
Tanpa membuang waktu Sean pun bergerak cepat, bersamaan dengan Luna yang membuka pintu apartemennya.
Luna melirik ke arah Sean yang hendak menerobos masuk, tanpa basa-basi Luna langsung melayangkan sapuan dengan sangat cepat, ke arah kaki Sean.
"Ahhkk ...." Sean meringis saat dirinya terjerembab di lantai.
"Kau harus permisi kepada pemilik rumah jika ingin masuk. Bukan menerobos begitu saja," cibir Luna seraya masuk ke dalam apartemennya dan mengunci pintu.
"Sialan ... mengapa terlalu banyak wanita bar-bar di hidupku, sudah ada kak Rania, kak mey, lalu sekarang ada Luna," umpat Sean sambil memegangi bibirnya yang membengkak.
Sebenarnya Sean juga memiliki kemampuan bela diri yang hebat, tapi karena ia tidak menyangka Luna memiliki kemampuan bela diri, ditambah tidak mengira Luna akan menyerangnya. Membuat Sean tidak siaga untuk menghalau sapuan Luna, dan akhirnya Sean harus mengikhlaskan diri untuk mencium lantai.
Luna yang baru pulang, langsung menuju kamar Rara. "Sean masih ada di luar!"
Rara mengernyitkan dahi. "Sampai sekarang?"
"Ya, sampai sekarang! Bahkan dia tadi ingin menerobos masuk," sahut Luna, lalu duduk di samping Rara.
"Dan ...." Rara menaikkan sebelah alis matanya.
__ADS_1
"Dia harus belajar permisi jika ingin masuk ke rumah orang!" lanjut Luna yang diikuti tawa besarnya.
Rara pun ikut tergelak, membayangkan apa yang baru saja dilakukan Luna kepada Sean, membuat Rara lupa, akan sakit yang menderanya hari ini.
"Kalian ada masalah apa?" tanya Luna, setelah berhasil menghentikan tawanya.
Pertanyaan Luna membuat Rara harus teringat kejadian tadi siang, dan itu membuat raut riang di wajahnya kembali menghilang.
"Bukan masalah besar, Lun! Ya, mungkin karena aku terlalu terbawa perasaan, harusnya aku tidak mempermasalahkan hal seperti ini, karena kami menikah terpaksa, Tuhan tahu itu," jawab Rara.
"Maksud kamu?"
"Oh, Dear. Kemarilah!" Luna merentangkan tangannya, membiar Rara memeluknya, untuk menumpahkan rasa sesak yang kini Rara rasakan.
"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Luna setelah Rara melepaskan pelukannya.
Rara menggelengkan kepala lalu mendesah pelan. "Entahlah, Lun! Aku bingung sekali. Ibu mertuaku memintaku untuk memperjuangkan rumah tangga kami, dan awalnya memang berpikir begitu, karena dia ayah bilogisnya Rio dan aku ingin memberikan keluarga yang utuh untuk Rio. Tapi apa iya! aku bisa hidup bersama pria seperti itu."
Luna terdiam sejenak membayangkan maksud Rara, jika Luna yang berada di posisi Rara, mungkin dia suda mematahkan tulang Sean satu persatu.
__ADS_1
"Setahuku, biasanya seorang play boy itu akan menjadi orang sangat setia setelah menikah. Jadi kenapa kamu nggak bertahan dulu, untuk beberapa waktu, sekalian melihat perubahan dari sikap Sean," ujar Luna.
"Aku juga pernah mendengar yang seperti itu Lun, itu berlaku jika si play boy jatuh cinta pada pasangannya. Sedangkan kamu tahu sendiri pernikahan macam apa yang aku jalani, dan yang ada di hatinya itu Vita, bukan aku," lirih Rara.
Luna mengangguk paham, ia mengerti kebimbangan yang kini di rasakan Rara. Membayangkan hidup bersama orang yang mencintai wanita lain saja, sudah sangat sulit. Apalagi menjalaninya.
"Sekarang kamu tenangin diri dulu, jangan terlalu cepat ambil keputusan, siapa tahu kedepannya Sean bisa berubah, nggak ada salahnya kan kamu coba dulu," saran Luna.
Rara menganggukkan kepala, Luna terus memberikan motivasi untuk menguatkan Rara. Mereka terus bercerita sampai hari mejelang malam. Luna pamit ke kamarnya untuk mandi, sebelum mereka makan malam bersama.
Rara tidak pulang ke mansion Richard, ia menginap di sini untuk malam ini. Rara merasa belum siap untuk bertemu Sean, karena hatinya belum bisa memafkan apa yang terjadi di kantor Sean.
Pagi harinya Rara merasa moodnya sudah mulai membaik, Rara langsung melaksanakan aktivitas bagun tidurnya, yang dilanjutkan sarapan bersama Luna dan Eni.
Setelah selesai sarapan, Rara pamit untuk berangkat ke kantor terlebih dulu. Ia tidak berangkat bersama Luna, karena Luna ada pertemuan, dengan perusahaan yang menjadi distributor paradise fashion.
"Kau ...." Rara tersentak saat baru saja melangkah keluar apartemennya.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen!