Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Perselingkuhan


__ADS_3

Toni terdiam saat Fitri memberikan pertanyaan yang menurutnya menjebak.


''Kenapa diam bang?sepertinya bang Toni juga tidak tertarik denganku,itu artinya aku memang tidak menarik dimata laki-laki, malang sekali nasipku'' ucap Fitri berpura sedih


''Siapa bilang aku tidak tertarik denganmu,sebagai laki-laki normal aku sangat tertarik denganmu,kamu itu sempurna dimata abang Fitri,hanya saja abang sudah berkeluarga,jadi tidak mungkin bagi abang untuk mengambil langkah yang salah.'' jelas Toni.


''Bang,manusia gk ada yang sempurna,semuanya pasti punya masalah dalam hidup, dan tidak sedikit pula yang mdlakukan kesalahan dalam hidup,hanya bagai mana kita menyikapinya seperti apa.'' ucap Fitri


''Bang,aku ingin abang tau satu hal.'' ucap Fitri


''Apa??'' tanya Toni sambil menatap wajah wanita yang saat ini sedang duduk tak jauh darinya


''Aku suka sama abang,,aku hanya ingin abang tau,itu saja.'' ucap Fitri sambil menatap dalam mata Toni


''Sejak kapan kamu suka sama abang?


''Sejak kemarin,saat abang pulang, aku merasa sangat kehilanganmu,tiba-tiba aku merasa hampa tanpa abang,dan aku juga selalu merindukan abang,makanya hari ini aku datang kesini untuk melepas rinduku sama abang.'' jelas Fitri


Toni sempat tertegun dengan mengakuan Fitri,namun ia juga tak bisa menjawab apapun saat ini otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih.


''Bang, abang kenapa melamun? aku minta maaf jika perasaanku ini mfmbebani abang, aku gk minta abang untuk membalas perasaanku,,bahkan kalau abang menolak, aku juga gk akan sakit hati,karna aku sadar kalau cintaku jatuh pada laki-laki yang sudah memiliki pasangan.''


''Bisa kah kamu memberikan alasan kenapa kamu bisa menyukai abang?


''Apa menurut abang cinta butuh alasan?'' tanya balik Fitri


''Ah, iya kamu benar,cinta tak butuh alasan,abang hanya belum bisa percaya saja kalau wanita cantik sepertimu bisa jatuh cinta sama abang padahal kan masih banyak laki-laki yang lebih tampan bahkan kaya diluaran sana,dan abang yakin kamu sangat bisa mendapatkan mereka.''ucap Toni


''Aku gk butuh harta bang,yang aku butuhin hanya kenyamanan,dan aku bisa dapatkan itu dalam diri abang, karna aku merasa sangat nyaman saat bersama abang,dan aku juga merasa bahwa abang dapat melindungiku.'' ungkapnya


Fitri menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Toni,kemudian ia mendekatkan wajahnya pada Toni,membuat jantung Toni berdetak lebih cepat dari sebelumnya,Toni dapat merasakan hembusan nafas Fitri yang menampar wajahnya.


Fitri mera*ba bibir tebal kehitaman milik Toni,bibir yang pernah sempat ia rasakan kemarin,dan hari ini Fitri kembali ingin merasakannya lagi.Kini bibir keduanya sudah menempel sempurna Fitri memejamkan matanya kemudian ia melu*mat bibir tebal itu dengan sangat lembut,Toni yang juga sudah terbawa suasana membalas luma*tan yang diberikan Fitri, ia tersenyum disela-sela bibir yang masih menempel,keduanya hanyut dalam kenikmatan sesaat yang akan membawa petaka bagi keduanya jika sampai Wati mengetahui perbuatan mereka.


Toni melepaskan pangutan bibir mereka saat ingat saat ini mereka masih berada diruang tamu,nafas keduanya masih memburu,namun situasi tak memungkinkan bagi keduanya untuk tetap melakukan cumbuan tersebut disana.


''Abang takut ketahuan Wati dek,'' ucap Toni yang mengubah panggilan nya terhadap Fitri.


''Gimana kalau kita lanjutin dikamarku?'' ucap Fitri sambil menarik tangan Toni menuju kamar yang sudah disiapkan Wati untuknya.


''Pelan-pelan jalannya bang,nanti kamu jatuh!" ucap Fitri saat melihat langkah Toni yang sedikit cepat.


