MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
80.


__ADS_3

"Kakak ipar, ngomong-ngomong... V.Congming, nama itu apakah memiliki makna tertentu?" Mu Qing bertanya. Sebenarnya dia ingin langsung bertanya secara to-the-point mengenai arti dan alasan kenapa Ming Yue menggunakan nama samaran yang terdengar sangat aneh seperti itu.


Mereka bisa menangkap maksud dari kata Congming, tapi tidak dengan huruf V didepannya.


Apakah itu merupakan sebuah singkatan? Tapi singkatan dari apa.


"Very Cong Ming." Ming Yue menjawab ringan.


Mendengar jawaban itu empat orang, selain Lu Ming tentunya. Pria itu tidak lagi kaget dengan sifat super kepedean yang dimiliki oleh Ming Yue. Bahkan kalau dia tidak salah nama Inggris Ming Yue adalah Melly yang gadis itu ambil dari kata Meili yang artinya beautiful, cantik.


Maka dia tidak kaget lagi ketika mendengarnya. Tapi lain halnya dengan Mu Qing, Jin Yichen dan Fu Yunhai, ketiga temannya itu menganga hingga dagu mereka menyentuh lantai saking kagetnya.


"Very dan Cong memiliki arti yang sama yaitu sangat, paling, teramat. Lalu Ming dari kata Ming yang artinya cerdas. Tiga kata itu bila digabungkan maka akan memiliki arti: Sangat sangatlah cerdas." Fu Yunhai menerjemahkan. Sebagai seseorang yang suka memuji diri sendiri dan sangat narsis, dia bisa langsung menangkap maksud Ming Yue.


Dia menggelng pelan, Fu Yunhai pikir selama dirinya sudah menjadi orang yang paling kepedean. Tidak menyangka jika diatas langit masih ada langit. Saat ini dia sungguh ingin bersujud kepada Ming Yue dan memintanya untuk dijadikan murid. Dia harus berguru kepadanya lalu melampauinya.


"Kakak ipar kau..." Mu Qing menelan kalimat keritikan yang hedak dia ucapkan. Dari mana rasa percaya diri yang berlebihan itu samapai dia bisa menggunakan nama samaran yang begitu... Begitu cocok. Walaupun nama itu terdengar narsis sekali pada nyatanya nama itu memang cocok untuknya. "Kau memilih nama samaran yang tepat." Dia melanjutkan.


Mu Qing mengenal V.Congming dari pembicaraan beberapa temannya. Karena setiap kali temannya berbicara tentang orang itu selalu saja pujian yang keluar dari mulutnya, dia mulai penasaran. Hingga dia memutuskan untuk mengbuktikan perkataan temannya itu, dia menghubungi V.Congming dan memberikan sebuah kasus yang solusinya tidak dapat dia temukan.


Awalnya dia tidak percaya dan sedikit skeptis dengan julukan jenius yang diberikan kepada orang itu. Dia pikir itu hanyalah sebuah cerita yang dilebih-lebihkan saja.


Setengah tahun adalah waktu yang terlalu pendek untuk mengukur kemampuan seseorang. Menuturnya terlalu dini untuk memberikan julukan itu kepada seorang pendatang baru.


Berselang satu minggu kemudian V.Congming mengirimkan e-mail balasan kepadanya. Dugaannya pasti benar, julukan jenius itu hanyalah pujian kosong. V.Congming pasti tidak menemukannya solusi untuk masalah itu.


Dia tidak terlalu kecewa karena tidak dia memang tidak mengharapkannya. Bagaimana tidak, bahkan Lu Ming sekalipun membutuhkan waktu dua minggu untuk menemukan solusinya. Jadi sangat wajar bagi orang biasa lain jika tidak bisa.

__ADS_1


Tapi diluar dugaannya, e-mail balasan yang dikirim kepadanya dalam tujuh hari itu berisi sebuah solusi. Yang membuatnya lebih kaget lagi solusi itu sama dengan solusi Lu Ming. Solusi itu pasti hasil pemikirannya sendiri, karena Mu Qing yakin selain dirinya, Lu Ming serta ayah dan kakeknya tidak ada yang tahu mengenai detail bagaimana menyelesaikan masalah itu. Dan orang itu hanya butuh waktu satu minggu.


Mulai saat itulah Mu Qing mengakui kehebatannya dan mulai menjadikan V.Congming sebagai panutan.


Demi bertemu dengannya, Mu Qing melakukan berbagai cara untuk mencari tahu siapa sosok dibalik nama samaran itu, tapi V.Congming menyembunyikan identitasnya dengan rapi. Kalau bukan Lu Ming yang memberitahunya, sampai sekarang dia masih belum tahu indentitas asli V.Congming.


Pada saat itu dia masih belum percaya, hingga Lu Ming memperhatikan buktinya barulah dia percaya.


"Kakak ipar..." Mu Qing hendak mengatakan sesuatu. Namun Lu Ming seolah mengerti apa yang hendak dia katakan, meliriknya, kemudian hal itu membuat Mu Qing tidak jadi melanjutkan kalimatnya.


