
Lima tahun kemudian...
Pernikahan Lu Ming dan Ming Yue menjadi Wedding of The Century yang membuat iri semua wanita di seluruh negeri. Kisah cinta Lu Ming kepada Ming Yue menjadi alasan paling atas para wanita untuk menaikan standar mereka dalam mencari pasangan hidup.
Sekarang banyak para lelaki yang jomblo dan sibuk bekerja lembur sepanjang tahun hanya demi bisa memenuhi tuntutan para pasangan kencan buta yang selalu membanding-bandingkan semua pria dengan the almighty CEO Lu.
Di balik semua hiruk pikuk kesibukan di luar sana, Ming Yue dan Lu Ming mengabiskan setiap hari menikmati hidup yang memuaskan bersama.
Setelah menikah Ming Yue dan Lu Ming tidak jadi menempati rumah yang sudah di bangun oleh Lu Ming untuk Ming Yue tapi mereka berdua memilih untuk tinggal bersama dengan papa Ming di villa di puncak bukit.
Keinginan Ming Yue ingin menghabiskan waktu bersama dengan papanya sepenuhnya mendapatkan dukungan dari kakek Lu. Sekarang karena jarak rumah mereka yang dekat, hampir setiap hari kakek Lu akan mengunjungi rumahnya. Tapi dia sudah tidak lagi mencari Ming Yue melainkan mencari papa Ming untuk memancing bersama. Dua orang tua itu sekarang menjadi sahabat dekat yang akan saling merindukan jika tidak bertemu lebih dari tiga hari.
Fu Yao jadi pergi berlayar keliling Eropa setelah Lu Ming dan Ming Yue menikah tapi tidak menyelesaikan pelayarannya dan pulang setelah dua bulan berada di laut karena mendengar kabar kehamilan Ming Yue.
Benar, Ming Yue hamil di bulan kedua pernikahan mereka dan melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Lu Yunxi oleh Ming Yue.
Tentu saja saat menentukan nama untuk anak mereka menjadi pertama kalinya Lu Ming tidak mau mengalah kepada istrinya dan bersikeras untuk menamai putri mereka Lu Mingyue. **. Tapi setelah Lu Ming ditendang dari kamar dan tidur di ruangan bayi selama dua malam akhirnya dia mengalah dan menyerahkan urusan pemberian nama putri mereka kepada Ming Yue.
Lu Yunxi tumbuh menjadi gadis kecil yang pemberani. Ketika dia berusia dua setengah tahun gadis kecil itu meminta ayahnya untuk dimasukkan ke kindergarten.
Di hari pertama Lu Yunxi sudah menjadi bos yang diikuti oleh semua anak dikelas. Lu Yunxi juga membuat Lu Ming sering dipanggil ke kantor kepala sekolah.
Pada semester pertama Lu Yunxi sudah terlibat dalam perkelahian sebanyak lima kali dan dua kali mengerjai guru.
All in all, keinginan Lu Ming untuk membesarkan Lu Yunxi seperti seorang Princess tidak keturutan karena putrinya tumbuh menjadi seorang gangster. Tapi Lu Ming yang terlalu buta cinta kepada Lu Yunxi, Lu Ming jadinya malah memfasilitasi kenakalan putrinya itu dengan mengajarikan ilmu beladiri. Dia memiliki dorongan yang lebih kuat untuk mengajari Lu Yunxi berlatih boxing karena karena disuatu hari Lu Yunxi pernah kalah berkelahi dan pipinya tergores oleh kuku lawannya.
Pada saat itu istrinya yang selalu kelihatan cuek sampai uring-uringan ketika melihat ada goresan sepanjang tiga centi yang tidak lebih dalam dari luka dicakar kucing pada pipi anaknya. Semenjak itulah Lu Ming mengajarkan semua trik berkelahi yang dia dapat dari pengalaman masa kecilnya kepada Lu Yunxi dan tidak memperbolehkan Lu Yunxi sampai terluka apa lagi kalah dalam perkelahian.
Hari ini Lu Ming kembali mendapatkan panggilan dari kepala sekolah. Setelah dia membereskan after party anaknya, seperti biasa dia membawa Lu Yunxi untuk berbelanja ke supermarket sebelum pulang.
__ADS_1
Ketika mereka sampai di rumah Lu Yunxi lebih dulu mencarii ibunya di taman belakang seperti yang sering dia lakukan empat bulan terakhir ini.
Ming Yue sedang duduk di kursi goyang berjemur di bawah pohon Wisteria yang tengah berbunga di salah satu sudut taman di villa tempat tinggalnya sembari membaca sebuah buku dan mengelus perutnya yang sedikit besar.
Ya, Ming Yue hamil lagi ketika Lu Yunxi genap berusia empat tahun. Sebenarnya dia dan Lu Ming tidak merencanakan untuk memiliki anak lagi setelah persalinan Lu Yunxi yang sulit. Waktu itu Ming Yue harus di induksi karena sudah lewat satu minggu dari waktu perkiraan lahir tapi Ming Yue tidak juga merasakan kontraksi.
Lu Ming dan Ming Yue setuju untuk melahirkan secara sesar tapi setelah melakukan pemeriksaan awal dokter menemukan jika operasi sesar tidak mungkin dilakukan karena posisi bayi mereka yang tidak aman dan beresiko mengalami cidera pada bayi jika dilahirkan secara sesar.
Lu Ming yang terus berada di sisi Ming Yue selama proses persalinan dan menyaksikan Ming Yue kesakitan selama berjam-jam tanpa ada yang bisa dia lakukan selain membiarkan Ming Yue menggigit tangannya, Lu Ming tidak ingin Ming Yue memiliki pengalaman kedua.
