Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Aldi Yang Tersakiti


__ADS_3

Aldi yang sudah diselimuti oleh amarah tak sadar mendorong Kinan dengan kuat,hingga membuat Kinan terjatuh dan membentur tembok.


''Kinaan!!! teriak Ningsih saat melihat adik iparnya itu terjatuh hingga pingsan.


''Kinan,'' gumam Rendy sambil mencoba bangkit dari tanah,sebab Rendy juga sempat dibuat tersungkur oleh Aldi


''Jangan coba kau sentuh istriku!" ucap Aldi sambil mengangkat Kinan masuk kedalam rumah,diikuti oleh yang lain.


Rendy hanya bisa menatap punggung Aldi yang membawa Kinan memasuki rumah mereka.


''Loh nak Rendy kamu kenapa? kok babak belur seperti ini?'' ucap seseorang yang tak lain adalah pak Pardi


''A-ayah, maksud ku,, eemm...tadi Kinan pingsan yah,apa boleh aku melihat dan memeriksanya?'' tanya Rendy yang malah mencemaskan keadaan Kinan dari pada keadaan dirinya sendiri.


''Memangnya Kinan kenapa??kamu juga kenapa bisa begini?yasudah yuk masuk!'' ajak pak Pardi sambil membantu Rendy berjalan.


''Assalamu'alaikum'' ucap pak Pardi


''Wa'alaikum salam,'' terdengar sahutan dari dalam yang ternyata adalah bu Retno


''Ayah! kenapa ayah membawa nya masuk!" ucap bu Retno membuat pak Pardi merasa heran.


''Maksud ibu apa?


''Terus kenapa Rendy bisa sampai babak belur seperti ini?'' tanya ayah heran


''Rendy itu sudah mengakui kalau dirinya menyukai Kinan yah,dan Aldi yang telah menghajarnnya hingga seperti itu.'' jelas bu Retno


''Apa benar itu Rendy?'' tanya pak Pardi sambil menatap Rendy


''Maaf pak,semua itu memang benar,kalau aku mencintai Kinan,tapi percayakah aku dan Kinan sama sekali tak pernah berselingkuh,dan Kinan juga tidak pernah membalas perasaanku,,dan cintaku hanya sepihak pak.''jelas Rendy


''Ayah dengar sendiri kan sebaiknya suruh dia pergi dari sini! atau Aldi akan menghajarnya lagi nanti'' ucap bu Retno.


''Aku akan pergi,tapi setidaknya aku ingin memeriksa keadaan Kinan dulu,aku takut ada luka serius.


''Tidak! sebaiknya kau pulang sekarang! tidak akan ku biarkan istriku disentuh olehmu.'' ucap Aldi yang keluar dari kamarnya karna mendengar suara Rendy


''Aldi sebaiknya biarkan dia memeriksa Kinan dulu,setidaknya kita tau keadaannya.'' ucap pak Pardi


''Kalian lupa kalau aku ini seorang mantri, jadi aku tau istriku sedang baik-baik saja atau tidak.'' jelas Aldi


'' Ya tapi kan nak...


''Ayah,ku mohon kali ini saja....''ucap Aldi


''Maaf nak Rendy, sebaiknya kamu pulang,dan bapak harap kamu bisa melupakan perasaanmu pada Kinan karna dia sudah bersuami,tak sepantasnya kamu menyukai wanita yang sudah bersuami.'' ucap pak Pardi


''Baiklah,aku akan pulang,permisi pak,buk.'' ucap Rendy sambil melangkah keluar.


SATU JAM KEMUDIAN..


''Eeuugg..'' terdengar suara lenguhan dari mulut Kinan,menandakan bahwa ia sudah mulai sadar.


''Kinan kamu sudah sadar?!'' ucap Ningsih yang masih berada dikamar Kinan


''Mba,mana bang Aldi?'' tanya Kinan saat tak melihat keberadaan suaminya.


''Sebentar biar mba panggil dulu,sepertinya dia berada diluar dengan ayah.'' jelas Ningsih


Ningsih keluar dari kamar,sambil mencari keberadaan Aldi.


''Al, Kinan sudah sadar,dia menanyakan keberadaanmu sebaiknya kamu lihat keadaannya! mba mau pulang dulu.'' jelas Ningsih sambil melangkah keluar.


