MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
52.


__ADS_3

Lu Ming yang berjalan di sebelahnya, terus menatapnya.


Ditatap oleh Lu Ming terus-menerus, Ming Yue merasa keki. Hatinya berdebar dan rasa jengkel yang dia rasakan saat berada di dalam supermarket tadi menguap begitu saja.


Jatuh cinta sepertinya memang berbahaya.


Semenjak Lu Ming menyataka cintanya, perasaan yang rumit memenuhi dirinya.


Dia tidak lagi melihat Lu Ming seperti biasanya, seperti ada filter khusus yang menyelimuti pandangannya. Lu Ming menjadi glowing dan bersinar, lebih tampan dari biasanya.


Tahi lalat kecil yang berada di bawah mata Lu Ming, yang sebelumnya Ming Yue tidak sadari jika ada di sana, hari ini Ming Yue ingin menyentuhnya. Sejak tadi tangannya ingin bergerak sendiri.


“Lihat ke depan.” Ming Yue berkata.


Lu Ming menyeringai, lalu menatap ke depan, tapi dia masih bisa melihat Ming Yue dari ujung matanya. Dia melirik tangan Ming Yue yang masih bergelayut pada lengannya. Dia tidak bisa menghentikan bibirnya yang terus melengkung ke atas.


Masih dengan bergandengan tangan, Lu Ming membuka pintu apartemen dan mereka masuk ke dalam.


Ming Yue melepaskan mantel luarnya dan menggantunya, ketika dia berbalik dan hendak melepas sepatunya, sepasang sandal rumah yang biasa dia pakai, sudah tergeletak rapi di samping kakinya. Dia tersenyum. Menatap punggung Lu Ming yang membelakanginya.


Hmm… jika dipikir, Lu Ming selalu melakukannya.


Ming Yue memakai sandalnya, dia berjalan masuk tanpa memperhatikan langkahnya.


Ketika dia masih bergelut dengan pikirannya, sebuah mug muncul di depan matanya, ciklat panas dengan sepotong marshmello.


Ming Yue mendongngak, Lu Ming sedang menatapnya, dia menatapnya dengan lembut dan ada sesuatu yang Ming Yue tidak bisa atrikan… sebuah pertanyaan muncul di dalam hatinya, apa Lu Ming memang selalu menatapnya seperti itu, atau baru hari ini saja?


“Sejak kapan kau menyukaiku?” dia keceplosan dan mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya.


Untuk menutupi situasi canggung yang dia ciptakan, Ming Yue menyesap coklat hangatnya dan menunduk.

__ADS_1


Lu Ming tidak bisa melihat wajah Ming Yue, karena dia menunduk, rambutnya yang tergerai jatuh ke depan dan menutupi wajahnya. Tapi dari daun telinga Ming Yue yang memerah itu membuatnya percaya jika sekarang pipi gadis itu juga sedang merona.


Sesuatu yang langka dan baru dia jumpai akhir-akhir ini.


Kapan dia mulai menyukai Ming Yue?


Kalau diatanya seperti itu, Lu Ming juga tidak tahu kapan tepatnya dia menyukai Ming Yue. Mungkin sejak gadis itu menguyurnya dengan air atau mungkin malah sejak pada pandangan pertama.


Jika benar sejak saat itu, berarti dia mengalami semua fase percintaan, dari cinta monyet sampai dirinya mengerti makna mencintai yang sesungguhnya, dia hanya mengalami jatuh cinta pada satu orang.


Lu Ming tersenyum, kalau memang begitu, tidak buruk juga.


“Lu Ming…” karena Lu Ming terus diam dan tidak menjawab pertanyaannya, Ming Yue kira pria itu tidak mendengarnya. Tapi, ketika matanya bertemu dengan mata milik Lu Ming, Ming Yue tidak bisa berkata-kata.


Apa yang dia lihat… ini, tidak sesuai dengan script.


Presiden penguasa yang tidak memiliki expresi pada wajahnya, kenapa… melihatnya seperti itu.


…seperti, Ming Yue tidak berani mengatakannya.


Bagi kebanyakan orang, jika pasangan mereka menunjukan cinta yang sangat senang. Itu membuat meraka senang. Tapi, Ming Yue tidak. Itu membuatnya takut dan merasa sedikit bersalah, karena Ming Yue tidak akan bisa memberikan cinta yang besarnya sama dengan yang dia terima.


