Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Mencoba Bertahan


__ADS_3

Kinan sangat bahagia atas kabar yang mengatakan kalau dirinya saat ini sedang hamil,namun didisisi lain ia juga sedih karna Aldi sepertinya masih marah padanya.Tapi Kinan yakin setelah mengetahui kalau dirinya hamil pasti suaminya itu akan merasa senang dan juga pasti akan memaafkannya.


Tak lama terdengar pintu terbuka,Kinan yang saat itu sedang duduk bersandar ditempat tidur tersenyum saat melihat saat yang datang itu adalah suaminya.


''Bang Aldi,'' panggilnya dengan senyum yang mengembang,


''Selamat ya sekarang kamu sedang hamil.'' ucap Aldi dengan ekpresi datar.


''Selamat juga ya buat abang,karna sebentar lagi abang juga akan menjadi seorang ayah.'' ucap Kinan


''Kamu yakin kalau yang kau kandung itu adalh anakku?'' tany Aldi


''Maksud abang apa?tentu saja aku yakin.


''Tapi sayangnya aku tidak yakin kalau anak yang kamu kandung itu adalah anakku.''


Duuaarrr...


Bagai tersambar pentir disiang bolong, air mata Kinan langsung keluar dari pelupuk matanya,sungguh hati nya benar-benar hancur saat suaminya mengatakan hal yang tak pernah terpikirkan oleh Kinan walau dalam mimpi sekalipun.


''Bang, apa maksud abang berkata seperti itu? ini anakmu bang, darah daging mu. Kenapa abang tega sekali berkata seperti itu? kenapa abang tidak bisa percaya padaku sekali saja!" ucap Kinan, sambil menghapus air matanya dengan kasar.


''Percaya?? kamu menyuruhku untuk percaya padamu? bagai mana mungkin,sedangkan kamu tidak pernah berkata jujur padaku,kau tidak menganggapku sebagai suamimu iya kan?


''Bang,kenapa abang berkata seperti itu? mana mungkin aku tidak menganggap abang, abang itu adalah suamiku ayah dari calon anak ku,anak kita.'' ucap Kinan lagi


''Benarkah? lalu kenapa kamu tidak berkata jujur kalau kemarin kalian sempat bertemu ditaman? dan untuk apa kau menyuruh Rara agar tidak memberitahukan pertemuan kalian pada siapa pun?? atau memang kalian sengaja janjian disana? iya??!!'' sentak Aldi


''Bang, itu tidak benar,,memang waktu itu kami sempat bertemu tapi secara tidak sengaja,terus kenapa sampai aku menyuruh Rara untuk tidak mengatakannya pada siapaun itu hanya karna aku gk mau abang atau ibu salah paham lagi,itu saja bang sungguh aku tidak pernah bermaksud untuk membohongi abang! hiks..hiks...percayalah padaku bang...!!" ucap Kinan yang terus meyakinkan suaminya,dengan air mata yang sudah mengalir deras


''Lalu kenapa tidak dari dulu kau hamil?kenapa baru sakarang? disaat kalian sering bertemu tanpa sepengetahuan ku??'' teriak Aldi


''Bang! tidak baik bicara seperti itu! bersyukurlah karna Tuhan masih mempercayai kita untuk menjadi orang tua.Tidak seharusnya abang berkata seperti itu,kalau memang abang tidak mau mengakui anak ini tidak apa-apa.'' ucap Kinan pasrah.


''Karna memang sebenarnya anak yang ada dikandungan itu bukan anakku tapi anak Rendy iya kan??


''Iya! iya! iya!....ini adalah anak bang Rendy puas kamu bang! kau selalu menuduhku yang bukan-bukan,dan kau juga selalu mencurigaiku mempunyai hubungan dengannya,walaupun aku sudah menjelaskam berulang kali padamu,tetapai tetap saja abang tidak mempercayainya jadi buat apa aku menjelaskannya lagi.Sekarang terserah abang mau berpikiran seperti apa,aku sudah lelah menghadapi tuduhan abang dan juga ibu.'' teriak Kinan merasa putus asa.


