
Keesokan harinya,saat ini Aldi sedang menuju klinik tempatnya selama ini mencari nafkah,namun saat diperjalanan tiba-tiba ban motornya kempes.
''Ada apa ini?'' gumamnya sambil menepikan kendaraannya.
''Astaga bannya kempes,'' gumamnya setelah melihat ban miliknya, lalu matanya menyipit saat ia melihat ada paku diban motornya yang kempes tersebut.
''Loh,kok bisa ada paku ya?'' sambungnya lagi sambil mencoba untuk mencabut paku yang menempel di ban tersebut.
''Apa anda butuh bantuan?'' ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakang,membuat Aldi terpekik kaget.
''Ah,maaf karna sudah membuatmu kaget.'' ucap orang tersebut
''Iya tidak apa-apa, motor saya sepertinya terkena paku.'' ucap Aldi.
''Bagai mana kalau saya memberikan anda tumpangan.''
''Apa tidak merepotkan?
''Tidak, ayolah kamu mau keklinik bukan,kebetulan saya akan lewat sana.'' ucap orang tersebut yang ternyata adalah Joni.
''Dari mana anda tau saya akan pergi keklinik?
''siapa yang tidak tau mantri kampung ini.'' ucap Joni sambil terkekeh, dan ditanggapi senyuman oleh Aldi.
Joni memang sengaja menaruh paku ditengah jalan tempat biasa yang akan dilewati Aldi setiap harinya,dan dia sudah merencanakan sesuatu pada Aldi .
Merasa kalau dirinya juga sudah terlambat akhirnya Aldi menerima tawaran yang diberikan Joni padanya.
''Sebaiknya kamu yang bawa motornya,karna tanganku sedikit sakit.'' ucap Joni beralasan.
''Baiklah.'' jawab Aldi sambil mengambil alih kemudi motor milik Joni.Namun sebelum Aldi menyalakan mesin motornya tiba-tiba kepalanya serasa ada yang memukul dan....
Bruugg..
Aldi jatuh tersungkur diatas aspal.
''Ini belum seberapa,setelah ini aku akan membuat hidupmu menderita karna sudah berani mencoba mengambil Fitri dari hidupku.'' gumam Joni,yanng masih mengira kalau Aldi adalah pria yang akan menikahi Fitri.
Setelah memukul Aldi, kemudian Joni membawa nya kesuatu tempat yang tak jauh dari tempat saat ini mereka berada.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN..
''Huh, capek sekali rasanya,ternyata berat juga nih anak.'' gumam Joni,sambil mendudukan Aldi disebuah kursi kayu kemudian mengikat tangan dan kakinya.
Saat ini Joni membawa Aldi kesebuah gudang yang sudah tak terpakai lagi,dan rencananya Joni akan membuat lelaki yang sudah merebut kekasihnya itu menyesal.Selama dua hari Joni selalu mengintai kehidupan Aldi,bahkan saat ia bersama dengan Kinan
Joni duduk dikursi tepat dihadapan Aldi,cukup lama ia menunggu Aldi tersadar.
''Kau cukup tampan, istrimu juga cantik,tapi kenapa kau tega berselingkuh dari istrimu hanya untuk bersama dengan kekasihku?'' monolog nya
Tak lama Joni melihat Aldi,mulai membuka matanya.
''Eeuuhh,kenapa kepalaku rasanya sakit sekali,dan dimana ini kenapa tanganku diikat seperti ini.
Batin Aldi,namun sedetik kemudian matanya membelalak saat melihat laki-laki yang sedang duduk santai dihadapannya,dan Aldi baru ingat bahwa laki-laki itu yang juga sudah menawarkan tumpangan tadi padanya.
''Kau sudah sadar rupanya.'' ucap Joni,sambil menatap sinis pada Aldi
''Siapa kau?dan apa mau mu?kenapa kau mengikatku seperti ini?!" tanya Aldi beruntun
__ADS_1
''He,kau tak usah berlagak tak punya dosa, apa kau lupa, kalau sekarang ini kau sedang menjalin hubungan dengan seseorang?
''Hubungan?maksudmu?'' tanya Aldi tak mengerti
''Asal kau tau, aku adalah laki-laki dari wanita yang saat ini sedang menjalin hubungan denganmu.''
Aldi semangkin bingung dengan pernyataan yang diberikan oleh Joni,ya tentu saja karna bukan Aldi orang yang dimaksud oleh Joni,melainkan Toni abangnya.
''Kau bicara apa,saya tidak mengerti,sebaiknya lepaskan saya!'' pinta Aldi sambil berusaha membuka ikatan tadi ditangannya.
''Tutup mulutmu! asalkau tau,aku adalah kekasih Fitri, dan aku juga ayah dari bayi yang saat ini dia kandung.'' jelas Joni.
Pernyataan yang diberika oleh Joni sempat membuat Aldi terkejut,
Sungguh kejutan yang luar biasa,ternyata selama ini anak yang dikandung Fitri adalah anakmu.'' ucap Aldi menatap geram pada Joni.
''Ya,dan karna kau,Fitri tidak mau kembali padaku,dasar bajingan.
Bug-bug-bug..
Joni memukul wajah dan badan Aldi,hingga membuat bibirnya mengeluarkan darah.
''Itu belum seberapa,saya bisa membuatmu meregang nyawa saat ini juga.'' ancam Joni
''Beraninya dengan cara seperti ini,pantas saja Fitri tidak mau denganmu,dan saya juga menyimpulkan pasti kau tak ingin bertanggung jawab kan?makanya dia memilih pria lain,untuk dijadikan ayah dari anak yang dikandungnya.'' tutur Aldi, bukannya mengatakan yang sebenarnya, Aldi justru malah memancing kemarahan Joni, membuat lelaki itu kembali emosi dan memukulnya lagi.
