MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR

MINGGIR! WANITA ANTAGONIS INGIN KABUR
60.


__ADS_3

Ketika Ming Yue membuka matanya, dia mendapati dirinya berada di pelukan Lu Ming, pria itu memeluknya dengan sangat erat.


“Ming Yue.” pria itu berbisik lembut pada telinganya, ternyata suara yang dia dengar di dalam mimpinya itu adalah suara pria itu, Lu Ming yang memanggilnya.


Ming Yue mengerjap, rasanya sangat lelah. Wanita itu kenapa menghantuinya, dia selalu muncul di dalam tidurnya, seperti hantu penasaran. Ming Yue sudah mencari tahu siapa identitas wanita itu, wanita itu tidak ada hubungan dengan dirinya, tidak saling mengenal, belum pernah bertemu dan bukan saudara yang terpisah. Dia hanya kebetulan lewat dan terlibat di dalam tragedi itu.


Dia benar-benar tidak mengerti kenapa wanita itu terus mendatanginya di dalam mimpi. Sepengetahuannya, wanita itu menjatuhkan dirinya sendiri, dia bunuh diri, mengakhiri hidupnya sendiri. Tapi di dalam mimpi yang menghantuinya, wanita itu seakan-akan masih memiliki urusan yang belum tuntas, dan menghantuinya untuk minta tolong.


Memang terdengar aneh dan tidak masuk akal. Tidak scientific dan tidak bisa diterima akal sehat. Dunia manusia dan dunia orang yang sudah mati terpisah dan tidak bisa saling bersinggungan. Tidak mungkin arwah wanita itu mendanginya, Ming Yue sendiri juga tidak percaya. Dia bukan orang yang mempercayai hal-hal supranatural. Tapi karena wanita itu terus saja menghantuinya, dia mencari tahu urusan apa yang belum wanita itu selesaikan.


Dan setelah setelah mencari tahu bagaimana wanita itu semasa hidupnya, Ming Yue menemukan hal alasan kenapa wanita itu bunuh diri. Wanita itu adalah seorang internet selebriti yang cukup terkenal, setiap kali live streaming penontonnya selalu banyak, dia jadi punya banyak mendapatkan pemasukan dan hidup dengan kecukupan. Dia juga bertunangan dengan seorang pengusaha timah dan berencana akan menikah setengah tahun kemudian, satu bulan lagi sebelum dia bunuh diri. Tunangannya tidak berselingkuh dan dia juga tidak punya masalah dengan calon mertuanya. Dia juga tumbuh di dalam keluarga yang hangat, orang tua dan saudara-saudaranya menyayanginya.


Ming Yue bisa bilang jika wanita itu memiliki hidup yang sempurna. Dia tidak punya alasan yang cukup untuk mengakhiri hidupnya. Kemungkinannya dia dibunuh, tapi tidak ada petunjuk yang mengarah kesana.


Hingga akhirnya Ming Yue menemukan sebuah kenyataan yang disembunyikan, wanita itu adalah seorang pecandu. Dia tidak sengaja bunuh diri saat sedang high. Fakta itu bahkan tidak diketahui oleh tunangannya, pria yang menjadi tunangannya itu tidak tahu jika calon istrinya adalah seorang pecandu. Keluarga si wanita menyembunyikannya dengan sangat rapi.


Penemuannya itu membuatnya marah, jengkel dan kesal sekaligus.


Wanita itu pasti sudah tahu resiko apa yang akan terjadi kepada dirinya jika dia menjadi seorang pemakai. Dia mati karena salahnya sendiri. Seharusnya dia tidak menghantui orang lain. Apa lagi orang lain ayng tidak berdosa dan tidak ada hubungan dengannya. Ming Yue bukan orang yang menyuruhnya menggunakan narkoba. Dia tidak memberikan motifasi untuk mengonsumsi heroin kepada wanita itu.

__ADS_1


Hanya karena dia kebetulan berada di lokasi kejadian, wanita itu memilihnya untuk dihantui. Sungguh tidak adil.


“Uhh!” Ming Yue mengerang, kekesalannya sudah mencapai puncak. Dia ingin menyinkirkan arwah gentayangan itu dari hidupnya.


“Dimana kau merasa tidak nyaman? apa ada yang sakit? Kau terluka?” melihat Ming Yue terbangun, Lu Ming menberondongnya dengan pertanyaan, nada bicaranya cemas dan penuh kekhawatiran.


Beberapa kali Lu Ming memergoki Ming Yue mengalami mimpi buruk, biasanya dia akan memeluknya dan membisikan namanya dan Ming Yue akan segera terlepas dari mimpinya. Tapi kali ini berbeda, mimpi buruk Ming Yue tidak pergi setelah Lu Ming melakukan semua itu. Seperti caranya itu sudah kehilangan efeknya, tidak peduli seberapa banyak dia memanggilnya dan seberapa erat dia memeluknya, Ming Yue tetap terjebak di dalam mimpinya.