''Bagu, ternyata akhirnya kau mengakuinya juga kan, Setiap hari aku banting tulang untuk menafkahimu,dan kau malah enak-enakkan berselingkuh dengan dia,apa salahku padamu Kinan??!! kenapa kau tega sekali menghianatiku? dasar wanita murahan,munafik!!'' maki Aldi,matanya nyalang menatap Kina yang sudah terduduk dilantai.


''Ternyata ibu benar,orang yang berpendidikan dan tidak berpendidikan sangat jelas bedanya.'' ucap Aldi yang kembali membuat hati Kinan terasa perih.


Ingin sekali rasanya Kinan menjawab ucapan suaminya,namun Kinan tak ingin menambah masalah lagi,sudah cukup rasanya semua penghinaan yang dia terima.


''Sudah puas bang?sudah puas kah abang menghina ku?atau masih ada lagi yang belum kau ucapkan untuk lebih menyakitiku? katakanlah! biar hatimu puas.'' ucap Kinan,kini air matanya tak lagi menetes.


''Sekarang apa yang abang inginkan dariku?''


''Aku tak ingin apa-apa,lagi darimu Kinan,,aku hanya ingin kau sadar diri saja! kau yang lebih tau apa yang harus kau lakukan! jelas Aldi,setelah itu pria itu langsung menuju kamar mandi,meninggalkan Kinan yang masih mencerna kata-katanya.


''Apa maksud mu bang?apa kau ingin aku pergi dari hidupmu,apa hanya sebatas ini kepercayaanmu padaku?


Hiks..hiks...kalau memang ini yang kamu mau aku akan menurutinya.


Batin Kinan


DITEMPAT LAIN..


Saat ini bu Retno sedang berada dirumah menantunya Wati.


''Apa buk,Kinan hamil??'' tanya Wati terkejut


''Iya,Aldi sudah memeriksanya,walaupun Aldi bukan dokter kandungan, tapi dia juga bisa mengerti tentang kehamilan,dan tanda-tanda nya seperti apa.'' jelas bu Retno


''Lalu apa rencanan ibu?'' tanya Wati

__ADS_1


''Entahlah,tapi ibu masih ragu jangan-jangan anak yang ada dalam kandungan Kinan itu bukan anak Aldi lagi.''


''Naah, itu yang mau aku bilang sama ibu,dia berselingkuh, ya sudah pasti itu adalah anak dari hasil perselingkuhannya itu lah buk.'' ucap Wati memprovokasi


''Iya kau benar,ibu juga berpikir seperti itu.'' ucap bu Retno dengan pandangan yang lurus kedepan.


''Oya Wat,apa tadi malam Toni tidak pulang kerumah ya?'' tanya bu Retno yang tiba-tiba teringat ucapan bu Uci


''Kok ibu tau?aku kan belum cerita?'' tanya Wati heran


''Kenapa kamu gk telpon dia?apa alasan dia gk pulang kerumah?'' tanya bu Retno mulai resah,takut kalau ucapan bu Uci itu ternyata benar adanya.


''Dia bilang lembur dipabrik buk,terus karna pulangnya udah kemalaman sekali akhirnya dia ijin untuk tidur dikosan temannya yang ada didekat pabrik.'' jelas Wati


''Temannya itu cewek?


''Ya cowok lah buk,mana mungkin aku biarin dia tinggal dikosan perempuan.'' ucap Wati


''Jadi yang dibilang bu Uci tadi pagi benar,tapi siapa wanita yang bu Uci lihat itu,sepertinya aku harus tanyakan pada Toni setelah dia pulang nanti.


Bati bu Retno


Aldi yang baru keluar kamar mandi menatap keseluruh ruangan kamar,untuk mencari keberadaan istrinya.


''Kemana dia?apa dia pergi?tapi akukan tidak mengusirnya.'' gumam Aldi


Dengan sedikit rasa bersalah,Aldi keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Kinan.


''Heh,sepertinya dia memang sudah pergi pada laki-laki brengsek itu,ternyata memang benar kalau anak yang kau kandung ternyata bukanlah anakku,kalau memang itu anakku kau tidak akan meninggalkanku seperti ini.Dasar wanita murahan.


Batin Aldi penuh amarah.


