
Saat ini Aldi sudah sampai dikediaman nya,bu Retno yang saat itu masih berada diluar tersenyum saat melihat Aldi pulang bersama dengan Fitri.
''Loh Fit,kamu ikut Aldi pulang?'' ucap bu Retno smbil mendekati Aldi dan juga Fitri.
''Kalian seperti pasangan saja,'' sambungnya lagi.
''Apaan sih buk,'' protes Aldi tak suka.
''Kamu yang apaan,yuk masuk Fit,kebetulan ibu sudah masak banyak tadi.''
''Bu,Fitri kesini mau jenguk bang Toni katanya,'' jelas Aldi,yang tak ingin ibunya itu salah paham
''Benarkah? tapi gk ada salahnya kan kalau ikut makan malam sama kita,kamu mau kan Fitri?'' tanya bu Retno
''Apa gk merepotkan buk?'' tanya Fitri merasa tak enak hati
''Gpp kok, yuk!" ajak bu Retno lagi
Sedangkan didalam kamar saat ini Kinan sedang duduk sambil bersandar dikepala tempat tidur.
''Dek, kamu sedang apa?'' tanya Aldi yang baru masuk kedalam kamar.
''Gk ada lagi duduk aja sambil nunggu abang pulang,'' jawab Kinan sambil beranjak dari tempat tidur dan langsung mendekati suaminya.
''Bang,aku kangen sama abang,'' ucap Kinan sambil memeluk tubuh dan menghirup dalam aroma khas suaminya.
''Abang juga kangen.'' jawab Aldi sambil membalas pelukan istrinya.
Kinan menatap wajah suaminya,tangannya terulur menyentuh rahang tegas yang dipenuhi bulu-bulu tipis.
''Abang belum mencukurnya?'' tanya Kinan yang melihat suaminya sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus
''Belum sempat sayang,mungkin besok pagi saja.'' jawab Aldi
''Bang,aku pengen.''ucap Kinan dengan wajah yang merona karna malu dengan ucapannya sendiri
''Sekarang?'' tanya Aldi yang diangguki oleh Kinan.
''Tapi abang belum mandi dek,masih bau keringat.'' sambungnya lagi.
''Jadi abang nolak nih? yasudah.'' ucap Kinan sambil melangkah keluar dari kamar mereka,kemudian membanting pintu dengan sedikit ketas.
Braaakk!!
Bu Retno dan Fitri yang saat itu sedang berada diruang tamu terkejut dengan suara pintu tersebut.
''Kinan! kamu apa-apaan sih,kenapa membanting pintu seperti itu? kamu pikir kalau rusak siapa yang akan rugi?.'' ucap bu Retno sambil menatap Kinan.
Kinan melihat ibu mertuanya sedang duduk bersama Fitri saat ini,
''Pantas saja bang Aldi menolakku ternyata ada dia disini.
Ucap bantin Kinan.
Kinan yang memang suasana hatinya sedang buruk langsung menuju dapur.Sedangkan Aldi memilih untuk membersihkan badan terlebih dahulu,ia berpikir setelah dirayu pasti istrinya itu akan luluh seperti biasa.
''Mau kemana kamu?'' tanya bu Retno,setelah melihat Kinan akan keluar dari rumah.
''Aku mau kerumah mba Ning buk.'' jawab Kinan setelah itu segera keluar dari rumah.
''Kamu lihat kan dia,jadi menantu gk ada hormatnya sama mertua.'' gerutu bu Retno
''Sudahlah bu,biarin aja.'' ucap Fitri
__ADS_1
Tak lama Aldi keluar dari kamar dengan hanya memakai celana pendek dan juga kaos oblong.
''Kinan man buk?'' tanya Aldi
''Kamu ini Al,gk liat istri beberpa menit saja sudah nyariin,sudahlah sebaiknya kita makan malam dulu,ayo Fit!" ajak bu Retno menuju meja makan.
''Kamu ngapain masih berdiri disitu? ayo makan!" ajak bu Retno saat melihat Aldi hanya berdiri ditempat.
***
''Kenapa lagi?apa kalian berantem?'' tanya Ningsih yang melihat wajah Kinan tak bersemangat.
''Dirumah ada Fitri mba,'' ucap Kinan.
''Ngapain dia malam-malam begini datang kerumah?'' tanya Ningsih
''Aku juga gk tau,'' jawab Kinan
''Yasudah lebih baik kamu disini saja dulu sampai pikiranmu tenang.'' ucap Ningsih
Sedangkan Aldi terlihat sangat gelisah,membuat bu Retno kembali bersuara.
''Istrimu itu sedang berada dirumah Ningsih,'' ucap bu Retno yang terlihat kesal karna sejak tadi Aldi terus bertanya padanya.
''Sebaiknya aku kesana sekarang.'' jawab Aldi
''Dasar anak itu.'' ucap bu Retno kesal
''Bu kalau gitu aku juga kerumah Wati dulu ya,makasih atas makan malamnya.'' ucap nya,sambil berdiri dari duduknya.
Kini Aldi sudah berada diteras rumah abangnya Tejo,ia melihat Tejo sedang duduk sambil menghisap sebatang rokok.
''Bang,'' sapa Aldi sambil mendudukan bo*kongnya diatas kursi yang tak jauh dari Tejo.
''Kenapa senyum kayak gitu bang,kesambet ya?!''
''Dasar bucin,baru ditinggal binik sebentar aja udah nyusulin,apa lagi kalu ditinggal selamanya,'' ejek Tejo
''Abang ini ngomong apa sih? namanya juga sayang ya pasti kayak gitulah.'' jawab Aldi
Sedangkan didalam rumah, Ningsih yang baru dari dapur langsung menyodorkan gorengan pada Kinan yang baru saja selesai ia masak.
