
HAPPY READING.....
ADEGAN WIK-WIK MASIH BERLANJUT YA GUYS,BAGI ANAK DIBAWAH UMUR SEBAIKNYA DI SKIP AJA YA....
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
''Apa kamu suka sayang?'' tanya Aldi sambil menatap wajah istrinya yang masih menikmati sisa-sisa kenikmatannya.
''Iya bang,aku suka sekali,apa lagi waktu abang menjilati bagian intiku,aku sangat terang*sang dan juga merasa ber*gairah.'' jawab Kinan sedikit malu.
Sebenarnya Kinan sangat malu saat menjelaskannya,namun ia harus mengatakannya agar ia bisa merasa terpuaskan,karna Aldi pernah bertanya padanya bagian mana yang paling disukai Kinan kalau ia sentuh,awalnya Kinan tak ingin mengatakannya, karna ia merasa sangat malu jika harus mengatakannya langsung.Namun Aldi berkata padanya kalau keduanya harus saling jujur agar sama-sama bisa terpuaskan.
''Kita lanjut sayang.'' ucap Aldi sambil melu*mat bibir Kinan,dan tangannya kembali memilin pu*ting Kinan yang kembali mengeras,bahkan tangan yang satunya sudah mendarat dibagian sensitif sang istri.
Lidah Aldi terus bermain didalam rongga mulut sang istri,lidah mereka saling membelit,dan juga saling bertukar saliva.Tangan kiri Aldi bermain dilubang kenikmatan Kinan,memasukan jari tengahnya kedalam sana.
''Sangat basah sayang.''bisik Aldi
Kini Aldi sudah memposisikan batangannya digoa kenikmatan Kinan,sebelum memasukannya Aldi memberi memanasan dulu pada batangannya sebelum melanjutkan olah raga mereka.
Aldi menggesekan pistol airnya dibagian belahan kerang milik Kinan,membuat sensasi tersendiri bagi Kinan.Setelah itu Aldi langsung memasukan pistol airnya kedalam lubang kenikmatan istrinya.Setelah batangan Aldi masuk seluruhnya kedalam goa milik Kinan, perlahan ia mulai memaju mundurkan batangan miliknya,perlahan namun pasti Aldi terus menggerakan pinggulnya maju-mundur membuat daging yang saling bertabrakan itu menghasilkan bunyi.
Plok
plok
plok
Suara yang dihasilkan dari dua daging yang saling bergesekan itu semangkin nyaring.Membuat gairah keduanya semangkin memuncak.
''Oh,ini sangat nikmah bang,lebih cepat sayang!" racau Kinan sambil menarik wajah Aldi agar dapat menci*um bibirnya.
Pergulatan terus berlangsung diantara keduanya,saling melu*mat saling membelitkan lidah.
''Ssshhhh aahhhh...punya kamu sangat sempit dan menggigit dek,aahh...''racau Aldi yang semangkin melajukan gerakan pinggulnya.
__ADS_1
Aldi merasa miliknya diurut oleh milik Kinan,mereka terus melakukan olah raga sore yang kini sudah berganti malam, keduanya hanyut dalam kenikmatan dunia yang mereka ciptakan sendiri
SEMENTARA DITEMPAT LAIN..
Didalam rumah sakit terbesar yang ada didaerah tersebut,Rendy sedang termenung didalam ruangannya,jam kerja sudah selesai satu jam yang lalu,namun pemuda itu masih betah berada didalam ruangannya tersebut,entah apa yang dipikirkannya.
''Astaga,kenapa aku tidak bisa menghapus bayang-bayang Kinan dari kepalaku.
''Tuhan,kenapa sekalinya aku kembali menyukai seorang wanita,kenapa harus istri orang,'' gumam Rendy,sambil mengacak rambutnya prustasi.
Semenjak kemarin, Rendy terus saja terbayang wajah Kinan,setiap ia melakukan suatu apapun, ia selalu kepikiran dengan wanita itu,untung saja saat jadwal oprasi ia bisa berkonsentrasi dengan baik,kalau tidak sudah dipastikan oprasinya itu akan gagal,akibatnya akan membahayakan nyawa orang didalam ruangan tersebut.
''Kinan,aku sangat merindukanmu.''
Ucap hati Rendy.
Rendy menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya yang kini sudah menunjukan pukul tujuh malam,kemudian Rendy meraih ponsel miliknya yang sejak tadi sore belum ada ia lihat.
