
Rara mendelik melihat Sean yang sedang menyeringai lebar. Tekstur bobengka yang lembut itu, kini terasa susah melewati tenggorokannya. Rara kini merutuki diri sendiri, yang dengan bodohnya mengira tidak akan ada modus di balik kebaikan itu.
Rara mendesah berat, sambil memandangi Sean yang sedang melepaskan sepatu fantovelnya.
"Aku akan menyiapkan air untuk mandimu," ujar Rara seraya berjalan menuju kamar mandi.
Rara menyalakan keran untuk mengisi bathup, lalu memasukkan bath bomb ber-aroma terapi ke dalam bathup tersebut. Rara duduk di ujung bathup sembari menunggunya terisi penuh.
Sejurus kemudian Sean sudah berada di belakang Rara, Tangan Sean langsung melingkar dengan posesif di pinggang istrinya itu. Sementara bibirnya langsung memberikan kecupan-kecupan lembut di leher jenjang milik Rara.
Rara menggidikkan bahunya merasakan getaran panas mulai menjalar di dalam tubuhnya, membuat hormon dalam tubuhnya bereaksi dan mengirimkan kedutan liar di area pribadinya.
"Sean, kau mau apa? Mandilah dulu," gumam Rara dengan suara mulai serak.
Sean menghentikan sejenak aktivitas bibirnya. "Temani aku mandi!"
"Tapi aku su ...."
Belum sempat Rara menyelesaikan perkataan, Sean sudah membalikkan tubuh Rara, lalu menyergap bibir ranum Rara dengan rakus.
Sean tidak memberikan Rara kesempatan untuk berontak, lidahnya menyusup masuk dan menyapu semua ada di dalam mulut Rara.
__ADS_1
Tangan Sean dengan cekatan meloloskan dress yang dikenakan Rara, hingga tubuh istrinya itu tinggal berbalut dalaman saja. Agresi bibir Sean perlahan mulai turun ke leher jenjang milik Rara. Sesekali Sean meninggalkan gigitan-gigitan kecil, memberi tanda kepemilikan, yang membuat Rara mulai mendesahkan kata-kata yang random.
Sementara bibirnya asik menelusuri leher mulus istrinya, tangan Sean membuka pengait dalaman yang menutupi bagian atas Rara, hingga gumpalan daging yang mulai mengeras itu mencuat sepenuhnya.
Tangan sean mulai bergerilya memainkan puncak ranum itu, diikuti bibirnya semakin turun lalu berlaluh di sebelahnya. Dan lidah nakal itu pun kini mulai menari-nari dengan liar di puncak gumpalan itu.
"Sean ... aku." Rara menggigit bibir bawahnya, menikmati sentuhan hangat bibir Sean di puncak sensitifnya itu.
Sean tersenyum penuh kemenangan, sambil mendongakkan kepala ke atas. Dia dapat melihat wajah Rara yang mulai memerah, karena terbakar oleh sensasi yang dia berikan.
Sean melucuti pakaiannya sendiri dengan cepat, lalu meceburkan diri ke dalam bathup. Rara menelan salivanya dengan susah, sesaat ia sempat melihat keperkasaan little Richard yang sudah mengeras sempurna, sebelum pusaka suaminya itu tenggelam dalam air yang memenuhi bathup.
Sejurus kemudian Sean menarik tangan Rara, ia mendudukkan istrinya itu di atas pangkuannya. Mata Rara terbelalak lebar merasakan dirinya penuh oleh benda tumpul nan keras yang sudah menantinya di dalam bathup.
"Sean ... apa yang kau lakukan!" racau Rara dengan suara serak, karena gigitan kecil yang diberikan Sean.
Rara menjadi tidak tahan dengan sensasi yang ditinggalkan Sean di bagian atasnya, ia menangkup wajah suaminya itu, lalu menciumnya dengan penuh gairah.
Di ujung gerakannya yang semakin cepat, Rara merasakan sebuah gelombang hebat, yang membuat seluruh tubuhnya bergetar, dan memberikan sensasi yang luar biasa. Sesaat kemudian sebuah erangan panjang lolos begitu saja dari mulut Rara, ia pun terkulai menyandarkan tubuh lemahnya di pelukan Sean.
Sean menyusul melepaskan benih-benih cintanya, ia mengangkat wajah Rara lalu memberikan kecupan lembut di bibir manis itu.
__ADS_1
Setelah istrahat sebentar dan napas mereka kembali normal, pasangan suami istri itu keluar dari bathup, lalu melakukan ritual mandi dalam artian yang sebenarnya.
Setelah selesai mandi lalu mengenakan pakaian tidurnya masing-masing, mereka pun beranjak ke atas ranjang tidur.
Rara terlihat gelisah mengusap tengkuknya sendiri yang terasa pegal, akibat aktivitas mereka di kamar mandi tadi.
"Apa kau merasa pegal-pegal?" tanya Sean, yang dijawab anggukan Rara.
Sean turun dari tempat tidur, ia mengambil minyak herbal yang terbuat dari campuran biji anggur, lalu kembali menghampiri Rara di atas tempat tidur.
"Sini biar aku pijat," ujar Sean.
Rara menganggukkan kepala lalu rebahan dengan posisi tengkurap.
"Lepaskan bajumu!" perintah Sean.
Rara menurut saja tanpa ada perasaan curiga sama sekali, Sean mulai membaluri leher hingga punggung Rara, lalu memberikan pijatan lembut yang menghadirkan sensasi rileks pada tubuh Rara.
Mata Rara mulai terpejam, tapi hanya untuk beberapa saat, karena pijatan Sean mulai berubah menjadi usapan nakal, yang membuat Rara kembali terjaga.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen.
.