Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Kemarahan Yang Meledak


__ADS_3

Kinan hanya diam saat bu Retno menyudutkannya,saat ini ia masih menimbang-nimbang,apakah ia akan menceritakan hal yang sebenarnya pada ibu mertuanya itu tentang perselingkuhan anaknya atau tidak.


''Hei Kinan, kenapa kamu diam saja, sebaiknya kamu cerita sama ibu apa yang terjadi sebenarnya!" ucap bu Retno sambil mendudukan boko*ngnya diatas kursi yang ada dimeja rias.


''Bang,sebaiknya kita ceritakan semuanya sama ibu.'' ucap Kinan pada Aldi.


''Terserah kamu, abang percaya sama kamu, tapi harus pelan-pelan memberikahukannya sama ibu.'' ucap Aldi.


''Kalian ini gk anggap ibu ada ya disini? kok ibu tanya dicuekin.'' ucap bu Retno kesal


''Maaf bu, bukan maksud kami seperti itu, sebenarnya tadi waktu aku dan bang Aldi masuk disebuah warung bakso,kami bertemu dengan bang Toni.''


''Lah terus masalahnya dimana?'' potong bu Retno tak sabar


''Terus masalahnya....,,'' Kinan menggantung ucapannya,,sambil melirik pada suaminya untuk memastikan yang diucapkannya tidak akan salah.


''Kamu ini mau ngomong aja pakai acara digantung segala sih,cepetan ngomong Kinan!!" ucap bu Retno kesal.


Aldi mengangguk saat Kinan meliriknya.


''Bu, asal ibu tau,saat kami mau makan disana kami melihat bang Toni sedang bersama dengan seorang perempuan, dan aku sama bang Aldi menyimpulkan kalau perempuan itu adalah selingkuhannya bang Toni.'' jelas Kinan.


Bu Retno melotot tak percaya dengan apa yang didengarnya,Toni putra nya yang pendiam dan tak banyak neko-neko kenapa bisa berselingkuh,sungguh bu Retno tak kan percaya begitu saja.


''Kinan, kamu kalau ngomong yang benar saja, mana mungkin Toni berselingkuh,mungkin perempuan yang kalian lihat itu bisa saja kan teman pabriknya yang kebetulan jumpa disana.'' ucap nya yang masih tak terima dengan tuduhan Kinan yang jelas-jelas benar adanya.


''Aldi kamu kasih tau istrimu ini agar kalau bicara itu jangan suka memfitnah.'' ucap bu Retno.


''Buk,aku tidak memfitnah,tapi aku bicara yang sebenarnya,aku liat dengan mata kepalaku sendiri kalau bang Toni sedang bermesraan bersama dengan seorang perempuan, apa menurut ibu ada seorang teman yang makan sambil suap-suapan kalau tidak ada hubungan sepesial,'' jawab Kinan yang merasa kesal dengan ibu mertuanya yang mengatakan kalau dia hanya memfitnah saja.


Aldi yang awalnya menyerahkan semua nya pada sang istri, ternyata harus terpaksa turun tangan juga untuk meyakinkan ibunya agar mempercayai ucapan istrinya.Karna ibunya itu memang belum percaya sama sekali dengan ucapan Kinan.


''Buk,semua yang dikatakan oleh Kinan itu benar,karna aku juga melihat bang Toni bersama dengan perempuan lain disana.'' jelas Aldi meyakinkan ibunya.


''Dan ibu tau siapa pelakor itu?? dia adalah Fitri, calon menantu yang ibu idam-idamkan selama ini,dan mungkin sebentar lagi akan jadi menatu ibu,tapi bukan sebagai istri dari bang Aldi,melainkan istri dari bang Toni.'' ucap Kinan, dan tentu saja hanya berani ia ucapkan dalam hati.


''Hah??Fi-fitri.'' gumam bu Retno terliha syok dengan dengan ucapan Kinan


''Mana mungkin Fitri? kamu jangan mengada-ngada Kinan!"


''Apa ibu masih gk percaya? hanya karna Fitri pernah menyukai bang Aldi jadi menurut ibu dia gk mungkin mendekati bang Toni, begitukah bu?'' sarkas Kinan.