''Terimakasih mba.'' ucap Aldi,yang hanya dijawab deheman oleh Ningsih


''Duuhh,,gimana nasip masakanku yang tadi belum selesai dimasak,huuh..'' keluh Ningsih


Saat keluar,Ningsih melihat bu Retno dan pak Pardi sedang ngobrol bersama.


''Buk,pak aku pulang dulu,Kinan sudah sadar dan sekarang lagi ditemani oleh Aldi.'' jelas nya.


''Oh,iya terimakasih ya Ning sudah jagain Kinan.'' ucap pak Pardi.


''Iya pak sama-sama,Kinan kan juga sudah ku anggap adikku sendiri sama seperti Wati.'' jelasnya.


''Ck,kalian ini sama saja, buat apa sih kalian masih baikin Kinan,jelas-jelas dia sudah selingkuh juga!" ucap bu Retno yang masih tak habis pikir dengan suami dan juga istri dari Tejo itu yang masih memikirkan Kinan yang sudah jelas bersalah dimata semuanya.


''Bu,jangan begitu,walau dia salah tapi dia tetap masih menantu kita,lagi pula ayah masih ragu kalau dia memang benar selingkuh,sebaiknya kita serahkan saja keputusan ditangan Aldi biar dia yang menentukan jalan terbaik buat hidupnya.'' ucap pak Pardi.


''Ibu yakin Aldi akan segera menceraikan istrinya itu, yang sudah berselingkuh.

__ADS_1


''Bagai mana pun caranya aku harus membuat Aldi menceraikan Kinan,aku sudah sangat muak melihat sandiwara nya yang berpura seolah dia yang tersakiti,jelas-jelas dia yang sudah berselingkuh,masih saja tidak mengakuinya.


Batin bu Retno


Sedangkan dikamar,saat ini terlihat Kinan sedang mencoba menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur.


''Rasanya pusing sekali.'' gumam Kinan sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


''Kamu gpp?!" ucap Aldi yang baru saja memasuki kamar mereka


''Bang, kepalaku terasa sangat pusing,'' jelas Kinan


''Sebaiknya kamu rebahan saja,abang akan coba cari obat untuk meredakan rasa nyeri.'' ucap Aldi,yang hendak kembali keluar kamar namun dengan cepat Kinan mencegahnya.


''Bang,gk usah,abang disini saja temani aku!'' ucap Kinan


''Kamu yakin? baiklah.'' jawab Aldi setelah melihat Kinan menganngguk.


''Bang,abang percayakan padaku,aku benar-tidak selingkuh bang,aku dan bang Ren...''


''Kinan,sudah berapa kali kukatakan kalau aku tak ingin kamu menyebut namanya lagi dengan bibirmu itu,dan aku juga tidak ingin membahas masalah ini lagi.Sudahlah sebaiknya kamu segera istirahat.'' ucap Aldi


Sedangkan dikediaman Lia, saat ini gadis itu tetlihat sedang menonton acara televisi ia terus mengganti saluran karna merasa tidak ada acara yang bagus ia pun segera mematikan nya.


''Bosan sekali rasanya.Bang Rendy kemana ya,tumben sejak pulang tadi gk ada kelihatan.'' gumamnya


Sedangkan didalam sebuah kamar,seorang pemuda sedang mengobati luka memar dibagian wajah dan juga juga pelipis matanya.


''Kinan maaf,karna aku kamu jadi menderita seperti ini, ku harap keadaanmu sekarang baik-baik saja.


''Sshhh,, lumayan juga pukulamu Aldi,kuharap kau tidak menyakiti Kinan saat ini,aku tidak akan memaafkanmu, dan pasti akan ku buat perhitungan denganmu jika kau sampai menyakitinya, walaupun kau adalah suaminya.'' gumam Rendy sambil mengoles salep dibibirnya yang luka.


*


*


Setelah memastikan Kinan tidur,Aldi bangkit dari duduknya ia melangkah menuju jendela kaca yang berada disudut ruangan, pandangannya lurus kedepan,perasaannya masih berkecamuk didalam benaknya,ingin sekali ia berteriak,namun tak mungin ia lakukan.


''Apa benar kalian berdua telah berselingkuh dibelakangku,aku tak bisa membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi.


Ucap batin Aldi.