Setelah masuk kedalam kamar Toni langsung kembali melahap bibir Fitri dengan rakus,dengan senang hati Fitri membalas setiap sesapan yang Toni lakukan,tangan nya kini mulai menelusup masuk kedalam baju yang dikenakan Fitri,mencari benda yang ia inginkan,setelah mendapatkannya Toni langsung menyentuh dan mere*masnya membuat Fitri merasa kegelian


''Bang,bahagiakan aku malam ini!" ucap Fitri sambil menatap dalam mata pria yang ada didepannya saat ini


''Abang akan membuatmu tak kan melupakan malam ini,abang akan memberimu kenikmatan yang tak pernah adek rasakan sebelumnya.'' ucap Toni dengan mata yang sudah dipenuhi dengan kabut gai-rah.


DILAIN TEMPAT...


Dalam tidurnya Kinan bermimpi ada seseorang yang sedang bermain dengan anak gunung miliknya,ia melihat seorang pria sedang memberi kenikmatan padanya.Kinan yakin bahwa itu adalah suaminya Aldi


''Ssshhh aahh,, bang,enak sekali jilatanmu,terus bang! lebih dalam!" racau Kinan dalam mimpinya.


Kinan sangat menikmati,perlakuan pria tersebut,yang terus memberinya kenikmatan dibawah sana,tak lama kerang miliknya berkedut-kedut,seperti ada yang ingin keluar.


''Bang a-ku ingin kelu-aar...aahhh....


''Enak sayang??cairan cintamu juga sangat nikmat,abang sangat suka rasanya.'' ucap pria tersebut, sambil menatap wajah Kinan


''Bang Rendy!!!'' pekiknya tertahan


Tak lama Kinan terbangun dari mimpinya.


''Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu?'' gumam nya pelan


''Memangnya kamu bermimpi apa dek?'' tanya Aldi sambil melangkah mendekati istrinya.


''A-aku....


''Abang mendengar kamu mende*sah dalam tidurmu,padahal abang belum sama sekali menyentuh milikmu,tapi abang melihat kamu sangat menikmati nya,apa kamu bermimpi sedang bercinta dengan seseorang??'' tanya Aldi penuh selidik


Setengah jam yang lalu,saat Aldi memijat tubuh Kinan,ia mendengar istrinya itu sedang bergumam dalam mimpinya,namun Aldi tak terlalu menghiraukannya,namun lama-kelamaan ia mendengar Kinan mende*sah dalam tidurnya,dan ia terus meracau dan mengatakan bahwa dirinya sangat puas. Jantung Aldi berdebar,bahkan tangannya mengepal kuat saat mengetahui istrinya bermimpi bergumul dengan seorang pria,namun sedetik kemudiaan Aldi tersadar,bahwa mungkin istrinya itu bermimpi sedang bersamanya,namun Aldi akan tetap mempertanyakannya setelah Kinan bangunn nanti.


''I-itu,aku lupa bang seperti apa wajahnya,tapi ku rasa itu memang abang.'' jawabnya bohong,mana mungkin ia skan mengatakan kalau laki-laki dalam mimpinya adalah Rendy


''Aku kekamar mandi dulu bang.'' ucap Kinan,sambil bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi.


Aldi hanya memperhatikan tubuh istrinya yang berlalu melewatinya.Rasanya ia masih belum puas mendengar jawaban dari Kinan,walaupun itu hanya mimpi


Kinan menyandarkan tubuhnya di belakang pintu kamar mandi,kemudian menyentuh alat sensitifnya yang basah,yang Kinan yakini kalau itu adalah cairan kenikmatannya.


''Kenapa aku bisa bermimpi barcinta dengan bang Rendy,dan kenapa rasanya seperti sungguhan?

__ADS_1


Ucap batin Kinan yang benar-benar tak menduga akan bermimpi bercinta dengan pria lain selain suaminya Aldi.


Sedangkan dikamar yang berbeda saat ini terdapat sepasang manusia yang sedang bercinta diatas tempat tidur.Toni tak henti-hentinya memandang kemolekan tubuh wanita yang ada didepannya saat ini.


''Bang,cepatlah sayang beri aku kenikmatan!" ucap Fitri sambil mera*ba bagian sensitifnya sendiri.


Melihat itu, hasrat Toni kian memuncak,ia segera menerkam tubuh Fitri, untuk memberikan kenikmatan yang nyata pada wanita itu,kecupan demi kecupan Toni berikan disetiap tubuh wanita itu tanpa terlewat sedikitpun.


