MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
69.


__ADS_3

“Ada sebuah rahasia yang selama ini aku sembunyikan.” Ming Yue berkata dengan serius.


Lu Ming tidak menyangka jika pembicaraan ini akan mengarah ke sana. Tangannya yang diletakan pada pagar pembantas pada kedua sisi tubuh Ming Yue, tangan itu mencengkram pagar pembatas hingga kuku-kuku pada jari jemarinya memutih. Selain tangannya, tidak ada perubahan pada ekpresi di wajahnya. Lu Ming masih menatap Ming Yue dengan tatapan yang sama.


Melihat Lu Ming yang berusaha dengan keras untuk tidak mengubah ekpresi wajahnya, Ming Yue tidak tahan ingin tertawa.


Lu Ming adalah orang yang cerdas dan memiliki ketajaman yang tinggi. Dia pasti menyadari perubahan yang terjadi pada tuangannya. Mungkin saja dia sudah mengetahui apa yang terjadi.


Ming Yue tahu jika ternyata Lu Ming sangat mencintai tunangannya, mungkin karena itu juga dia memilih untuk mengabaikan perubahan yang terjadi dan bersikap seolah jika bukan tunangannya yang telah berubah tapi dirinyalah yang berubah.


Ming Yue bisa sedikit memahaminya. Saat ibunya menginggalkan dirinya dan ayah bersama dengan pria lain, dia merasa sangat kehilangan dan tidak bisa menerima kenyataan. Waktu itu, ingin sekali dia mematahkan kaki ibunya agar wanita itu tidak jadi pergi, tapi dia tidak melakukannya karena dia tahu jika itu tidak akan berguna. Meskipun orangnya tetap bersamanya, jiwa orang itu pasti sudah tidak bersama dengannya.


Keberadaan orang itu di sisinya hanya akan menjadi sebuah fatamorgana yang membohongimu, memberikan ilusi jika semuanya akan kembali seperti semula, padahal kenyataan yang datang nyatanya malah lebih menyakitkan. Sesuatu yang sudah berubah tidak akan terasa sama.


Namun bagi beberapa orang mungkin saja fatamorgana itu adalah seutas tali terakhir untuk terus bertahan.


“Aku…” Ming Yue membuka mulutnya. Sebenarnya dia sudah tidak berniat untuk melanjutkan pembahasan ini. Seperti Lu Ming, untuk satu kali ini saja biarkan dia terjebak ke dalam ilusi.


Dia akan menikmati saat-saat ini dan membiarkannya mengalir seperti air. Bila nanti Lu Ming tidak mencintai Ming Yue lagi, dia akan mundur.

__ADS_1


Ming Yue tahu jika sekarang ini dia pasti terlihat sangat bodoh. Di depan Lu Ming dia kehilangan jati dirinya, dia seperti terpesorok ke dalam karakter Ming Yue yang ditulis oleh author. Hopelessly in love with the male protagonist. Dia tahu jika di depannya ada jurang tapi dengan sadar dia melompat sendiri.


Dia tahu malapetaka apa yang akan terjadi kepada dirinya jika dia mengikiti karakter setting yang ditulis oleh author. Benar saai ini Gu Anran sudah bukan lagi pemeran wanita utamanya, tapi bukan berarti jika setelah Gu Anran pergi tidak akan ada Gu Anran yang lain. Dan dirinya yang memerankan peran sebagai wanita antagonis dengan akhir yang naas, meskipun author menulis season dua dari novel ini, kecil kemungkinan bagi author untuk mengangkat derajatnya dan menjadikannya pemeran utama.


Selama ini dia masih mencoba untuk berpikir jernih, tetap bersama dengan Lu Ming bukanlah keputusan yang tepat. Simulasi pacaran tiga bulan itu tidak dia anggap sungguh-sungguh. Dia mengajukan masa percobaan itu karena tidak tiga untuk langsung menolak, walaupun niat sebenarnya… dia ingin mengerjai Lu Ming. Rencananya tiga bulan ini dia ingin menjadikan Lu Ming seperti keledai, dia ingin bermain dengannya, memerasnya lalu setelah puas dia akan mencampakannya. Angaplah dia membalaskan sakit hati pemilik tubuh asli yang selama ini telah diperlakukan oleh Lu Ming dengan tidak baik.


Tapi rencana tinggal rencana, nyatanya selama tiga bulan ini malah dirinya yang kalah.


Kelembutan dan ketulusan Lu Ming mampu menyentuh hatinya.


