Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Akhir


__ADS_3

Saat ini Wati sudah dipindahkan keruangan lain,dan kini adalah giliran Toni yang melihat keadaan istrinya,Toni memperhatikan wajah Wati yang terlihat pucat,ia juga melihat pergelangan tangan istrinya yang terbungkus perban.


''Kenapa kamu lakukan ini dek?buat apa kamu memotong pergelangan tanganmu sendiri?maafkan abang yang sudah menduakanmu,tapi abang juga tak bisa mundur lagi.


Batin Toni


Dua hari berlalu semenjak kepulangan Wati dari rumah sakit,Toni juga selalu pulang tepat waktu,tidak seperti sebelumnya yang selalu pulang malam dengan alasan lembur.


''Bang apa hari ini kamu tidak lembur?biasanya dalam satu minggu hampir tiap hari kamu pulangnya malam,tapi sudah dua hari ini kenapa pulangnya selalu tepat waktu?.'' ucap Wati.


''Kebetulan memang gk ada lembur dipabrik dek.'' jawab Toni


''Oya ini abang belikan buah jeruk kesukaanmu,abang kupasin ya kulitnya.'' sambung Toni sambil mengupas kulit jeruk untuk sang istri


''Apa harus seperti ini dulu bang,apa harus aku mati dulu baru kamu akan menyesali perbuatanmu,tapi tetap percuma saja,karna sebentar lagi kau pasti akan tetap menikahi wanita itu.


Batin Wati


Sedangkan dikediaman bu Retno,saat ini Kinan sedang duduk diteras bersama suaminya Aldi. Dan Aldi juga sudah menceritakan yang sebenarnya termasuk bayi yang ada dikandungan Fitri, yang sebenarnya bukanlah darah daging Toni.


Kinan sempat terkejut dengan penuturan Aldi,ia juga tidak menyangka kalau bayi tersebut bukanlah anak Toni,melainkan anak orang lain.


''Memang ya, Tuhan itu maha adil,sekarang ia sudah menunjukan kuasanya, dan memberitahu kita hal yang sebenarnya, kalau bayi yang dikandung Fitri bukan lah anak bang Toni,terus apa rencana abang selanjutnya?'' tanya Kinan


''Secepatnya kita akan mendesak Fitri agar mengatakan hal yang sebenarnya,tapi kalau dia masih tak mau mengakuinya terpaksa kita suruh Joni untuk mengatakan yang sebenarnya.'' jelas Aldi


Sedangkan dikosan miliknya Fitri terlihat begitu gelisah,pasalnya sudah dua hari Toni tidak datang kekosan miliknya, bahkan saat Fitri menghubungi keponsel milik Toni pun sama sekali tidak dijawab.


''Kemana sebenarnya bang Toni,kenapa dia tidak angkat telponku,memangnya si Wati sakit apa sih,sampai bang Toni sesibuk ini.'' gumam Fitri penuh tanda tanya


''Atau jangan-jangan dia sudah berubah pikiran,dan gk jadi menikahiku? gak ini gak boleh terjadi,aku harus menemuinya sekarang juga iya sekarang juga.'' sambungnya lagi


Sedangkan dirumah Wati, terlihat Toni sedang bermain bersama dengan Kevin,Wati yang sedang duduk dikursi tamu memperhatikan suaminya yang tidak fokus bermain dengan anak mereka.


''Bang,jika abang merasa rindu pada ****** itu pergilah,aku tidak akan melarangmu lagi,aku sudah pasrah jika memang nasip rumah tangga ku berakhir sampai disini.'' ucap Wati mencoba tegar

__ADS_1


''Dek,kenapa kamu bilang kayak gitu? walau bagai mana pun aku masih sayang sama kamu,dan aku gk akan berpisah dari mu apa pun yang terjadi.'' ucap Toni tegas


''Laki-laki egois,bagai mana bisa kamu berkata kayak gitu, enak saja mau hidup dengan dua wanita,kalau abang memang menginginkan dia jadi istrimu maka lepaskan aku,begitu pun sebaliknya jika abang masih ingin bersama ku maka tinggalkan ****** itu!" ucap Wati pelan,namun penuh ketegasan dalam ucapannya.


''Dek abang---,''


''Bang Toni akan tetap menikahiku walau ada atau tanpa ijin darimu.'' sambung Fitri yang tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu.


''Kau! berani sekali kau datang lagi kerumahku,sebaiknya kau pergi sekarang!" ucap Wati dengan kondisi yang masih lemah ia mencoba berjalan kearah dimana saat ini Fitri berdiri.


''Fitri memperhatikan pergelangan tangan Wati yang terbungkus perban.


''Wati sepertinya sakitmu bukan sakit biasa,apa sebelumnya kau mencoba bunuh diri hem? sayang sekali,kenapa kau tidak mati aja sekalian,biar aku bisa menggantikanmu sebagai istri satu-satunya bang Toni.'' ucap Fitri, dengan nada sinis.


''Kau, dasar wanita murahan,berani sekali kau bicara seperti itu padaku.'' ucap Wati sambil mendorong tubuh Fitri sampai wanita yang sedang hamil muda itu terjatuh kelantai,namun sebelum itu ada seseorang yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


''Kamu tidak apa-apa?'' ucap seseorang membuat semua orang yang ada disana menatap kearah nya.


