Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Kinan Cemburu


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah mertuanya Wati terlihat sangat gelisah,ia mondar mandir didepan pintu kamar menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


''Kamu kenapa dek?''tanya Toni setelah keluar dari kamar mandi


''Eemm, gpp kok bang.''jawabnya, namun masih saja membuat Toni penasaran sebab istrinya itu masih terlihat gelisah.


''Kamu jangan bohong sama abang,sejak pulang dari rumah ibu tadi kamu jadi kayak gini,kamu kenapa?apa ada masalah?''tanya Toni lagi


''Sebenarnya bang,aku juga ingin beli perhiasan kayak punya mba Ningsih,abang mau gk belikan kayak gitu juga? ya bang ya..''rengek Wati pada suaminya.


''Tapi kamu kan tau, kalau abang belum gajian dek,masih dua minggu lagi, lagian kan kita juga mau bayar hutang sama bang Tejo,soal servis motor kemarin yang belum di bayar.''jelas Toni


''Ck,abang ini emang gk bisa nyenengi hati istri.''rajuk Wati sambil berlalu menuju kamarnya.


''Penyakit lama kumat lagi.''gumam Toni,penyakit yang dimaksud oleh Toni adalah penyakit iri hati yang dirasakan istrinya kepada orang lain.


Sementara itu didalam kamar Wati sedang menggerutu kesal, Wati berpikir kenapa ia juga tidak bisa mempunyai barang yang dimiliki oleh Ningsih


''Pokoknya aku juga harus punya perhiasan seperti itu,masa aku kalah sama mba Ningsih.''gumam Wati kesal


''Kamu kenapa kusut gitu mukanya?udah kayak cucian gk disetrika tau gk.''seloroh Tejo pada Toni


''Wati bang,seperti biasa pantang kalau liat orang pakai perhiasan pasti kepengen juga.''ucap Toni


''Ya tinggal dibelikan juga apa susahnya.''jawab Tejo


''Beliinnya gampang bang,yang susahnya itu duitnya,aku aja gajian baru dua minggu lagi,itu pun utang udah pada ngantri termasuk sama abang.''jawab Toni


''Ya kalau memang kamu ingin membelikan dulu perhiasan untuk istrimu ya gpp,pakai aja dulu.''ucap Tejo


''Gk ah bang,biarin aja nanti lama-lama dia juga lupa,dan gk akan merengek lagi.''ucap Toni


''Terserah kamu ajalah,tapi nanti kalau memang sudah gk bisa dikondiskan sebaiknya pakai aja gk masalah kok!" ucap Tejo


''Iya bang,''jawab Toni merasa tidak enakan.


Sedangkan dikediamannya bu Retno sedang menggerutu tak jelas,mengomentari sendiri tentang perhiasan yang digunakan oleh menantunya tadi.


''Ada uang dibelikan emas,apa dia gk tau kalau dijual potongannya berapa per gram,pasti banyak rugi nanti.''monolognya

__ADS_1


Bu Retno memang sayang pada menantunya Ningsih dan Wati namun kalau sudah menyangkut untuk membeli barang atau perhiasan bu Retno pasti orang pertama yang akan memprotesnya,karna menurutnya lebih baik uangnya disimpan saja di bank untuk ditabung,dari pada harus di poya-poya kan seperti itu.


''Ibu ini kenapa ngomong sendiri sih?''tanya pak Pardi yang tiba-tiba keluar dari kamar


''Gpp yah,''jawab bu Retno


Namun tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu.


Tok-tok-tok..


''Assalamu'alaikum..''ucap suara seseorang dari luar.


''Wa'alaikum salam..''jawab bu Retno sambil melangkahkan kakinya menuju pintu depan.


Ceklek,terdengar suara pintu terbuka


Kening bu Retno berkerut saat melihat tamu yang ada didepannya saat ini,seorang wanita dengan berpenampilan modis sambil membawa bingkisan.


''Maaf adek ini cari siapa ya?''tanya bu Retno yang merasa tidak mengenal wanita tersebut.


''Perkenalkan bu,nama saya Lia saya temannya bang Aldi apa benar ini rumahnya bang Aldi?''tanya wanita tersebut yang ternyata adalah Lia sepupu dari Rendy


''Pak,''sapa Lia sambil tersenyum ramah.


