Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Pengintaian Wati


__ADS_3

Aldi bersandar di tempat tidur dengan Kinan yang memeluk tubuhnya dari samping.


''Bang,apa abang sudah tidak marah sama aku?'' tanya Kinan sambil mendongak kan kepalanya menatap wajah suaminya.


''Marah sudah enggak,tapi masih kesal aja.'' jawab Aldi


''Kenapa? memangnya abang masih belum percaya sama aku? memangnya abang pikir aku bisa berselingkuh dari abang?'' tanya Kinan lagi dengan sedikit kesal, tanpa sadar selimut yang menutupi tubuh polosnya turun hingga keperut.


Aldi langsung menyambar buah da da nya dengan tangan nya,membuat Kinan terpekik kaget.


''Abang apa-apaan sih,'' protesnya.


''Ya habisnya kelihatan sih,emang kamu mau lagi hem?'' goda Aldi membuat Kinan merona.


''Kinan, abang mau mulai sekarang kemana pun kamu pergi, atau pun ingin keluar rumah, kamu harus ijin sama abang! kalau mau apa pun bilang sama abang, dan tidak boleh pergi kemana pun kalau tidak sama abang,,kalau pun kamu harus pergi tanpa abang,kamu harus siap abang hubungi setiap saat, dan abang gk mau dengar protes dari kamu!" ucap Aldi beruntun.


''Hah?? yang benar aja bang? emangnya aku anak kecil,,terus kalau sama ibu, juga harus bilang gitu?


''Kalau sama ibu pengecualian,abang hanya gk mau kalau kamu sampai bertemu lagi sama Rendy, ngertikan maksud abang,abang tu sayang banget sama kamu,abang cemburu saat ada pria lain melirik pada istri abang,apa lagi sampai menaruh hati sama kamu.'' jelas Aldi


''Iya,, aku paham kok bang,dan aku gk akan kemana-mana tanpa persetujuanmu.''jelas Kinan.


Aldi mera*ba perut Kinan,yang sudah tertutup oleh selimut.


''Maafkan ayah ya nak,selama ini ayah sudah menelantarkan kalian,ayah janji akan lebih perhatian lagi sama ibu dan juga kamu sayang...'' ucap Aldi sambil mengecup perut istrinya.


''Makasih ya bang,akhirnya kamu sadar juga.'' ucap Kinan sambil tertawa kecil.


''Iihh,dasar kamu ya, emang selama ini abang pingsan ya?'' protes Aldi sambik menarik hidung mancung sang istri.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Toni sedang berbicara didalam telpon dengan berbisik-bisik.


''Iya sayang, besok abang kesana ya,abang juga kangen sama kamu apa lagi sama si tembem.'' bisik Toni.


Tanpa Toni sadari Wati sudah terbangun sejak tadi,namun ia tak bisa nendengar pembicaraannya ditelpon, ia hanya melihat suaminya itu bicara dengan cara berbisik.


''Ternyata dugaanku benar, selama ini bang Toni bermain dibelakangku,awas kamu ya bang,sempat aku tau siapa pelakor itu akan kuarak kalian keliling kampung biar mam*pus sekalian.


Batin Wati geram.


Setelah menutup telponnya Toni segera kembali membaringkan tubuhnya disamping Kevin yang memang tidur diantara Wati dan Toni.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi,saat ini Wati sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya.

__ADS_1


''Loh dek,kok cuma tahu sama tempe,gk ada sambelnya lagi.'' protes Toni.


''Gk usah kebanyakan protes,kalau gk mau gk usah dimakan! maka aja dikosan temanmu itu.'' ucap Wati


Tak ingin ada keributan, Toni pun segera melahap makanannya walau pada akhirnya ia tak menghabiskan makanannya tersebut.


''Kenapa gk dihabiskan makanannya?


''Udah kenyang, udah ya, abang mau berangkat kerja dulu.''


''Pulang jam berapa hari ini?'' tanya Wati memastikan


''Seperti biasa jam enam,tapi kalau abang pulangnya kemalaman kemunkinan ada lembur lagi.'' jelas Toni.


Wati hanya diam,tak ingin menjawab lagi,namun dalam hatinya sumpah serapah ia layangkan jika terbukti nanti suaminya itu sedang bersama selingkuhannya.


Kini jam sudah menunjukan pukul lima sore,rencana Wati hari ini akan melakukan pengintaian pada suaminya Toni, setelah menitipkan Kevin pada ibu mertuanya, Wati langsung pergi kedepan, tepatnya kebengkel milik Tejo untuk meminjam motor milik abang iparnya tersebut.


''Bang,mau pinjam motor boleh gk?'' tanya Wati pada Tejo.


''Emang kamu mau kemana? kok pake baju kayak gitu?'' tanya Tejo heran.


Saat ini Wati menggunakan switer lengan panjang dan menggunakan topi sebagai menyamaran,tak lupa juga masker yang menutupi wajahnya.


