
Dan akhirnya dengan terpaksa Aldi mengajak Fitri bersamanya,sepanjang jalan Fitri terus mengembangkan senyumnya,karna ini untuk pertama kalinya Aldi memboncengnya selama sejarah Fitri menyukainya.Dengan berani Fitri meletakkan tangannya diatas paha Aldi,replek Aldi langsung menyingkirkan tangan Fitri dengan sedikit kasar.
''Aaw,,bang Aldi kok kasar gitu sih.''ucap Fitri kesal karna tangannya ditepis oleh Aldi
''Maaf Fit,lagian saya kaget tiba-tiba tanganmu ada dipaha saya.''jawab Aldi
''Ya aku kan hanya pegangan doang takut jatuh lho bang,''ucapnya ngeles
''Ya tapi jangan disitu juga pegangannya dong!" ucap Aldi terdengar tidak suka
''Ya kali di besi belakang bang pegangannya udah kayak naik ojek aja.''gerutu Fitri
Sedangkan Aldi hanya tersenyum mendengar jawaban Fitri,dibarengi gelengan kepala,memang benar kalau wanita memang tidak bisa dilawan, baru ngomong sepatah kata,eeh..,,udah dijawab nya aja dua sampai tiga patah kata,dan satu lagi wanita itu selalu benar.
Sedangkan dirumah,saat ini Kinan sedang duduk diteras bersama Ningsih dan Wati,mereka sedang meperhatikan Kevin yang saat ini sedang bermain mobil-mobilan bersama Rara.
''Malam ini Toni lembur ya Wat?''tanya Ningsih.
''Iya mba,makanya aku minta ditemani sama Fitri nanti malam,''jawab Wati
''Kenapa tidak Kinan saja yang nemenin kamu,kalau Fitri kan repot harus bolak-balik ke kosannya nanti.''ucap Ningsih
''Ya aku kan gk enak sama Aldi nantinya masa aku suruh istrinya nemenin aku sih,kan gk enak.''jawab Wati beralasan sambil melirik Kinan.
''Memangnya Aldi keberatan ya Kin,kalau kamu nanti malam nemenin Wati dirumahnya?''tanya Ningsih.
''Kayaknya enggak sih mba,kalau mba mau aku temenin nanti malam,nanti aku akan bilang sama bang Al.''ucap Kinan.
''Gk usah!" jawab cepat Wati membuat Ningsih dan Kinan memandangnya heran
Wati yang melihat reaksi kedua iparnya langsung menjelaskan alasannya.
''Maksudku mungkin saat ini Fitri sudah dijalan,masa iya aku harus menyuruhnya pulang lagi.''ucap Wati.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara sepeda motor yang datang,ketiga wanita beda usia itu langsung menoleh kearah sumber suara,terlihat Aldi pulang dengan mrngendarai motornya,namun ketiga wanita itu menatap tak berkedip saat melihat Aldi membawa seorang wanita yang tak lain yang ternyata adalah Fitri,wanita yang saat ini bekerja dengannya diklinik,padahal setau mereka Aldi tidak pernah mau berboncengan dengan perempuan selain istri dan ibunya,bahkan Ningsih dan Wati saja nyaris tak pernah.
Entah kenapa rasanya dada Kinan terasa sesak saat melihat suaminya sendiri berboncengan dengan wanita lain,hanya sebisa mungkin ia mengendalikan perasaannya.Ningsih menatap kearah arah Kinan,seolah mengatakan''apa kamu baik-baik saja''
Kinan yang ditatap menganggukkan kepalanya yang artinya ia baik-baik saja,namun hanya diluar,sedangkan didalam hatinya ia merasa sakit,apa lagi Aldi malah memarkirkan motornya tepat dihalaman tak jauh dari Kinan dan yang lainnya duduk,entah apa maksudnya.
Lain Kinan,lain pula Wati,ia sangat senang melihat Fitri berboncengan dengan adik iparnya tersebut,akhirnya rencananya berhasil juga,ya..wati memang menyuruh Fitri tidak membawa motor miliknya tadi pagi ke klinik,agar ia punya alasan ikut dengan Aldi saat kerumah Wati sore nanti,siapa sangka akhirnya Aldi bersedia memberikan tumpangan pada Fitri.