''Dek, sudahlah, biarkan saja kalau memang ibu gk percaya sama kita, yang penting kita sudah memberitahukan nya sama ibu.'' jelas Aldi.


''Buk, silahkan jika memang ibu gk percaya dengan ucapan kami, tapi alangkah baiknya ibu tanya kan langsung pada bang Toni, jika memang dia masih menyangkal, ibu bawa saja nama Fitri, aku yakin bang Toni akan mengakuinya.'' jelas Aldi lagi.


Bu Retno terlihat berpikir, setelah itu ia bangkit dan melangkah menuju pintu tanpa bertanya lagi pada keduanya.


Bu Retno duduk diatas sofa ruang tamu,saat ini ia kembali teringat tentang ucapan bu Uci yang pernah mengatakan kalau dirinya pernah melihat Toni keluar dari kosan bersama dengan seorang perempuan.


''Apa semua itu benar? apa Toni sedang berselingkuh dengan Fitri, tapi kenapa harus Toni,apa yang harus ku katakan pada Wati, ternyata perempuan yang ingin aku dan Wati jodohkan dengan Aldi, ternyata malah menyukai Toni sekarang.


Ucap batin bu Retno.


Jam sudah memunjukan pukul delapan malam, saat ini bu Retno berencana akan menemui Toni untuk menanyakan hal yang sebenarnya.


''Yah,ibu kerumah Toni dulu ya.'' pamitnya pada pak Pardi.


Kebetulan saat itu Toni sedang berada diteras rumah bersama Kevin putranya.


''Buk,'' sapa Toni saat melihat sang ibu datang kearahnya.


''Ibu datang kesini, ada apa ya?jangan-jangan Kinan dan Aldi sudah mengatakannya pada ibu.


Batin Toni,yang mulai gelisah


''Nenek,'' panggil Kevin pada bu Retno.


''Kevin cucu nenek,lagi main apa sayang?

__ADS_1


''Mobil nek, keyen kan mobil Avin?breem..breem...'' ucap nya sambil menirukan suara mesin mobil.


''Mamak mana Vin?'' tanya bu Retno pada cucunya.


''Walung nek beli obat nyamuk.'' jawab Kevin dengan suara khas anak kecil


''Wati lagi kewarung buk, apa ibu ada perlu sama dia?'' tanya Toni


''Ibu perlunya sama kamu,bukan Wati.'' ucap bu Retno sambil menatap tajam kearah Toni


Toni menelan ludahnya kasar, ia tau sebentar lagi sepertinya ibunya ini akan mengamuk pada nya.


''Toni,kamu jawab jujur! apa benar kamu sudah berselingkuh dengan Fitri?'' tanya bu Retno langsung


''I-itu...


''Jawab iya atau tidak!!" tekan bu Retno sambil memotong ucapan Toni.


''I-iya bu, aku memang memiliki hubungan dengan Fitri dan aku mencintainya.'' jawab Toni sambil tertunduk


''APA?? ABANG MENCINTAI FITRI ?? gk salah kamu bang??'' ucap Wati yang ternyata mendengar ucapan keduanya.


''Ternyata dugaanku selama ini benar ya,kalau ternyata kamu sudah berselingkuh,tapi kenapa harus Fitri?? kenapa harus temanku BIADAB...'' teriak Wati...


''Wati, sabar! kamu jangan teriak begitu malu didengar tetangga.'' ucap bu Retno sambil mencoba menenagkan menantunya.


''Apa ibu bilang,tenang?? mana mungkin aku bisa tenang kalau ternyata suamiku sudah berselingkuh diluaran sana, dan kau! sejak kapan kau berhubungan dengan wanita itu hah?? sejak kapan kalian bermain dibelakangku? katakan SETAAN...!!!'' teriak Wati, matanya tajam menatap Toni,seolah ingin membelah tubuh Toni menjadi dua bagian.


''Dek, maafkan abang,abang khilaf,saat itu abang....-''


''CUKUUUP!!! aku gk mau denger alasanmu itu, yang ku tanya, sejak kapan kalian berhubungan!'' ulangnya.


Bu Retno tidak bisa berkata apapun lagi, saat Wati memaki Toni didepan wajahnya, sebenarnya dia sakit hati atas perkataan Wati yang telah memaki putranya Toni,namun karna Toni lah yang bersalah maka ia pun tak bisa berbuat apa-apa.


