
Malam ini terasa sangat sepi, rasanya semua orang tak melewati jalan ini. Cuaca di luar sangat dingin dan hujan rintik mengguyur seoul malam ini. Dinginnya udara diluar tak membuatku hanya berdiam diri di dalam. Karena merasa bosan aku menikmati sebotol soju untuk menghangatkan tubuhku.
Malam ini Hyun pergi bersama teman-temannya untuk menyaksikan salju pertama. Sementara Hani dan keluarganya mungkin sibuk dengan acara di hari ulang tahun pernikahan mereka. Pikiranku sedikit kosong malam ini.. Dea juga belum memberi kabar sama sekali.. apa dia marah padaku ? Kenapa Dea belum mengabariku sama sekali ?
Dalam hati yang sedikit resah tanpa sadar tanganku menyentuh air hujan yang dinginya tak bis akuutarakan. Tak lama kemudian air hujan itu berubah menjadi seperti kapas-kapas yang berterbangan di langit, salju pertama tahun ini akhirnya turun kini aku bisa menyaksikannya secara langsung
" wahhh cantik sekali.. " aku menatap langit yang di taburi salju meskipun kini dinginnya membuat tanganku mati rasa
" kenapa kau diluar sendirian ? Apa tidak dingin ? "
" .... " mataku dikejytkan dengan Taeyong yang datang dengan mantelnya yang tebal. Ia berjalan menuju ke arahku dengan senyuman manisnya
" kau.. minum ? " Taeyong yerkejut melihatku minum soju sendirian
" kau.. bagaimana kau bisa datang kesini ? " aku masih terkejut karena Taeyong kembali lagi ke kedai di cuaca dingin ini
" hmm.. entahlah.. "
" ohhh " aku mengangguk bingung harus mengatakan apa pada Taeyong karena aku sudah menutup kedai sejak tadi. " dimana hyun ? " tanyaku seperti orang bodoh.. aku sebenarnya tau hyun sedang pergi bersama temannya. Ada apa aku ini.. kenapa aku begitu bodoh menanyakan itu padanya
" bukankah dia pergi dengan teman-temannya ? "
" ohh.. iya aku lupa " kataku sedikit gugup dan bingung harus bicara apalagi padanya
" kau sudah tutup ? "
" hmm.. aku hanya ingin melewati salju pertama di luar "
" .... " Taeyong terdiam dan terus tersenyum girang menatapku
__ADS_1
" ada apa ? Kenapa kau senyum-senyum dari tadi ? " tanyaku risih karena senyuman Taeyong sedikit membuat aku kepanasan dan gerah. Bahkan senyumannya sedikit membuatku gugup menghadapinya
" Tidak.. hanya saja ku pikir kau mungkin tak akan pergi kemana-mana dan terus berjualan "
" hmm aku akan istirahat.. lagi pula sangat sepi malam ini "
timpalku lagi dengan canggung karena aku dan taeyong kini hanya duduk berdua saja. Tidak seperti biasanya.. malam ini rasanya aku begitu canggung dengannya.. bahkan diam-diam aku masih marah dengan dia karena tadi di membawa seorang oerempuan bersamanya. Namun.. disatu sisi aku juga senang Taeyong datang malam ini
" Apa.. aku mengganggu istirahatmu ? "
" Tidak !! " jawabku refleks dan tegas hingga Taeyong terkejut mendengar jawabanku "ahahhah.. maksud aku.. aku hannya sedang ingin menutup kedai saja Tae.. "
" Baguslah.. " katanya dengan suara yang sangat kecil tapi aku mendengarnya
" ??? " aku terdiam dan menenggak sojuku lalu mengatur nafasku yang gugup dan tak karuan menta hatiku yang bar-bar di dalam sini
Cukup lama.. aku dan Taeyong terdiam dalam keheningan. Kita berdua larut dalam pikiran kita satu sama lain dan memandangi salju yang turun semakin deras.
" kau mau masuk kedalam ? " tanyaku memecahkan suasan hening
" oh ? " Taeyong malaah terdiam sepeerti orang bodoh
" disini makin dingin.. ayo masuk " ajakku santai lalu masuk kekedai untuk menghangatkan badan.
**********
Malam ini hujan salju makin lebat. Bahkan angin dan air hujan menyatu bersama salju pertama yang turun. Awalnya aku cemas dengan keberadaan Hyun yang sedang diluar bersama temannya tapi untungnya dia aman berada di rumah temannya.
Sepertinya badai salju datang di hari pertamanya, kini aku dan Taeyong masih berada di dalam kedai bersama. Semua akses jalan di tutup sampai besok.. jadi Taeyong terjebak tak bisa pulang. Karena tak ingin Taeyong merasa kedinginan.. aku menyuruhnya masuk kedalam kamarku agar lebih hangat, sementara aku membuatkannya coklat panas dan beberapa camilan untuknya.
__ADS_1
" kau butuh selimut tae.. ? " aku datang membawakannya coklat panas dan camilan untuknya
" ahh tidak usah.. " taeyong langsung menikmati coklat panasnya
" hmm.. apa hyun akan baik-baik saja ? Aku hanya mencemaskannya karena badai malam ini sangat besar " kataku lalu duduk disamping Taeyong dan menyuruput coklat panas milikku
" Dia pasti bisa menjaga dirinya dengan baik.. " ujar Taeyong dengan tenang
" ... " aku mencoba untuk tetap tenang
" Anna.. sebaiknya aku akan duduk diluar.. " Taeyong tiba-tiba menggeserkan duduknya dan menghindariku seperti orang yang sedang ketakutan
" ada apa ? " tanyaku heran karena di meja pelanggan sangat dingin dan kurang oenghangat ruangan
" ahh.. tidak.. aku hanya sangat gerah setelah minum coklat panas ini " sahutnya seperti orang yang kepanasan di siang hari.
" ohh baiklah.. " kataku membuarkannya bangkit dari duduknya dan tiba sebelum Taeyong pergi dati kamarku terjadi pemadaman listrik secara mendadak
" aaaaa " teriakku kaget karena jujur saja aku masih takut gelap sejak dulu
" kau tidak apa-apa na ? " Taeyong kembali duduk disampingku lalu menyalahkan senter ponselnya
" hmmm... bisakah kau tetap disini sampai lampunya menyala.. " pintaku ketakutan " maaf karena sebenarnya sejak dulu aku takut kegelapam tae.. "
" baiklah.. aku disini " Taeyong mencoba menenangkan ketakutanku. Tak sampai 2 menit akhirnya lampu kembali menyala. Kudapati aku dan Taeyong sangat dekat saat ini. Mata kita saling menatap satu sama lain tepat saat lampu menyala. Jantungku mulai berdebar lagi karenanya..
" ohh... maaf maaf.. " aku memundurkan tubuhku agar tidak terlalu dekat dengannya lalu pergi keluar untuk mencari lilin jika nanti ada pemadaman listrik lagi.
Bersambung.......
__ADS_1