''Aku sangat mencintaimu Kinan,, dan aku tidak tau apa aku bisa hidup tanpamu jika suatu saat kau pergi meninggalkan ku.'' gumam Aldi lirih.Tanpa terasa air mata disudut matanya menetes,Aldi yang nyaris tak pernah terlihat menangis oleh Kinan, entah kenapa hari ini air matanya keluar dari sudut matanya.Dan pastinya itu menandakan bahwa beban hatinya benar-benar berat.


KEESOKAN HARINYA...


Sudah tiga hari terlewati semenjak kejadian itu,penghuni rumah juga tidak ada yang mengungkit masalah yang sama selain bu Retno,sampai saat ini ia masih merasa sangat kesal dengan keputusan yang diambil putranya Aldi.


Tiga hari yang lalu..


''Al, pokoknya ibu mau kamu menceraikan Kinan sekarang juga,ibu tidak mau lagi melihat wanita itu tinggal bersama kita,kamu mengertikan maksud ibu.''


''Maaf bu tapi aku tidak bisa menceraikan Kinan,aku sangat mencintainya.'' jawab Aldi


''Kamu ini bo*doh apa be*go sih Al,sudah jelas-jelas istrimu itu sudah berselingkuh dengan pria lain,kamu malah masih ingin mempertahan kannya gimana sih, menangnya kamu mau wanita yang sudah bekas orang begitu??gk habis pikir ibu.''ucap bu Retno sambil memaki Aldi fengan mulut pedasnya.


''Buk,jaga ucapanmu! kalau ngomong itu baik-baik jangan memaki anak seperti itu,dan ibu juga jangan bicara sembarangan tentang Kinan yang belum tentu kebenarannya.'' ucap pak Pardi yang tak menyukai ucapan istrinya.


''Ya maaf,habis nya ibu kesel liat anak mu ini, si Aldi ini kayaknya sudah dibutakan oleh cinta,sampai kesalahan istrinya pun sudah tak bisa lagi dilihatnya,kamu itu sudah dibodohi oleh Kinan Al,seharusnya kamu sadar!!! '' tambah bu Retno meluapkan kekesalannya.


''Bu,sudahlah,ini adalah keputusan Aldi,sebaiknya kita jangan ikut campur,'' jelas pak Pardi memperingati


''Oh tidak bisa!! ini adalah rumah ibu,selama ibu masih hidup ibu akan tetap ikur campur dengan urusan rumah tangga anak ibu,'' jawabnya.


Pak Pardi hanya menggelengkan kepalanya,melihat sifat keras kepala sang istri.


***


''Bang,abang jam berapa nanti sore pulangnya?aku ingin kita pergi jalan-jalan abang mau kan?'' tanya Kinan.


''Maaf Kinan,sepertinya hari ini abang pulangnya agak malam,karna abang harus pergi kerumah salah warga yang anaknya akan di sunat.'' jelas Aldi


''Oh,,gitu ya bang...


Wajah Kinan terlihat kecewa,namun sepertinya Aldi tidak begitu perduli.


''Sepertinya ini sudah terlalu siang,sebaiknya abang pergi sekarang.'' ucap Aldi,sambil berdiri dari duduknya dan segera melangkah menuju teras.


''Apa kamu masih marah dengan ku bang,kenapa aku merasa kamu menjauhiku.


Ucap batin Kinan ,sambil menatap punggung suaminya yang kian menjauh.

__ADS_1


Saat ini Wati dan Toni sedang berada diteras rumah mereka.


''Dek,hari ini abang lembur mungkin pulangnya agak malam,jadi gk usah nunggu abang!" ucap Toni


''Kok lembur terus bang,bukannya baru tiga hari yang lalu ya abang lembur?'' protes Wati


''Ya namanya kerja dipabrik dek,mana bisa kita tau kapan harus pulang cepat atau pun kapan harus lembur.'' jawab Toni


''Yasudah abang pergi dulu nanti terlambat lagi.'' ucap Toni sambil berjalan menuju motornya yang ada dihalaman rumah.


Sebenarnya hari ini tidak ada lembur dari pabrik tempat Toni bekerja,itu hanyalah alasan Toni pada Wati saja,sebab Fitri memintanya untuk datang kekosannya setelah pulang kerja nanti.


Sedangkan dikamar Kinan,saat ini wanita itu sedang duduk disisi tempat tidur sambil memikirkan sikap suaminya yang berubah dingin semenjak kejadian tiga hari yang lalu,tidak ada canda dan kemesraan seperti sebelumnya,bahkan saat ingin bicara saja rasanya agak sulit.


