MY BOSS

MY BOSS
Berlibur


__ADS_3

Karena hari ini kedai tutup, aku perginmenemui hyun dan menikmati hari bersamanya. Aku dan hyun pergi berbelanja dan menikmati pemandangan sungai han di sore hari.


" hyun.. " panggilku sambil menikmati ubi bakar di cuaca yang begitu dingin saat ini


" kenapa mah ? ".


" mamah akan pergi berlibur.. apa kau mau ikut ? Mamah ingin menenangkan pikiran hyun.. "


" kemana mah ? Apa aku harus membatalkan les tambahanku saat liburan ini ? "


" ahh mamah lupa.. sebentar lagi kau kuliah.. "


" memangnya mamah mau liburan kemana ? " tanyanya lagi


" entahlah.. sepertinya mamah akan mengajak kak Dea untuk pergi bersama mamah " jelasku dengan tatapan yang begitu kosong menatap sungai yang terbentang luas


" mamah ga apa-apa kan ? Apa sesuatu terjadi mah ? " hyun mulai cemas padaku


" hmm.. ga apa-apa kok sayang.. mamah cuma ingin liburan saja "


" baiklah.. sebaiknya mamah memang harus liburan.. " hyun memelukku dengan penuh kasih sayang bahkan bahu hyun sangat nyaman menjadi sandaranku saat ini


" mamah sangat bersyukur bisa melahirkan hyun.. mamah pastikan akan membeli oleh-oleh yang bagus untukmu "


" hehehe tentu saja mah.. aku haras mendapatkan oleh-oleh terbaik "


" oh iya.. ini dompet ayahmu.. kemarin tertinggal.. " kuberikan dompet taeyong pada hyun


" ohh... baiklah aku akan memberikannya pada Ayah. Tapi kenapa mamah tidak datang saja ? Hari ini nenek baru saja datang.. nenek menanyakan kabar mamah "


" hmm nanti saja.. " kataku mencoba menghindar dengan semua yang terkait dengan Taeyong. Entahlah mengapa aku ingin menghindarinya, yang jelas aku mungkin sebaik menjaga jarak dengan taeyong saat ini


********


Setelah hari berganti, aku sudah menunggu Dea di bandara. Aku telah menyiapkan semua kebutuhan liburanku semalaman, sebenarnya aku ingin mengajak Hani.. tapi Hani tak bisa amenninggalkan anaknya yang masih kecil. Jadinya aku hanya bersama Dea menikmati liburan ke kampung halaaman Dea.


Bagaimana tidak bersemangat.. saat ini diam-diam aku dan Dea liburan ke Indonesia ( Bali ). Meskipun kampung halaman Dea ada di Jakarta.. tapi kita berdua mencoba menikmati liburan di Indonesia yang tidak bersalju di akhir tahun ini.

__ADS_1


" kak !!! Wahhh... aku sangat tidak sabar.. " dea datang berlari ke arahku membawa kopernya


" cih.. dasar.. ayo chek in " aku menggelengkan kepalaku danenarik koper kita masing-masing.


Selama perjalanan di pesawat, Dea tak berhenti mengoceh soal pemotongan gajihnya karena kini dia bisa liburan bersamaku. Sebenarnya soal biaya perjalanan aku tak mempermasalahkannya sama sekali.. tapi Dea terus ngotot untuk memotong gajih kerjanya nannti.


********


Sekitar jam 7 malam, aku tiba di Bali. Keluar dari bandara aku dan Dea langsung pergi ke penginapan kita yang ada di Seminyak. Karena ini pertama kalinya aku berlibur ke Indonesia.. Dea cukup bisa dihandalkan karena dia tau jelas daerah di sini bahkan dengan nada bicaranya.. dea mampu bernegosiasi dengan baik.


Hotel-Hotel di sini cukup terjangkau, mennginap di Hotel bagus sepeerti menginapp di hotel biasa yang ada di korea. Aku dan Dea memilih pisah kamar demi menjaga privasi kita satu sama lain dan bisa menikmati waktu istirahat dengan baik.


#Ting ( pesan dari Taeyong )


" kau menutup kedai lagi ? " tanyanya tapi aku hanya membaca pesannya saja dan kembali merapikan pakaianku yang akan ku pakai besok untuk Day tour.