''Aldi menelpon,ada apa?'' gumam Rendy sambil melihat layar ponselnya,yang terdapat dua panggilan tak terjawab dari Aldi.
Tut...tut...tut...
''Tersambung tapi kenapa tidak diangkat.'' gumam Rendy,yang kembali menghubungi nomor Aldi.
''Ya ha-halo...'' jawab orang yang ada diseberang sana.
''Hallo Al,tadi kamu menelponku ada apa?'' tanya Rendy, setelah sambungan ponselnya dengan Aldi terhubung.
Namun Rendy mengerutkan dahi saat mendengar suara aneh dari sebang sana.Sedetik kemudian matanya melotot saat menyadari saat ini dirinya sedang mendengarkan suara desa*han dari sepasang manusia yang sedang bercinta dari sambungan telpon.Jantung Rendy seketika berdetak dengan kencang saat mendengar dengan jelas suara yang sejak kemarin selalu ia rindukan.
''Apa mereka sedang main kuda-kudaan??
Ucap batin Rendy.
Aldi terus mendengarkan setiap suara yang ada disebrang telpon tersebut tanpa berniat untuk mematikannya.Apa lagi saat mendengar suara Kinan yang terus mende*sah, membuat Rendy replek menyentuh batangan miliknya yang sudah menegang.
__ADS_1
Kembali pada Kinan dan Aldi..
Setelah melakukan olah raga panjang,Kinan kemudian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karna akan menyiapkan makan malam,sedangkan Aldi merebahkan tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga akibat pertempuran nya dengan Kinan.
''Oya,tadi sepertinya Rendy menelpon ku,lalu kemana ponselnya ya,'' gumam Aldi sambil mencari ponsel miliknya yang di campakan oleh Kinan tadi.
Sebenarnya saat Rendy menghubungi Aldy tadi, Kinan tiba-tiba merampas ponselnya dan mencampakannya sembarangan karna ia tak ingin ada yang mengganggu kegiatan panas mereka, namun Kinan tak tau kalau ternyata telponnya sudah terhubung,hingga membuat Rendy dengan jelas mendengarkan apa yang terjadi disana dengan jelas.
Sedangkan diruangannya perasaan Rendy semangkin tidak karuan,apa lagi tadi dengan jelas ia mendengar suara desa*han Kinan hingga Kinan mencapai kli*maksnya Rendy masih bisa mendengarkannya.
''Kalau begini terus aku bisa gila!" gumamnya kemudian ia langsung meranjak dari ruangannya tersebut sambil membawa tas kerja miliknya.
***
Saat ini Aldi kinan sedang makan malam bersama pak Pardi dan bu Retno,tidak ada yang bicara hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja.Membuat Aldi sedikit heran, biasanya ibunya itu selalu bicara saat makan,namun hari ini, Aldi melihat ibu nya itu tampak tak bersemangat,Aldi juga melihat sang ibu sedikit gelisah.
''Bu,apakah ibu sedang tidak enak badan?'' tanya Aldi,yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
''Sedikit.'' jawab bu Retno
''Apa yang ibu rasakan?dan bagian mana yang sakit?'' sambung Aldi lagi
''Hati ibu yang sakit,apa kamu bisa mengobatinya?'' sindir bu Retno sambil menatap ayah dan anak secara bergantian,dan terakhir melirik kearah Kinan. Setelah itu ia segera beranjak dari meja makan tersebut.
''Buk, makannya belum habis ini.'' ucap Aldi
''Ibu sudah gk berselera.'' jawabnya yang sudah menjauh dari meja tersebut
''Tapi buk...
''Sudahlah Aldi,biarkan saja ibumu,mungkin dia masih kesal dengan kejadian kemarin, sebaiknya kita lanjutkan makan saja.'' ucap pak Pardi,yang diangguki oleh Aldi,sedangkan Kinan hanya diam tanpa ingin ikut terlibat dalam pembicaraan antara ayah dan anak tersebut.
Sedangkan bu Retno langsung kembali kedalam kamarnya, dengan mulut yang terus ngedumel.
''Pokoknya aku harus buat Aldi tau yang sebenarnya bagai mana pun caranya,enak saja si Kinan,sudah selingkuh dari Aldi,malah dapat dukungan dari ayah.'' gumamnya
__ADS_1
NEXT