''Jo-joni.'' gumam Fitri,sambil menelan salivanya dengan susah payah, ia merasa kalau akan ada sesuatu yang terjadi setelah kedatangannya.


''Kenapa Joni bisa ada disini,dari mana dia tau kalau aku ada disini apa dia sedang mengikutiku.Gawat kalau sampai ia mengatakan yang sebenarnya bisa gagal rencana ku selama ini.'' batinnya gelisah


''Siapa kau?kenapa kau ikut campur urusan saya?.'' ucap Wati,namun ucapannya sama sekali tak ditanggapi oleh Joni,tatapannya malah ia tujukan pada sosok Toni, laki-laki yang sudah merebut Fitri darinya.


''Oh,jadi ini laki-laki yang sudah merebut Fitri dariku.


Batin Joni sambil menatap sinis pada Toni.


''Ada apa?kenapa kau menatapku seperti itu?'' tanya Toni sambil menatap balik pada Joni


''Oh jadi kau laki-laki yang yang akan menikahi Fitri? asal kau tau anak yang dikandung Fitri sebe---,''


''Joni sebaiknya kau ikut denganku!" ucap Fitri sambil menarik tangan Joni keluar dari rumah Wati,namun sebelum mereka benar-benar keluar, tiba-tiba Aldi, Kinan, dan yang lainnya datang,membuat Joni dan Fitri menghentikan langkah mereka.


''Joni kenapa kau tidak mrngatakan yang sebenarnya pada bang Toni dan mba Wati?apa kau berubah pikiran?'' tanya Aldi sambil menatap tajam pada Joni.

__ADS_1


''Mengatakan yang sebenarnya?apa maksud bang Aldi,apa mereka sudah mengetahui yang sebenarnya,apa mereka sudah tau kalau anak yang ku kandung buknlah anak bang Toni.


Batin Fitri


''Kenapa Fitri?apa kau takut kalau kedokmu akhirnya terbongkar sekarang?'' ucap Kinan karna melihat kegelisahan Fitri


''Maksudmu apa Kinan?kedok apa?'' tanya Wati penasaran,begitu pun Toni,ada banyak pertanyaan dikepalanya,apa lagi setelah melihat Joni,ia sangat ingin tau ada hubungan apa antara Fitri dengan Joni


''Baik lah saya akan beritahukan semuanya pada kalian, sebenarnya bayi--,''


''Joni kamu apa-apaan sih,sebaiknya kamu pulang dan gk usah ikut campur dengan urusanku!" ucap Fitri emosi


''Ya gk bisa gitu juga Fitri, jangan kau lupa kalu anak yang kau kandung sekarang ini adalah anakku buah cinta kita.'' ucap Joni membuat semua yang ada disana melongo tak percaya termasuk Wati dan Toni.


Sedangkan Fitri langsung menghela nafas berat,hancur sudah harapannya sekarang untuk menjadikan Toni ayah dari anak yang dikandungnya.


''Ooh,jadi selama ini ternyata kau sudah berbohong pada kami? dan ternayata anak yang kau kandung bukanlah anak bang Toni tapi anak laki-laki lain?wah-wah-wah..,licik sekali kau, jelas-jelas bayi yang kau kandung adalah hasil perbuatanmu dengan laki-laki ini, dan sekarang,enak sekali minta pertanggung jawaban pada suamiku, dasar ******,wanita murahan.'' maki Wati emosi


''Apa benar itu Fitri? ternyata selama ini kau menipuku?ternyata bayi dalam kandunganmu adalah milik laki-laki ini? jawab! " bentak Toni yang juga tersulut emosi karna merasa dibodohi oleh Fitri, membuat wanita itu ketakutan.


''Maaf bang,sebenarnya bayi dalam kandunganku memang bukan anak abang,tapi anak Joni,waktu itu ia tidak mau menikahiku saat tau aku hamil,makanya aku mencari pria lain yang ingin menjadi ayah dari bayi yang ku kandung.'' jelas Fitri


''Dengan cara menjebak suamiku iya? dasar tidak tau malu.'' ucap Wati geram


''Sudah lah Wati,kondisi kamu masih lemah sebaiknya kamu istirahat saja. Dan kalian sebaiknya pergi dari sini,dan jangan pernah menginjakan kaki kalian lagi dirumah ini!" ucap bu Retno.


Sebulan sudah berlalu,semenjak kejadian itu kehidupan rumah tangga Wati dan Toni sudah jauh lebih baik, dan Wati sangat berterima kasih pada Kinan dan juga Aldi, karna berkat mereka kebohongan Fitri akhirnya terbongkar,, dirinya dan suaminya pun akhirnya tidak jadi berpisah.


Bu Retno pun dapat menyadari sesuatu dari kejadian itu, bahwa tidak semuanya orang yang berpendidikan itu mempunyai sifat terpelajar,begitu pun sebaliknya jadi jangan pernah meremehkan seseorang yang tidak mempunyai kedudukan tinggi,berilmu tapi tidak beriman, sama saja akan membuatnya hidup dalam kesengsaraan.


TAMAT


MAAFKAN AUTROR JIKA JALAN CERITANYA GK SESUAI DENGAN KEINGINAN KALIAN


DUKUNG JUGA YA NOVEL AUTHOR YANG BARU NETAS MASIH BAB 4

__ADS_1


JUDULNYA CINTAI AKU OM!!!



__ADS_2