
Apa yang baru saja terjadi?
Tiang lampu itu tiba-tiba tumbang, walaupun tidak ada korban jiwa, kecelakan itu tetap menimbukan kemacetan. Polisi, ambulan dan petugas pemanggungjawab sarana umum datang ke lokasi.
Beberapa wartawan dari stasiun TV dan surat kabar juga datang untuk meliput.
Polisi menyatakan jika tumbangnya tiang lampu itu dikarenakan oleh factor alam dan usia tiang yang sudah cukup tua.
Tapi kecelakaan kecil itu menjadi berita besar dan tranding di internet karena seorang selebriti yang sedang naik daun kebetulan menjadi korban dalam kecelakaan itu. Tiang lampu itu jatuh menimpa mobilnya, walaupun bagian depan mobil itu ringsek, sopir dan si artis itu tidak terluka. Tapi si artis itu adalah seorang gadis muda, hatinya fragile, dia shock dan menangis tersendu-sendu karena ketakutan hingga riasan matanya yang tidak waterproof luntur oleh air mata.
Potret wajahnya yang kacau dengan mascara dan eyeliner yang luntur itu dibagikan dan dikirim ulang oleh para netizen. Mereka yang melihat wajah si artis, mereka merasa bersimpati atas musibah yang menimpanya, tapi rasa simpati yang mereka rasakan tidak bisa menghentikan mereka untuk membuat meme dari potret wajah sang artis.
Zhou Yinan mematung di tempat, tumbangnya tiang lampu itu bisa saja dikarenakan factor alam, tapi entah kenapa dia merasa jika kejadian yang seperti kecelakan dan terlihat alami itu adalah ulah tangan manusia.
Sulit dijelaskan, tapi dia punya firasat buruk tentang hal ini.
Ponselnya di saku celana bergetar, tanda jika ada pesan baru yang masuk. Pada saat menjalankan misi, dia hanya diperbolehkan untuk membawa alat komunikasi yang disediakan oleh organisasi. Nomor yang dia gunakan juga hanya diketahui oleh bos dan client-nya saja. Jadi, pesan itu kalau bukan dari bosnya, pasti dari client-nya.
Zhou Yinan penasaran apa isi pesan itu, dia mengeluarkan ponselnya, di layar ada notifikasi dua pesan masuk. Sepertinya pengirimnya berbeda. Dia kemudian membuka kunci layar dan masuk ke applikasi masangger.
Bos: Ayat 3
Zhou Yinan mendelik. Di dalam organisasi ada sebuah pedoman yang ditulis pada tiga lembar kertas HVS dan di temperl di ruang rapat, setiap anggota harus menghafal isi. Pedoman itu terdiri dari lima baris kalimat yang menjadi pegangan dan panduan para anggota dalam menjalankan setiap misi mereka. Dan ayat ke-3 di dalam peraturan itu, sejak pertama dia bergabung ke dalam organisasi hingga sekarang, ayat ke-3 tersebut belum pernah digunakan.
Bunyi dari ayat ke-3 itu adalah: Lari dari gunung.
Maksud dari kalimat itu, tentu Zhou Yinan tahu, lari dari gunung. Menghindar dari masalah atau kabur dari marabahanya.
__ADS_1
Dan benar saja, ketika dia membuka pesan yang satunya, pesan itu dikirim oleh cient-nya, Miss. Ye, tentu saja itu adalah nama samaran. Client-nya itu tentu saja tidak mengunakan nama aslinya. Dia juga tidak heran jika ternyata nona Ye ini sebenarnya adalah tuan Ye.
Pesan pertama yang dikirim oleh nona Ye adalah pesan kosong. Tapi kemudian nona Ye mengirimkan pesan lagi, isi pesan keduanya… seketika darah Zhou Yinan berhenti mengalir. Wajahnya berubah menjadi pucat pasi dan keringat dingin bermunculan di dahinya.
Dia yang awalnya ingin menggunakan kesempatan ini untuk kabur, mengurungkan niatnya dan mendekat kepada salah satu bodyguard. “Tangkap aku. Aku akan mengatakan semuanya.” Dia manyerahkan diri. Mengajukan kedua tangannya dengan posisi siap untuk diborgol.
A Tai menyipitkan matanya, penguntit ini sejak tadi mencoba untuk kabur, kenapa sekarang malah dengan suka rela menyerahkan diri. Tapi ketika dia melihat apa yang di tampilakan pada layar ponsel yang dipegang oleh penguntit itu, dia mengerti.
