
Waktu berputar dengan cepat,tak terasa jam sudah menunjukan pukul enam sore,bu Retno yang baru pulang dari acara kondangan merasa heran karna tidak biasanya jam segini jendela masih dibiarkan terbuka oleh Kinan,kemana anak itu?pikirnya.Bu Retno melangkah lebih cepat saat melihat sang suami yang mengerjakan pekerjaan yang biasa menantunya itu lakukan.
''Yah,Kinan mana?kenapa kok makah ayah yang mengerjakan pekerjaannya?''tanya Retno,dengan nada yang sedikit tak suka
''Ibu ini pulang-pulang kok marah-marah,''ucap pak Pardi yang sambil mengerjakan tugasnya menutup jendela rumah.
''Bukannya gitu yah,ini kan tugasnya si Kinan,kenapa kok malah ayah yang ngerjain,memangnya dia kemana? tidur ya dikamar?''tanya bu Retno beruntun
''Sudahlah buk,masalah kecil jangan dibesar-besarkan,lagian Kinan sedang berkunjung kerumah orangtuanya.''jelas ayah sambil mendudukan boko*ngnya diatas kursi ruang tamu.
''Memangnya belum pulang?ini sudah sore lho yah,sebentar lagi suaminya pulang,kok dianya malah belum pulang gimana sih.''ucap bu Retno sambil menggerutu kesal
''Buk,Kinan itu menantu kita,bukannya pembantu dirumah ini,lagi pula selama ini dia juga jarang berkunjung kerumah orang tuanya,sudahlah biarkan saja! toh pasti Kinan juga sudah bilang pada suaminya.''ucap pak Pardi.
DITEMPAT LAIN..
''Mba Maya,saya pulang dulu ya,''ucap Aldi pada Maya
''Iya bang hati-hati,''jawab Maya
Setelah berpamitan Aldi langsung menuju tempat parkiran dimana ia selalu memarkirkan motor.
Sebenarnya seharian ini Aldi merasa sedikit tidak tenang,ia selalu memikirkan sang istri,karna tadi pagi ia nengingkari janjinya sendiri yang telah ia buat, dan saat ini Aldi berpikir pasti istrinya itu sangat kecewa padanya.Aldi menambah laju kecepatan motornya agar dirinya cepat sampai dirumah,rasanya ia sangat merindukan istrinya saat ini.
***
''Kemana coba si Kinan menaruh bumbu-bumbu dapur,udah dibilangi sejak kemarin jangan dipindahin,masiiihh saja dipindahin.''sungut bu Retno yang entah kenapa mengomel saja sejak tadi.
''Buk,ada apa sih? ayah perhatiin sejak tadi mengomel terus.''ucap pak Pardi
''Itu tuh,menatu kesayangan ayah,bumbu dapur entah kemana dia pindahin,buat kesal ibu aja,serasa dapur ini sudah kayak milik dia sendiri aja kali ya.''ucap bu Retno sambil terus mencari bumbu yang dimaksud.
Pak Pardi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Mungkin ibu terlalu merindukan Kinan,sampai-sampai bumbu yang ada didepan mata ibu sudah tidak dapat lagi melihatnya.''sindir sang suami
''Loh,kok bisa si yah?bukannya tadi tidak ada ya?kok bisa tiba-tiba ada disitu?''ucapnya bingung.
''Makanya buk,jangan merepet aja,masa bumbu didepan mata saja tidak lihat.''ucap pak Pardi sambil menggelengkan kepalanya.
''Iihh,ayah ini ngeledekin ibu aja.''protes bu Retno
Saat keduanya asik berdebat ringan,tiba-tiba terdengar suara motor dari arah luar.
''Siapa yah?apa itu suara motor Aldi?''tanya bu Retno
''Sepertinya iya buk,sebentar biar ayah cek dulu.''ucap pak Pardi sambil berlalu menuju pintu depan.
''Assalamu'alaikum,''ucap seseorang dari luar.
''Wa'alaikum salam,''jawab pak Pardi dari dalam rumah.
''Masuk Al!" ucap sang ayah.