''Aku kangen kamu bang,aku butuh kehangatanmu.'' gumam Kinan sambil menyentuh bagian sensitifnya, entah kenapa seminggu terakhir ini naf*su Kinan sangat besar,rasanya setiap saat ia merasa ingin dipuaskan,bahkan sebelum terjadi masalah Kinan dan Aldi setiap malam pasti wajib melakukan hubungan suami istri,namun sudah tiga hari ini meteka tak melakukannya dan itu membuat Kinan tersiksa.


''Ada apa denganku, kenapa sulit sekali menahan naf su, padahal hanya menyentuhnya saja tapi kenapa rasanya ingin lebih dari ini,,ooh bang Aldi aku butuh kamu sekarang.'' gumamnya gelisah karna menahan sesuatu.


Sedangkan didalam ruangan terlihat seorang pria yang juga sedang melamun dan dia adalah Aldi,sebenarnya ia juga memikirkan istrinya,namun masih ada rasa amarah dihatinya pada Kinan,hingga membuatnya masih menjaga jarak dengan istrinya itu


''Abang kangen sama kamu dek,tapi rasa sakit dihati abang masih belum bisa terobati karna ketidak jujuranmu yang sudah bertemu Rendy dibelakangku.'' gumamnya.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore,saat ini Kinan dan Rara sedang berada ditaman yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.


''Kamu yakin ada yang jual manisan mangga disini Ra?'' tanya Kinan pada keponakannya.


''Iya,biasanya ada tan,coba kita cari disebelah sana.'' ajak Rara,yang diangguki oleh Kinan.


''Eh itu dia penjual manisannya.'' ucap Kinan antusias seperti menemukan harta karun saja.


''Rara,itu tukang rujakkan?tolong kamu belikan tante juga ya! ini uangnya kalau kamu mau beli jajanan beli aja pakai uang itu juga!"


''Beneran tan boleh?'' tanya Rara senang


''Iya,tapi belikan rujak tante dulu ya!


''Baiklah.'' jawab Rara


Saat ini Kinan sedang menikmati manisan mangga yang telah ia beli disebuah bangku taman,,sambil menunggu Rara membeli rujak pesanannya.


Namun tiba-tiba...


''Kinan.'' ucap suara bariton seseorang,yang sangat Kinan kenal siapa pemilik suara itu.


''Boleh abang duduk disini?'' ucapnya lagi karna tak ada jawaban sejak tadi.


''Mau apa lagi abang kesini?abang mengikutiku ya?sebaiknya cepat pergi dari sini!" ucap Kinan yang kembali memasukan manisan mangga muda itu kemulutnya.


''Ini enak sekali,'' gumamnya pelan.


Rendy meringis ngilu saat melihat Kinan memakan manisan tersebut dengan sangat lahap.


''Jangan terlalu banyak makan mangga muda itu,nanti perutmu sakit.'' ucap Rendy namun Kinan seolah tak menganggapnya ada.


''Bang Rendy,ternyata abang disini,sejak tadi aku cariin juga.'' ucap suara seorang wanita.


Kinan melirik pada waniya yang sedang bergelayut manja dilengan Rendy, ia mendengus dan menatap tak suka pada wanita itu.


''Kalau mau pacaran jangan disini,gk liat apa ada orang disini.'' ucap Kinan kesal


''Siapa wanita ini bang,ketus sekali ngomongnya,apa dia mantan kekasih abang ya?'' tanya wanita itu pada Rendy,membuat Kinan tersedak dengan makanannya.


Uhuk..uhuk..


''Heeii kalau makan pelan-pelan! ini minumlah!" ucap Rendy sambil menyodorkan air mineral pada Kinan.


''Dengan cepat Kinan meraihnya dan meneguknya hingga habis setengah.


''Haus banget ya?'' tanya Rendy dengan senyum manisnya.


Sejenak Kinan terpaku oleh senyuman Rendy,wajah yang tampan,rahang yang tegas,dan juga bibir yang seksi,Kinan menelan ludahnya dengan kasar.


''Tante Kinan.'' panggil Rara


''Hah?? eh Rara sudah datang ya?


''Iya tan,maaf yan nunggu lama ini rujaknya.'' ucap Rara sambil menyerahkan rujak yang ia beli tadi.


''Kinan menerima rujak tersebut dengan mata berbinar,membuat Rendy menatapnya penuh arti.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2