
Lu Ming menatap Ming Yue cukup lama, jika dia tidak punya pengalaman tentang memutar waktu, ketika Ming Yue mengatakan jika dia bertransmigrasi dari dunia lain dan masuk ke dalam dunia novel, dia tidak akan mempercayai perkatan Ming dan menganggapnya sedang bercanda atau lebih parah dia bisa mengira jika Ming Yue telah sakit jiwa.
Tetapi setelah dia sendiri mengalami hal yang tidak bisa dijelaskan dengan science ataupun teknologi manapun, dia tidak menganggap cerita Ming Yue adalah sebuah karya fiktif.
"Di sana aku punya seorang ayah yang super. Dia sangat menyayangi ku." Ming Yue menatap langit-langit kamar dengan menerawang, dia sedang mengingat kembali wajah ayahnya.
Lu Ming yang berbaring di sampingnya memandangi Ming Yue sembari tersenyum. Mungkin dia sudah salah paham terhadap Tuhan. Baru saja dia mengatai Tuhan tidak bisa dipercaya dan suka ingkar janji tapi pada nyatanya Tuhan ternyata menuliskan skrip yang indah untuk Ming Yue.
Lu Ming memejamkan matanya sejenak dan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Terimakasih telah memberikan Ming Yue keluarga yang menyayanginya.
"Ngomong-ngomong kau sangat mirip dengan papa." Ming Yue menoleh dan berkata.
Lu Ming tersenyum mendengarnya, dia juga merasa begitu. Dari cerita Ming Yue tetang papa Ming yang kebetulan juga bernama Ming Weyan tapi berbeda sifat 180 derajat itu dia menemukan banyak sekali kesamaan yang mereka miliki. Bukan dari segi rupa, Ming Yue bilang papa Ming memiliki fisik dan wajah yang sebelas dua belas dengan Hu Ge, kemiripan mereka terletak pada cara mereka dalam memanjakan Ming Yue. Dia dan papa Ming sama-sama tidak punya bottom line jika sudah menyangkut Ming Yue. (Hu Ge, juga dikenal sebagai Hugh Hu, adalah seorang pemeran dan penyanyi Tiongkok. Saat belajar di Akademi Teater Shanghai, ia diundang untuk memainkan peran utama Li Xiaoyao dalam seri televisi tahun 2005 Chinese Paladin. Menurut Chuchu Hu Ge gak kalah tampan dari mas Yang Yang atau mas Gong Jun ketika dia masih muda, Hehe....)
"Tapi Lu Ming, apa kau benar-benar tidak punya hubungan dengan Gu Anran?" Ming Yue, walaupun ingatannya sudah kembali, yang namanya wanita pasti akan selalu menyimpan kecurigaan jika itu berhubungan dengan saingan cinta.
Apalagi setelah Ming Yue membaca novel fanfiction itu, dia merasa sedikit kesal ketika mengingat paragraf yang menuliskan Lu Ming dan Gu Anran saling jatuh cinta lalu happily ever after dan blah blah blah... Sungguh Ming Yue ingin menemui author-nya dan memberinya ceramah jika menyampaikan sebuah kebohongan dan berita palsu adalah perbuatan tidak terpuji.
"Tidak ada selain hubungan bos dan anak buah. Gu Anran memang pernah menolongku satu kali, tapi aku juga sudah memberikan kompensasi yang sepadan. Tidak ada hubungan lain setelahnya." Lu Ming menekuk jari kelingking dan jempolnya kemudian mengacungkan tangannya ke langit untuk bersumpah.
"Hmm." Ming Yue berdecih mendengar jawaban Lu Ming, tapi bisa dilihat dari matanya yang berbinar jika dia puas dengan jawaban itu.
__ADS_1
Malam semakin larut dan setelah beberapa jam paling menegangkan yang pernah Ming Yue alami, dia merasa energinya telah habis dan kantuk datang. Matanya terasa berat dan perlahan kelopak matanya mulai terkatup hingga akhirnya tertutup sempurna dan suara nafas terdengar teratur.
Lu Ming memperhatikan Ming Yue yang tertidur, Tangannya secara otomatis terjulur untuk menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya lalu mencium dahinya dan mengucapkan selamat malam. "Good night my everything." Bisiknya lembut sebelum dia menarik selimut sampai ke pundak mereka dan Lu Ming ikut memejamkan matanya.
"Emm... Kau tidak boleh menamainya Lu Mingyue. **.... jelek sekali aku tidak setuju..." Yue berguman dalam tidurnya sebelum dia menyerukan tubuhnya lebih dalam ke dalam pelukan Lu Ming yang begitu hangat dan nyaman.
Lu Ming tidak mendengar ucapan Ming Yue tapi tubuhnya secara refleks memberikan respon dengan mengencangkan tangannya yang melingkar pada pinggang Ming Yue.
Sepasang kekasih itu tidur dengan saling memeluk satu sama lain dan Hari yang indah akan dimulai dari besok pagi.
Beralih ke puncak bukit dua ratus meter dari kediaman keluarga Lu diamana sebuah villa bergaya Eropa yang berdiri dengan megah dia atas bukit, sebuah helikopter mendarat pada helipad di tengah lapangan berumput hijau.
