
Malam ini Aldi dan Kinan sedang duduk berdua diteras rumah,sambil memandangi bulan yang saat ini bersinar dengan indah, Aldi memeluk sang istri dengan posesif seolah tak ingin melepaskannya.
''Bang,makasih ya,karna selalu ada buat aku.'' ucap Kinan sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang suami
''Seharusnya abang yang mengatakan itu,terimakasih karna adek selalu ada buat abang,walaupun abang selalu menyakiti hati mu,tapi kamu tak pernah meninggalkan abang.'' ucap Aldi
''Dan abang juga minta maaf, atas sikap ibu selama ini, yang mungkin sering menyakiti perasaan adek.'' sambung Aldi sambil menyatukan kedua telapak tangan mereka.
Tanpa Aldi dan Kinan sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi,dan dia adalah bu Retno entah apa yang wanita paruh baya itu pikirkan saat ini,yang pasti saat ini ia tak ingin mengganggu anak dan mantunya itu.
Keesokan harinya,saat ini Kinan disuruh bu Retno untuk belanja beberapa barang dipasar.
''Tumben gk ada ojek atau angkot yang lewat.'' gumam Kinan yang saat ini sedang berdiri dipinggir jalan.
Setelah lama menunggu akhirnya angkot yang ditunggu datang,Kinan melambaikan tangan pertanda ia akan naik kedalam angkot tersebut,namun sayang setelah angkot berhenti pak sopir mengatakan bahwa penumpangnya penuh.
''Maaf ya neng,'' ucap sang sopir yang kembali melajukan angkot tersebut.
''Gimana nih,sudah mulai siang lagi.'' keluhnya sambil terus melangkahkan kakinya berharap akan ada ojek yang lewat.
*
*
Tin-tin...
Tiba- tiba erdengar suara klakson dari arah belakang,dengan malas Kinan menoleh kearah belakang, Kinan sedikit kaget, ternyata suara klakson tersebut berasal dari motor milik Rendy.
''Bang Rendy,'' gumamnya.
''Kinan,sedang apa kamu dijalan sendirian?''tanya Rendy sambil melepas helm dari kepalanya.Sejenak Kinan terpesona dengan ketampanan Rendy, namun sedetik kemudia ia menggelengkan kepalanya dengan cepat,untuk menyadarkan dirinya sendiri kalau ini tidak lah boleh,walau bagai mana pun ia sudah menikah tak sepantasnya wanita yang sudah memiliki suami mengagumi pria lain.
Rendy memperhatikan wajah Kinan,senyum samar seketika terbit dari wajahnya,saat melihat wajah Kinan yang menurutnya sangat lucu karna terbengong seperti itu.
''Heii,kenapa melamun??'' ucapan Rendy seketika menyadarkan lamunan Kinan
__ADS_1
''Hah? gk apa-apa kok bang, sebenarnya aku mau kepasar,hanya gk ada ojek atau pun angkot yang lewat, makanya aku memilih jalan kaki sambil menunggu ojek lewat.'' jawab Kinan
''Kalau gitu kamu ikut abang saja.'' ucap Rendy
''Gk bang,makasih.Biar aku jalan kaki saja.'' jawab Kinan merasa tak enak.
''Sepertinya tidak akan ada angkot atau pun ojek yang lewat deh,lagi pula ini sudah hampir jam sembilan loh,kamu yakin gk mau abang anterin sekalian kepasar? soalnya kebetulan abang juga lewat sana.'' jelas Rendy,sebenarnya jalan tempatnya bekerja bukanlah lewat jalan menuju pasar,namun karna Kinan, entah kenapa ia mengatakan akan melewati jalan tersebut,padahal kalau dipikir-pikir melewati jalan itu akan memakan waktu yang cukup jauh dari jalan yang biasa ia lewati.
''Ayo! mau sampai kapan kamu terus berdiri disitu.'' ajak Rendy lagi.
''Beneran gk merepotkan abang?'' tanya Kinan lagi memastikan.
''Enggak,kan tadi udah abang bilang,kalau abang lewat sana soalnya ada keperluan makanya abang lewat dijalan itu.'' ucap Rendy lagi dan tentu saja itu hanya alasannya saja.
