MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
54.


__ADS_3

“Impossible.” Mu Jena berguman, dia menatap ke depan dengan tangan yang mengepal. Kulit telapak tangannya terasa sakit akibat tertusuk oleh kuku-kuku jarinya yang panjang, tidak lama kemudian cairan merah merembes keluar dari sela-sela kepalannya.


Dua orang di depannya, seperti dunia ini hanya milik mereka berdua saja, tidak peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang, tetap melanjutkan cuiman mereka. Membiarkan orang-orang melihat, merekam dan mengambil foto. Seolah mereka memang sengaja pamer dan mengungumkan kepada khalayak umum jika mereka sedang jatuh cinta.


Mata Mu Jena semakin memerah, dia mulai menyalahkan ibunya, kenapa tidak memberitahu lebih awal, kenapa dia harus tinggal di luar negeri dan membiarkan kakak tirinya mengambil posisinya. Dia merasa marah kepada ibunya.


Coba saja dia tahu lebih awal, kembali lebih awal. Pasti dia yang sekarang sedang berada di pelukan Lu Ming, dicemburui oleh wanita lain dan menjadi pusat perhatian.


Lu Ming dan Ming Yue benar-benar lupa tempat. Saat ini di mata mereka hanya ada satu sama lain.


Agak jauh dari sana, tepatnya di balik pilar yang menyangga atap gedung, sepasang mata memperhatikan mereka. Orang itu mengambil beberapa foto lalu pergi dari sana.


Ming Yi yang baru saja keluar dari gedung pertunjukan, dia menyaksikan semua itu, meskipun dia iri dan cemburu kepada Ming Yue, dia masih berpikir rasional, kondisi keuangan perusahaan sekarang sedang kritis, mendekati bangkrut. Ming Weyan tidak menyembunyikan masalah itu darinya dan terang-terangan memberitahu masalah yang sedang dialami.


Dari awal, ayahnya sudah memperingatinya untuk menghentikan perasaan apapun yang dia miliki kepada Lu Ming.


Pria itu hanya akan menjadi saudara iparnya.


Namun tetap saja, pria berkualitas seperti Lu Ming, Ming Yi tidak rela melepaskannya begitu saja. sampai pada malam tahun baru, uang saku bulanannya dipotong hingga setengah, dia tidak bisa membeli tas atau baju yang dia inginkan.


Ming Yi berhenti menonton dua orang itu, dia memusatkan perhatiannya kepada gadis muda yang berdiri di dekat mereka. Dia mengenalinya, gadis itu adalah Mu Jena, adik beda ayah Ming Yue, ancaman terbesar yang bisa mengeser posisinya. Dan, Ming Yi akui, setelah melihat Mu Jena secara langsung, tidak heran ayahnya khawatir.


Rupa Mu Jena tidak kalah dengan Ming Yue, sebelas dua belas. Bedanya kalau Mu Jena ini, dia seperti seperti bunga, lembut dan innocence. Dia seperti cahaya rembulan yang menenangkan dan membuat orang terbuai. Contoh hidup dari apa yang ibunya sering ajarkan, pria lebih menyukai wanita yang seperti Mu Jena, lemah lembut, karena mereka bisa memuaskan ego dan hasrat para laki-laki yang selalu ingin mendominasi.

__ADS_1


Dibandingkan dengan Ming Yue yang keras kepala dan sombong, walaupun kecantikannya membuat pria mengaguminya dan memujanya, tapi hanya sebatas itu saja, kagum dan memuja, tidak ada pria sungguh-sungguh mau mejadikan Ming Yue sebagai pasangan hidup. Para pria lebih memilih pendamping hidup yang penurut dan mudah ditangani, para pria selalu memiliki pikiran seperti ini, cukup di luar rumah saja mereka melayani orang lain, kalau di rumah itu giliran mereka untuk dipuaskan, untuk menjadi raja selalu dilayani. Jadi yang mereka butuhkan adalah istri boneka yang bisa memuaskan ego mereka, penurut dan tidak menentang. Ming Yue terlalu arrogant dan tidak mau merendah sedikit pun dihadapan laki-laki. Dia benar-benar menganggap jika persamaan gender itu ada.


Awalnya Ming Yi juga mengkritik sikap Ming Yue yang ingin diperlakukan setara oleh pasangannya, sebagai pemikiran yang tidak realistis, dari jaman kuno sampai sekarang, wanita tidak bisa menyamai laki-laki. Tugas wanita itu hanya berdandan cantik dan melayani suami. Tapi setelah hari ini, dia sadar, tidak salah memasang mindset seperti Ming Yue. Buktinya, lihat saja bagaimana Lu Ming memperlakukan Ming Yue.