Satu jam kemudian makan siang itu berakhir dan mereka berpisah di pelataran hotel.


"Betapa beruntungnya kita, kakak ipar adalah orang yang pemalas." Jin Yichen berkata setelah mobil Lu Ming pergi.


Ketiga orang itu sekarang memanggil Ming Yue dengan sebutan kakak ipar.


"Aku setuju. Untunya dia pemalas." Fu Yunhai menimpali.


Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau satu lagi orang yang sepintar Lu Ming mendirikan sebuah perusahaan dan berbisnis. Mungkin orang-orang seperti mereka bisa tidak kebagian rizki.


Beruntungnya Ming Yue tidak berambisi untuk memiliki karir setara dengan Lu Ming dan menjadi Lu Ming dua.


Walaupun mereka yakin jika Ming Yue ingin menjadi Lu Ming ke-dua, Lu Ming akan menyerahkan posisi pertama itu kepada Ming Yue.


Di sisi lain mobil Ming Yue dan Lu Ming berhenti di depan sebuah bangunan bergaya Eropa.


Ketika turun dari mobil, seorang pria berpenampilan flamboyan menyambut mereka.

__ADS_1


"Tuan Lu, Nona Ming. Madam Sarah sudah menunggu di dalam." Dia berkata dengan sopan. Kemudian mempersilakan mereka untuk masuk.


Lu Ming mengangguk singkat lalu menggandeng tangan Ming Yue dan mereka berdua berjalan masuk.


Begitu mereka sudah berada di dalam, Ming Yue baru tahu jika tempat itu merupakan sebuah butik.


"Apakah Madam Sarah yang dimaksud adalah Sarah Liu?" Ming Yue berbisik.


Lu Ming mengangguk membenarkan tebakan Ming Yue. "En,"


Sarah Liu adalah seorang desainer kenamaan yang karyanya dipamerkan di kancah Internasional. Wanita itu seorang kelahiran Taiwan yang merintis karirnya di Prancis selama empat puluh tahun. Awalnya dia hanyalah seorang asisten desainer, tapi karena atasannya tidak suka dengan orang Asia dia sering mempersulit pekerjaannya. Hingga suatu hari dia dituduh mencuri karya dan dilaporkan ke polisi yang membuatnya hampir saja di banned dari industri fashion dan masuk penjara, beruntungnya dia bertemu dengan seorang pengacara baik hati yang bersedia membantunya. Setelah dirinya tidak terbukti bersalah dia kemudian mendirikan rumah fashion sendiri.


Sekarang Sarah Liu telah menjadi desainer ternama yang karyanya diburu oleh berbagai orang dari berbagai belahan dunia. Untuk memakai gaun rancangannya tidaklah mudah, selain harus membayar sangat mahal juga harus bersabar mengantri.


Kalau kau mem-booking hari ini mungkin lima tahun kemudian baru bisa beremu dengannya, itupun belum tentu sang desainer mau membuatkan baju untukmu. Hal itu terjadi bukan karena beliau sangat sibuk, itu karena Sarah Liu adalah orang yang sangat moody.


"Silahkan, Tuan, Nona." Pria flamboyan yang diketahui bernama Peter itu membawa mereka ke lantai dua.


Berbeda dengan lantai satu yang digunakan sebagai tempat display dimana pengunjung bebas berkeliling. Lantai dua butik ini adalah workshop yang tidak bisa dibasuki oleh pengunjung.


"Madame Sarah." Peter mendekati seorang wanita paruh baya yang sedang mengarahkan seorang gadis muda yang tengah memasang payet pada sebuah gaun pengantin berwarna putih yang dipakaikan pada sebuah manekin. "Tuan Lu dan nona Ming telah datang."


Madame Sarah mengangkat kepalanya lalu menoleh.


"Ah, Tuan muda Lu, kau selalu datang tepat waktu." Dari nada bicaranya dan bahasa non-formal yang dia gunakan, mereka sudah saling kenal dan akrab.


Setelah memberikan beberapa arahan kepada muridnya, Madame Sarah mengajak Lu Ming dan Ming Yue untuk masuk ke dalam sebuah ruangan. "Nona Ming, anda lebih cantik dari foto yang saya lihat." Dia pujian itu dia tujukan kepada Ming Yue. Lalu melirik Lu Ming dan berkata dengan nada komplain. "Kenapa kau baru membawanya sekarang." Kemudian dia kembali memperhatikan Ming Yue.

__ADS_1


Ming Yue menerima pujian itu dengan tersenyum. Ketika itu pipi Madame Sarah merona dan dia menatap Ming Yue dengan mata yang berkilau. Persis seperti remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kali.


Sebelum Madame Sarah berubah menjadi nymphomaniac Lu Ming segera mengalihkan perhatiannya. "Sarah aku ingin melihat gaunnya."


__ADS_2