
Setelah Mina pergi aku segera menghubungi Lucas dan mengomelinya sepanjang perjalanan untuk menemuinya. Lucas berada di tempat yang cukup jauh dari kota dan tinggal di rumah villanya yang sangat besar. Aku terkejit melihat kondisi villanya yang nampak ramai sekali dengan orang-orang dan beberapa perawat dan dokter yang berlalu lalang di sekitar.
" kenapa ramai sekali ? " aku terus berjalan menemui Lucas
" kau sampai.. ? " lucas menyapaku manis dan memelukku sebagai tanda pershabatan kita yang telah lama tak bertemu. Mataku terbelalak kaget melihat rambutnya yang gundul dan pakaian seragam pasien beserta selang infus yang dibawanya berjalan.
" Lucas.. ada apa ini ? Apa yang terjadi ? "
" hehe.. beginilah.. " bukannya menjawab.. Lucas hanya tertawa malu dengan wajahh pucatnya
" apa.. ini alasan kamu menceraikan Mina ? " tanyaku penasaran
" kita memang sudah tidak saling cocok.. aku hanya ingin Mina mendapatkan suami yang lebih pantas bersamanya "
" tapi kenapa ? Kenapa kau tidak mengatakan pada Mina ?! "
" karena aku menyayanginya.. aku hanya tidak ingin minaenagis karenaku dan penyakitku na.. " jelas Lucas dengan tegas. Beberapa jam aku asik mendengarkan semua keluh kesah sahabatku ini, terdengar biasa saja.. tapi kisah mereka berdua sangatlah menyedihkan. Aku tak kuat menahan tangisku dan berharap Lucas bisa mengatakan yang sebenarnya pada Mina.
********
Malam ini aku terus memikirkan Mina yang sama sekali tidak mengetahui Lucas sakit parah. Sebulan lagi waktunya secara medis karena Kanker otaknya. Taeyong sudah memejamkan matanya, sementara aku masih begitu gelisah memikirkan mereka
" ada apa sayang... ? Kenapa kau gelisah ? " taeyong memelukku erateski matanya terpejam
" hmm.. Tae.. apa kau tahu Lucas sudah bercerai ? "
" iya.. Lucas memang sudah bercerai.. bagaimana kau bisa tahu ?"
" apa kau tau.. dia sakit parah ? " tanyaku lagi penasaran
" hmm... biasanya sebulan sekali aku datang menemuinya di villa.. ada apa sayang ? Kau tadik beryemu dengan Lucas ? "
" Mina.. tidak tahu sama sekali soal penyakit Lucas " tuturku sedih
__ADS_1
" apah ?! Apa kau yakin ? " Taeyong sangat terkejut mendengar itu dariku
" hmm... sepertinya mereka masih sama-sama saling mencintai tae.. aku takut.. apa jika kau seperti Lucas.. kau juga akan melarika diri dariku ? "
" tentu saja tidak!! Aku akan terus bersamamu.. bahkan jika aku jadi seperti Lucas.. aku akan menjadikanmu pereda rasa sakit sayang.. aku tidak ingin membuatmu cemas.. jadi aku akan menceritakan segalanya padamu. Meskipun aku akan mati nanti.. aku berjanji..."
" makasih ya sayang... " pelukku mesra dan menutup tubuhku dengan selimut.
" hmm.. tidurlah.. ini sudah malam " Taeyong memndekapku hingga aku menjadi benar-benar hangat
********
Pagi ini aku sangat mual, sejak bangun tidur aku terus muntah-muntah. Taeyong yang tadinya ingin berangkat ke kantor jadi tertunda karena mengurusiki dan sibuk membuatkan aku sarapan dan teh hangat. Sejak tadi taeyong terus memaksaku ke dokter tapi aku menolaknya karena kupikir ini hanya masuk angin biasa
" sayang.. ayo ke dokter sajalah... "
" tidak.. lagi pula ini sudah membaik.. " ujarku keluar dari kamar mandi sehabis muntah
" engga tae.. tenanglah.. " kataku lagi santai dan meminum teh hangat buatannya
" .... " Taeuong terdiam dengan wajah yang cemas dan sedih menatapku
" bukankah kau ada rapat penting hari ini ? Beaok acara pernikahan kita.. jadi mungkin aku gugup tae.. "
" baiklah.. aku berangkat ya sayang.. " taeyong mengecup keningku lalu ia pergi dengan tas kerjanya " i love you.. "
" i love you too... " sahutku santai dan tersenyum bahagia bisa mendapatkan perhatian lebih dari taeyong pagi ini
" auhhh... uuuueeekkkk.. " mual itu kembali dan aku langsung lari ke kamar mandi, memuntahkan makanan yang baru saja masuk. Aku bingung ada apa denganku hari ini.. apa mungkin aku hamil ? Tapi.. apa mungkin di usiaku saat ini ?
#kring!! ( telpon masuk dari hyun )
Hyun berhasil mengalihkan pikiran anehku, segera kuangkat telpon darinya dan berbincang lama dengan hyun. Mendenfar banyak kabar dari hyun membuatku yakin kalau hyun dan Alexa baik-baik saja disana. Tak lupa aku mengatakan pada hyun.. kalau aku dan Ayahnya akan pergi keliling dunia selama 3 bulan dan berniat akan mengunjunginya nanti di Amerika.
__ADS_1
*********
Setelah kondisiku membaik, aku pergi menemui Hani di tokonya dan menikmati roti lapis kesukaanku disana bersamanya. Kuceritakan tentang rasa mualku pagi inii padanya tapi Hani terus mengira aku hamil dan terus berbicara tentang masalah aku tidak boleh hamil lagi.
Aku terus menepisnya dan tidak mungkin kalau aku hamil, karena tak ingin membahas ini lagi.. aku membahas keadaan lucas dan Mina padanya. Mendengar itu.. Hani merasa ikut sedih , di tambah lagi Mina yang tidak tabu apapun soal penyakit lucas
" aku rasa Mina harus tahu tentang Lucas.. " kata Hani sedih
" hmm.. aku rasa juga begitu " timpalku sedih
#ting!! ( pesan Dari Dr. Cha )
" bisa kau datang ke klinik.. ada yang ingin aku bicarakan lagi denganmu na.. "
" Han.. aku pergi dulu ya.. hasil tes darahku keluar, oh iya..besok jangan lupa untuk datang pagi-pagi "
" baiklah... aku akan datang lebih pagi lagi dengan Alex " Hani menyeringai bahagia seolah ia tak sabar hari esok.
" bye.. " pamitku pergi dan segera menuju ke mobilku
********
#Ting!!! ( pesan masuk dari Taeyong )
" kau sudah membaik ? Aku baru saja selesai rapat.. apa aku harus pulang ? "
" tidak usah tae.. lagipula aku akan ke kedai hari ini. Jangan lupa untuk makan siang ya.. " balasku
" hmm kau juga.. aku akan pulang cepat sore ini dan menjemputmu di kedai " balasnya lagi
" sepertinya aku memang tidak salah dipertemukan lagi dengan taeyong " benakku merasa sangat bahagia dan melanjutkan perjalananku menuju klinik menemui dokter cha. Mengingat aku akan pergi perjalanan lama dengann taeyong.. aku juga sebaiknya meminta obat dan vitamin untuk keperluanku dan taeyong di perjalanan
Bersambung....
__ADS_1