''Haii Wati,mba Ningsih, daaan Kinan.''sapa Fitri setelah turun dari motor.
Ningsih hanya tersenyum simpul menanggapi sapaan Fitri,sedangkan Kinan hanya memperlihatkan wajahnya yang datar.
''Kok kalian bisa barengan sih Fit?ku pikir tadi entah pasangan dari mana.''ucap Wati yang sengaja memanas-manasi Kinan.Namun Kinan sama sekali tidak terpancing dengan ucapan Wati,ia masih bisa berpikiran waras.
Aldi menatap Kinan yang saat itu juga sedang menatapnya,namun saat Aldi akan menyapa sang istri,tiba-tiba bu Retno memanggilnya.
''Aldi kamu kok pulangnya bisa sama Fitri sih?''tanya bu Retno.
''Loh kok ibu bisa tau sih?bukannya tadi ibu tidak ada ya?''tanya Aldi yang merasa heran.
''Begini buk,sebenarnya malam ini aku minta Fitri untuk nginap dirumahku,soalnya bangToni lembur pulang pagi,jadi aku minta dia untuk temenin aku.''jelas Wati
''Iya buk,kebetulan aku juga gk bawa motor tadi waktu berangkat keklinik,dan akhirnya aku ikut deh sama bang Aldi,kebetulan bang Aldinya juga gk keberatan aku ikut.''jelas Fitri lagi
Aldi menatap Kinan,saat Fitri menjelaskan kenapa mereka bisa pulang bersama hari ini,Aldi menatap heran pada sang istri,karna sejak tadi dia merasa kalau Kinan seperti sedang tak acuh padanya
''Kinan kenapa?apa dia marah karna aku pulang bersama dengan Fitri,?tapi kami kan tidak ada hubungan apapun,lagi pula akukan hanya memberikan tumpangan pada nya tidak lebih.''
Batin Aldi,yang matanya masih fokus pada istrinya.
Aldi melangkah mendekati Kinan,setelah itu ia mengajak istri nya itu untuk masuk kedalam rumah, dan Kinan pun mengaangguk tanda setuju.
''Sayang abang kangen sama adek,''ucap Aldi sambil memeluk Kinan dari belakang.
__ADS_1
''Sebaiknya abang mandi saja dulu,biar aku siapain baju gantinya.''ucap Kinan sambil melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian.
''Adek marah ya sama abang?karna tadi abang pulang sama Fitri?''tanya Aldi lagi sambil duduk disisi tempat tidur.
''Menurut abang?apa aku bernak marah kalau melihat abang berboncengan dengan perempuan lain?''tanya balik Kinan,namun sambil menyiapkan pakaian untuk sang suami.
''Dek,abang....,,''
Belum sempat Aldi menyelesaikan ucapannya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Tok-tok-tok..
Kinan langsung melangkah menuju pintu kamar,untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
''Eh Rara,ada apa sayang?''tanya Kinan,setelah membuka pintu.
''Tante disuruh nenek masak untuk makan malam.''jawab Rara
''Oh,iya yuk kita kedapur!" ucap Kinan sambil mengajak Rara kedapur.
Aldi menghela nafas kasar setelah menyadari sepertinya istrinya itu tengah ngambek padanya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Aldi segera keluar dan mencari keberadaan sang istri,namun langkahnya terhenti saat mendengar ada yang mengetuk pintu rumah dari luar.
''Siapa yang ketuk pintu itu Al?''tanya bu Retno
''Gk tau buk,biar ku cek dulu.''jawabnya sambil menuju pintu depan.
''Iya wa'alaikum salam.''jawab Aldi setelah mendengar salam dari luar rumah
''Mba Wati,ada apa mba?''tanya Aldi
''Begini Al,tiba-tiba lampu dikamar mandi mba putus,mba gk bisa gantinya,kan biasanya bang Toni yang ganti,kamu bisakan bantuin mba masang bola lampunya?''tanya Wati
__ADS_1
NEXT