" huft... " aku hanya bisa menahan semuanya dan terus mengontrol hatiku agar aku bisa sadar bahwa usiaku sudah tidak pantas untuk jatuh hati lagi.


********


" kak Anna.. kau belum tidur ? " Dea tiba-tiba saja datang dan ikut duduk disampingku yang emamainkan air kolam renang


" aku merasa rugi jika melewati malaam ini begitu saja.. udara malam disini sangat segar. Sangat berbeda dengann dinginnya di korea.. sepertinya tempat ini sangat cocok untukku "


" aku sebaliknya.. justru aku sangat menyukai musim dingin korea kak.. " kata Dea dengan jujur


" lallu.. kenapa kau ikut aku ? " tanyaku meledeknya


" ahahaha.. itu karena aku.. sudah lama sekali tak pulang ke Indonesia "


" kau benar.. hidup di perantauan memang sangat membuat kita sadar betapa rindunya kita pada kampung halaman sendiri "


#Kring!!! ( dering telpon Dea terus berdering )


" kenaoa tidak diangkat ? " tanyaku penasaran karena Dea menolak panggilan telponnya


" Entahlah.. " Dea mulai merasa bingung

__ADS_1


" apa itu Jaehyun? Kau.. masih marah dengan dia ? "


" hmmm aku juga tak mengerti... kenapa aku harus marah padanya kak " Dea mulai merasa resah karena menghindari Jaehyun


" mau kuceritakan sesuatu tentang dia ? " tanyaku memastikan apa Dea penasaran dengan hidup jaehyun yang sepertinya dia suka sejak lama


" ... " Dea masih terdiam bingung menjawab tawaranku


" Dia pernah dipenjara " kataku hingga pandangan Dea langsing tertuju padaku


" apah ?!! " Dea begitu terkejut


" Dia pernah hampir menusukku dengan pisau hingga akhirnya Yuna menolongku dan Yuna yang terluka . Awalnya aku masih begitu membencinya.. tapi seiring waktu setelah aku lebih dewasa.. kini aku bisa memaafkannya "


" kenapa semua itu bisa terjadi ? "


" aku telah menyakiti perasaan labilnya mungkin.. dulu kita semua masih belum dewasa mengenai makna kehidupan. Jaehyun.. laki-laki setia yang hanya mencintai satu wanita , dan sepertinya aku duku telah mengganggu hidupnya dan perasaanna yang sebenarnya sepolos anak kecil. "


" .... " Dea masih tak percaya dengan ceritaku


" Cinta pertamanya sudah meninggal 2 tahun lalu... dan sekitar 3 bulan lalu dia dan aku kembali bertemu setelah lamanya tak pernah bertemu lagi.. dia meminta maaf atas segala kesalahannya . "


" kau.. benar-benar bisa memaafkannya kak ? "


" bagiku dulu.. dan sekarang... Jaehyun hanya kesepian. Dan untuk pertama kalinya aku melihat sisi lembut Jaehyun saat dia membantumu di kedai. Jaehyun belum pernah memperlakukan wanita seperti itu.. bahkan dia sangat menurut padamu Dea.. kupikir dia memang tulus menyukaimu "


" .... " Dea masih terdiam


" aku menceritakan semuanya karena aku hanya ingin kamu tahu semua tentangnya yang aku ketahui..mungkin ada banyak alasan mengapa Jaehyun harus berpura-pura menjado seorang pengangguran yang kau kira selama ini "


" kau benar.. sebenarnya selama ini.. aku yang salah paham kak.. aku marah bukan karena aku membencinya membohongiku.. tapi aku terlalu takut jika berteman dengannya karena kita sangat berbeda.. "


" aku memang telah gagal berkali-kali soal cinta dan perasaan.. tapi kupastikan saat ini Jaehyun memang benar-benar tulus padamu seperti tulusnya pada wanita cinta pertamanya " jelasku lagi lalu bangkit dan meninggalkan Dea sendiri untuk berpikir lebih jernih soal perasaannya pada jaehyun " aku akan tidur.. jika kau belum ngantuk cobalah hubungi jaehyun dan perbaiki hubungan kalian dengan cara yang baik dea.. "


" hmm makasih ya kak.. " katanya sambil terus memandangi ponselnya sementara itu aku langsing kembali ke kamar meninggalkannya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2