*
*
*
Sudah jam sepuluh tapi kok bang Aldi belum datang juga ya? biasanya kalau gk masuk pasti bang Aldi kasih kabar,tapi kalau gk masuk gk mungkin juga, karna hari ini dia kan ada janji mau kerumahnya mba Fuji,acara sunatan keponakannya,apa jangan-jangan bang Aldi langsung kesana ya?'' monolog Maya
''Ya hallo
''Loh, bukannya dia sudah ada disana ya mba?
''Apa belum sampai? tapi bang Aldi juga tidak ada diklinik,dia belum ada datang kesini,saya pikir dia langsung keacara khitanannya.'' jawab Maya.
''Oh iya mba,nanti kalau bang Aldi datang saya akan langsung beritahukan padanya.''
KLIIK..
''Mba Fuji juga bilang kalau bang Aldi belum sampai disana, malah nomornya juga gk aktif lagi,kira-kira dimana ya bang Aldi sekarang?'' gumam Maya.
''Sebaiknya aku tunggu sebentar lagi,kalau masih belum datang aku akan kerumahnya saja.'' sambungnya lagi.
''Kinan,coba kamu lihat Wati dirumahnya,kok sejak pagi tadi ibu tidak melihatnya.'' ucap bu Retno
''Baik bu.'' jawab Kinan sambil melangkah menuju kediaman kakak iparnya.
Sesampainya disana dahi Kinan berkerut saat milihat pintu rumah Wati terbuka lebar.
''Mba Wati! assalamu'alaikum.'' ucap Kinan
Sudah beberapa kali Kinan mengucapkan salam,namun tak ada jawaban dari dalam.
''Mba Wati kemana ya?tapi pintu rumahnya kok terbuka,sebaiknya aku masuk aja gpp kali ya.'' gumamnya sambil melangkah masuk kedalam rumah,namun saat sampai di ruang tamu matanya melotot melihat Wati bersimbah darah dilantai,bersama putra yang menangis disampingnya
__ADS_1
''Ya Tuhan, mba Wati...'' teriak Kinan histeris
Kinan berlari keluar, untuk meminta bantuan
''Buk! ibu!" panggil Kinan sambil berteriak membuat bu Retno dan pak Pardi keluar dari rumah.
''Ada apa Kinan?kenapa kamu berteriak seperti ini?'' ucap bu Retno panik
''Mba Wati bu, dia---,''
''Dia kenapa?ada apa dengan Wati?''
''Sepertinya mba Wati mencoba bunuh diri,dan sekarang dia pingsan dirumahnya.'' jelas Kinan
''Apa?? Wati mencoba bunuh diri? ya Tuhan,'' ucap bu Retno
''Sebaiknya kita kesana,dan Kinan kamu panggil Tejo dan Ningsih karna kita akan bawa Wati kerumah sakit.'' jelas pak Pardi.
''Baik yah.'' jawab Kinan, sambil berlari menuju kediaman Ningsih.
***
Saat ini bu Retno dan yang lainnya sedang menunggu diruang tunggu rumah sakit.
Tak lama pintu ruangan terbuka,dan keluarlah dokter bersama suster dibelakangnya.
''Dok,bagai mana keadaan menantu saya?'' tanya bu Retno
''Alhamdulillah masih bisa tertolong,untung kalian cepat mrmbawanya kalau tidak,mungkin nyawanya tidak dapat tertolong karna kehabisan darah, sekarang pasien kondisinya masih lemah, nanti setelah dipindahkan kalian baru bisa melihatnya .'' jelas dokter tersebut.
''Buk, ayah gimana keadaan Wati? ucap Toni yang baru saja datang.
''Masih perduli kamu sama anak saya?setelah apa yang kamu lakukan padanya?!" ucap ibunya Wati,yang memang datang karna mendapat kabar dari bu Retno,dan ibunya Wati juga sudah mengetahui semua perbuatan menantunya itu yang sudah berselingkuh.
''Dengar ya Toni,kalau sampai terjadi sesuatu pada anak saya,lihat saja saya akan membunuhmu.'' ucap ibu mertuanya itu Toni hanya diam menerima ucapan ibu dari istrinya itu,karna memang semua terjadi karna kesalahannya.
Sedangkan ditempat lain,saat ini Aldi sedang berusaha melepaskan diri dari ikatan tali yang mengikat tangannya.
''Sial,kenapa ikatannya begitu kuat,aku harus cepat sebelum dia datang.'' gumam Aldi sambil terus mencoba melepaskan ikatannya.
Terdengar suara pintu gudang terbuka,saat itu juga Aldi telah berhasil melepaskan ikatan tali ditangannya.
Joni yang melihat tawanannya lepas berlari kearah Aldi.
''Ho, ternyata bisa juga kau melepas ikatan itu? kenapa apa kau sudah merasa rindu pada wanita ku?'' ucap Joni sinis
''Sayangnya tidak,saya jauh lebih merindukan istriku dari apapun,dan oya saya bukan laki-laki yang akan menikahi Fitri kau salah menculik orang.'' ucap Aldi
''Apa maksudmu?'' ucap Joni penasaran
''Begini saja, saya mau melakukan penawaran,apa kau mau bekerja sama dengan saya?'' tawar Aldi
''Kerja sama?denganmu? heh...'' ucap Joni menatap remeh pada Aldi
''Saya yakin kau tidak akan menolak tawaran saya ini,karna kalau kau menerimanya, mungkin kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan.'' ucap Aldi
''Maksudmu,apa aku akan mendapatkan Fitri kembali?
''Itu tergantung usahamu, bagai mana apa kau berminat?'' tanya Aldi lagi
__ADS_1
''Baiklah,aku terima tawaranmu.'' jawab Joni
BERSAMBUNG