“Bukankah itu sebuah rahasia, kalau kau katakan nanti tidak akan menjadi rahasia lagi,” Lu Ming memotong perkataan Ming Yue. “Sekarang yang terpenting, menikahlah denganku.” Lu Ming berlutut dengan satu kaki dan sebuah cincin berlian di tangannya.


Ming Yue mengangkat alisnya. Caranya mengalihkan perhatian bisa dibilang mempan. “Okey.” Ming yue mengulurkan tangannya dan membiarkan Lu Ming memakaikan cincin itu pada jari manisnya. “Tapi aku ingin belibur sebelum kita menikah dan kau tidak boleh mengikutiku.” Ming Yue mengajukan persyaratan.


Hari berikutnya, Lu Ming mengantarkannya ke bandara.


Dia tidak turun dari mobil karena Ming Yue tidak ingin dia tahu kemana dia akan pergi berlibur. Dan ketidak tahuannya itu membuat Lu Ming ber-mood buruk.


“A Tai apa kau mendengar ada pergerakan dari dalam?” Asisten Yun sudah kehabisan pekerjaan. Tidak ada lagi yang bisa dia kerjakan, semua pekerjaan yang harusnya untuk dua minggu sudah seselai dalam satu malam ini. tapi sepertinya belum ada tanda-tanda presiden Lu akan segera pulang. Dan tentunya dia tidak bisa pulang lebih dulu jika bosnya masih bekerja.

__ADS_1


A Tai menggeleng. Memberikan jawaban negative.


Asisten Yun ingin menangis. Tuhan engkau kemanakan presiden Lu yang kemarin? Asisten Yun sudah terbiasa dengan jam kerja yang delapan jam. Ketika dirinya harus kembali bekerja lembur seperti ini, dia tidak tahan. Bahu pinggang dan kakinya terasa pegal-pegal seperti ingin patah.


Lembur hingga pagi bukanlah hal terburuknya. Suasana kantor hari ini rasanya lebih mencekam dari pada kuburun. Itu semua karena presiden Lu menebar terror dengan memasang muka masam sejak tadi pagi. Semua orang yang berpapasan dengannya berharap menjadi trasparan dan invisible. Mereka bergerak dengan sangat hati-hati agar tidak memancing emosi presiden Lu, tapi tidak semua orang bisa beruntung, walaupun sudah berusaha mati-matian agar tidak membuat kesalah. Bisa saja kesialan datang kepadanya.


Seperti sekretaris Linda yang hari ini terkena amukan presiden Lu dan di sidang selama satu jam di dalam ruangannya. Sekretaris Linda, orang selama masa kerjanya belum pernah mendapat satupun teguran karena kinerjanya yang sangat profesional dan melampaui harapan, hanya karena kaktus dia mendapatkan surat peringatan tingkat satu.


Dia telat untuk menyiram kaktus di piaraan presiden Lu. Biasanya kaktus itu disiram pada pagi hari tapi karena kelupaan sekeretaris Linda baru menyiramnya setelah makan siang.


Sebelumnya hal seperti itu pernah terjadi, sebelum sekretaris Ban mengindurkan diri, tanggung jawab menyiram kaktus itu ada padanya. Sekretaria Ban juga pernah kelupaan dan saat itu presiden Lu tidak mempermasalahkannya, asalkan kaktus itu tetap hidup dan tidak layu. Itu saja sudah cukup.


Tidak ada yang menyangka jika hari sialnya datang gara-gara kaktus.


“Huft…” asisten Yun mendesah. Dia menatap jam di layar ponselnya dengan pasrah. Lima menit lagi hari akan berganti.


Dengan gontai dia kembali ke ruangannya. Yang dia dengar dari A Tai, presiden Lu urung-uringan seperti itu karena ditinggal berlibur oleh nona Ming Yue. Kalau sampai berita ini tersebar, entah apa tanggapan orang-orang.


Tanpa dua orang itu ketahui, orang yang mereka tunggu-tunggu, yang dua orang itu pikir sibuk bekerja lembur, ternyata yang sedang dilakukan oleh presiden Lu adalah melamun.

__ADS_1


Di depan dinding kaca dua arah, Lu Ming mentap keluar dengan tidak berselera. Pemandangan malam perkotaan dipenuhi dengan lampu neon berbagai warna yang tampak berkedip di lihat dari kejauhan.


Lamunannya itu dipotong oleh bunyi notifikasi pesan masuk.


__ADS_2