
Sore itu Ming Yue tidak kembali ke ruang kerjanya. Setelah dia bangun dari tidur siangnya, Ming Yue mengerjakan pekerjaannya di kantor Lu Ming.
Tiga jam setelah berkutat di depan komputer akhirnya tiba waktunya untuk pulang. Ming Yue menutup semua program pada komputer lalu mematikannya. Setelah itu dia melirik ke arah Lu Ming, sepertinya pria itu masih sibuk bekerja.
Ah, benar kata orang, pria yang sedang serius akan terlihat lebih tampan dari biasanya. Ming Yue berpangku tangan dan menatap wajah Lu Ming dengan lekat.
Lu Ming bisa merasakan tatapan Ming Yue yang begitu panas, dia mengulum senyumnya lalu melihat jan pada komputernya. "Tunggu tiga puluh menit lalu kita akan pulang." Ucapnya kepada Ming Yue sebelum dia kembali sibuk dengan dokumen di depannya.
Ming Yue mengangguk pelan, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Lu Ming. "Lu Ming, bagaimana kalau mulai besok kantorku pindah ke sini?" Ming Yue bergumam di dalam lamunannya.
Ucapannya itu sukses membuat tangan Lu Ming yang sedang membubuhkan tandatangan berhenti untuk beberapa detik lalu kembali bergerak seperti semula seperti tidak terjadi apa-apa. "Tidak." Lu Ming berseru. Hanya Lu Ming yang tahu jika tandatangannya sedikit berbeda dari yang biasanya.
"Kenapa?" Ming yue menaikan alisnya curiga. Apakah ada yang Lu Ming sembunyikan darinya.
Lu Ming mengangkat kepalanya lalu menatap Ming Yue sebelum dia menghela nafasnya lalu mengambil dokumen yang dia pisahkan dari tumpukan dan memberikannya kepada Ming Yue.
Ming Yue menerima dokumen itu dengan dahi yang berkerut kemudia dia tertawa nyaring. "Lu Ming, Lu Ming..." Ming Yue menatap Lu Ming geli. Ming Yue mengembalikan dokumen dengan tanda tangan Lu Ming yang salah ke atas meja. Bagaimana bisa Lu Ming malah menulis namanya, duh, pria ini! "Sungguh kau sudah tidak konsisten dengan gelar Pangeran Es-mu itu." Dia melanjutkan ucapannya.
"Pangeran Es? Aku?" Lu Ming mengerutkan dahinya tidak mengerti.
Ming Yue berhenti tertawa dan menatap Lu Ming sungguh-sungguh. "Kau tidak tahu?"
__ADS_1
"Siapa yang memberikan julukan jelek itu kepadaku." Lu Ming meletakan pennya dan berdiri dia berkalan memutari meja dan berdiri di belakang Ming Yue.
"Pangeran Es tidak cocok untukku." Lu Ming memutar kusi yang diduduki oleh Ming Yue hingga menghadap kepadanya. Kemudian meletakkan kedua tangannya pada masing-masing pundak Ming Yue sebelum dia membungkuk. "I am hot and full of vitality, you know it." Lu Ming berbisik di samping telinga Ming Yue, suaranya terdengar serak dan berat kemudian dia mengigit daun telinga Ming Yue gemas.
Saat melihat tubuh Ming Yue menegang, Lu Ming tersenyum miring. Dia melepaskan daun telinga Ming Yue sebelum berpindah mencium garis rahang wajah Ming Yue.
"Lu Ming, ah..." Ming Yue memekik, dia memalingkan wajahnya dari Lu Ming tanpa tahu bahwa tindakannya tersebut malah membuka akses kepada pria itu untuk mendarat ciumannya pada lehernya.
Lu Ming menghiraukan pekikan Ming Yue dan mengangkatnya dari kursi kemudian berjalan menuju pintu dimana dibaliknya terdapat ruangan yang sering dia gunakan untuk istirahat sejenak jika merasa penat dengan pekerjaan yang menumpuk.
