Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Baju kurang Bahan


__ADS_3

Tepat pukul enam sore akhirnya Tejo pulang dari bengkel,wajahnya lesu,dengan malas ia mendudukan bo*kongnya diatas sofa.Tak lama terlihat Ningsih membawa secangkir teh hangat beserta cemilannya berupa kue yang sempat ia beli tadi sore


''Bang silahkan diminum!" ucap Ningsih sambil meletakkan sepiring kue putu ayu


''Tangan abang kotor,abang mau mandi saja.''jawab Tejo sambil berlalu meninggalkan Ningsih yang masih berdiri ditempatnya


''Huuff,,sabar Ning,sabar! ini baru awal,sepertinya nanti malam aku harus segera melakukan rencana itu.''gumam Ningsih


Sedangkan dirumah sebelah,Aldi baru saja sampai dirumah,dan sekarang sedang duduk diruang tamu melepas penat,karna seharian ini ia sangat sibuk,karna memang banyak yang datang untuk berobat di kliniknya bahkan dari desa-desa tetangga juga datang berobat kesana,karna memang klinik Aldi hanya satu-satunya didaerah itu.


''Bang ini teh nya.''ucap Kinan sambil duduk disamping suaminya.


''Makasih dek.''jawab Aldi sambil menyeruput teh buatan istrinya tersebut.


Kinan hanya tersenyum sebagai jawaban,tiba-tiba Kinan teringat kembali dengan mimpinya tadi sore,ia heran kenapa dirinya bisa bermimpi dengan orang yang baru dua kali ia temui.


''Kamu kenapa dek?kok liatin abang kayak gitu hem?abang tau kalau abang tampan,kalau mau minta jatah nanti malam aja jangan sekarang soalnya abang capek.''ucap Aldi dengan PD nya


''Iihh,,PD amat jadi orang,siapa juga yang mau minta itu,udah ah aku mau siapin makan malam dulu.''ucapnya sambil berlalu meninggalkan Aldi.


Jam sudah menunjukan pukul delapan malam,dirumah kediaman Ningsih terlihat sudah sangat sepi layaknya seperti rumah yang tidak ada penghuninya,bagai mana tidak,Rara putri mereka satu-satunya sedang berada dirumah kakek-neneknya yang ada didesa sebelah,karna setiap hari minggu atau libur ia akan menginap disana dan memang kakeknya tadi sore datang untuk menjemputnya.Sedangkan Tejo sedang berada dirumah ayah dan ibunya yang berada disebelah,Ningsih memilih dirumah karna memang ia mau mempersiapkan kejutan untuk suaminya.

__ADS_1


''Kira-kira aku pakai yang mana ya?''gumam Ningsih pada dirinya sendiri


Saat ini Ningsih sedang memilih diantara dua lingerie yang memangbtidak pernah ia gunakan, yang satu berwarna hitam dan satunya lagi warna merah menyala,dan pilihannya jatuh pada lingerie berwarna hitam,setelah itu ia langsung memakai pakaian jaring tersebut tanpa menggunakan dala*man sama sekali.Ningsih menatap dirinya didepan cermin,ia terlihat sangat sek*si lingerie berwarna hitam itu sangat kontras dikulit putihnya,wanita berusia dua puluh delapan tahun itu sangat terlihat menggoda,dengan tubuh sintalnya dan juga bagian da da dan boko*ng nya yang masih tetlihat sangat kencang,dipastikan kalau suaminya nanti tidak akan tahan untuk tidak menerkamnya.


''Sepertinya bang Tejo sudah pulang.''gumam Ningsih,setelah itu ia pun duduk diatas kursi meja rias untuk menyisir rambutnya sambil menunggu suaminya masuk kedalam kamar.


Tak lama pintu kamar terbuka,dan nampaklah sosok Tejo dengan wajah datarnya,namun saat matanya melihat kearah pantulan cermin matanya langsung melotot,dari pantulan cermin Tejo dapat melihat sang istri dengan penampilan yang sangat menggoda dimatanya.


