Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Kecelakaan


__ADS_3

Rendy memejamkan matanya saat adik kecilnya merasakan anak gunung milik Kinan, walapun masih terhalang kain tipis berbentuk segitiga namun Rendy masih bisa merasakan betapa hangat dan empuknya gumpalan daging yang mirip kerang tersebut.


''Bang,kok tutup mata sih, liat aku dong!" ucap Kinan sambil menggesekan dua daging yang berada dibawah sana.


''Eeuuhhgg,'' lenguh Rendy saat merasakan kenikmatan dari gesekan yang diciptakan Kinan


Kinan tersenyum saat menyadari batangan Rendy sudah sangat mengeras.Sedangkan Rendy yang juga mulai bergairah langsung menci*um bibir tipis Kinan, pemuda itu menghisap,menyedot bibir Kinan dengan rakus.Namun saat Rendy hendak membuka pengait br*a milik Kinan tiba-tiba pintu kamar didobrak secara paksa,dan munculah Aldi dengan wajah yang sudah memerah penuh dengan kemarahan.Dengan cepat Aldi langsung menarik tangan Kinan dan segera membawanya keluar dari kamar tersebut.


''Kinaaann....,,'' teriak Rendy, bersamaan dengan itu ia pun terbangun dari tidurnya.


''Hanya mimpi, tapi kenapa terasa begitu nyata,'' gumam Rendy sambil menyentuh batangannya yang sudah menegang.


''Oh,Kinan kenapa harus kamu wanita itu,bagai mana aku bisa mencintai istri orang.'' gumam Rendy frustasi sambil meraup wajahnya kasar.


Sedangkan dikamar yang berbeda saat ini Kinan sedang tertidur dengan lelapnya,namun ia terbangun saat merasakan ada yang menyentuh payu*daranya.


''Sshhh,,aahh...bang Al,'' gumam Kinan saat melihat suaminya sedang bermain dengan pucuk gunung kembarnya.


Sebenarnya Aldi sudah tertidur dan sempat bermimpi,didalam mimpi nya itu Aldi nelihat istrinya sedang bermesraan bersama seorang pria, Aldi meradang saat melihat pemuda tersebut menyentuh istrinya,apa lagi saat itu pria tersebut hendak membuka tali br*a milik Kinan,disitulah Aldi menarik tangan Kinan kuat,dan memberi bogeman pada pria tersebut yang tidak ia tau wajahnya,setelah pria itu tersungkur,Aldi lalu membawa Kinan keluar dari kamar tersebut,dan disaat bersamaan itu ia terbangun dari tidurnya.


Aldi meraup kasar wajahnya,lalu melihat Kinan yang saat itu masih tertidur nyenyak disampingnya.


''Siapa pria dalam mimpiku itu, kenapa aku merasa seperti mengenalnya,,dan kenapa juga aku bisa bermimpi seperti itu?'' gumam Aldi.


''Tidak akan pernah ku biarkan siapun sampai menyentuh apa yang sudah menjadi milikku.'' ucap nya pelan,sambil mera*ba tubuh istrinya.


Kinan tetus menikmati permainan yang Aldi berikan,desa*han dan lenguhan salih sahut menyahut dari bibir keduanya,bagai irama melodi yang terdengar syahdu ditelinga mereka dan tentunya semangkin membuat keduanya terbakar gairah.Setelah sama-sama terpuaskan Aldi langsung membawa Kinan dalam pelukannya.


''Abang kenapa hem?'' tanya Kinan yang merasa suaminya sangat posesif saat memeluknya seolah tak ingin mau melepaskannya.


''Tadi abang bermimpi buruk,dalam mimpi abang, kamu sedang bersama dengan seorang pria,namun abang tidak tau siapa dia karna abang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.'' ucap Aldi


''Bang,mimpi adalah bunga tidur,kalau kita mempercai mimpi itu sama artinya kita menduakan Tuhan, jadi abang jangan terlalu mikirin mimpi itu ya,aku gk akan kemana-mana, lagi pulankan aku petnah bilang sama abang,apa pun yang terjadi aku gk akan pergi dari abang kalau gk abang sendiri yang menginginkannya.'' ucap Kinan,entah kenapa ada persaan sedih dalam hatinya saat mengatakan itu.