Semua wanita bisa menjadi ratu asal dia bertemu dengan pria yang tepat. Ming Yi tidak mau lagi mendengar nasihat ibunya, dia akan berhenti menjadi boneka yang cantik dan hanya duduk, menunggu dimainkan.


Walaupun wanita tidak bisa sepenuhnya bisa sama dengan laki-laki, wanita pasti bisa berhenti bergantung pada laki-laki.


Dengan tekat barunya, Ming Yi meninggalkan lokasi dengan hati yang sedikit lebih ringan. Perasaannya kepada Lu Ming, walaupun sulit untuk melepaskannya, dia akan berusaha. Suatu saat nanti dia juga akan menemukan pria yang ditakdirkan untuknya, yang menghargainya, yang memperlakukannya dengan setara, yah… meskipun tidak akan ada yang seperti Lu Ming.


Ming Weyan yang mendapatkan pesan dari Ming Yi, akhirnya bisa sedikit lebih lega.


Setelah adagan ciuman di tempat umum, sekarang semua orang tahu jika hubungan presiden Lu dengan tunangannya sudah membaik. Banyak orang yang kecewa, juga banyak orang yang senang.


“Senior Kong sepertinya anda harus bersiap kalah lagi.” saat istirahat makan siang, anggota sekretarian makan satu meja seperti biasanya. Zhang Xiong berkata.


Yang dimaksud Zhang Xiong adalah taruhan yang dipasang dua tahun lalu, bereka bertaruh apakah presiden Lu akan menikahi nona Ming atau tidak. Kong Mubai yang bertaruh untuk perpisahan dua orang itu, sudah pasti akan kalah lagi.


“Kong Mubai, kau juga belum menbayar yang kemarin.” Linda mengingatkan, ini tentang taruhan mengenai Gu Anran kemarin.


Kong Mubai walaupun sangat enggan akhirnya mentransfer gajinya selama satu bulan ke rekening Linda.


“Tidak sekalian.” Linda berkata setelah mendengar bunyi ping notifikasi. Saldonya bertambah lagi.

__ADS_1


“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, sebelum presiden Lu menandatangani sertifikat dengan nona Ming, sampai itu terjadi, pemenangnya belum bisa di pastikan.” Kong Mubai berkata seperti itu, tapi dia sendiri di dalam hatinya sudah menerima kekalahan. Membayar sekarang atau nanti, dia akan tetap kehilangan uang.


“Walapun sudah sangat jelas mereka akan berakhir di pelaminan.” Kong Mubai berguman pada dirinya sendiri.


“Tentu saja, penglihatanku tidak pernah salah.” Timpal Linda.


Melihat bagaimana perkembangan hubungan presiden Lu dengan nona Ming yang sekarang, mereka hanya tinggal menunggu undangan disebar saja.


Asiaten Yun yang berada di sebelah presien Lu, mendanpinginya melakukan kunjungan ke kantin. Tidak tahu apakah dia harus menghentikan mereka atau tidak.


Presiden Lu meminta para karyawan yang melihatnya untuk tidak mempedulikannya dan menyuruh mereka untuk melanjutkan makan siang seperti biasa. Anggota secretariat yang duduk di tempat paling dalam, tentu tidak mengetahui jika sejak tadi presiden Lu berdiri di samping meja mereka dan mendengarkan percakapan mereka.


Membicarakan masalah pribadi seseorang sangatlah tidak sopan, kalau sampai di dengar oleh orangnya secara langsung bisa membuatnya tersinggung. Mereka bisa jadi bermusuhan kalau yang dibicarakan tidak terima. Nah, kalau yang sedang dibicarakan adalah bos mereka sendiri dan ketahuan secara langsung, kira-kita apa yang akan terjadi.


Asisten Yun melangkah dengan berisik, berharap mereka tanggap dan segera menutup mulut. Kalau sampai mereka dipecat, dia yang akan kebingungan mencari penggantinya. Dan sebelum penggantinya datang, dia yang harus mengemban semua pekerjaan mereka.


Tapi di luar dugaan, presiden Lu tidak melakukan apa-apa, tidak menegur mereka dan tidak memecat satu orang pun. Dia berlalu begitu saja.


“Batalkan kenaikan gaji sekretaris Kong.” walaupun dia tahu jika ada banyak orang yang menduga dia dan Ming Yue akan berpisah, dia tidak peduli dengan opini orang lain, tapi mendengarnya secara langsung, tentu saja dia merasa tidak senang. Meskipun orang itu sudah berubah pikiran, dia tetap harus memberinya pelajaran.


Nb: Chuchu minta maaf gak bisa up hari kemarin, gak tahu kenapa tiba-tiba agak moody. Udah mau nulis tapi gak ada kata-kata yang keluar.


kalau Chuchu tidak up pada hari ini, hari selanjutnya akan Chuchu doulbe sebagai ganti up yang hari kemarin.

__ADS_1


__ADS_2