My Beloved Presdir

My Beloved Presdir
Jadi Janda Karena Berondong


__ADS_3

Dear My Belovel Readers.


Jangan Lupa mampir di karya baru aku, ya😊😊


Judulnya "Jadi Janda Karena Berondong"


Di bawah ini ada cuplikan babnya, ya.


Semoga kalian suka.


****


Riana kembali sibuk dengan pekerjaannya, apalagi beberapa hari ini ia harus melakukan tugasnya sendiri, ia harus membaca dan membalas pesan dari klien sendiri, mengatur jadwal pertemuan sendiri.


Ya, Riana tampak begitu kelelahan dengan semua ini. Dia juga tidak mengerti mengapa asisten pribadi lamanya, mengundurkan diri tanpa sebab yang jelas.


Riana kembali ke rumah saat hari sudah sore, ia melewati hari yang sangat melelahkan hari ini, karena harus menjumpai beberapa klien, dimulai sejak jam makan siang tadi.


Riana segera masuk ke kamar mandi, ia mengguyur tubuh sendiri dengan air shower, air dingin itu terasa sangat menyegarkan, dan dapat sedikit menghanyutkan rasa lelah yang meliputi tubuhnya.

__ADS_1


Riana mulai melumuri tubuh indahnya dengan sabun, dia mengusap setiap inchi tubuhnya perlahan, usapan yang kembali membawa Riana terbayang malam panasnya, beberapa malam yang lalu.


Riana sudah berumur 35-tahun, tapi malam itu adalah kali pertama Riana merasakan yang namanya surga dunia, sungguh pengalaman yang membuat Riana serasa terbang melayang, bahkan hangatnya percintaan itu masih membekas pada diri Riana, sampai saat ini.


Riana selesai dengan aktivitas mandinya, ia memakai baju ganti, lalu duduk di depan cermin riasnya. Riana adalah wanita yang sangat memperhatikan perawatan tubuhnya, yang membuat hampir setiap pria yang melihat akan menelan saliva, dengan pikiran yang melayang entah sampai ke mana.


"Selamat sore, Sayang!" seorang pria yang berstelan elegan masuk ke kamar sambil menyapa Riana. Dia adalah Tuan Taslim suami dari Riana.


Suaminya itu menghampiri Riana, lalu mendaratkan kecupan lembut di keningnya. Riana berdiri, ia mengambil tas kantor serta melepaskan jas suaminya, lalu meletakkan jas tersebut di tempat pakaian kotor.


Riana menikah pada saat berumur 20-tahun, usia yang masih terbilang sangat muda. Riana harus merelakan masa mudanya, ia harus menikah dengan Taslim yang notabene sorang duda tanpa anak, umur mereka pun terpaut cukup jauh, 15-tahun.


Meski pernikahan ini didasari perjodohan, tapi benih-benih cinta tumbuh dengan cepat di antara Riana dan Taslim. Taslim selalu memperlakukan Riana dengan baik, begitu pun Riana, ia menjadi istri yang sangat patuh pada suami.


Riana kembali menghampiri suaminya, lalu bergelayut manja di lengan suaminya itu, tangan Riana mulai meraba dada bidang suaminya, yang masih terasa kekar berotot di usianya yang sudah menginjak setengah abad.


"Aku menginginkannya, Mas," lirih Riana dengan suara serak.


Sejurus kemudian bibir mereka sudah saling berpaut, Riana mulai melucuti pakaiannya, itu juga dilakukan oleh suaminya, kini mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


Jantung Riana berdebar-debar saat suaminya itu melakukan ancang-ancang untuk memasukinya, Riana sudah menunggu momen ini selama 15-tahun.


Sayang, hal yang sama terulang lagi dan lagi, suaminya itu langsung mencapai puncak, ketika menyentuh Riana.


Inilah satu-satunya kekurangan dalam rumah tangga mereka. Taslim tidak pernah berhasil melakukan tugasnya sebagai seorang suami. Meskipun selama ini berbagai macam cara sudah mereka lakukan, untuk mengobati penyakit Taslim.


Namun, sayang, sampai detik ini semua usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil, Taslim tidak berhasil menjadi lelaki sejati.


"Maaf ...." Itulah kata yang selalu didengar Riana, saat suaminya itu gagal memberinya nafkah batin.


"Tidak apa-apa, Mas," sahut Riana pelan.


Riana menekuk wajah untuk menutupi kekacewaan, batinnya tersiksa menahan gejolak yang mendamba, ia adalah wanita normal yang bukan sekedar mebutuhkan nafkah lahir, ia juga menginginkan nafkah batin yang juga merupakan haknya.


Bersambung.


Bisa cari novelnya dengan klik profil aku, atau cari judul seperti di bawahπŸ‘‡πŸΌπŸ‘‡πŸΌπŸ‘‡πŸΌ


__ADS_1


__ADS_2