''Baiklah kalau tidak merepotkan abang.'' ucap Kinan yang mulai naik diatas motor sport milik Rendy.
''Sebaiknya kamu pegangan,karna kita akan sedikit ngebut.''ucap Rendy.
''I-iya bang,'' jawab Kinan,ia bingung ingin pegangan dimana,pasalnya motor yang Kinan naiki saat ini berbeda dengan motor yang biasa ia naiki dengan Aldi,kursi penumpang dibagian belakan lebih tinggi dibanding yang depan,jika saja saat ini Kinan sedang bersama suaminya pastinya ia akan langsung memeluknya.
Ucap batin Kinan.
Dan pada akhirnya Kinan pun berpegangan pada ujung baju yang dikenakan oleh Rendy.
Rendy mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, di sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam, Rendy yang fokus dengan setirnya,sedangkan Kinan lebih memilih melihat bangunan atau rumah warga yang mereka lewati disepanjang jalan.
Namun entah dari mana datangnya tiba- tiba saja ada kucing yang lewat di tengah jalan, replek Rendy menginjak rem motornya hingga menimbulkan suara gesekan ban motornya dengan aspal jalan.
Ciiitttt.....
Kinan yang saat itu ada dibelakang otomatis tubuhnya terhuyung kedepan dengan posisi seolah Kinan memeluk Rendy dari belakang, bahkan dada Kinan menempel ditubuh Rendy.
Sejenak Rendy memejamkan matanya, saat merasakan benda empuk yang menempel dipunggungnya.Kinan yang tersadar langsung cepat- cepat menarik tubuhnya menjauh dari Rendy.
"Ma- maaf bang, aku gk sengaja." ucap Kinan sedikit gugup.
__ADS_1
" Seharusnya abang yang minta maaf, karna mengerem mendadak, soalnya tadi tiba- tiba ada seekor kucing yang lewat, karna takut ketabrak makanya abang rem." jelas Rendy
" Iya bang, gpp." ucap Kinan.
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar.
SATU JAM KEMUDIAN..
"Pak itu rumahnya." ucap Kinan pada supir ojek yang ia tumpangi, sambil menunjuk rumah yang ia tempati selama ini.
Setelah membayar ongkos ojek, Kinan pun langsung menuju rumah, namun ia merasa heran karna melihat ibu mertua dan juga kedua kakak iparnya ada diteras rumah, karna tidak biasanya dijam segini mereka pada kumpul, membuat Kinan ber asumsi apakah telah terjadi sesuatu.
"Buk," sapa Kinan setelah sampai diteras rumah.
" Sudah belanjanya?" tanya bu Retno dengan pandangan datar
" Sudah bu, ini semua yang ibu inginkan ada didalam." jelas Kinan sambil meletakan kantong belanjaan diatas meja.
"Kamu dipasar kenapa lama sekali? kemana aja?" tanya sang ibu mertua lagi.
"Tadi waktu perginya gk ada angkot dan juga ojek buk, jadi.....
" Jadi karna gk dapat angkot kemudian kamu minta antar Rendy kepasar begitukah??" sarkas Wati,memotong ucapan Kinan, ia menatap Kinan seolah Kinan melakukan kesalahan besar.
" Maksud mba Wati apa??
"Halaah, Kinan- Kinan, gk usah berlagak polos deh kamu, jelas- jelas aku melihat kamu tadi dijalan sedang bermesraan dengan Rendy, berpelukan lagi." tuduh Wati
"Mba Wati jangan nuduh sembarangan dong!
"Memang tadi sebelum kepasar aku tidak sengaja ketemu dengan bang Rendy, dan dia juga sempat menawarkan tumpangan pada ku, namun aku menolaknya, tapi karna memang tidak ada angkot atau pun ojek yang lewat akhirnya aku ikut dengannya hingga pasar, itu saja kok mba, mana ada aku bermesraan dengannya." ucap Kinan yang tak terima dituduh seperti itu oleh Wati.
"Lalu ini apa??" sambung Wati sambil meletakkan ponsel miliknya diatas meja.
NEXT
__ADS_1