
Kinan menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa sepupunya itu dari awal hingga masuk rumah sakit.
''Lalu kenapa emak tidak memberi kabar pada kita?kalau gini kan abang merasa tidak enak,dikira nanti tidak perduli dengan keluarga lagi,''ucap Aldi yang memang benar adanya.
''Aku juga sudah tanya begitu sama emak,tapi mereka bilang mereka lupa memberitahukan ini sama kita karna merasa panik.''jelas Kinan lagi.
''yaudah,besok lusa kita akan jenguk Arul dirumah sakit,ajak ayah dan ibu seklian,abang gk enak rasanya kalau tidak datang kesana.''ucap Aldi
''Iya bang,terserah abang aja,''
Setelah sempat ngobrol sebentar tadi.Kinan pun segera mengambilkan makanan untuk suaminya.
Sedangkan dirumah yang masih sama,namun tempat yang berbeda bu Retno Wati dan Fitri masih betah bercerita,bu Retno terlihat antusias saat mengobrol dengan Fitri.
''Ternyata Fitri ini orangnya sangat menyenangkan,udah baik, seorang perawat lagi,sayang sekali aku terlambat mengenalnya,kalau tidak pasti kemarin sudah aku jodohkan dia dengan Al.
''Nak Fitri ini sudah punya pacar?''tanya bu Retno
Sebelum menjawab pertanyaan bu Retno,terlihat Fitri dan Wati saling melirik.Setelah melihat anggukan dari Wati,Fitri pun kembali menatap kearah bu Retno.
''Belum buk,sebenarnya dulu aku kan suka nya sama bang Aldi,karna dia sudah punya pacar saat itu makanya aku gk berani ngungkapkan perasaanku sama dia.''jelas Fitri,dengan nada dibuat sesedih mungkin agar bu Retno iba melihatnya.
''Benarkah?kenapa tidak berusaha merebutnya kemarin?lagi pula kan masih pacaran belum menikah,tapi apa sekarang kamu masih menyukai anak ibu?''tanya bu Retno lagi.
Namun sebelum Fitri kembali menjawab,Wati sudah dulu menyelanya
__ADS_1
''Asal ibu tau ya buk,kemarin Fitri bilang sama aku,kalau dia gk rela kalau Aldi menikah sama Kinan,dan dia juga bilang kalau dia masih sangat cinta sama Aldi,padahal kan buk aku sudah nyarani dia untuk nyari laki-laki lain tapi tetap saja dia gk mau buk.''cerocos Wati
Saat Wati terus berbicara,Fitri terus menendang kaki Wati dari bawah,bermaksud agar teman durjananya itu mau menghentikan ucapannya,nanum bukannya berhenti,Wati justru semangkin memberitahukan tentang keinginannya untuk tetap mengejar cinta Aldi walaupun sekarang Aldi sudah berumah tangga.Hilang sudah harga dirinya didepan bu Retno,Fitri sangat merutuki kebodohan temannya itu karna sudah memberitahu tentang keinginannya pada bu Retno.Fitri terlihat melototkan matanya pada Wati,namun yang dipelototi terlihat santai tanpa dosa,seperti tidak terjadi apa-apa,berbeda dengan Fitri,wanita itu merasa sangat malu,ia terus saja menunduk,tidak berani menatap wajah bu Retno,rasanya dia sudah tidak punya muka untuk hanya sekedar berbicara.Apa lagi bu Retno terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu,mungkin setelah ini bu Retno akan menyuruhnya untuk melupakan perasaannya pada Aldi,atau lebih parahnya mungkin saja setelah ini dia akan diusir dari rumah ini sekarang,begitulah yang ada dalam pikiran Fitri saat ini.
''Apa benar kamu masih mencintai anak ibu Aldi?''tanya bu Retno serius
''Itu sebenarnya i iya buk,aku masih menyukai bang Al sampai sekarang,maafkan aku buk,tapi kalau ibu menyuruhku untuk melu...,''
''Teruslah berjuang!" ucap bu Retno,membuat Fitri mengerjab kan matanya berulang kali.
''Apa yang ibu bilang barusan?''tanya ulang Fitri,rasanya telinganya tadi kemasukan kotoran hingga ia harus bertanya ulang tentang apa yang dikatakan oleh bu Retno tadi.
