My Beloved Presdir

My Beloved Presdir
Menjadi Asisten


__ADS_3

Pagi harinya.


Rara sudah bersiap-siap, pagi ini dia akan melakukan pertemuan dengan tuan Fernando. Tapi Rara sama sekali enggan keluar dari kamar, dia masih kesal melihat wajah Sean.


Rara bahkan meminta Room servis untuk mengantar sarapannya ke kamar, dia menunggu sampai pukul-9, barulah dia keluar dari kamar, karena ini adalah waktu yang dijadwalkan untuk melakukan pertemuan.


Rara keluar dari kamar setelah menghubungi sekretarisnya. Saat Rara keluar kamar, dia tidak hanya mendapati Wina di sana, tapi juga ada Sean suaminya.


Yang lebih mengherankan lagi suaminya itu sudah berpakaian rapi, lengkap dengan stelan jasnya, persis seperti hendak pergi bekerja.


Sebenarnya Rara ingin menegur Sean, dia kasihan melihat wajah suaminya itu terlihat pucat, Rara tahu Sean masih mengalami morning sick. Tapi rasa kesal di hatinya, membuat Rara mengurungkan niat untuk menyapa Sean, dia langsung melengos menghampiri Wina.


"Ayo Win, kita pergi ke ruang pertemuan," ajak Rara.


Wina telihat ragu-ragu untuk menjawab. "Tapi, Nona. Tuan melarangku untuk ikut, tuan bilang dia sendiri yang akan menemani, Nona."


Rara langsung melirik Sean yang sedang menyeringai licik tak jauh darinya.


"Untuk apa kau mengikutiku, aku masih kesal padamu," ketus Rara.


Sean melangkah mendekat. "Kau terlalu percaya diri, Nona. Aku di sini bukan untuk mengikutimu, tapi aku ingin dekat dengan anakku."


'Ck, banyak sekali akal bulusnya, persis seperti yang dibilang ibu,' gumam Rara dalam hati.


Rara menghela napas kesal. "Terserah, tapi aku butuh sekretarisku dalam pertemuan ini."


Sean tiba-tiba mendekati Wina, dia langsung menyambar dokumen yang dipegang Wina.

__ADS_1


"Lebih dari sekedar sekretaris, aku bisa menjadi asisten yang dapat diandalkan." Sean menyeringai licik.


Rara dibuat geleng-geleng kepala, dia melirik arloji ditangannya sudah pukul sembilan lebih sepuluh menit. Rara tidak bisa membuang waktunya untuk berdebat dengan Sean, karena tuan Fernando pasti sudah tiba di ruang rapat.


Dengan terpaksa Rara harus melakukan pertemuan dengan didampingi Sean, dan secara otomatis pekerjaannya akan lebih banyak, karena tidak dibantu sekretarisnya itu. Sean mengatakan bisa jadi asisten? Astaga, tunggu saja sampai kucing bertanduk.


Rara tiba di ruang rapat, di sana Fernando sudah datang ditemani 2-orang karyawannya. Rara langsung disambut Fernando dengan ramah.


"Siento, llegar tarde," ucap Rara tidak enak hati.


"No hay problema en absoluto, senorita," sambut Fernando, dia mengulurkan tangan menjabat Rara.


Sean langsung membelalak kesal, melihat Fernando tidak melepaskan tangan Rara, bahkan sampai Fernando menarik kursi untuk Rara duduk, barulah dia melepaskan tangan Rara, Fernando mengitari meja mengambil posisi duduk di depan Rara.


Dengan wajah kesal Sean duduk di samping Rara.


"Quien es este hombre?" tanya Fernando.


"Tidak," jawab Sean.


Rara menggelengkan kepalanya, seharusnya orang yang bisa berbahasa Italia, dapat mempelajari bahasa Spnyol dengan mudah, karena kedua bahasa ini memiliki kesamaan dasar, yang membuatnya mudah dipahami bagi orang yang sudah fasih berbahasa Italia, meskipun terdapat pebedaan mencolok dalam tata bahasa, pilihan kata, dan ejaan.