Namun saat Aldi ingin kembali masuk kedalam rumah,ia melihat Kinan dan ayahnya yang baru pulang dari kebun belakang rumah.


'' Aldi,Kinan bilang pada ayah kalau dia sekarang sedang hamil, apa benar?'' tanya pak Pardi yang terlihat bahagia


''Iya,sekarang dia memang sedang mengandung.'' jawab Aldi dengan wajah dingin dan datar membuat Kinan menghela nafas kasar.


Tadinya Kinan sempat berpikir ingin pergi dari rumah,namun ia mencoba berpikir ulang,jika dia pergi dari rumah, pasti suaminya itu akan semangkin berpikir kalau yang dikandungnya memang benar adalah anak orang lain,makanya Kinan memutuskan untuk tetap tinggal dirumah.


***


Dua bulan sudah berlalu,setiap harinya Kinan lalui dengan keadaan batin yang tersiksa,Aldi suaminya masih bersikap sama seperti kemarin,bahkan tak jarang ia tidak pulang kerumah dengan alasan banyak pekerjaan, padahal yang Kinan tau pekerjaan sebagai mantri tidaklah sesibuk dokter dirumah sakit.


Jam sudah menunjukan pukul tiga sore,kening Kinan berkerut saat telinganya sama-samar seperti mendengar suara suaminya diluar.Karna merasa penasaran Kinan akhirnya keluar dari kamar dan langsung mencari asal sumber suara tersebut.


Dari gorden jendela rumah Kinan melihat Aldi sedang mengobrol dengan ibu mertuanya,keningnya kembali berkerut saat melihat wanita muda yang duduk disebelah suaminya.


''Oh, jadi nak Lina ini perawat baru ya diklinik tempat Aldi bekerja?'' ucap bu Retno


''Iya bu,saya pindahan dari kampung sebelah.'' jawab wanita yang dipanggil Lina tersebut.


''Bang,abang sudah pulang.'' sapa Kinan sambil melangkah menuju suaminya.


Lina memperhatikan seorang wanita yang saat ini betdiri tak jauh dari mereka.


''Ini siapa buk,cantik sekali seperti artis korea.'' pujinya matanya terus memindai penampilan Kinan membuat Kinan menjadi sedikit risih.


''Dia....


''Saya Kinan,istrinya bang Aldi.'' sambung Kinan memotong ucapan bu Retno


''Iya,istri yang hoby berselingkuh.'' gumam bu Retno pelan,namun masih terdengar oleh mereka.


''Ada apa Kinan kamu kesini?'' tanya Aldi sambil menatapnya malas

__ADS_1


''Tadi aku mendengar suara abang,makanya aku datang, bang abang mau gk temani aku beli bakso yang ada disimpang jalan depan sana aku pengen makan itu sejak kemarin.'' ucapnya penuh harap.


''Kinan,memangnya kamu gk lihat ya,kalau saat ini kami sedang kedatangan tamu?gk sopan jika meninggalkan tamu,ngerti kamu?!" ucap bu Retno.


''Oh, gk apa-apa kok buk,jika bang Aldi mau menemani istrinya.Saya bisa pulang.'' ucap Lina merasa tak enak hati


''Kinan! kalau kamu mau pergi,pergi saja sendiri! aku tidak akan melarangmu.'' ucap Aldi sambil menatap wajah Kinan dengan datar.


Sesak! rasanya dada Kinan benar-benar sesak,saat mendengar ucapan dingin dari suaminya yang seolah tak perduli lagi padanya.


''Baiklah.'' jawab Kinan dengan senyum paksa,lalu segera kembali masuk kedalam rumah.


''Ya Tuhan,, ternyata sekarang suamiku sudah benar-benar berubah,dia sudah tak perduli lagi denganku, nak kamu yang sabar ya! walau pun ayah tidak perduli pada kita,tapi ibu yakin ayahmu sangat menyayangi kita,dia hanya masih marah saja sama ibu,makanya bersikap seperti itu.


Batin Kinan, mencoba melapangkan dadanya,atas sikap Aldi yang memang sudah tak lagi memperdulikannya,bahkan selama dua minggu Aldi tak pernah sekali pun bertanya pada Kinan tentang kondisi kehamilannya,atau pun menunjukan perhatian pada calon bayinya.