Dia membaringkan tubuh Ming Yue diatas kasur tanpa menjeda apa yang tengah dia lakukan terhadap leher Ming Yue lalu menumpukan pahanya diantara kaki wanita itu sebelum dia membuka kancing kemeja Ming Yue dan menariknya kasar lalu mencium dan menggigit pundak Ming Yue.
"Uhh... Lu Ming..." Saat ini Ming Yue sudah tidak bisa membedakan apakah dia sedang mendorong kepala pria itu menjauh dari lehernya atau menariknya semakin mendekat.
"I want more, Yueyue."
Satu jam kemudian Ming Yue duduk di kursi penumpang sambil memandangi kedua tangannya yang dia letakkan di atas pangkuannya tanpa fokus. Dia kemudian menoleh kepada Lu Ming yang duduk di sampingnya, pria itu sedang sibuk dengan setumpuk dokumen ditangannya. Pria itu menunduk kepalanya tenggelam pada dokumen yang seharusnya sudah dia selesaikan di dalam kantornya.
Ketika Ming Yue memikirkan alasan kenapa Lu Ming membawa dokumen itu pulang bersama, pipi Ming Yue mendadak merona dan dia kembali memandangi tangannya.
Seolah dapat membaca apa yang sedang Ming Yue pikirkan, Lu Ming menoleh. "Apa masih kebas?" Tanyanya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Lu Ming, Ming Yue melemparkan tatapan sengit kepada pria itu. Dengan gigi-giginya yang saling bertautan dia mendesis. "Beast!"
Yang mana hal itu membuat Lu Ming terkekeh. Pria itu menutup dokumen ditangannya sebelum menyingkirkannya. Dia meraih tangan Ming Yue dan menggenggamnya.
"Maafkan little Ming, he got excited every time he saw you." Lu Ming berguman lirih sembari mengurut jari-jari tangan Ming Yue untuk melemaskan persendiannya.
"Pervert!" Geram Ming Yue tapi dia tidak menarik tangannya dari genggaman Lu Ming dan membiarkan pria itu memijit tangannya.
Beberapa waktu kemudian paman Bo menghentikan mobil di halaman kediaman utama keluarga Lu dan Lu Ming menyuruhnya untuk turun lebih dulu tanpa mematikan mesin mobil.
Setelah keluar, Paman Bo melirik ke belakang lalu dia masuk kedalam rumah dengan langkah cepat-cepat. Dia harus segera melaporkan kejadian ini kepada Tetua Lu dan Nyonya Yao.
Di dalam mobil Ming Yue masih merasa kesal kepada Lu Ming. Dia hendak membuka pintu mobil dan keluar tapi tangannya ditahan oleh pria itu.
Lu Ming dengan mudah menarik tubuh Ming Yue kedalam pelukannya. Dia memerangkap Ming Yue ke dalam dekapannya kemudian mengecup puncak kepalanya dengan lembut. "Don't be angry anymore, Ok." Bisiknya.
Di dalam pelukan Lu Ming, Ming Yue mendengus dengan tidak lady like dan mencubit perut pria itu dengan sekuat tenaga.
Ming Yue sebenarnya tidak marah-marah amat. Dia tahu jika sebagai pasangan wajar melakukan hal-hal seperti itu, hanya saja Ming Yue masih merasa sedikit kesal jika mengingatnya. Bagaimana bisa Lu Ming menyuruhnya, oh, tangannya...
Lu Ming tidak berani mengeraskan otot perutnya agar bisa mengurangi rasa sakit karena cubitan Ming Yue tapi membiarkan otot perutnya lemas sehingga Ming Yue bisa mencubitnya dengan sesuka hati dan melampiaskan kekesalannya. Lu Ming akui jika tadi dia memang keterlaluan, tapi setelah menahan semuanya sampai hari ini, dia bukan manusia jika masih bisa menahannya lebih lama lagi.
__ADS_1
Dua orang itu berpelukan, bukan, Ming Yue mencubit Lu Ming untuk beberapa kali sebelum dia melepaskan diri dari pelukan Lu Ming setelah kekesalannya terlampiaskan dengan sempurna. Mereka keluar dari mobil dan berjalan beriringan ke dalam rumah.