
Sepanjang perjalanan pulang Ningsih terus merutuki kebodohannya,setelah menyampaikan ide membawa petaka tersebut .Tejo langsung mendiaminya,hingga Ningsih pamit pulang pun tak dihiraukan oleh Tejo
''Duuh,gimana nih,pasti bang Tejo bakal marah berkepanjangan,pasti susah kalau sudah begini.''gerutu Ningsih.
Namun saat hendak memasuki rumahnya tiba-tiba terdengar suara Kinan memanggil nya.Ningsih menatap malas pada Kinan,bukan karna tidak suka,namun karna masih memikir suaminya yang sedang merajuk itu.Kinan mengerutkan dahi saat melihat kaka iparnya tersebut terlihat tidak bersemangat sama sekali.
''Mba,mba Ning kenapa?kok lemas sekali kayaknya?''tanya Kinan setelah berada dihadapan Ningsih.
''Kinan,bang Jo,''ucap Ningsih sambil terduduk lemas didepan pintu rumahnya.
''Bang Jo?ada apa sama bang Tejo mba?dia baik-baik saja kan?''tanya Kinan merasa khawatir.
''Dia marah sama aku Kin,huuf,, gimana cara membujuknya nanti pasti susah kayak kemarin,''keluh Ningsih
''Sebenarnya ada apa sih mba?kenapa bang Tejo bisa marah sama mba Ning,kalian bertengkar?''tanya Kinan
''Sebenarnya tadi....
Dan akhirnya Ningsih pun menceritakan awal mula kejadian kenapa suaminya bisa marah padanya,lalu ia juga menceritakan bagai mana susahnya membujuk suaminya yang sedang merajuk,karna kalau sudah seperti itu Ningsih akan susah sekali membujuknya,bahkan pernah sampai berhari-hari.
''Jadi gitu Kin ceritanya,mba bingung gimana caranya agar bang Tejo gk marah lagi sama mba,''ucapnya lesu
Terlihat Kinan berpikir sejenak,kemudian ia tersenyum seperti ada bola lampu diatas kepalanya,ia pun segera membisikan sesuatu pada Ningsih.Sedangkan ditempat lain yang tak jauh dari mereka berada ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatan mereka sejak tadi,dan dia adalah Wati,ia terlihat tidak senang dengan kedekatan keduanya,Wati merasa cemburu karna kakak iparnya kini lebih dekat dengan Kinan dibangdingkan dirinya.
''Awas saja kamu ya Kinan,aku akan buat mba Ning membencimu.''gumam Wati sambil terus menatap sinis pada Kinan.
''Apakah ini akan berhasil Kin?aku sedikit ragu.''ucap Ningsih
''Aku yakin berhasil mba,trik ini selalu ku lakukan jika bang Al ngambek sama aku,dan selalu berhasil,dan aku yakin sekali ini juga akan berhasil buat hubungan mba Ning sama bang Tejo akur lagi,lagi pula mana bisa dia menolak pesona istrinya yang mempunyai body yang aduhai ini.''ucap Kinan sambil menggoda Ningsih,
''Makasih ya Kinan,berkat kamu mba sedikit merasa lega,muda-mudahan ide yang kamu berikan ini bisa membuat hubungan kami harmonis lagi,jujur mba gk kepikiran sama sekali buat melakukan ini,tapi mba akan mencobanya.''ucap Ningsih
''Mau aku pinjamin gk?''tanya Kinan
''Gk usah, sebenarnya mba juga ada,tapi gk pernah dipakai,malu habisnya bahannya kayak jaring ikan gitu.''ucap Ningsih.
__ADS_1
Kinan tergelak mendengarnya.
''Namanya juga lingerie pasti bahannya kurang mba.''jawab Kinan yang masih diselingi dengan tawanya.
Setelah sempat bergurau dengan Ningsih,Kinan kembali kerumah.Namun saat masuk kedalam rumah ia melihat Wati sedang bermain bersama anaknya Kevin
''Mba,sapa Kinan pada Wati namun hanya dijawab deheman oleh Wati
''Hai Kevin sayang,'' panggil Kinan pada keponakan kecilnya itu.