Namun Kinan masih sabar, beruntung dirinya tak seperti kebanyakan wanita hamil lain yang mengalami muntah dan juga ngidam, Kinan hanya merasakan mual saja diawal kehamilannya ini.


Saat ini ingin sekali rasanya Kinan pergi bersama Aldi,namun seolah suaminya itu tak ingin tau apa pun lagi tentang Kinan,mereka berdua hidup seperti orang asing,jika malam Kinan tak pernah melihat suaminya berada dikamar, ia masuk setelah Kinan tidur,dan ia bangun jika saat Kinan sedang berada didapur untuk membuat sarapan.


Kinan mencuci wajahnya untuk menghilangkan wajahnya yang terlihat sembab,agar terlihat lebih segar,setelah itu mengganti pakaiannya.


''Mau kemana kamu?'' tanya bu Retno saat melihat Kinan keluar dari rumah sambil membawa dompet.


''Mau kedepan beli bakso sebentar bu,aku juga akan mengajak Rara bersama ku.'' jawab Kinan setelah itu ia keluar dari rumah.


Saat diluar Kinan sudah tak melihat lagi keberadaan suami dan juga wanita yang bernama Lina tersebut, ia berpikir mungkin suaminya itu sedang mengantar perempuan itu pulang kerumahnya.Kinan tersenyum miris membayangkan suami nya lebih perduli dengan orang asing ketimbang dirinya sendiri.


Kinan segera menuju rumah Ningsih dan juga Tejo untuk menjemput Rara


''Mba Rara ada?'' tanya Kinan setelah sampai dirumah Ningsih


''Raranya sedang pergi kerumah temannya untuk belajar kelompok,ada apa Kinan?'' tanya Ningsih


''Gk ada sih mba,aku hanya ingin mengajaknya makan bakso yang ada didepan sana,soalnya kepingin sejak tadi malam.'' jelas Kinan


''Loh,kenapa tidak minta ditemani sama Aldi saja?'' tanya Ningsih lagi


''Bang Aldi lagi sibuk mba,yasudah aku pergi dulu ya.'' ucap Kinan yang diangguki oleh Ningsih


''Kasian kamu Kinan, sampai sekarang Aldi masih saja bersikap dingin denganmu,bahkan ibu juga tidak pernah menganggapmu sebagai menantunya.'' gumam Ningsih


Walau pun Kinan tak pernah bercerita pada Ningsih tentang perlakuan Aldi padanya,namun Ningsih tau semuanya,karna pernah secara tidak sengaja melihat Aldi yang memperlakukan Kinan seolah tak menganggapnya sebagai seorang istri.


Sedangkan dikediaman Wati,saat ini telah terjadi cekcok mulut antara suami istri tersebut.


''Bang, sebaiknya kamu jujur sama aku! kemana kamu selama dua hari ini gk pulang?gk mungkin kan tiap malam lembur sampai gk bisa pulang kerumah selama dua hari.'' ucap Wati pada suaminya.


''Kan sudah ku bilang,kalau aku tidur di kosan teman, kamu ini curigaan sekali jadi istri.'' ucap Toni kesal


''Ya kan bisa pulang kerumah, biasanya juga begitu,ngapain pakai acara tidur segala dikosan teman.Pokoknya aku gk mau tau ya bang, besok-besok kalau abang tidur dikosan teman abang lagi aku bakalan datang kesana!" ancam Wati.


''Ck,kamu ini kayak anak kecil saja,terserah kamu lah.'' jawab Toni kesal,kemudian masuk kedalam kamar.


Saat ini Kinan sedang duduk sambil menunggu pesanan baksonya datang.Kinan menatap sekitar pengunjung yang datang.


''Ternyata ramai juga yang datang.'' gumamnya.


''Kinan!'' sapa seseorang.


Kinan mendongakan kepalanya untuk melihat siapa orang tersebut.


''Haii sendiri aja??'' sambung orang tersebut, yang ternyata adalah Lia.


''Iya,'' jawab Kinan,matanya melirik pada seseorang yang berada dibelakang Lia,dan dia adalah Rendy.

__ADS_1


''Boleh kami duduk disini???


NEXT


__ADS_2