
“Ming Yue, keringkan dulu rambutmu.” Lu Ming berkata. Setiap kali dia mengarahkan hairdrier untuk mengeringkan rambut Ming Yue, gadis itu akan menghindarinya. Dia bisa sakit kalau Lu Ming membiarkannya tidur dengan rambut yang basah.
“Kau panggil aku apa?” Ming Yue memincingkan matanya.
Dia mulai lagi. Lu Ming menghela nafas. “Yang mulia Ming, Ming Yue yang agung, biarkan hamba mengeringkan rambut yang mulia.” Dia membujuknya.
Ming Yue memutar bola matanya dan berdecih. Lalu dengan muka masam dia duduk bersila didepan Lu Ming. “Kerjakan dengan cepat.” Dia memerintah.
“Baik yang mulia.” Lu Ming menghidupkan hairdrier-nya dan mulai bekerja.
Duduk berhadapan seperti ini, Lu Ming tetap lebih tinggi dari Ming Yue, ketika dia menundukan kepalanya dia bisa melihat dada Ming Yue yang sedikit terexpose karena tali bathrobe yang tidak diikat dengan benar dan menyebabkan bagian kerah menjadi longgar. Lu Ming mengalikkan pandangannya dan mencoba untuk tetap menjaga kewarasannya. “Jangan lihat ke bawah. Jangan lihat ke bawah. Jangan lihat ke bawah.” Dia bergumam membaca mantra. Tapi apa yang dilakukan Ming Yue selanjutnya membuat tali kewarasan terakhirnya putus.
Ming Yue samar-samar melihat Lu Ming, dia mendengus. Ming Yue ingat bagaimana pria itu mengusirnya dari ruang dansa. Dia pikir Ming Yue tidak tahu, dia tahu setiap kali Lu Ming pikir dia tidak melihat, pria itu mencuri-curi pandang ke tempat lain. Dan pada saat mereka melakukan putaran, Ming Yue melihat Gu Anran berdiri di tempat yang Lu Ming terus pandangi. Yang membut Ming Yue semakin sebal, Lu Ming yang pura-pura cuek saat dia bertanya tentang Gu Anran.
Ming Yue mengertakan giginya. Tiba-tiba dia mendorong Lu Ming dan duduk di atasnya. Lalu menarik dasi Lu Ming hingga dia tercekik. “Kalau kau segitu sukanya dengan wanita itu, putuskan aku lebih dulu.” Ming Yue berkata dengan geram, kemudian dia menjambak rambut Lu Ming.
“Ming Yue kau salah paham.” Lu Ming mencoba menghentikan Ming Yue, tapi sedetik kemudian dia membeku. Pemandangan didepannya, Ming Yue tidak memakai apapun di bawah bathrobe-nya. Ketika dia membungkuk Lu Ming bisa melihat dengan jelas. Lu Ming memejamkan matanya.
__ADS_1
“Tatap aku! Beraninya kau mengalihkan pandangan.” Ming Yue menangkup kepala Lu Ming dan memaksanya untuk membuka mata.
Lu Ming menguatkan diri untuk tidak melihat ke tempat lain tapi mata Ming Yue. “Ming Yue, ini sudah malam sebaiknya kau tidur.” dia membujuk.
“Kau
menghindar lagi. Mau melindunginya ya?” Ming Yue berkata sinis. Demi wanita seperti dia, kau bahkan rela merendahkan diri untuknya. Samapai sejauh mana kau akan melindunginya. Ming Yue mengertakan gigi. “Asal kau tahu, Wanita itu yang menyiram sup kepadaku. Walaupun kau melindunginya itu tidak akan menghentikanku untuk membalas perbuatannya. Enak saja mau lari setelah mencari masalah denganku.” Ming Yue melanjutkan, suaranya serak dan matanya memerah. Dia menatap Lu Ming dengan kecewa. Mign Yue sudah menganggap Lu Ming sebagai teman dan sebagai temannya Lu Ming lebih memilih wanita dibandingkan pertemanan mereka. Ming Yue merasa dirinya terhianati.
Lu Ming tidak perduli lagi dengan lehernya yang tercekik atau kulit kepalanya yang seperti mau lepas. Melihat Ming Yang menatapnya dengan tatapan seakan dia telah dihianati oleh dunia dan ditinggalkan sendirian, Lu Ming memeluknya dan mengulingkannya. “Ming Yue dengarkan aku di dunia ini tidak ada orang lain yang akan menjadi wanitanya Lu Ming selain Ming Yue.” dia berbisik pada telinga Ming Yue.
