Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Berkunjung


__ADS_3

Sepanjang jalan Aldi terus saja menggerutu,hingga tak terasa motor yang ia ditumpangi akhirnya sampai ditempat tujuan.


Tepat pukul sembilan Aldi sampai ditujuan,setelah memarkirkan motornya Aldi langsung kerumah salah satu warga yang anaknya ingin disunat.


***


Ditempat lain..


Saat ini Kinan sedang bersiap karna ia akan pergi kerumah orang tuanya untuk berkunjung.


''Ayah hari ini aku mau pergi kerumah emak,mungkin pulangnya agak malaman soalnya ada acara dirumah uwak.''jelas Kinan.


''Yasudah,kamu hati-hati ya!" ucap pak Pardi yang diangguki Kinan


Setelah berpamitan Kinan langsung keluar menuju teras,yang kebetulan ojek yang ia pesan juga sudah datang.Sebenarnya Kinan masih kesal dengan suaminya,tapi yasudahlah,lagi pula Aldi mana berani membantah ucapan ibunya.


Setelah menempuh perjalanan dua puluh lima menit akhirnya Kinan sampai juga dikediaman emak Lasmi.Setelah membayar ongkos ojek, Kinan langsung menuju rumah dimana dulu ia telah dibesarkan.Kinan menatap lekat bagunan sederhana yang hanya berdindingkan papan kayu,dengan pagar bambu disekelilingnya.


''Kinan,''panggil seseorang dari arah belakang,dan Kinan yang mendengar namanya dipanggil reflek membalikan tubuhnya.


''Bang Rendy,''ucap Kinan setelah tau siapa yang tadi memanggil namanya.


''Kamu ngapain disini?''tanya Rendy


''Sebenarnya ini adalah rumah emak aku bang,dan hari ini aku datang mengunjunginya,abang sendiri dari mana?''tanya balik Kinan.


''Saya,maksudnya abang dari rumah saudara dan ini mau berangkat kerja sekalian.''jawab Rendy.


Kinan hanya mengangguk tanda mengerti,namun tiba-tiba Kinan kembali dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggil namanya.


''Kinan,kamu ngapain disitu?''tanya wak Imah yang keluar dari rumahnya.


''Yasudah abang diluan yang Kinan.''ucap Rendy sambil tersenyum.


''Iya bang,hati-hati.''jawabnya


''Siapa laki-laki tampan itu Kin?sepertinya dia menyukaimu.''ucap wak Imah asal

__ADS_1


''Ck,uwak ini ada-ada aja,ya gk mungkin lah wak,dia itu seorang dokter,mana mau dia sama aku.''jawab Kinan yang meladeni godaan uwaknya.


''Emangnya kalau dokter itu mau,kamu bersedia?''goda wak Imah lagi sambil menaik turunksn alisnya.


''Uwak apaan sih,lagi pula dia itu temannya bang Aldi wak.''jawab Kinan


''Kenapa rupanya kalau dia teman Aldi?kan bisa dijadiin cadangan.''jawab wak Imah yang semangkin ngelantur bagi Kinan


''Udah ah, wak! oya emak mana wak?kok kayaknya rumah sepi?''tanya Kinan sambil matanya menatap kearah rumah emaknya.


"Ada lagi dirumah Bik Jum, kan anaknya mau nikah nanti malam.


"Itu juga aku tau wak, ku kira emak masih dirumah, yasudah yuk kita kesana!" ucap Kinan,yang diangguki wak Imah.


***


Saat ini Aldi sedang membujuk seorang anak yang tak mau disunat, karna ibu dari anak itu sejak tadi tak bisa membujuknya akhirnya Aldi yang turun tangan.


"Adek di sunat gk sakit kok, cuma seperti digigit semut saja." ucap Aldi bersaha membujuk anak tersebut.


"Emangnya teman kamu bilang kalau burung milik dia itu habis setelah di sunat?enggak kan? lagian ya, om hanya potong ujungnya saja kok, sedikiiittt aja, percaya deh sama om, itu tidak akan sakit." bujuk Aldi lagi.