''Ini makan,hati-hati masih panas.'' ucap Ningsih
''Bang Tejo kayaknya sedang ngobrol sama seseorang ya Kin?'' tanya Ningsih karna samar-samar ia mendengar suara orang bicara diteras.
'' Bang Aldi,'' jawab Kinan santai sambil mngambil pisang goreng yang ada diatas meja.
''Kamu kok santai aja suamimu datang,keluar dong,sebaiknya masalah itu diselesaikan,bukannya menghindar kayak gini Kin.'' ucap Ningsih menasehati.
''Males mba,biarin aja dia diluar.'' jawab Kinan lagi.
''Kok Kinan aneh banget,biasanya selalu dengerin nasehatku,sekarang kok...aah sudah lah,lebih baik aku tidak usah ikut campur urusan mereka.
Batin Ningsih
Sementara dikediaman Wati dan Toni saat ini sudah ada Fitri,
''Gimana keadaan bang Toni Wat?'' tanya Fitri
''Sudah mendingan,kamu tau dari mana kalau bang Toni jatuh dari motor?'' tanya Wati,karna ia merasa tak mengabari tentang kecelakaan suaminya pada Fitri.
''I-itu,aku tau dari bang Aldi, iya bang Aldi.'' jawabnya sedikit gugup.
__ADS_1
Toni memang menyuruh Fitri untuk tidak memberitaukan tentang dirinya yang berada dirumah Fitri saat itu pada keluarganya,dan sekarang Fitri seolah baru tau kalau suami dari temannya itu sedang terkena musibah.
Tak lama Toni keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.Toni sempat terkejut saat melihat Fitri berada dirumahnya saat ini,namun ia mencoba bersikap biasa saja.
''Bang sudah selesai mandinya?'' ucap Wati membuat Fitri mengikuti arah pandang temannya itu.
Mata Fitri melebar saat melihat pemandangan indah yang ada didepannya saat ini,tubuh yang indah dengan perut rata,yang ditumbuhi bulu-bulu tipis dibagian dada,membuat Fitri menelan air liurnya dengan susah payah.Ia benar-benar terpesona dibuatnya,ingin sekali Fitri menyentuh tubuh itu,namun apalah daya tangan tak sampai.
''Abang kekamar dulu.'' ucap Toni sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
''Fit,kamu masih pakai baju kerja?emangnya kesini tadi sama siapa kamu?'' tanya Wati
''Oh, tadi sama bang Aldi,aku numpang sama dia,sekalian mau main kerumah kamu kangen udah lama gk ketemu.'' ucap Fitri beralasan,padahal ia ingin lihat keadaan Toni
''Kamu gk bawa motor?
''Ban motorku bocor,jadi tadi saat kerja aku naik ojek.'' jelas Fitri
''Jadi nanti kslau pulang kamu gimana?'' tanya Wati lagi
''Gampang nanti pesan ojek aja yang ada dipangkalan.'' jawab Fitri
''Jangan, bahaya!'' sanbung Toni yang tiba-tiba menyela ucapan keduanya.
Seketika kedua wanita itu langsung menatap kearah nya.
Toni yang ditatap menjadi gelagapan,bingung mencari alasan
''Maksud abang kalau si Fitri pulang malam-malam bahaya,sekarang rawan perampok.'' ucap Toni,alasan yang masuk akal memang.
''Iya Fit,mending kamu besok aja pulangnya,malam ini nginap saja dirumah kami,oya sebaiknya kamu mandi,kamu bawa baju ganti gk?kalau gk pakai aja bajuku dulu.'' tawar Wati.
''Aku ada bawa ganti kok Wat,kalau gitu aku pinjam kamar mandinya ya?.''ucap Fitri
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Rendy sedang duduk bersantai diteras rumah,sedangkan kedua orang tua Lia sedang pergi menghadiri acara pernikahan kerabat mereka.
''Heeii,,belakangan ini kayaknya abang keseringan melamun deh.'' ucap Lia, yang entah sejak kapan tiba-tiba sudah ada disampingnya.
''Biasa aja deh.'' jawab Rendy malas
''Bang,jangan-jangan benar ya?abang suka sama bini orang?'' tanya Lia karna ia sebenarnya juga merasa penasaran
''Ya, itu benar.'' jawab Rendy santai
''Hah??seriusan nih bang?kok bisa?siapa orangnya?'' tanya Lia beruntun
''Kamu mengenalnya kok?'' ucap Rendy yang kini sudah menatap pada sepupunya itu.
''Jangan bilang kalau dia adalah Kinan?'' tanya Lia yang kini menatap Rendy dengan serius
''Menurutmu?'' tanya balik Rendy
''Iihh,bang Rendy,aku nanya serius juga.
''Abang juga serius Lia,apa menurutmu abang pernah becanda masalah seperti ini?'' tanya Rendy
''Loohh,,gimana ceritanya coba?kok bisa Kinan sih bang?emangnya gk ada cewek lain apa?dia itu sudah menikah lho bang,suaminya itu teman kita bang Aldi!" ucap Lia mengingatkan.
''Abang tau Lia,tapi perasaan gk bisa diatur harus dengan siapa dia menaruh hati,sebenarnya abang sudah mencoba menghilangkan perasaan ini tapi semangkin abang coba lupain,bayangan Kinan semangkin menari-nari dipikiran abang,coba kamu pikir,sekarang apa yang harus abang lakukan?abang juga merasa tersiksa dengan perasaan yang mungkin tak kan pernah terbalaskan ini.'' ucap Rendy sendu
BERSAMBUNG..
__ADS_1