Lu Ming berguling ke samping dan menatap langit-langit kamar. Kenapa gadis ini selalu tidur pada saat-saat terpenting! Dia melirik Ming Yue yang sudah pulas disampingnya dengan geram.
Gu Anran ya… orang itu datang dan menyebabkan banyak masalah. Dia bahkan berani menyentuh Ming Yue!
Malam itu Gu Anran pulang dengan perasaan gembira, dia tidur dengan pulas. Di dalam tidurnya dia memimpikan Ming Yue berlutut kepadanya. Dia tertawa puas melihat wajah akuh wanita itu memohon dengan memelas di bawah kakinya.
Yang Gu Anran tidak tahu, rencananya sudah diketahui oleh Lu Ming. Dari orang yang menjual obat kepadanya, hingga gigolo yang dia sewa untuk meniduri Ming Yue. Semua itu sudah diatur oleh Lu Ming. Dan besok adalah hari terakhirnya bisa bernafas di ruang terbuka.
__ADS_1
Lu Ming tidak menyangka jika kebaikannya malah mendatangkan bahaya. Salahnya juga dia tidak melakukan backgound check lebih dulu. Jika saja malam itu Ming Yue datang ke rumahnya, dia tidak akan tahu jika sekretaris barunya itu melakukan banyak hal busuk di belakang layar.
Beruntungnya Lu Ming belum terlambat saat mengetahuinya. Terlambat satu hari saja Ming Yue yang akan menjadi korbannya. Saat dia mengetahui rencana jahat Gu Anran, Lu Ming ingin langsung mematahkan leher wanita itu dan membuangn tubuhnya ke laut untuk menjadi santapan ikan hiu. Tapi terlalu enak jika dia mati begitu saja. Lu Ming mengetahui keberadaan sebuah penjara wanita yang isinya adalah para tahanan spikopat. Tempat itu cocok untuk memberinya pelajaran. Tapi sebelum mengirimnya ke sana Lu Ming ingin dia tahu jika semua itu adalah ganjaran yang harus dia bayar karena telah berani menyentuh Ming Yue dengan tangan kotornya.
Untuk itulah malam ini dia membiarkan Gu Anran melakukan rencananya dan membuatnya seolah-olah dia berhasil.
“Lu Ming.” Ming Yue berbisik dalam tidurnya, membuat Lu Ming menghentikan lamumannya. Dia menoleh. Menarik Ming Yue ke dalam pelukannya dan mecium keningnya.
Sekarang Ming Yue sedang beradi di kediaman keluarga Lu dan sedang minum teh bersama kakek Lu dan ibu Lu Ming.
“Yueyue, mama dan kakek berencana kembali ke kampung halaman untuk merayakan tahun baru nanti. Bagaimana kau mau ikut tidak?” Fu Yao berkata, meskipun Ming Yue memanggilnya dengan sebutan bibi, dia terus saja menyebut dirinya mama kepada Ming Yue. Sampai akhirnya Ming Yue kalah dan mengikuti kemauannya.
Ming Yue bersiap untuk menolak tapi Lu Ming mendahuluinya. “Paman memberitahu jika panen tahun ini sedikit terlambat, jadi kita bisa ikut memetik buah-buahan di sana. Kudengar buah persik tahun ini yang paling bagus.” Perkataanya itu membuat kakek Lu yang duduk di sampingnya mendengus. Anak muda jaman sekarang benar-benar payah. Kalau kakek Lu yang menjadi Lu Ming, Ming Yue sudah lama menjadi istrinya. Aih! Cucunya itu menghabiskan waktu lima tahun secara sia-sia. Masih pura-pura tidak mau lagi. Padahal siapa yang memiliki alergi buah persik tapi tidak pernah kehabisan stock di dalam kulkas.
Tapi karena dia menyukai Ming Yue, dia akan membantunya. “Yueyue kakek rasa tahun ini kakek tidak akan bosan jika kau ikut.” Kakek Lu berkata.
Ming Yue yang sebenarnya sudah tergoda sejak dia mendengar mereka akan memanen buah, tapi tidak memiliki cukup alasan untuk ikut mengangguk setelah kakek Lu ikut membujuknya. Itu, karena Ming Yue lemah menghadapi orang tua.
__ADS_1