''Untung bu Uci sedang tidak ada dirumahnya saat ini, coba kalau ada pasti dia akan langsung kemari karna mendengar teriakan Wati.


Batin bu Retno,karna tadi sore ia melihat bu Uci pergi bersama suaminya sambil membawa tas,yang ia yakini kalau isinya adalah baju.


''Ooh,ternyata kamu punya rasa malu juga ya,sekarang katakan! berapa kali kalian sudah berhubungan intim?? cepat katakan!!" ucap Wati sambil menahan rasa sesak didadanya, sebenarnya Wati tak sanggup untuk menanyakan hal tersebut, ia takut kenyataan akan membuatnya semangkin hancur,namun rasa penasaran dihatinya mendorongnya untuk tetap menanyakan hal tersebut.


''Sebaiknya kau jujur padaku bang!" ucap Wati dingin


''CEPAT KATAKAAANN!!!....


Wati kembali berteriak sebab Toni masih belum mau menjawab setiap ucapannya.


''Huhuhuhu....,,kenapa kau tega sekali bang Toni, apa salahku sampai kau tega berselingkuh seperti iniiiii.....!!" teriaknya sambil menangis histeris.


Kinan dan Aldi yang saat itu sedang berada didalam kamar segera keluar karna mendengar suara teriakan dari samping.


''Ada apa ini buk? kenapa Wati sampai berteriak?'' tanya pak Pardi pada istrinya,yang datang karna mendengar teriakan Wati


''Toni pak,Toni berselingkuh dengan Fitri.'' jawab bu Retno lirih, ia sedih melihat Wati yang sangat terpukul atas perselingkuhan Toni dengan sahabatnya sendiri.


''Fitri dasar lon*te, bisa-bisa dia merebut suamiku awas kau Fitri akan ku buat perhitungan denganmu.'' gumamnya pelan sangat terlihat kilat kemarahan dimatanya.


''Aku akan buat perhitungan pada si pelakor itu liat saja!" ucap Wati sambil mengambil motor yang ada diteras.


''Kamu mau kemana Wati ini sudah malam.'' ucap bu Retno sambil menahan menantunya untuk pergi.


''Aku mau melabrak pelakor itu buk,akan ku bakar dia hidup-hidup dasar wanita ******.'' maki nya, amarah Wati benar-benar meledak saat ini.


''Mba Wati seram sekali kalau marah ya bang? kasian dia,kenapa bang Toni bisa setega itu sama dia.'' ucap Kinan.


''Sudah kita jangan ikut campur,selama mereka tidak saling menyakiti secara fisik,kita cukup melihat saja.'' ucap Aldi, membuat Kinan menatap horor padanya.


''Kamu kenapa dek? kok liatin abang gitu amat?'' tanya Aldi


'' Maksud abang,kalau ada orang berselingkuh kita biarin aja gitu? oh,jadi secara tidak langsung abang mendukung perbuatan bang Toni yang selingkuh, pantesan sepertinya abang terlihat gk perduli.'' ucap Kinan kesal.

__ADS_1


''Mam*pus, Aldi sepertinya kamu sudah salah bicara,sudah tau istrimu sangat sensitif bisa-bisanya kamu berkata yang memancing kemarahannya.


Batin Aldi,sambil merutuki kebodohannya sendiri.


''Bu-bukan maksud abang seperti itu dek,tadi abang hanya asal bicara,kamu jangan marah dong.'' bujuk Aldi.


''Tau ah,, aku mau nenangin mba Wati aja kasian dia.'' ucap Kinan yang hendak melangkah kan kakinya menuju kediaman Wati dan Toni.


''Eeh, jangan!! nanti kamu dicelakainya juga, mba Wati seram kalau marah jadi sebaiknya tidak usah, lagi pula kan sudah ada ibu dan ayah.


''Tapi bang...


''Sudaaah ayo masuk!" ucap Aldi sambil menarik istrinya.


''Bang,kok sepertinya abang gk perduli sama mereka?'' ucap kinan yang akhirnya mengungkapkan kata-katanya yang sejak tadi ingin ia katakan.


''Duduklah!" ucap Aldi setelah mereka sampai didalam rumah


Kinan menuruti kata-kata suaminya dan duduk diatas sofa yang ada diruang tamu.