"Dia beratanya kau ini siapa," ujar Rara.


"I'm Miss Rara's personal assistant, can we speak in English, or Italian at least?" Sean menjabat tangan Fernando dengan sedikit meremasnya.


Rara mendelik mendengar suami gilanya itu menyebut diri sendiri sebagai asisten. Tapi sudahlah, Rara malas untuk peduli, terserah dia saja.

__ADS_1


"Ternyata cuma asisten, sombong sekali gayanya," gumam Fernando dalam bahasa Spanyol, dia mengibaskan tangannya yang sedikit sakit karena Remasan Sean.


"Seperti yang sudah dipakati. Kau sudah setuju untuk menjual 80% saham BC grup. Dan semua dokumennya ada di sini, kau tinggal menanda tanganinya, lalu proses pindah tangan bisa dilakukan secepatnya." Rara menyerahkan dokumen yang sudah dipersiapkan Wina.


Fernando menerima dokumen yang diberikan Rara. Namun, tidak membacanya. "Nona, setelah tahu yang ingin mengambil alih perusahaanku, adalah perusahaan yang paling berkembang di dunia fashion saat ini, aku jadi berubah pikiran. Apalagi pemiliknya adalah wanita hebat, yang sangat sukses. Aku jadi ingin menawarkan kerja sama yang sangat menguntungkan perusahaanmu, tapi aku tidak kehilangan perusahaanku, ini berkasnya."


Rara menggelengkan kepala, dia bahkan tidak membuka berkas yang diberikan Fernando. Sementara itu Sean yang ada di sampingnya masih kesal, karena dua orang ini masih terus bicara dalam bahasa spanyol.


"Tidak, saya ke sini bukan dengan niat untuk bekerja sama, karena saya sama sekali tidak tertarik," sahut Rara dingin. Mana mungkin Rara mau berinvestasi di perusahaan yang bobrok itu, kecuali dia akan mengganti sebagian besar strukturnya.


"Mengapa begitu, Nona? Mungkin kita bisa menjadi pasangan bisnis yang serasi," goda Fernando.


"Dijual, atau tidak sama sekali. Jika tidak jadi, kau bisa mencari investor dari perusahaan lain, untuk menopang perusahaanmu yang hampir roboh ini," tegas Rara.


"Baiklah, tapi bagaimana kalau aku menawarkan persentase penjualan yang lebih Rendah. Maksudku, aku akan menjual 70% saham mayoritas saja, jadi aku tetap memiliki 25%, dan yang 5% tetap dipegang pemilik saham minoritas," tawar Fernando.


"Sebenarnya apa tujuanmu? Mengapa kau mengurangi 10% dari perjanjian awal?" tanya Rara sedikit kesal.


"Tidak, ada tujuan apa-apa, Nona. Aku hanya berharap bisa berjalan beriringan denganmu, agar aku bisa lebih mengerti cara mengelola usaha," jawab Fernando.


Rara menghela napasnya. "Baiklah 70%, tapi kau tidak memiliki hak eksklusif, semua keputusan managemen tetap ada di tanganku."


Fernando tersenyum menyeringai. "Tidak masalah, tapi izinkan aku untuk bekerja di salah satu bagian, agar aku tidak mejadi pengangguran."


Rara mengangguk setuju. "Karena ada sedikit perubahan, aku akan meminta sekretarisku untuk merevisi dokumennya, silahkan tunggu di sini, ini tidak akan lama."


Setelah berkata seperti itu, Rara dan Sean pamit. Rara pergi menemui Wina. Sedangkan Sean kembali ke kamarnya. Sean ingin tahu apa saja yang dibicarakan Rara dengan Fernando. Karena tadi dia sempat merekam permbicaraan tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like vote dan komen.


__ADS_2