MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
73.


__ADS_3

Ming Yue menginap satu malam lagi di penginapan Berhentilah Untuk Minum dan pulang pada keesokan harinya.


Selama Ming Yue pergi berlibur, Lu Ming kembali menjadi penggila kerja yang tidak punya hari libur. Dia berangkat ke kantor pada jam tujuh dan pulang setelah lewat tengah malam.


Lu Ming menolak semua ajakan nongkrong teman-temannya dan memilih untuk mengurung dirinya bersama dengan tumpukan dokumen.


Dia mengerjakan semuanya dengan cepat dan efisien, berharap saat Ming Yue kembali nanti semuanya sudah selesai.


Sore itu kabar baik datang kepadanya.


Tempat persembunyian para tikus itu sudah ditemukan dan operasi penangkapan bisa segera dijalankan sesuai dengan rencana.


Kali ini Lu Ming terjun langsung ke lapangan, bersama dengan bawahan pamannya yang dia pinjam, malam itu juga mereka berangkat ke titik lokasi.


"Bos, persiapan sudah siap." Suara A Tai terdengar dari headset di telinganya.


Tangan Lu Ming mengepal dengan keras, matanya menatap keluar jendela dengan dingin. Kali ini dia bersumpah tidak akan membiarkan satupun dari mereka lolos. Dia akan membuat mereka menyesal telah hidup. "Mulai sekarang."


Sebuah gedung kosong yang terletak di pinggir kota.


Malam ini hujan turun rintik-rintik. Membuat malam semakin sepi. Suara serangga terdengar samar-samar diantara suara hujan. Sesekali terdengar suara burung hantu yang membuat suasana semakin mencekam.


Tapi suasana di luar tidak menggangu orang yang sedang berpesta di dalam.


Berbanding terbalik dengan kondisi luar gedung yang bobrok dan rusak. Di dalamnya ruangan itu didesain dengan glamour dan mewah. Berbagai perabot mahal menghiasi setiap sudutnya. Lampu kristal menggantung ditengah ruangan mengeluarkan cahaya warna-warni, lukisan karya pelukis terkenal di pajang di atas perapian elektrik.


Api dari perapian elektrik itu berkobar-kobar menerangi ruangan dengan cahaya remang-remang. Suara musik yang diputar dengan volume penuh meraung-raung dari stereo.


Orang-orang tertawa dan menari. Meja bilyard yang diletakan di tengah ruangan telah beralih fungsi menjadi panggung pertunjukan. Seorang wanita dengan wajah yang merona karena terlalu banyak minum berbaring di atas meja hampir telanjang, satu-satunya kain yang masih melekat pada tubuhnya adalah sebuah bra. Itupun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan tiga orang pria mengerumuninya, wanita itu terkikik senang. Kemudian hanya terdengar suara ******* yang kadang-kadang diselingi teriak yang keluar dari mulut wanita itu.


Bau alkohol, parfum dan *** memenuhi indra penciuman.

__ADS_1


"Tuan muda..." Dong Chen datang dari luar, dia mendekati bosnya yang duduk di sofa singgel memangku seorang wanita cantik. Dia lalu membisikan sesuatu ke telinganya.


Gu Anran yang duduk dipangkuan Huo An dapat mendengar apa yang Dong Chen katakan, seketika itu wajahnya berubah menjadi pucat.


Mendengar nama orang itu disebutkan, perasaan yang selama ini dia pikir sudah dia kubur dalam-dalam muncul kembali ke permukaan. Perasaan benci dan cinta berkelebat satu sama lain ke dalam pikirannya, pemilik nama itu pernah menjadi satu-satunya cahaya yang meneranginya, tapi orang itu pulalah yang membuatnya jatuh ke dalam jurang.


Lu Ming.


Ketika Gu Anran mengingat wajah rupawan pria itu, hatinya masih berdesir.


Kala itu dirinya masih seorang gadis cupu yang hanya bisa memandang sang pujaan hati dari kejauhan. Dia tidak berani datang langsung ke hadapannya, takut kalau keberadaan membuat pria itu jijik.


Dia sadar jika dirinya –bahkan untuk sekedar menaruh perasaan kepada pria itu, dia tidak pantas. Mereka berasal dari dua dunia yang berbeda.


Lu Ming berada begitu jauh dari jangkauannya.


Dia sudah berusaha untuk melupakan pria itu, tapi perasaannya tidak berubah dan malah ambisi untuk memiliki pria itu semakin kuat.


Dia memulainya dengan belajar giat dan membuka diri, meninggalkan kehidupannya yang introvert. Mengubah style dan berteman dengan banyak orang. Usahanya itu tidak mengkhianati hasil, dia berhasil masuk ke lingkar pertemanan yang sama dengan Lu Ming. Dia bisa mengejar Lu Ming dan masuk ke universitas yang sama dengannya. Menjadi senior dan junior.


Saat Lu Ming menjabat sebagai ketua BEM, dia menjadi sekretarisnya. Saat dia terpilih menjadi kampus beauty, Lu Ming adalah kampus prince!