''Sebenarnya bukannya abang tidak perduli dengan masalah mereka, tapi abang gk mau terlalu ikut campur lagi dalam masalah rumah tangga mereka.'' ucap Aldi


''Lagi?? memangnya sebelumnya abang pernah ikut campur masalah mereka??


''Pernah,bahkan abang sangat perduli,namun mba Wati tidak menyukainya,dan dia bilang sama abang,apa pun yang terjadi dalam rumah tangga mereka abang tidak lagi boleh mencampurinya, makanya abang gk mau lagi ikut campur urusan rumah tangga mereka, namun bukan berarti abang tidak perduli dengan mereka.'' jelas Aldi


''Memangnya dulu masalah apa yang abang campuri?'' tanya Kinan penasaran.


''Sebenarnya dulu......


Dan Aldi pun akhirnya menceritakan semua pada kinan dan apa alasannya dirinya tak diijinkan lagi oleh Wati untuk mencampuri urusan rumah tangga mereka.


''Oh gitu ceritanya, tapi kan yang abang bilang memang kenyataan,kenapa mba Wati malah tidak terima?


''Sudahlah, lebih baik gk usah dibahas lagi! yang penting sekarang kesehatanmu dan bayi kita, dan abang harap kamu jangan mikirin urusan orang lain,pikirin aja abang dan juga bayi kita ini.'' ucap Aldi sambil mengelus lembut perut Kinan yang masih rata.


***


Karena bujukan bu Retno dan pak Pardi,akhirnya Wati tidak jadi pergi kekosan Fitri, karna memang hari juga sudah gelap, bu Retno dan pak Pardi takut kalau Wati membuat keributan nanti disana,dan akan mengganggu para tetangga.


''Sebaiknya malam ini kamu tidur diluar aku gk mau sekamar dengan bekas orang.'' ucap Wati pedas,lalu segera masuk kedalam rumah dan menutupnya.


''Makanya kamu Toni,jangan berbuat yang aneh-aneh, bisa-bisa nya kamu berselingkuh dengan wanita itu, bikin malu keluarga saja!pokoknya ayah mau kamu segera putuskan hubunganmu dengan perempuan itu!" pinta pak Pardi


''Tapi yah,aku cinta sama Fitri.


''Cinta-cinta, itu nama nafsu bukan cinta, udah Ton, ibu gk mau kamu buat malu keluarga kita,ayah benar, pokonya mulai sekarang jangan lagi kamu temui perempuan itu,awas saja kamu.'' ancam bu Retno


''Sudah sebaiknya kamu masuk,jangan buat keributan lagi!" ucap bu Retno kemudian mengajak suaminya untuk pulang kerumah.


DITEMPAT LAIN..


''Duuh, kenapa ponsel nya bang Toni gk aktif sih,di chat juga gk dibalas,kemana sih dia.'' gumam Fitri merasa kesal.


''Apa sebaiknya besok aku kerumahnya aja ya sebelum berangkat kerja,udah lama juga gk main kerumah Wati, lagian kan besok masuk kerjanya jam sembilan.'' monolognya lagi.


Fitri tidak tau saja, setelah itu nasip seperti apa yang akan ia dapatkan menjadi lebih baik,atau sebaliknya.


KEESOKAN HARINYA...


Pagi ini cuaca begitu cerah,sinar matahari mulai memasuki rumah dari sela-sela jendela .Namun tidak bagi Wati, wanita beranak satu itu sedang duduk temenung diatas kasur,,sejak semalam Wati tidak tidur sama sekali,pikirannya selalu tertuju pada pengkhianatan suami dan juga sahabatnya.


''Aku banar-benar gk nyangka dengan kalian,bisa-bisanya kalian berdua bermain dibelakangku,lihat saja aku akan buat perhitungan sama kalian.


Batin Wati.


Sedangkan Toni,masih tertidur diruang tamu,


Wati yang baru keluar dari kamar,matanya langsung tertuju pada Toni yang masih tertidur di atas kursi.

__ADS_1


''Bisa-bisanya dia tidur dengan nyenyak,sedang aku semalaman sama sekali gk bisa memejamkan mata karna memikirkan masalah perselingkuhannya.


BERSAMBUNG..


__ADS_2