Ketika kekacauan yang disebankan oleh kecelakaan kecil itu dapat teratasi, dengan tiang lampu yang sudah disingkirkan. Artis yang sedang naik daun itu sudah berhenti menangis dan sekarang telah dibawa oleh ambulan menuju rumah sakit.
Keadaan jalan kembali seperti semula, lalu lintas yang tadi sempat terganggu sudah kembali berjalan dengan normal.
Di sisi lain, Ming Yue mengalami mimpi buruk.
Di dalam mimpinya, Ming Yue tengah berada disebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding kaca, ada banyangan samar-samar yang mendekatinya. Ruangan itu gelap dan Ming Yue tidak bisa melihat dengan jelas.
“Lu Ming,” Ming Yue memanggil.
Dia menunggu untuk beberapa saat tapi idak ada yang menyahut, disekelilingnya tetap sunyi.
‘Lu Ming,’ dia mendengar suaranya yang menggema, dipantulkan oleh dinding-dinding yang mengelilinginya.
Ming Yue melangkahkan kakinya dengan bantuan tangannya, dia meraba dinding kaca yang terasa sangat dingin seperti es ketika bersentuhan dengan kulit tangannya.
Ming Yue terus berjalan tapi dia merasa dirinya hanya berputar-putar di dalam ruangan itu. Tidak ada pintu keluar yang dia temukan.
“Lu Ming.” Dia mencoba menmanggil lagi. Tapi tetap tidak ada yang menyahut kecuali gema suaranya sendiri yang malah membuat suasananya semakin mencekam.
__ADS_1
Tap… tap… tap…
Terdapat bunyi seperti air yang menetes. Tidak lama kemudian bau anyir menyebar, memenuhi indra penciuman.
Ming Yue menjadi waspada, dia berdiri dengan posisi kuda-kuda dan siap untuk menyerang apa saja yang mendekat kepadanya. Tapi, tiba-tiba ruangan itu menjadi sangat terang, dan…
“Ahhhhh!”
Ketika Ming Yue membuka matanya, persis di depannya, wanita yang jatuh dari lantai delapan itu berdiri di hadapannya. Melotot kepadanya dengan bola mata yang sepenuhnya hitam, tubuh wanita itu bersimbah darah dan darah yang berbau anyir itu terus menetes, membasahi permukaan lantai dengan cairan merah.
Ming Yue meninju sosok itu. Tapi tangannya seperti menyentuh udara, tinjunya tidak berhasil mengenai tubuh wanita itu, tangannya menembus tubuh itu.
Dia mencobanya sekali lagi, tapi tetap tidak bisa meninju sosok itu.
“Kenapa kau gentayangan?” Ming Yue sedikit panik, dia belum pernah berurusan dengan hantu.
Sosok itu berkedip dan bola matanya yang awalnya hitam semua berubah menjadi normal seperti manusia biasa. Kemudian mereka berpindah tempat, sekarang Ming Yue berdiri ditengah jalanan perkotaan yang ramai, banyak orang yang berlalu-lalang, aroma kopi dari café dan suara klakson mobil memenuhi indranya.
Kin dia berada di TKP. Di depan gedung perbelanjaan lantai delapan yang menjadi tempat jatuhnya wanita itu.
Ming Yue berkedip, kalau tidak salah wanita itu akan menjatuhkan dirinya tepat di depan café, saat ini Ming Yue masih tiga meter dari sana, dia berniat untuk putar balik dan menghindar tapi kakinya seperti bukan miliknya. Ming Yue ingin berhenti tapi dia tidak bisa, kakinya terus membawanya melangkah maju. Seolah memaksanya untuk mereka ulang kejadian itu.
bersamaan dengan setiap langkah yang dia ambil, rasa takut semakin menguasai dirinya. Tubuhnya gemetar dan tanpa sadar dia terisak.
“Ming Yue,” ada suara lirih yang memanggilnya, dia ingin menjawab dan meminta orang yang memanggilnya itu untuk menyeretnya keluar dari mimmpinya, tapi Ming Yue tidak bisa bersuara.
Dan ketika dia sudah sampai di depan cefe, seperti kejadian aslinya, wanita itu jatuh tepat di sampingnya.
__ADS_1
“Ahhhh!” Ming Yue terlonjak, akhirnya dia terlepas dari mimpi itu.