Di setiap detik yang berlalu, Lu Ming melaluinya dengan hati yang seperti diremas-remas oleh capitan bergerigi, sakit dan perih. Dia tidak tega melihat wajah Ming Yue semakin lama semakin memucat tubuhnya yang berada di pelukannya terus bergerak-gerak gelisah, dahinya bertaut dan bibirnya membentuk garis tipis, seperti dia sedang menahan rasa sakit yang teramat sakit.


Jika Ming Yue tidak bangun dalam sepuluh menit kedepan , dia sudah bersiap untuk mendatangkan dokter Gong.


Lu Ming tidak peduli dengan perkataan Ming Yue. Gadis itu boleh menghinanya sampai puas. Dia tidak keberatan, tidak akan protes. Asalkan jangan membuatnya khawatir, jangan sakit, jangan terluka dan jangan meninggalkannya.


Lu Ming tidak bisa tanpa Ming Yue.


Lu Ming yang tidak merespon perkataannya dan malah menatapnya dengan sangat emosional, membuat Ming Yue jadi merasa keki. Dia mengerjap, pipinya sedikit merona, kemudian dia mengalihkan pandangannya lebih dulu. “Aku haus.” Dia berkata, mencoba menghentikan kecanggungan yang dia rasakan.


Ming Yue melepaskan diri dari pelukan Lu Ming, tapi pria itu menahannya, membuat Ming Yue kembali menatapnya. “Air.” Ming Yue menunjuk gelas berisi air putih yang berada di meja samping tempat tidur, dia menjulurkan tangannya mencoba untuk meraihnya, tapi Lu Ming mendahuluinya. Namun pria itu tidak memberikan gelasnya kepada Ming Yue melainkan dia mendekatkan bibir gelas ke mulut Ming Yue.

__ADS_1


Ming Yue tidak menolak gestur itu dan segera meminum airnya. “Emm… sekarang aku lapar…” Ming Yue mengigit bibir bawahnya. Menatap Lu Ming dengan sedikit malu-malu.


Lu Ming menaikan sebelah alisnya, dia pikir Ming Yue hanya sedang menghindarinya saja, tapi dia kemudian tertawa begitu mendengar perut Ming Yue berbunyi dengan nyaring.


“Kemana perginya makan malam yang tadi?” dia meraba perut Ming Yue yang sudah rata kembali. Baru dua jam yang lalu mereka makan malam, dan Ming Yue tentu saja memakan setengah lebih dari porsi makan mereka berdua.


Ming Yue hanya mengedikan bahu, dia tidak tahu harus menjawab bagaimana, itu semua, salahkan saja pada system metabolismenya yang terlalu cepat.


“Mau makan apa?” Lu Ming tentu tidak benar-benar mempermasalahkan kemana perginya makanan yang ada di perut Ming Yue.


“Aku ingin makan nasi dengan daging sapi rebus asam manis, roasted vagetables with brokoli and asparagus dan acar mentimun.” Ming Yue menyebutkan daftar makanan yang dia ingin makan. Dan permintaannya itu membuat Lu Ming terkekeh, “Tidak mie telur dan tomat saja?” dia bertanya.


Ming Yue mengerutkan hidungnya, memperlihatkan expresi jijik dan langsung menolak. “Tidak.”


Mendengar itu Lu Ming tertawa. “Baiklah yang mulia Ming, mari kita buat nasi dengan daging sapi rebus asam manis, roasted vagetables with brokoli and asparagus dan acar mentimun.” Dia mengulang perkataan Ming Yue seperti yang dilakukan oleh seorang pelayan restoran yang sedang memastikan pesanan pelanggannya. Tapi di sini Lu Ming adalah ajundan dan Ming Yue adalah rajanya, dia berbicara dengan nada yang sangat sopan, penuh rasa hormat dan tunduk.


Di dapur Lu Ming sedang meracik bahan-bahan yang akan dimasak dan Ming Yue duduk di kursi tinggi yang ada di sisi lain meja counter dapur dan memandangi Lu Ming memasak makan malamnya.


Mereka seperti sedang mengulang kembali saat Ming Yue pertama kali datang ke apartemen Lu Ming. Saat Lu Ming yang sedang sakit disuruh-suruh oleh Ming Yue.

__ADS_1


Tapi kali ini Lu Ming tidak terpaksa, dia dengan suka rela menuruti kemauan Ming Yue. Ming Yue juga tidak perlu mengoreksi masakan Lu Ming karena Lu Ming sudah menyesuaikan seleranya dengan selera Ming Yue.


__ADS_2