"Asep benar tu yang dibilang pak Mantri, sakitnya cuma kayak digigit semut aja, benar kan pak mantri? ucap sang ibu


"Tapi Asep kan takut mak,kata Joni sakit.Huhuhu..huhu.."terdengar tangisan dari mulut Asep,karna takut disunat.


"Loh, kok jadi nangis sih Sep,, om aja dulu gk nangis waktu disunat dulu,masa jadi anak cowok nangis hanya karna takut disunat sih,, entar malu loh, didengar cewek diluar sana." goda Aldi


Dan ternyata ucapan Aldi barusan mampu untuk membuat tangisan Asep berhenti, membuat Aldi dan ibunya Asep saling pandang, sedetik kemudian mereka tersenyum bersamaan.


"Jadi gimana, Asep mau kan disunat?tanya Aldi lagi.


"Iya deh om,tapi benerankan gk sakit? janji ya om. ucapnya lagi.


" Iya om janji, om akan pelan pelan, yasudah yuk kita bisa mulai sekarang kan? tanya Aldi memastikan.


Asep mengangguk tanda setuju, dan pada akhirnya Aldi pun berhasil melakukan tugasnya sebagai Mantri desa, yang selain bertugas untuk mengobati orang sakit, Aldi pun merambat sebagai seorang Ahelet, atau biasa dikenal sdengan sebutan tukang sunat. Selama menjalani profesi sebagai Ahelet, banyak suka duka yang dialami oleh Aldi, dari mulai anak yang histeris saat akan disunat atau pun banyak drama yang harus dilaluinya terlebih dahulu.

__ADS_1


***


Saat ini Aldi sedang dalam perjalanan menuju klinik,setelah sebelumnya sempat tadi ia melakukan tugasnya sebagai Mantri.


Kini motor yang ia tumpangi sudah sampai dimana klinik tempat ia bekerja sekarang.Setelah memarkirkan motornya Aldi langsuk melangkahkan kakinya menuju klinik.belum masuk,Aldi menatap parkiran dimana biasanya tempat Fitri memarkirkan kendaraannya,kaena biasanya Fitri selalu datang diluan sebelum Aldi datang.


''Apa dia tidak masuk hari ini.''


Ucap batin Aldi,kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya.Sampai didalam beberapa pasien sudah menunggu didalam,namun Aldi madih belum melihat Fitri.


''Kalau Fitri belum datang,bagai mana mereka bisa masuk.''gumam Aldi.


''Bang Aldi sudah datang?''ucap seorang perempuan.


''Mba Maya,sudah bisa masuk lagi?''tanya Aldi


''Iya bang,lagian anak ku juga ada yang jaga kok dirumah,makanya sekarang sudah bisa kerja lagi.''jawab perempuan yang bernama Maya.


Maya adalah salah satu perawat yang bekerja diklinik Aldi selain Fitri,namun Maya sudah lama tidak masuk bekerja,bahkan Aldi mengira saat itu Maya sudah tidak ingin bekerja lagi.


''Saya kira mba Maya sudah tidak mau bekerja diklinik ini lagi.''ucap Aldi


''Hehe,,maaf bang Al,soalnya kemarin-kemarin belum tega ninggalin anak aku,dan lagi belum ada yang jagain,tapi kalau sekarangkan sudah ada.''jawab Maya.


''Oya mba,apa Fitri belum datang?''tanya Aldi


''Belum bang,ku pikir bareng bang Aldi datangnya.''jawab Maya


Sebenarnya Maya lebih tua dua tahun dari Aldi,namun Maya lebih suka memanggil Aldi dengan sebutan abang,sama dengan panggilan Fitri padanya,dan Aldi sama sekali tidak mempermasalahkannya.


SEDANGKAN DITEMPAT LAIN..


Saat ini Fitri sedang duduk bersantai dikamar kosan miliknya,sepertinya hari ini dia akan menghabiskan waktunya dirumah saja,rasa sakit dihatinya karna penolakan Aldi sepertinya masih sangat terasa dihatinya.


''Bagai mana pun caranya aku akan membuat bang Aldi jadi milikku.''gumam Fitri


TBC

__ADS_1


__ADS_2