Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Sampai Kapan Aku Harus bertahan?


__ADS_3

''Abang hanya takut jika ibu benar-benar melakukan apa yang diinginkannya.'' sambung Aldi.


Kinan menatap wajah suaminya yang duduk disebelahnya,kemudian meraih tangan suaminya itu lalu meletakkannya di wajahnya.


''Bang, jika nanti ibu tetap ingin abang menikah dengan wanita lain aku gpp kok.'' ucap Kinan sambil tersenyum paksa


''Huuss,, kamu ini ngomong apa sih dek,abang gk suka ya kalau kamu bicara seperti itu lagi.Dengerin abang baik-baik! berapa kali abang harus bilang sama kamu,kalau abang gk akan pernah menikah lagi apa pun yang terjadi, jadi abang minta jangan pernah bahas ini lagi ya?!"


''Baiklah.'' jawab Kinan pasrah


Sedangkan dirumah yang sama,namun dikamar yang berbeda pak Pardi sedang bersandar dikepala tempat tidur, namun mulutnya sejak tadi terus bicara menceramahi sang istri,bu Retno yang tak mau menambah masalah hanya diam,tanpa ingin menjawab ucapan suaminya.


''Yah, udahan dong ngomelnya,emang mulut ayah gk capek ya?dari tadi ngomong melulu?.'' ucap bu Retno


''Makanya ibu jangan sok-soan kabur dari rumah,kalau jadinya harus nyusahin orang.'' ucap pak Pardi


''Hhmmm,,'' jawab bu Retno


Keesokan harinya,dikediaman keluarga pak Pardi terlihat biasa saja,seperti hari-hari sebelumnya,,namun ada yang tak biasa pagi ini bagi bu Retno,saat ini wanita paruh baya itu sedang bersiap untuk pergi kesuatu tempat,setelah mengambil dompet miliknya bu Retno segera keluar dari kamarnya dan langsung menuju pintu depan.


''Loh buk,mau kemana udah rapi begini?'' tanya pak Pardi yang saat itu sedang duduk bersama Kevin cucunya.


''Ibu mau ketemu sama Lia yah.'' jawab bu Retno


''Ada urusan apa ibu ingin ketemu sama dia?bukannya dia sedang bekerja?'' tanya pak Pardi lagi.


''Katanya hari ini dia cuti,gk kerumah sakit yah,makanya ibu mau ketemu sama dia.'' jelas bu Retno.


''Dimana ibu mau ketemu Lia?


''Dirumah,dia bilang hari ini dia mau ajak ibu jalan-jalan keliling kampung,ayah mau ikut??tawar sang istri


''Woeleh,ibu ada-ada saja,ngapain ayah ikut.''


Jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas siang,itu artinya sudah setengah jam bu Retno menunggu kedatangan Lia,karna mereka berjanji akan bertemu dijam sepuluh pagi tadi.


''Kok nak Lia lama sekali sih,'' gumam nya pelan.

__ADS_1


''Mungkin gk jadi datang kali buk,'' jawab pak Pardi yang tiba-tiba datang dari dalam rumah bersama cucunya Kevin


''Iih,ayah..,,nyambung aja.'' ucap bu Retno sambil mendengus kesal


''Kevin sayang,udah cicisnya?'' tanya bu Retno pada sang cucu yang tadi katanya ingin pipis,kemudian pak Pardi pun akhirnya membawa Kevin kebelakang.


''Udah nek,Avin ucah cicis tadi sama tatek.'' jawab Kevin dengan suara cadelnya


Selang beberapa saat sebuah mobil berwarna merah berhenti tak jauh dari rumah bu Retno.


''Itu dia Lia,'' ucapnya senang.


Setelah keluar dari mobil Lia langsung berjalan menuju rumah bu Retno


''Bu maaf ya telat,soalnya tadi harus anterin ibuku dulu kerumah paman.'' jelas Lia


''Iya nak Lia,gpp.'' jawab bu Retno


Setelah ngobrol sebentar,akhirnya Lia dan bu Retno pamit pada pak Pardi untuk pergi jalan-jalan.