Dia selalu mengajarkan kepada dirinya sendiri untuk selalu menyisakan jalan untuk kabur, tidak boleh menyukai sesuatu atau seseorang dengan sepenuh hati. Kalau suatu saat nanti benda atau orang yang dia sukai berubah atau hilang, dirinya tidak akan terlalu patah hati.


Jatuh cinta itu boleh, tapi bodoh jangan.


“Jangan terlalu menyukaiku.” Agar tidak membebani hatinya, dia harus menghentikan Lu Ming untuk memberikan seluruh hatinya.


Lu Ming tersentak dari lamunannya. “Kenapa?” dia menatap Ming Yue lekat, mencoba mencari tahu apa maksud perkataanya itu.


“Pokoknya tidak boleh.” Ming Yue menjawab.

__ADS_1


Lu Ming meletakan mug ke meja, dia tidak melepaskan tatapan matanya dari Ming Yue. kemudian dia membungkuk dan meletakan kedua tangannya pada bahu Ming Yue, menahannya agar tetap di tempat. “Terlambat.” Dia bergumam sebelum menempelkan bibirnya pada bibir Ming Yue.


Lu Ming ******* bibir Ming Yue dengan lembut.


Ming Yue sedikit terkejut, tapi dia kemuadian mengalungkan tangannya pada leher Lu Ming dan mulai membalas ciumannya. Mereka sudah resmi, tidak masalah untuk melakukan ini.


Ming Yue merespon, walaupun gerakannya masih pemula dan canggung, Lu Ming tidak bisa menahan dirinya untuk merasa senang. Lama kelamaan, setelah mereka melakukannya berkali-kali, nanti Ming Yue juga akan terbiasa.


Pertam kali berciuman, Lu Ming juga tidak tahu harus melakukan apa, dia hanya mengikuti insting dan percaya pada nalurinya saja. Dia sempat merasa takut dan tidak percaya diri, apakah Ming Yue puas tidak, suka atau tidak. Bagaimanapun dia tidak bisa belajar pada orang lain dan tidak mau belajar dengan orang lain. Satu-satunya orang yang dia cium hanya Ming Yue.


Tapi berdasarkan reaksi Ming Yue yang selalu out of breath dan fell into a daze setelah mereka berciuman, Lu Ming bisa mengatakan jika dia berhasil. mimpi yang dia impikan setiap malamnya, ada gunanya juga.


Mereka berciuman cukup lama, baru berhenti setelah Ming Yue kehabisan nafas. “Saat berciuman jangan menahan nafas.” Lu Ming mengecup bibir Ming Yue, kemudian dia menyeka sudut bibir Ming Yue dengan jari jempolnya.


Melihat jempol Lu Ming yang basah, pipi Ming Yue yang memerah semakin merona.


“This is us, not only yours.” Lu Ming tertawa kecil, wajah Ming Yue mengatakan apa yang sedang dia pikirkan.


Lu Ming mengecup puncak hidung Ming Yue, dia tidak tahan melihat Ming Yue yang seperti rusa kebingungan. Dia merasa gemas, Ming Yue masih sangat hijau, dia harus mengajarinya sedikit demi sedikit.


Lu Ming tersenyum, di dalam kepalanya, dia sudah menyusun apa saja ayng akan dia ajarkan kepada Ming Yue. Dia akan sangat menikmati prosesnya.


“Tidak ada cuiman selama masa percobaan.” Ming Yue yang merasa malu mendengar perkataan Lu Ming, mendorongnya lalu kabur.


Lu Ming tertawa melihat Ming Yue melarikan diri.


Mengenai peraturan tambahan yang secara tiba-tiba ditambahkan oleh Ming Yue, dia tidak terlalu khawatir. Lu Ming akan menemukan cara untuk mengakalinya.


Kemudian dia pergi ke dapur dan mulai memasukan belanjaan ke dalam kulkas.


Hari ini dia akan memasak kari, seperti apa yang tadi di-request oleh Ming Yue.

__ADS_1


Seseorang mengatakn jika ingin menakhlukan hati seseorang, dia bisa memulainya dengan menakhlukan perutnya terlebih dulu.


Dan untuk menakhlukan perut yang mulia Ming, sepertinya, dia harus belajar masak lebih lanjut lagi.


__ADS_2