''Maksudnya.ibu gk masalah kalau kamu masih menyukai anak ibu Aldi,itukan hak setiap orang,lagi pula sejujurnya ibu kurang suka dengan istrinya Aldi.''ucap bu Retno,membuat senyum Fitri seketika mengembang.
***
''Gila kamu ya Wat! hampir buat aku jantungan tau gk,pakai acara bilang kalau aku masih suka lagi sama bang Al,''ucap Fitri
''Loh emang kenyataannya kamu masih suka kan sama Aldi?''tanya balik Wati
''Hehe iya sih,tapi gk mesti juga kan kamu buat aku kehilangan muka didepan bu Retno.''ucap Fitri yang masih belum terima dengan sikap sahabatnya itu.
''Sudah tenang aja,aku udah memperhitungkannya kok, terbuktikan, dia bukannya marah, mahan menyarankan kamu untuk tetap berjuang, padahal kan jelas-jelas kalau Aldi sudah menikah. kamu santai aja Fit,,aku tau kayak mana sifat ibu,setelah ini ia pasti akan kepikiran terus,soalnya ibu itu kan terobsesi banget punya mantu perawat ataupun bidan,jadi pasti setelah ini dia gk akan bisa tidur dengan tenang.''ucap Wati sambil cekikikan.
''Dasar mantu durjana kamu.''ucap Fitri yang seketikan mendapat lemparan bantal sofa dari Wati.
__ADS_1
Dan benar saja,saat ini bu Retno sedang termenung sambil duduk ditepi tempat tidur,saat ini ia terus berpikir kenapa dulu dirinya terlalu cepat mengijinkan Aldi untuk menikahi Kinan.
''Ibu kenapa melamun magrib-magrib gini? jangan-jangan belum sholat lagi ya?''tanya pak Pardi.
''Udah yah,''jawab bu Retno singkat
''Terus tu kenapa muka ditekuk kayak gitu?
''Ibu hanya mikir,kenapa dulu ibu cepat sekali memberi restu pada Aldi untuk menikahi si Kinan itu.''sesal bu Retno
''Astaga ibu! kok bisa-bisa nya berkata seperti itu,semua itu sudah diatur sama yang Maha Kuasa buk,itu semua takdir,ibu tidak boleh menentang takdir buk.''ucap pak Pardi yang tidak habis pikir dengan pikiran istrinya ini.
''Tapi ibu maunya punya mantu yang sama levelnya yah,sepertinya Fitri wanita yang baik deh yah, gimana kalau kita jo...,,''
''Buk! ayah gk mau ibu itu punya pikiran yang macam-macam ya! sudah lah,mendingan ayah keluar saja,punya istri bikin kesal saja bisanya.''gerutu pak Pardi sambil melangkah kan kakinya keluar dari kamar.
''Iih,,dasar ayah ini,kenapa sih dia suka sekali punya menantu kayak Kinan,yang taunya hanya jualan dipasar udah kayak tukang sayur aja.''ucap bu Retno mengomel sendiri.
Keesokan harinya..
Seperti biasa Kinan sudah menyelesaikan tugasnya sebagai menantu yang tinggal dirumah ibu mertua.Dari membersihkan rumah,memasak dan lain sebagainya.Bahkan Kinan masih menyempatkan diri untuk membuat kue yang diinginkan ayah mertuanya sejak kemarin.Yang kini sudah tersaji diatas meja,ditemani dengan secangkir teh manis hangat.
Semenjak ada Kinan,bu Retno tak pernah lagi bangun pagi-pagi hanya untuk membuat sarapan atau pun mengerjakan pekerjaan rumah,setiap selepas shubuh bu Retno pasti kembali kekamarnya untuk melanjutkan tidurnya. karna ia tau semua perkerjaan rumah pasti sudah dilakukan oleh menantunya itu, meski pun begitu ia tetap saja memandang sebelah mata padanya.
NEXT
__ADS_1
**TOLONG KASIH DUKUNGANNYA DONG SAMA AUTHORNYA 😢BIAR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA😊
LIKE AND KOMENNYA SELALU AUTHOR NANTIKAN..🤗😘**