''Mau kerumah teman sebentar, cuaca lumayan panas bang makanya berpenampilan kayak gini,, boleh ya bang pijam motornya sebentar, nanti aku isi deh bensinnya.'' sambungnya lagi.


''Gk bang,aku titipin Kevin sama ibu,cuma sebentar kok.''


''Oh, yasudah itu kuncinya ada didalam kios diatas meja.'' jelas Tejo.


Setelah mendapatkan kunci motor,Wati langsung melajukan motor matic milik Tejo ke pabrik tempat suaminya bekerja.


Jam setengah enam Wati sampai dipabrik tersebut, ia duduk disebuah bangku kayu yang tak jauh dari bangunan pabrik tersebut.Setelah menunggu cukup lama akhirnya semua karyawan pabrik mulai berhamburan keluar dari gerbang yang manjulang setinggi tiga meter tersebut.


Wati memperhatikan satu persatu wajah karyawan pabrik,karna sangkin banyaknya membuat Wati kesulitan untuk mencari keberadaan suaminya.


''Mana ya bang Toni,terlalu banyak karyawannya.'' gumam Wati sambil matanya terus menelisik satu persatu wajah yang ada didepannya.


''Nah itu dia bang Toni,ternyata dia gk lembur.'' gumamnya lagi.


Setelah mendapatkan jejak suaminya,Wati langsung menyalakan mesin motornya bersiap untuk mengikuti kemana suaminya pergi,karna Wati sangat yakin, kalau Toni tidak akan langsung pulang kerumah mereka.


Dari jarak yang lumayan jauh Wati terus mengawasi suaminya.


''Sebenarnya bang Toni mau kemana sih? ini kan bukan jalan menuju rumah.

__ADS_1


Batin Wati sambil terus mengikuti dari belakang.


Namun saat dipersimpangan jalan Wati hampir saja menabrak seekor kucing yang tiba-tiba saja menyebrang jalan.


Ciiittt...


Wati mengerem motornya secara tiba-tiba membuatnya hampir saja terjatuh.


''Astaga kuciiing...,, hampir saja ketabrak,, dasar kucing, kalau nyebrang liat-liat dong! gk tau apa aku lagi buru-buru.'' gerutu Wati


''Nah loh,kemana bang Toni,udah gk kelihatan lagi kan motornya, duuh...'' ucapnya kesal,sambil kembali menarik tali gas motornya untuk mencari jejak suaminya.


Karna tak dapat menemukan keberadaan suaminya Wati pun langsung pulang kerumahnya.Wati langsung menuju kediaman Tejo untuk mengembalikan motor yang ia pinjam tadi.


Kebetulan saat itu Ningsih masih berada diluar.


''Mba, ini aku kembaliin motor bang Tejo,dan ini kuncinya makasih ya mba.'' ucap Wati yang terlihat lesu.


''Kamu kenapa kok lesu amat? lagian dari mana sih? tadi Kevin nangis cariin kamu.'' ucap Ningsih.


''Aku ada perlu tadi sedikit mba,sekarang Kevinnya dimana?'' tanya Wati


''Ada dirumah ibu, dia lagi main sama Kinan. Kamu kenapa sih Wat?'' tanya Ningsih karna penasaran melihat Wati yang menurutnya sedang menyembunyikan sesuatu.


''Sebenarnya aku habis mengintai bang Toni mba.'' jawab Wati.


''Mengintai? maksud kamu apa? bukannya dia kerja ya?.'' tanya Ningsih semangkin penasaran.


''Sebenarnya belakangan ini aku curiga kalau bang Toni punya selingkuhan diluar sana mba.'' jelas Wati


''Aah,,yang benar kamu Wat? bukannya selama ini Toni tidak pernah neko-neko ya orangnya.'' ucap Ningsih yang masih tidak menyangka kalau Toni akan melakukan hal tersebut.


''Emanhnya kamu sudah pernah liat dia sama cewek lain?


''Kalau sempat aku melihatnya sama cewek lain ku bejek-bejek mereka berdua.'' jawab Wati geram.


''Jadi kamu masih menduga-duga saja ternyata?'' sambung Ningsih


''Mba, aku tuh yakin sekali kalau bang Toni bermain perempuan dibelakangku, aku pernah dengar dia telponan tengah malam sama seseorang, dan aku yakin kalau itu adalah selingkuhannya,,kalau gk mana mungkin dia ngomongnya pakai bisik-bisik segala.'' jelas Wati lagi.


''Dan tadi setelah pulang dari pabrik dia bukannya langsung pulang kerumah,tapi malah kelayapan lagi, pasti dia jumpai perempuan itu,,iiiihhhh... geram sekali aku rasanya tadi kenapa pake acara kucing lewat segala.'' umpatnya kesal.


''Loh, kok jadi nyalahin kucing sih Wat? apa hubungannya sama kucing?'' tanya Ningsih heran.


''Iya mba,tadi saat aku mau ngikutin bang Toni, tiba-tiba ada kucing yang nyebrang, nah gara-gara itu aku kehilangan jejaknya.'' jelas Wati.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2