Mereka berdua adalah natural couple.


Banyak orang percaya jika mereka sedang menjalin hubungan. Dan karena Lu Ming tidak mengkonfirmasi gosip itu atau mungkin pria itu tidak tahu dirinya digosipkan, setiap kali Gu Anran dihadapkan dengan ucapan selamat atas keberhasilannya meluluhkan hati sang pangeran es, dia juga tidak mengatakan yang sebenarnya. Hanya tersenyum tidak mengiyakan ataupun menyangkal. Orang-orang pikir mereka ingin stay low jadi tidak lagi mengungkitnya di depan umum.


Walaupun begitu, pembicaraan privat masih sering terdengar. Gosip itu tersebar dan semakin luas, semakin banyak orang yang tahu. Semakin banyak pula yang mendekati Gu Anran untuk berteman. Walaupun dia tahu jika mereka mendekatinya tidak benar-benar tulus ingin berteman dan hanya ingin memanfaatkannya saja, tapi meskipun begitu dia tetap sangat menikmati perhatian itu.


Hingga suatu hari, ketika Gu Anran berada tinggi di atas awan, kebohongannya terbongkar. Lu Ming mengklarifikasi semua gosip itu. Mengatakan jika dia tidak punya hubungan spesial dengan sekretarisnya.


Saat itu juga Gu Anran yang menjadi primadona mendadak berubah menjadi musuh publik. Image yang dia bangun dengan susah payah hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Saat itu dia tahu jika semuanya sudah berakhir, dia mengundurkan diri sari posisi sekretaris BEM dan memutuskan untuk cuti kuliah.


Gu Anran memejamkan matanya. Mencoba untuk mengendalikan perasaannya. Dikuburnya kenangan indah ketika dia masih berada di samping Lu Ming.


Walaupun saat itu dia bermain sandiwara seorang diri, dia benar-benar merasa Lu Ming menjadi miliknya.


Saat dia mendapatkan penglihatan tentang masa depan, dia kira itu adalah kesempatannya untuk membalikkan keadaan dan kembali ke sisi pria itu lagi.


Tapi semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya. Ming Yue yang seharusnya menjadi cannon fodder untuk mempromosikan hubungannya dengan Lu Ming, tidak menjalan tugasnya dan malah merebut posisinya.


Ketika membuka mata kembali dan melihat wajah cantik Huo An, Gu Anran merasa dadanya panas.


Semua ini gara-gara Ming Yue! Kalau bukan karena wanita sialan itu, tidak mungkin dirinya jatuh sampai ke posisi dimana dia harus terjebak bersama dengan seorang waria dan harus melayaninya sebagai budak pemuas nafsu.


Gu Anran bertemu dengan Huo An pertama kali adalah tiga tahun lalu, ketika berada pada titik terburuknya, terlilit hutang dan terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur di bar. Dulu Hou An masih Mike, tuan muda dari keluarga gangster yang cukup terpandang, kaya dan tampan. Andai saja dia tidak punya fetis *** yang aneh–salah satunya roll playing menjadi wanita saat berhubungan–selain itu Mike adalah kandidat terbaik untuk menjadi pasangannya. Dan terlebih lagi Mike menyukainya.


Sekarang walaupun Mike masih menyukainya dan mau membantunya balas dendam, Gu Anran merasa jijik ketika berhubungan dengannya. Bagaimana tidak, dia bukan penggemar hubungan sesama jenis–meskipun alat kelamin Mike masih laki-laki, tapi ketika tubuh mereka saling bersentuhan, itu membuatnya ingin muntah.


Tapi di sisi lain dia juga iri dan merasa insecure. Konfigurasi tubuh dan wajah Mike lebih sempurna dari dirinya yang seratus persen wanita tulen.


"What's wrong honey?" Hou An merasakan tubuh wanita di pangkuannya menegang. Dia pikir Gu Anran tegang karena mendengar perkataan Dong Chen. "Jangan khawatir, tidak akan ada yang terjadi selain kemenangan. Area pertempuran ini milik kita." Dia mengelus puncak kepala Gu Anran dengan lembut. Seperti seorang ibu sedang menidurkan bayinya.


Gu Anran mengangguk.


Suka tidak suka dia tetap harus menurut.


Demi menghancurkan wanita sialan itu. Dia harus menahan diri.


Kalau dia berpikir lagi, di perlu berterimakasih kepada Huo An. Kalau bukan karena Huo An yang membebaskannya dari penjara terkutuk itu, mungin dia akan terkurung di sana selamanya sampai ajal menjemput.


Di dalam sel itu, jangankan memikirkan untuk balas dendam, menjaga kewarasan agar tidak gila saja sulit. "Husband, thank you." Gu Anran berkata. Dia membenamkan kepalanya pada dada E cup milik Huo An.

__ADS_1


Huo An yang mendengar Gu Anran memanggilnya dengan sebutan suami terkekeh. Kemudian menjambak rambut panjang Gu Anran dan menciumnya dengan brutal.


__ADS_2