''Kenapa Ningsih berpenampilan seperti itu?apa dia sengaja ingin menggodaku,aaiiss kalau lihat dia seperti ini pasti pertahananku akan roboh sebentar lagi.''gumam hati Tejo


Ningsih yang melihat suaminya masih berdiri didepan pintu langsung membalikan badannya menghadap sang suami


''Bang,kenapa masih berdiri disitu?''tanya Ningsih yang kini datang mendekat kearah suaminya.


Ucap batin Tejo,yang masih mempertahankan egonya, saat Ningsih ingin memegang tangannya,dengan cepat Tejo langsung naik keatas tempat tidur.Ningsih yang melihat itu langsung kecewa,ia beranggapan kalau suaminya itu tidak tertarik sama sekali saat dirinya berpenampilan seperti itu,namun ia tidak tau saja,kalau saat ini Tejo tengah mati-matian menahan gejolak didalam dadanya,entah kenapa melihat sang istri berpenampilan seperti itu membuat hasratnya tiba-tiba melambung tinggi,adik kecilnya juga langsung merespon.Setelah naik diatas tempat tidur Tejo duduk bersandar dikepala tempat tidur sambil memainkan ponsel miliknya,sedangkan Ningsih masih berdiri disana,ia bingung harus ngapain,rasanya ingin sekali ia mengganti pakaian yang kurang bahan itu sekarang juga,karna menurutnya suaminya tidak tergoda sama sekali,ia tidak tau saja kalau sejak tadi Tejo terus memperhatikannya dari ekor matanya.


''Kenapa kamu masih berdiri disitu?tudurlah sudah malam!" ucap Tejo sok cuek,namun dalam hatinya berdebar tidak karuan,tubuhnya panas dingin melihat penampilan sang istri.


Ningsih yang nendengar ucapan suaminya langsung melangkakn kakinya menuju tempat tidur,ia merangkak melewati suaminya,karna tempat tidur yang biasa ia tempati berada disisi samping tembok,makanya Ningsih harus melewati suaminya terlebih dahulu jika ingin menuju sisi tempat tidurnya.


Tejo berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan,apa lagi saat melihat bo*kong istrinya yang putih dan mulus itu,rasanya ia ingin sekali meremasnya,

__ADS_1


''Abang lagi liat apa?''tanya Ningsih yang masih berusaha mencari perhatian suaminya.


''Liat-liat sosmet aja,''jawab Tejo sambil menscrol layar ponselnya kebawah,sebenarnya ia sudah sangat tidak tahan lagi, Tejo sudah sangat tergoda,namun ia masih mencoba untuk bertahan dengan masih bersikap cuek pada sang istri,walaupun itu menyiksanya,Tejo ingin lihat sejauh apa istrinya itu akan menggodanya.


Namun dalam hati Ningsih mendengus kesal,suaminya itu emang keras kepala ia masih saja mempertahankan ego nya,yang jelas-jelas sangat terlihat mati-matian menahan gejolak bi*rahinya,


...''Sial,kenapa hasratku semangkin menjadi,Ningsih begitu sangat menggoda ingin sekali rasanya aku melahap habis,andai saja kami tidak bertengkar.''...


Ucap hati Tejo,mengumpat dalam hati.


''Ternyata bang Tejo sama sekali gk tergoda sama penampilan aku,huuuh...sebaiknya aku tidur saja lah,dari pada dicuekin seperti ini.''


Batin Ningsih yang mulai menggeser tubuhnya menjauh dari suaminya,namun saat ia hendak berbaring tiba-tiba tangannya ditarik oleh Tejo.


''Adek sengaja pakai baju kurang bahan kayak gini?mau mencoba menggoda abang?gitu?''tanya Tejo dengan tatapan tajam


''Kalau iya kenapa?tapi kayaknya juga percuma,toh abang aja gk tergoda.''jawab Ningsih


''Siapa bilang abang gk tergoda,sejak tadi abang mati-matian menahan hasrat abang,emangnya adek gk liat tonjolan dibawah sana udah bangun sejak tadi?''ucap Tejo sambil mengarahkan matanya kebagian celananya.


Ningsih tersenyum mengejek saat melihat benda pusaka suaminya memang sudah berdiri tegak,tapi kenapa ia tak menyadarinya sejak tadi.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2