Dari dalam rumah,ada Kinan yang melihat keakraban keduanya dari balik gorden jendela,ia melihat ibu mertuanya itu sepertinya sangat bahagia saat bersana dengan Lia.


*


*


*


Tepat pukul empat sore bi Retno pulang bersama dengan Lia.


''Makasih ya nak Lia,sudah ajak ibu jalan-jalan.


''Iya,sama-sama bu,sekali lagi maaf aku gk bisa mampir,karna ada urusan.


''Iya,gpp.'' jawab bu Retno


Setelah Lia berlalu,bu Retno pun langsung menuju kediamannya,namun sebelum ia sampai di teras, tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkahnya.

__ADS_1


''Ibu dari mana?'' tanya seseorang tersebut yang ternyata adalah Wati


Wati memperhatikan barang yang dibawa oleh ibu mertuanya itu.


''Banyak banget belanjaannya bu?ibu beli apa saja?'' sambung si menantu kepo tersebut


''Oh, ini tadi nak Lia yang belikan,ibu dan nak Lia baru pulang jalan-jalan dan dia belikan ibu ini, baik kan dia?.'' jelas bu Retno,merasa bangga.


''Sepertinya bau-baunya yang ingin ibu jodohkan dengan Aldi adalah Lia deh,tapi gimana sama Fitri?aku kan sudah berjanji mau deketin dia sama Aldi,,tapi gpp juga deh dari pada Kinan,mending Lia.


Ucap batin Wati


''Eh Wati,kenapa melamun kamu?ayo ikut ibu,nanti ibu bagi kamu.'' ucap bu Retno


''Beneran buk?yaudah yuk!" ajak Wati semangat


''Waah,,buk! barang-barangnya bagus-bagus sekali,bajunya juga sepertinya mahal ini,ibu beruntung sekali,sepertinya Lia sayang sama ibu,buktinya dia membelikam barang-barang bagus kayak gini.'' ucap Wati yang sengaja menyindir Kinan yang saat itu tak jauh duduk dari mereka.


''Kamu benar Wat,dia baik sekali orangnya,beruntung sekali suaminya nanti bisa mendapatkan istri seperti nak Lia,udah baik, cantik, seorang suster lagi,tidak seperti seseorang yang gk memiliki gelar apa-apa.'' ucap bu Retno sambil matanya melirik pada Kinan


Sesak,itulah yang Kinan rasakan saat ini, mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut pedas kakak ipar dan ibu mertuanya itu, sebenarnya bisa saja ia pergi dari sana tadi, hanya ia tak ingin terus sembunyi dari kenyataan, dan berpura tak mengetahui segalanya.Namun ternyata rasa keingintahuannya itu semangkin membuatnya tak bisa bernafas, tiba-tiba udara diruangan tersebut terasa sangat sedikit, hingga membuatnya terasa semangkin sesak, karna merasa sudah tidak bisa bernafas diruangan itu, akhirnya Kinan memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut, agar rasa sesak didada nya sedikit berkurang.


Wati tersenyum remeh pada Kinan, sambil melihat kepergian adik iparnya itu, sedangkan bu Retno hanya menatapnya datar.


"Wati,Sepertinya ini cocok sama kamu, apa kamu mau?" tanya bu Retno


"Gk ah buk, itu terlalu tua sama aku, lebih cocok sama ibu, aku yang ini saja." ucapnya sambil mengambil baju gamis berwarna navy.


Saat ini Kinan sedang bersandar dibelakang pintu kamarnya.


"Ya Tuhan kenapa rasanya sesakit ini." ucap Kinan sambil memegangi dada nya yang terasa sesak.


"Sampai kapan aku bisa sanggup bertahan, haruskah aku menyerah saja? rasanya hati ini sakit sekali saat mendengar ibu memuji wanita lain dan membandingkannya denganku." gumam Kinan air mata yang sejak tadi coba ia tahan akhirnya tumpah juga.


*


Kalian jangan buly author nya ya, karna disini tokoh Kinan masih author buat menderita dulu😁

__ADS_1


Jangan bosan dukung karya author ya, tanpa kalian aku mah apa atuh....🤗😘


NEXT


__ADS_2