"Welcome home, Master." Ada satu lusin lebih pelayan berbaris rapi membungkuk sembilan puluh derajat dan berseru serentak.
Pria tua itu mengangkat tangannya ke udara untuk membubarkan mereka dan hanya menyuruh pengurus rumah tangga Lin untuk tetap tinggal.
"Siapa bocah bau kencur bernama Lu Ming itu? Beraninya dia mencuri My Princess." Dia berkata dengan nada sangat ketus.
"Menjawab Tuan, Lu Ming adalah CEO dari Lu Group dan merupakan tuan muda dari keluarga Lu yang tinggal di villa bawah." Pengurus rumah tangga Lin menjawab dengan sopan sambil menunjuk ke arah kediaman keluarga Lu berada.
Pria tua di atas kursi roda itu mengerutkan dahinya, kemudian memincingkan matanya dengan geram menatap ke arah yang di tunjuk oleh pengurus rumah tangga Lin. "Cuih! Second generation yang bisanya cuma numpang nama orang tuanya." Dia berkomentar dengan nada menghina.
__ADS_1
Lin Wuyan hanya bisa menggelengkan kepalanya di dalam hati, selama lima puluh tahun berada di sisi Tuannya, dia sudah tahu seberapa eksentriknya sikap Tuannya itu. Dia tidak heran ketika mendengar nama besar yang menguasai pasar saham seperti Lu Ming bisa disebut sebagai anak bau kencur oleh Tuannya karena itu memang benar, di mata Tuannya yang sudah hidup selama sembilan puluh lima tahun, pria seumuran Lu Ming masihlah anak kemarin sore. Tapi untuk mengatainya sebagai Second generation yang hanya bisa nebeng nama orang tuanya, pengurus rumah tangga Lin tidak setuju. Tapi dia juga tidak berani mengkoreksi Tuannya.
"Xiaoyu, kau katakan kepadaku apa menurutmu bocah ini tampan?" Pria tua itu menunjuk foto yang terdapat pada portofolio Lu Ming yang dia dapat dari pengurus rumah tangga Lin.
Xiaoyu yang berdiri di belakan pria tua sedikit menundukan kepalanya agar dia bisa melihat foto itu dengan lebih jelas. "Berdasarkan tren beberapa dekade terakhir, dia sangat tampan. Saya yakin seratus persen jika Nona muda pasti kepincut dengan wajahnya." Ucap Xiaoyu spontan. Dari ratusan drama yang sudah dia tonton, tidak ada aktor yang memiliki wajah lebih baik dari tuan muda Lu ini.
"Aku juga berpikir begitu. Bocah nakal itu pasti hanya melihat wajahnya." Pria tua itu mendengus jijik dan menyetujui pendapat Xiaoyu.
"XioaLin kau yakin jika apa yang kau tulis di dalam sini semuanya benar, bukan? Jangan tertipu dari tampilan luarnya saja, orang-orang seperti mereka pandai bersandiwara." Sungut pria tua itu penuh dengan prejudice.
"Tuan tidak perlu khawatir, informasi ini saya dapatkan dari orang dalam. Dijamin seratus persen akurat." Pengurus rumah tangga Lin membusungkan dadanya dengan bangga. Dia sudah lima bulan menyusup perkumpulan Mahjong para pengurus rumah tangga di area villa ini dan sudah berhasil menjadi teman dekat Ahn Min Yeong yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga di kediaman Lu. Bisa di katakan informasi yang dia dapatkan itu first rate, hangat dari oven.
"Baguslah. Kalau sampai My Princess dibuat menangis, akan ku buat villa itu menjadi kuburan massal untuk mengubur semua generasi keluarga Lu." Pria tua berkata dengan rahang yang mengeras dan otot pada pelipisnya timbul tapi kemudia dia terbatuk-batuk karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga.
Xiaoyu menepuk punggung Tuanya dengan lembut untuk membantunya meredakan batuk-batuknya. Kemudian setelah Tuannya berhenti batuk dia memberikan teh hangat yang selalu dia bawa di dalam tasnya. "Tuan sudah waktunya istirahat." Ucapnya setelah Tuannya selesai minum lalu mendorong kursi roda meninggalkan lapangan helipad menuju villa.
"Hemm," pria tua juga sudah merasa lelah dan butuh istirahat. "Besok kita akan menemui My Princess."
Nama pria tua itu adalah Ming Weyan, dia dan pelayannya, Xiaoyu tersedot ke dalam lubang hitam dan berpindah dimensi saat mengalami kecelakaan pesawat lima puluh tahun lalu. Setelah lima puluh tahun lamanya dia terus mencari dan menunggu hingga akhirnya satu tahun lalu dia bertemu dengan gadis yang memiliki wajah yang sama dengan Princess-nya bahkan nama mereka juga sama. Dia yakin jika hal itu bukan hanya kebetulan semata lalu menggali informasi lebih dalam dan menemukan jika benar gadis itu adalah Princess kesayangannya
Pria tua itu menutup matanya dengan perasaan lega setelah bertahun-tahun lamanya, bocah yang selalu membuatnya khawatir itu sekarang sudah memiliki orang yang akan melindunginya. Dia sekarang sudah bisa dengan ikhlas menerima vonis dokter jika hidupnya tinggal satu bulan lagi.
__ADS_1