My Beloved Presdir

My Beloved Presdir
Menyebalkan


__ADS_3

Seperti yang diharapkan Rara, Wina bersama bersama seorang karyawan bagian audit tiba di Madrid, sebelum jam makan malam.


Mereka pun makan malam bersama di restoran hotel, setelah selesai makan malam, Rara mengajak Wina untuk berdiskusi di kamarnya, sementara karyawan bagian auditnya dipersilahkan untuk beristirahat.


"Bagaimana, Win. Kau sudah atur jadwal pertemuan dengan tuan Fernando?" tanya Rara.


"Semua sudah di atur, Nona. Kita akan bertemu tuan Fernando lusa, untuk membahas proses akuisisinya."


Rara menganggukkan kepala. "Jadi kita punya waktu kosong besok. Kita bisa manfaatkan waktu itu, untuk melakukan survey langsung ke beberapa rumah mode mereka. Kita datang sebagai konsumen. Aku yakin kemunduran yang di alami BC grup, bukan hanya karena ketidak-siapan Fernando memimpin grup ritelnya, perusahaannya itu pasti memiliki kebobrokan mulai dari jajaran bawah."


"Sepertinya begitu, Nona. Jadi rencananya besok kita akan survey ke mana?" tanya Wina.


"Kita akan meninjau cabang mereka di nomada market, setelah itu kita pergi ke rumah mode artesania toledo. Aku mendapatkan banyak sekali jejak keluhan pelanggan di sana. Pelayanan mereka sangat buruk, semuanya bahkan tersebar begitu saja di internet," ujar Rara.


Wina mencacat semua schedule mereka besok, termasuk mempersiapkan kebutuhan akomodasinya, demi menjaga kelancaran perjalanan mereka besok.


Setelah selesai berdiskusi, Rara mempersilahkan Wina untuk kembali ke kamarnya. Rara sadar sekretarisnya itu masih lelah setelah menempuh perjalanan jauh, jadi Rara tidak ingin memaksa Wina untuk menemaninya ke tempat hiburan.


Rara juga memilih untuk segera tidur, meski matanya masih sulit untuk terpejam, karena bayang-bayang perbuatan Sean dan Julie masih menghantui pikirannya.


***


Rara berkali-kali menghela napas kesal, mereka baru saja selesai mengunjungi 2-rumah mode milik bc grup, pelayanan di sana benar-benar buruk. Bahkan para pelayannya tidak mengerti cara menyambut tamu, bagaimana mungkin sebuah grup ritel besar bisa bertahan, jika memiliki pelayanan seperti itu.

__ADS_1


"Tepat seperti yang kita perkirakan, Win. Perusahaan ini benar-benar bobrok," ujar Rara.


"Iya, Nona. Aku tidak menyangka mereka melayani calon konsumen dengan melihat penampilannya," sahut Wina.


Rara dan Wina memang mengunjungi rumah mode tersebut dengan pakaian biasa, bukan pakaian dari brand nomor 1. Sangat disayangkan, kedatangan mereka disambut begitu acuh oleh para pelayan di sana.


"Kita harus memperbarui sebagian besar struktur perusahaan, Win." Rencana itu langsung tercetus dari mulut Rara. dan akan segera direalisasikan setelah BC grup resmi menjadi miliknya nanti.


"Baik, Nona. Apa kita perlu menarik beberapa karyawan dari jakarta?"


"Iya, untuk memegang beberapa jabatan penting. kita juga bisa memilah-milih mana karyawan lama CB grup yang kompeten dan bisa dipertahankan."


"Coba kau bayangkan, Win. Saat ini persaingan di dunia fashion sangat ketat. Banyak sekali brand lama, dan juga baru yang saling berlomba memberikan pelayan terbaik, demi merebut hati pelanggan. Tapi sepertinya moto itu tidak berlaku di perusahaan mereka," imbuh Rara yang masih kesal.


"Oh, ya, Win. Seperti kau perlu mendatangkan dua atau 3-orang karyawan bagian audit lagi. Setelah proses akuisisi selesai nanti, kita harus mengaudit setiap bagian."


Wina memang hanya diam mendengarkan celotehan Rara. Tapi dia terus mancatat mana-mana yang penting dari perkataan Rara untuk dikerjakan nanti.


***


Setelah selesai makan siang, Rara mengajak Wina mengunjungi retiro park. Sebuah taman besar yang menjadi kawasan tamasya terfavorit di Madrid.


Tempat ini selalu ramai pengunjung, memang tidak salah retiro park mendapat julukan taman yang paling indah sekaligus taman paling terkenal di Madrid.

__ADS_1


Taman yang memiliki luas kurang lebih 3-ratus hektar ini, adalah taman kebanggaan rakyat Madrid. dulu taman ini adalah milik pribadi keluarga kerajaan. Dari sanalah Nama retiro tersemat pada taman ini, atinya mengasingkan diri. Karena taman ini dulunya memang dikhususkan bagi keluarga kerajaan, yang ingin bersantai untuk melepas penat.


Saat pertama memasuki taman, Rara disambut pemandangan danau besar yang sangat indah, ada pula patung besar yang menggambarkan seorang raja. Entah raja siapa, karena Rara tidak begitu tahu sejarah kerajaan Spanyol.


Tujuan utama Rara mengujungi retiro park adalah taman mawar Rosaleda. Taman mawar ini begitu harum semerbak, sungguh sangat nyaman berada di taman yang sangat asri seperti ini, apalagi bagi ibu hamil. Taman ini ditumbuhi lebih dari 4-ribu bunga mawar, sehingga membuat taman ini mendapat julukan surganya mawar.


Rara begitu asik menikmati harumnya bunga-bunga mawar, dia bahkan tidak menyadari bahwa Wina sudah tak lagi berada di sampingnya.


"Sayang, saat kau lahir nanti. Mama akan memberimu nama Rosalie. Mama berharap kehidupanmu nanti akan menjadi sejuk dan indah seperti taman ini," ucap Rara sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Bagaimana jika anak yang lahir itu laki-laki? Apa kau ingin anak itu menjadi bencong?" Suara tersebut terdengar begitu familiar di telinga Rara, suara siapa lagi kalau bukan suara suaminya.


Raut wajah Rara langsung berubah kesal. Dia bahkan tidak mau menoleh ke arah datangnya suara, Rara langsung melangkah cepat dengan maksud ingin menghindar.


Bersambung.


Jangan lupa like, vote, dan komen.


Dear my beloved readers, sambil menunggu MBP up. Jika berkenan yuk mampir di novel kakak author yang ini๐Ÿ‘‡๐Ÿผ๐Ÿ‘‡๐Ÿผ๐Ÿ‘‡๐Ÿผ


Judulnya 'RenjanAsa'


Semoga berkenan๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1



ย 


__ADS_2