''Ibu kemana Kin?kok gk ada?''tanya Wati
''Di kebun mba,katanya mau ambil sayur untuk nanti sore mba.''jawab Kinan
''Tadi aku lihat kamu sedang bersama mba Ning,emang kalian lagi ngomongi apa?" tanya Wati kepo
''Mba Ningsih hanya bilang kalau hari ini bengkel bang Tejo sepi.''jawab Kinan,tidak mungkin juga ia menceritakan masalah kakak iparnya tersebut,walau pun pada keluarga sendiri.
''Masa sih? kamu yakin hanya itu?''tanya Wati lagi yang masih menyelidik,pasalnya tadi Wati melihat kedua iparnya ini sedang berbisik-bisik,namun ia tak mungkin menanyakan hal tersebut pada Kinan.
*
*
*
Tek terasa waktu berjakan dengan cepat,jam di dinding rumah sudah menunjukan pukul lima sore,terlihat sepasang suami istri sedang berjalan menuju kediaman mereka,dengan pakaian yang lumayan kotor akibat terkena lumpur yang ada dikebun belakang,dan mereka adalah bu Retno dan pak Pardi,
''Nanti sayurnya mau dimasak apa buk?''tanya pak Pardi pada sang istri.
''Ibu mau suruh Kinan masak sayur lodeh janten sama sawi putih ini yah,terus makannya pakai sambal terasi juga ikan asin,pasti segar rasanya.''jawab bu Retno sambil membayangkan makanan tersebut.
''Terserah ibu saja,tapi jangn banyak-banyak makan ikan asinnya nanti bisa darah tinggi loh buk.''ucap pak Pardi memperingatkan
''Iya,ibu tau yah,lagi pula kan sekali-sekali saja.''jawabnya lagi.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sampai dipintu dapur rumah,pak Pardi mengambil satu gayung air yang berada didalam tong,yang memang selalu disediakan pak Pardi untuk membasuh kaki dan juga tangan sebelum masuk kedalam rumah,kalau setiap kali pulang dari kebun belakang.
''Kinan! Kinan!'' panggil bu Retno dari arah dapur
''Kemana sih tu anak,dipanggil gk nyahut juga,''gerutu bu Retno
Pak Pardi yang mendengar gerutuan sang istri hanya menggelengkan kepalanya,ia tak habis pikir,kenapa istrinya itu menjadi seorang mertua yang cerewet sekarang.
''Lihatlah menantu kesayangan ayah,dipanggil berulang kali masih belum nyahut,ngapain sih dia dikamar.''gerutu bu Retno
''Mungkin dia ketiduran buk,sudahkah ibu aja yang masak!" ucap pak Pardi.
Sedangkan didalam kamarnya Kinan sedang bermimpi sedang berada disebuah taman yang banyak bunga-bunga,tak lama seorang pria datang memeluknya dari belakang.
''Abang udah datang.''ucap Kinan dalam mimpinya
''Iya sayang.''jawab pria tersebut,
Kinan mengerutkan kening saat menyadari pria tersebut bukanlah suaminya Aldi namun ternyata dia adalah Rendy.
''Bang Rendy,''gumam Kinan dalam mimpinya
''Iya sayang,kenapa hem?''tanya Rendy sambil membelai wajah Kinan
''Mana bang Aldi?''tanya Kinan,namun ia sama sekali tidak menolak sentuhan yang diberikan oleh Rendy.
''Kenapa kamu masih bertanya lagi hem?sekarang suami kamu adalah abang,jadi mulai sekarang jangan bertanya tentang pria lain lagi ok!" ucap Rendy
Kinan hanya mengangguk,entah kenapa ia juga mengiayakan kata-kata Rendy begitu saja.Tak lama Kinan pun akhirnya terbangun dari tidurnya,itu pun karna ia mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
''Kenapa aku bisa bermimpi aneh seperti itu?kenapa bisa ada bang Rendy dalam mimpiku?''gumam Kinan sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.
''Kinan bangun! ini sudah mau malam,sampai kapan kamu akan tidur seperti itu!" seru bu Retno dari luar kamarnya.
''I-iya buk,sebentar lagi aku keluar!" jawabnya dari dalam.
__ADS_1
NEXT