
''Dari dulu nanti-nanti terus sih,kalau kamu memang tidak bisa memberi keturunan sama Aldi mendingan ijin kan saja dia untuk menikah lagi.''ucap bu Retno,membuat Kinan sedikit terkejut dengan ucapan sang ibu mertuanya itu.
Namun saat Kinan hendak membuka mulutnya, tiba-tiba terdengar suara seseorang lebih dulu menjawab ucapan sang ibu mertua.
''Buk,kenapa ibu bisa punya pikiran seperti itu?''ucapnya yang tak lain adalah Aldi,ia yang baru pulang terkejut saat ibu nya itu mengatakan pada Kinan kalau ia harus mengijinkan suaminya itu untuk menikah lagi.
''Aldi, ibu kan hanya mengusulkan saja,''ucap bu Retno yang juga tidak mau untuk disalahkan.
''Iya buk,tapi kan sudah berapa kali aku juga bilang sama ibu,kalau aku tidak akan menikah lagi dengan siapapun ,walau apa pun yang terjadi.''ucap Aldi,sedikit emosi.
''Walau pun nantinya istrimu ini mandul?iya? ucap bu Retno lagi.
''Ibu! kenapa ibu bisa bicara seperti itu pada menantu ibu sendiri?ucap Aldi yang tak habis pikir dengan ucapan sang ibu.
Sedangkan Kinan hanya diam,sambil memegangi dadanya yang terasa sesak,ia berpikir sebegitu bencinya kah sang ibu mertua pada nya,sampai-sampai ia tega mengatakan hal sekejam itu padanya.Namun sampai saat ini Kinan masih tetap diam,karna bagai mana pun bu Retno adalah ibu mertuanya,namun ia juga tidak tau entah sampai kapan akan bertahan dengan kata-kata yang selalu menyakitkan itu.
''Dek,ayo ikut abang kekamar.''ucap Aldi,sambil meninggalkan sang ibu dengan wajah masamnya.
Sesampainya dikamar,Aldi melihat Kinan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
''Abang mandi aja dulu bang,biar aku siapin baju abang,setelah itu baru aku siapin makan buat bang Al.''ucap Kinan sambil terlihat sibuk membuka lemari untuk mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
''Duh,,kaos yang biasa abang pakai itu kok gk ada ya? dimana sih..?''ucapnya lagi yang masih terlihat sibuk sambil mengacak-acak pakaian yang ada didalam lemari tersebut.
Aldi menatap iba pada sang istri,ia merasa sangat tidak tega melihat istrinya sampai seperti itu,Aldi sangat tau kalau Kinan sangat terluka oleh ucapan ibunya,namun walaupun begitu istrinya itu tidak pernah berkata atau mengeluhkan apapun pada nya,Kinan selalu menyimpannya sendiri,berpura terlihat tegar,walau kenyataannya hatinya saat itu sangat rapuh.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Aldi memeluk sang istri dari belakang.
Greeb..
''Kinan, abang benar-benar minta maaf,atas ucapan ibu yang selalu menyakiti hati kamu,walau pun begitu kamu tidak pernah mengeluhkan apapun tentang ucapan ibu abang,walaupun itu sangat menyakiti hati kamu.''ucap Aldi lirih
Tanpa terasa air mata Kinan mengalir begitu saja ke pipi putih miliknya, saat mendengar ucapan suaminya,,dengan cepat Kinan langsung menghapusnya dengan kasar.Kinan membalikan tubuhnya menghadap suaminya,Kinan membelai lembut wajah suaminya.
''Bang Al,aku gpp kok,abang gk usah kawatir,lagi pula yang dikatakan ibu mungkin ada benarnya,jika memang nantinya aku tidak bisa hamil,abang boleh nikah lagi.''ucap Kinan legowo,namun didalam hatinya ia merasa sesak,saat mengucapkan hal tersebut.
''Kinan,hei sayang! kamu jangan bernah mengatakan hal ini lagi sama abang! abang gk suka mendengarnya,apa pun yang terjadi nanti,mau kamu bisa hamil atau tidak,abang akan tetap bersamamu dan abang tidak akan pernah menikah lagi! jadi abang mohon sama kamu,jangan pernah kamu berkata seperti itu ya,jika nanti ibu kembali bertanya tentang hal itu lagi,sebaiknya kamu tinggalkan saja!" ucap Aldi.
''Loh,abang kok ngomongnya gitu?itu namanya gk sopan dong bang.''jawab Kinan
''Ya abang hanya tidak mau kamu kembali bersedih nantinya saat ibu kembali mengungkit masalah yang sama.''jelas Aldi
''Abang gk usah mikirin hal itu,aku gpp kok.''ucap Kinan sambil mencoba meyakinkan suaminya.
Ya,baiklah kalau memang begitu,yasudah kalau gitu abang mandi dulu ya,kamu disini saja jangan kemana-mana,tunggu abang ya!''pinta Aldi
''Baiklah kalau begitu,tapi jangan lama-lama mandinya ya bang?''ucap Kinan yang diangguki oleh Aldi
***
Saat ini Wati sedang berada dikediaman Fitri.
''Giman berkembangan kehidupan asmara kamu?''tanya Wati
__ADS_1
''Belum ada kemajuan Wat,bu Retno lama banget geraknya,sudah hampir setahun lho Wat,aku gk bisa nunggu terlalu lama lagi.''ucap Fitri.
''Ya mau bagai mana lagi Fit, si Aldi itu orangnya setia sih, mana mau dia berpindah kelain hati lagi,cintanya itu sudah mentok sama si Kinan.