''Ooh,,ssshhh...'' Fitri berdesis menikmati setiap perlakuan Toni padanya


Kini wajah Toni tepat didepan inti milik Fitri,tanpa pikir panjang ia segera melahap kerang tembem milik wanita itu.


''Oohh..yeeaahh...ini benar-benar nikmat bang.'' racaunya sambil melihat apa yang dilakukan Toni dibawah sana.


Toni terus bermain dengan bulatan kecil yang terdapat ditengah-tengah kerang milik Fitri.Tak lama tubuhnya bergetar hebat bersamaan itu lenguhan panjang keluar dari bibirnya.Sejenak Toni membiarkan Fitri menikmati sisa-sisa kenikmatannya,setelah ity ia mulai mengarahkan batangan miliknya kedalam lubang kenikmatan milik Fitri


Fitri terpekik saat batangan Toni mulai memasuki lubangnya,perlahan namun pasti batangan miliknya amblas sempurna didalam lubang kenikmatan milik wanita itu,Toni mulai memaju mundurkan batangan miliknya didalam sana membuat Fitri merasakan sensasi yang luar buasa.


''Ini enak sekali bang,aku gk pernah merasakan yang seenak ini sebelumnya.'' racau Fitri membuat Toni semangkin bersemangat


Fitri bukanlah wanita yang suci lagi,ia pernah berhubungan dengan kekasihnya hingga menyerahkan keperawanannya begitu saja, beberapa kali mereka sempat melakukan nya,,namun setelah putus ia tak pernah lagi berhubungan dengan pria mana pun.


Satu jam kemudian...


''Gimana kamu puas??'' tanya Toni setelah mereka selesai melakukan olah raga malam


''Aku puas sekali bang, Wati benar abang memang perkasa,aku ingin selalu dapat merasakan batanganmu ini bang.'' ucapnya sambil menyentuh senjata Toni yang sudah terkulai lemas


''Kapanpun kamu mau abang selalu siap.'' ucap nya.


*


*


*


''Pagi-pagi sudah bangun Fit?'' ucap Wati yang melihat temannya itu sedang menyiapkan sarapan pagi


''Iya,tidurku sangat nyenyak tadi malam.'' jawabnya sambil melirik pada Toni yang saat itu duduk tak jauh darinya


''Tidur jam berapa tadi malam?


''Gk lama kamu tidur aku juga masuk kamar kok,'' jawab Fitri dan tentu saja itu adalah suatu kebohongan.


''I-iya,setalah Fitri tidur abang masih nonton acara tv makanya lama baru masuk kamar.'' jawabnya beralasan.


Sedangkan dirumah bu Retno, Kinan sedang menata sarapan buatannya diatas meja,hati ini dia membuat nasi goreng.


''Kinan,nanti kamu kepasar ya, beli keperluan dapur!" ucap bu Retno


''Iya bu.


''Mana Aldi? kenapa belum keluar?bukannya hari ini dia mau pergi kekampung sebelah?!'' uvap nya dengan nada ketus


''Iya bu katanya ada anak yang mau dikhitan,kalau gitu aku panggil bang Aldinya dulu.'' ucap Kinan


Ceklek


Terdengar suara pintu terbuka,Aldi yang saat itu juga baru keluar kamar mandi tersenyum saat melihat sang istri


''Baru selesai bang?


''Iya,'' jawab Aldi sambil mengambil pakaian yang sudah disiapkan Kinan diatas tempat tidur dan langsung memakainya.


''Hari ini jadi kekampung sebelah?


''Jadi jam delapan harus sudah sampai disana.'' jawab Aldi


Skip..


Setelah Aldi berangkat kerja Kinan pun langsung berangkat menuju pasar untuk membeli keperluan dapur.


Setelah sampai dipasar, ia langsung membeli keperluan yang diinginkan.


''Sudah jam sembilan,sebaiknya aku pulang.'' gumamnya setelah membeli semua keperluan dapur,Kinan langsung menuju pangkalan ojek.


''Bang ojek bang!" ucap Kinan pada pengemudi ojek yang ada dipangkalan.


Saat diperjalanan tiba-tiba motor yang ia tumpangi berhenti.


''Loh kenapa pak,kok berhenti?'' tanya Kinan bingung,karna jalan menuju kerumahnya masih jauh.


''Mogok mba,'' jawab mengemudi ojek tersebut.

__ADS_1


''Kira-kira lama gk pak?


''Gk tau juga mba, kalau mau cepat mba sebaiknya cari ojek lain saja.


''Emang gpp?