Tapi sialnya pada malam anniversary kelima mereka Lu Ming salah perhitungan dan membuat Ming Yue hamil. Lu Ming hampir depresi ketika mengetahui Ming Yue hamil lagi. Rencana awalnya adalah mengugurkan bayi itu tapi Lu Ming tidak tega, Ming Yue juga tidak tega. Apalagi setelah Lu Yunxi tidak sengaja mengetahui dia akan punya adik, gadis kecil itu kegirangan bukan main bahkan sampai berinisiatif untuk memotong uang sakunya sendiri guna menabung untuk adiknya.
Karena mereka sama-sama tidak tega dan tidak bersedia untuk memecahkan bubble kebahagiaan Lu Yunxi, sekarang mereka sedang menunggu kelahiran putra pertama mereka tiga bulan lagi.
"Mom, Xixi pulang~" Lu Yunxi menyeret kaki kecilnya untuk berlari menghampiri Ming Yue.
"Xiao didi~ jiejie pulang~" Lu Yunxi berseru sebelum memanjat kepangkuan Ming Yue lalu memeluknya tapi kerah bajunya ditarik dari belakang oleh ayahnya hingga dia mengambang di udara. "Sudah berapa kali Dad bilang untuk tidak melakukannya." Geram Lu Ming
"Dad, lepaskan Xixi." Lu Yunxi memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri dari ayahnya dengan menendang-nendang kakinya ke udara. Persis seperti seekor moyet bergelantungan di pohon.
Lu Ming tidak melepaskan Lu Yunxi dan malah mengangkatnya semakin tinggi.
"Lu Ming turunkan dia." Ming Yue berkata. Dia tidak tahan mendengar Lu Yunxi yang terus berteriak.
Lu Ming menuruti perkataan Ming Yue dan menurunkan Lu Yunxi tapi dia menjauh sejauh lima meter dari Ming Yue sebelum dia melepaskannya dan menceramahinya selama sepuluh menit baru dia diizinkan untuk mendekati Ming Yue.
Ming Yue menggelengkan kepalanya dengan jengah ketika melihatnya. Lu Ming menjadi lebih posesif dan berhati-hati sejak dia menjadi ayah siaga untuk kedua kalinya. Dia banyak melarang ini-itu dan tidak membiarkan Ming Yue lepas dari perhatiannya, pria itu bahkan sampai mengambil cuti panjang mulai dari saat kehamilan Ming Yue berusia tiga bulan.
Setiap hari asisten Yun samapai harus bolak-balik kantor dan rumah mereka lebih dari empat kali sampai pada suatu hari Ming Yue memergoki asisten Yun hampir menangis karena sudah melakukan PP sebanyak tujuh kali dalam sehari.
__ADS_1
Ming Yue yang juga merasa sebal melihat Lu Ming ada di rumah setiap hari, bukannya dia tidak senang Lu Ming menemaninya tapi tingkat ke-paranoid-an Lu Ming yang tidak mengizinkannya turun tangga sendiri Membuatnya geram. Ming Yue akhirnya menggunakan asisten Yun sebagai alasan dan menyuruh Lu Ming untuk pergi bekerja.
Tapi pria itu bukannya pergi bekerja seperti keinginannya, Lu Ming malah melipat gandakan gaji asisten Yun dan membuat asisten Yun bersaksi di depannya jika dia tidak menderita sama sekali selama bekerja.
Ming Yue saat itu hanya bisa memutar bola matanya dan menyerah.
Ketika ayah dan anak itu masih berkutat dengan sesi ceramahnya, Ming Yue lebih dulu menyingkir dari sana dan masuk kedalam rumah.
"Princess."
"Yueyue."
Begitu dia masuk, Ming Yue melihat papa Ming dan kakek Lu masuk dari luar diikuti oleh dua asisten yang membawa masing-masing ember dan peralatan memancing. Vonis yang diberikan dokter lima tahun lalu tidak terbukti. Papa Ming sampai saat ini masih sehat bahkan dia sekarang tidak membutuhkan kursi roda lagi. Kakek Lu juga tidak ada tanda-tanda kesehatannya menurun.
Ming Yue meleongok ke dalam ember dan melihat beberapa ekor ikan berenang berhimpitan di dalamnya.
Pada kehamilan keduanya ini Ming Yue mengalami hal hal tidak dia alami saat hamil Lu Yunxi, yaitu: ngidam.
Ketika dia melihat ikan-ikan gendut itu dia meneguk ludahnya sambil membayangkan makan ikan bakar.
"Kau mau ikan bakar, princess." Pertanyaan papa Ming merupakan sebuah pernyataan karena dia mbaca ekspresi Ming Yue dengan akurat. Saat Ming Yue menelan ludah sambil menjilat bibirnya saat melihat ikan itu artinya dia ingin ikan itu dibakar.
Ming Yue mengangguk seperti menumbuk padi dan menatap papa Ming dengan antusias. "BBQ dan sedikit lebih pedas." Dia menambahkan.
"Okey." Kakek Lu menjawab. Sia segera menyuruh asistennya untuk membersihkan ikan-ikan itu.
"Tidak boleh." Dua orang memekik secara bersamaan dari dapur. Fu Yao dan Xiaoyu keluar dari dapur dengan tatapan tajam yang ditujukan kepada kakek Lu dan papa Ming.
Dua orang itu berdehem, kemudian dengan taktik understanding yang mereka miliki, mereka pura-pura untuk setuju lebih dulu dan menyuruh asisten untuk tidak menambahkan bumbu BBQ. Tentu saja mereka akan berkoalisi dengan Lu Ming dan menyelundupkan ikan bakar BBQ dan memberikannya kepada Ming Yue secara diam-diam nantinya.
__ADS_1
nb. Chuchu bakal up part extra...