''Dan abang juga pernah bilang sama adek,kalau abang gk akan pernah membiarkan adek pergi dari hidup abang.'' jelas Aldi

__ADS_1


*


*


*


''Dek,abang berangkat dulu ya?'' ucap Toni sambil mengeluarkan motornya dari dalam rumah.


''Iya,jangan lupa belikan pesananku nanti bang,awas ya kalau sampai lupa lagi.'' ancam Wati


''Iya-iya,bawel amat sih jadi binik.'' gerutu Toni,sambil mengengkol motornya kemudian langsung pergi melesat meninggalkan kediamannya.


Saat setengah perjalanan tiba-tiba rem motor milik Toni blong membuat toni panik dan tiba-tiba kehilangan keseimbangan,dan akhirnya motornya menabrak pohon yang ada dipinggir jalan.


Braaakk....


Motor yang Toni tumpangi terjatuh tepat dibawah pohon tersebut,kaki dan tangannya juga terlihat mengeluarkan darah,beruntung lukanya tidak terlalu parah.


Kebetulan jalan yang ia lewati lumayan sepi,hingga ia tak bisa meminta tolong pada siapapun.


Dari kejauhan Toni melihat ada kendaraan yang lewat sebisa mungkin Toni berteriak meminta tolong.


Pengendara motor yang melihat langsung mengarahkan motornya dimana saat ini Toni berada.


''Loh,bang Toni,'' ucap orang tersebut yang tetnyata adalah Fitri


''Fit,tolongin abang!'' pinta Toni,saat tau kalau pengendara tersebut adalah Fitri teman istrinya.


I-iya bang,'' ucap Fitri sambil turun dari motornya setelah itu mendekati Toni untuk melihat kondisinya.


''Abang terluka,gimana kalau abang ku bawa kerumahku saja,kebetulan dirumah ada kotak P3k,kalau keklinik masih agak jauh,takutnya lukanya terkena debu jadi kermahku saja ya?'' tawar Fitri,yang diangguki oleh Toni


Saat ini Toni sudah berada dikosan milik Fitri,motornya juga sudah berada dibengkel terdekat,karna tadi Fitri sempat minta tolong pada warga sekitar.


''Sebentar ya bang,aku ambil dulu obatnya.'' ucap Fitri sambil berlalu.

__ADS_1


Toni memperhatikan tempat tinggal teman dari istrinya tersebut,kosan yang lumayan besar kalau hanya ditempati sendirian.


''Bang sini biar aku bersihin dulu lukanya.'' ucap Fitri,sambil menggulung celana yang digunakan Toni


''Toni terus memperhatikan apa yang dilakukan Fitri pada luka yang ada dikaki dan tangannya.


''Ternyata kalau diperhatikan Fitri cantik juga.


Ucap batin Toni.


''Selesai.'' ucap nya membuat Toni tersadar dari lamunannya.


''Ah iya, sekali lagi abang ucapkan terimakasih ya Fitri.'' ucap Toni yang merasa terbantu dengan pertolongan Fitri


''Sama-sama bang.


Jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi,Toni dan Fitri sudah sama-sama terlambat untuk datang ketempat kerja.


''Maaf ya karna abang kamu hari ini gk masuk kerja.'' ucap Toni yang merasa tak enak.


''Iya gpp bang,oya abang udah kasih tau Wati kalau abang mengalami kecelakaan?atau biar aku saja yang hubungi dia gimana?''tawar Fitri


''Sebaiknya gk usah,lagi pula luka abang juga gk parah,abang gk mau dia khawatir.'' ucap Toni


Fitri menangguk paham


''Bang Toni ganteng juga ternyata,kalau diperhatikan


Batin Fitri sambil terus memperhatikan wajah Toni.


''Sebaiknya abang istirahat saja dulu,aku tinggal kebelakang sebentar ya.'' ucap Fitri kemudian beranjak menuju kamarnya.


Fitri mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian santai, yang baru ia ambil dalam lemari,Fitri membuka kancing bajunya satu persatu hingga menyisakan br*a nya saja,setelah itu ia juga membuka rok yang ia gunakan hingga menyisakan cd, ia lupa kalau dirumah itu bukan hanya dirinya sendiri,bahkan pintu kamar nya ia juga lupa menutupnya


TBC

__ADS_1


__ADS_2