''Iya gpp mba.'' jawab pak ojek tersebut


Namun karna merasa tidak enak akhirnya Kinan pun memberi uang sepuluh ribu pada pak ojek tersebut,awalnya bapak itu menolak karna ia merasa belum mengantar penumpangnya sampai tujuan,namun Kinan tetap memaksanya.


''Makasih mba.'' ucapnya


Kinan terus berjalan sambil matanya melihat kiri dan kanan mencari kendaraan yang lewat namun tak satu pun yang terlihat.


Tak lama sebuah honda brio merah berhenti tak jauh darinya.


''Kinan.'' panggil seseorang dari arah belakang


''Kinan yang merasa ada yang memanggilnya langsung menoleh keasal sumber suara.


''Bang Rendy,'' gumamnya pelan


''Sedang apa kamu di tempat ini?'' tanya Rendy


Namun bukannya menjawab,Kinan malah asik memperhatikan wajah pemuda didepannya saat ini.


''Apakah benar dia pria yang ada di mimpiku tadi malam.


Ucap batin Kinan.


''Jangan diliatin terus nanti jatuh cinta lho.'' ucap Rendy,yang seketika menyadarkan Kinan


''Apaan sih,PD amat jadi orang.'' gerutu Kinan namun masih bisa terdengar oleh Rendy


''Jangan ngambek,ntar cantiknya bertambah.'' goda Rendy,membuat Kinan mengerucutkan bibir nya membuat Rendy semangkin gemas.


''Kamu mau kemana?'' tanya Rendi lagi


''Mau pulang, tapi tadi ojeknya mogok makanya aku nunggu angkot disini.'' jelas Kinan.


''Gimana kalu abang antarin kamu?'' tawar Rendy


''Gk usah bang aku nunggu ojek aja.'' tolak Kinan halus


''Disini tempatnya sepi,jarang ojek lewat sini,kalau pun lewat pasti hanya akan membawa penumpang saja,karna kan ini jalan alternatif,'' jelas Rendy


Sejenak Kinan berpikir,ia benar-benar ragu untuk ikut bersama Rendy,namun dirinya juga tak punya pilihan lain,


''Gimana,mau kalau abang antar?'' tanya Rendy sekali lagi,dan akhirnya Kinan pun mengangguk


Rendy membukakan pintu mobil untuk Kinan setelah menutupnya ia langsung melangkah menuju kemudinya.


''Dek,gunakan sabuk pengamanmu!" perintah Rendy yang sudah menyalakan mesin mobilnya.


''Hah??'' ucap Kinan yang tak mengerti


Rendy tersenyum melihat wajah Kinan yang terbengong,lucu sekali menurutnya.


Rendy mendekat pada Kinan,replek ia memundurkan wajahnya kebelakang karna merasa kaget.


''Abang cuma mau pasang ini,'' ucap Rendy sambil memasangkan sabuk pengaman pada Kinan


Saat ini wajah keduanya begitu dekat,kinan merasa jantungnya kembali berdebar, hingga membuat Kinan menahan nafasnya sesaat.


''Selesai.'' ucap Rendy, sambil menjauhkan wajahnya dari Kinan.


Sebenarnya Rendy juga merasakan hal yang sama dengan Kinan, namun pria itu masih bisa mengendalikan perasaannya saat ini.


"Adekk sakit? kenapa wajahnya merah begitu?" tanya Rendy.


"Hah? masa sih?" jawab nya sambil menyentuh wajahnya sendiri.


Rendy terpana melihat wajah Kinan, sangat alami menurutnya tanpa polesan bedak.Tanpa sadar ia kembali mendekatkan wajahnya pada Kinan, Kinan yang saat itu sedang membenahi duduknya terkejut saat wajah Rendy berada satu jengkal dari wajahnya dan tiba- tiba....


Cuup..


Mata Kinan membola saat merasakan benda kenyal menempel sempurnya dibibirnya, Kinan terdiam, tubuhnya tiba- tiba terasa kaku namun sedetik kemudian ia tersadar dan langsung mendorong kuat tubuh Rendy hingga ci*uman mereka terlepas dan..


Plaakk..


TEMBUS 2RB KATA SEKALI EPISIDE 😔


LUMAYAN BUAT JARI-JARI KERITING SIH..

__ADS_1


TAPI DEMI READERS AKAN AUTHOR LAKUKAN😊 JANAGN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA! LIKE, KOMEN, AND FAVORIT 💟


__ADS_2