''Kok sepi yah?pada kemana semua orangnya? biasanya Rara dan Kevin kesini.''ucap Aldi
''Rara dan Kevin tadi sore memang kesini,tapi sudah pulang,kalau ibumu ada didapur lagi nyiapin makan malam.''jelas pak Pardi.
''Kok tumben ibu yang nyiapin,biasanya Kinan.''jawab Aldi
''Ya kamu kan tau kalau istrimu belum pulang,oya apa kamu gk mau jemput dia?''tanya sang ayah.
''Jemput?emangnya Kinan kemana yah?''tanya Aldi bingung
''Loh Al,emangnya kamu gk tau istrimu pergi?memang dia gk bilang sama kamu?''tanya bu Retno yang tiba-tiba datang dari dapur.
''Enggak buk,memangnya kapan Kinan perginya?apa dia kerumah emak Lasmi?''tanya Aldi lagi.
__ADS_1
''Astaga anak itu,ternyata dia pergi tanpa ijin suaminya,jangan-jangan dia gk kerumah emak nya lagi.''ucap bu Retno yang mulai geram.
''Ibu kenapa ngomongnya kayak gitu.Dengar Aldi! tadi pagi tidak lama kamu pergi,Kinan juga pamit katanya ingin kerumah emaknya,dan dia juga bilang kalau dia pulangnya agak malaman,emangnya seharian ini istrimu tidak mengabarimu?''tanya pak Pardi memastikan.
''Tidak ada sama sekali yah.''jawabnya
''Tuh,anak mantu yang selalu kamu bela-belain itu yah,ngelunjak kan sekarang,sudah mulai keluar rumah tanpa ijin suami,sudah gitu dijam suami pulang kerja pun dia bahkan belum pulang, benar-benar keterlaluan sekali dia,, jadi istri kok seperti itu,oh iya, ibu lupa,,mungkin karna dia tidak disekolahkan sama orang tuanya makanya tidak tau adat seperti itu.''ucap bu Retno,yang akhirnya punya alasan untuk menjelek-jelekan menantu kesayangan suaminya tersebut,tanpa bisa dibela siapa pun.
''Buk,kok ibu bicara seperti itu sih walau bagai mana pun Kinan itu menantu kita loh buk.''ucap pak Pardi.
''Menantu ayah bilang? iya dia menantu bagi ayah tapi tidak bagi ibu,kalau dia memang menantu yang baik,dia tidak akan keluyuran sampe larut malam seperti ini, dan tidak akan pergi tanpa ijin suaminya, ini apa coba?sampai suaminya pulang kerja pun dia tidak ada,sudah lah ayah jangan belain dia lagi! dan kamu Aldi,biarin saja dia disana tidak usah kamu jemput-jemput dia!'' ucap bu Retno
''Sebaiknya kamu bersihkan badanmu habis itu kita makan bersama.''sambungnya lagi
Aldi hanya menurut apa yang dikatakan ibunya tanpa ingin membantah,sebenarnya Aldi juga merasa kecewa dengan istrinya,yang tak meminta ijin nya untuk pergi keluar rumah.
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam,namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda Kinan akan pulang,dihubungi pun ponsel Kinan juga tidak aktif,, karna jenuh menunggu akhirnya Aldi beranjak keluar kamar,dan saat ia membuka pintu luar ternyata Kinan baru saja pulang,Aldi melihat Kinan turun dari ojek,setelah membayar Kinan langsung menuju kediamannya.Namun baru beberapa langkah ia berjalan,Wati sudah memanggilnya.
''Dari mana kamu Kinan?jam segini baru pulang?''tanya Wati dengan nada yang tak bersahabat.
''Aku habis dari rumah emak mba,''jawab Kinan seadanya.
''Yakin hanya dari rumah emak?tapi kenapa pulang semalam ini?''tanya Wati lagi.
''Ada acara tadi dirumah saudara mba,makanya agak telat pulangnya.
''Tapi apa harus tanpa ijin suami perginya?''tanya Wati sambil melirik kearah Aldi yang masih berdiri diteras rumah.
Kinan mengikuti arah pandang Wati,yang ternyata tertuju pada suaminya.
''Bang Al,''gumam Kinan pelan
NEXT
__ADS_1