''Iya,kamu cari siapa?''tanya pak Pardi


''Saya sepupunya bang Rendy buk,pak, saya kesini mau ketemu bang Aldi sekalian silahturahmi sama keluarga,oya ini ada sedikit oleh-oleh dari saya bu,''ucap Lia sambil menyerahkan bingkisan pada bu Retno.


''Ah,iya terimakasih mari masuk!" ucap bu Retno sambil mempersilahkan Lia masuk.


''Terimakasih bu,pak.''ucap Lia


''Silahkan duduk dulu,sebentar biar ibu panggil Aldi dulu.''ucap bu Retno sambil berlalu nenuju kamar Aldi dan Kinan.


Sedangkan didalam kamar Kinan masih saja bersikap cuek pada Aldi hingga sekarang, Aldi yang tak tau dimana salahnya akhirnya memutuskan untuk bertanya pada sang istri,namun saat ia hendak mengeluarkan suaranya tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk.


''Al, ada yang cari kamu itu diluar.''ucap bu Retno dari luar pintu kamar.


''Iya bu.''jawab Aldi,sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.

__ADS_1


Sedangkan Kinan yang saat itu berpura sibuk dengan ponselnya melirik kearah suaminya yang keluar begitu saja meninggalkannya sendiri.


''Siapa yang cari aku bu?''tanya Aldi setelah membuka pintu kamarnya.


''Ibu gk tau,katanya dia sepupunya Rendy,kamu kenal?''tanya bu Retno


''Lia maksud ibu?''tanya Aldi lagi memastikan


''Iya ,namanya Lia,kamu mengenalnya?''


''Iya bu,dia itu bekerja dirumah sakit yang sama dengan Rendy.''jelas Aldi


''Maksudmu dia seorang dokter?''tanya bu Retno penasaran.


''Bukan,tapi dia seorang suster.''jawab Aldi


''Apa suster itu semacam perawat juga Al?''tanya bu Retno antusias


''Iya, suster itu kata lainnya adalah perawat buk.''jawab Aldi


''Yasudah sebaiknya kita kesana sekarang!" ajal Aldi sambil melangkahkan kakinya menuju ruang tamu,diikuti bu Retno dari belakang,entah kenapa senyumnya tiba-tiba terbit,


''Emangnya siapa sih yang datang?kok bang Aldi langsung pergi gitu aja.''gumam Kinan yang semakin merasa bette pada suaminya.


Karna merasa penasaran akhirnya Kinanpun langsung keluar dari kamar untuk melihat siapa tamu yang dimaksud ibu mertuanya itu.Saat Kinan keluar ia mendengar suara tawa dari ruang tamu,mendengar itu membuat Kinan semangkin penasaran,dari ruang tengah Kinan dapat melihat siapa yang datang saat ini.


''Lia,diakan sepupu bang Rendy,apa ibu juga mengenalnya,kenapa mereka terlihat begitu dekat.''gumam Kinan,yang melihat sang ibu mertua tertawa bersama dengan Lia,entah apa yang mereka bahas hingga membuat bu Retno sampai tertawa seperti itu.


''Masa Aldi kayak gitu sama kamu nak Lia?''tanya bu Retno saat mendengar cerita Lia mengenai Aldi yang saat itu terkena kotoran kerbau waktu bermain disawah bersama nya dan Rendy,dan dengan sengaja menempelkan kotoran tersebut dipakaian yang dikenakan oleh Lia saat itu.


''Iya bu,bette sekali aku saat itu.''ucap Lia namun sambil melirik kearah Aldi


''Sudahlah bu,Lia kamu kenapa menceritakan hal memalukan itu,itu kan sudah kama sekali.''ucap Aldi memprotes Lia.


''Iih,Aldi biarin lah itutu lucu bagi ibu.''ucap bu Retno,yang masih sambil diiringi dengan tawa.


Tak jauh dari mereka Kinan terus memperhatikan interaksi ketiga orang tersebut,apa lagi suaminya Aldi sepertinya Kinan melihat Aldi sangat lepas tertawa bersama Lia,jujur saja ada rasa cemburu dihati Kinan saat melihat kedekatan mereka.


TBC

__ADS_1


__ADS_2