
Begitu tiba dirumah sakit, Taeyong yang sudah ku kabari tentang kecelakaan hyun juga langsung datang bersamaan setibaku di rumah sakit. Dojter sudah memberikan pertolongan pada David, sementara Hyun harus lanngsung menjalani operasi karena adanya benturan di tubuhnya hingga menyebabkan pendarahan hebat.
Bukannya aku tak sedih atau tak mencemaskan Hyun, tapi.. air mata ini seolah berhenti dan menjadi tetap fokus dan tenang selama proses pertolongan medis pada hyun. Dengan adanya taeyong disini akan semakin mudah selama proses operasi karena hyun kehilangan banyak darahnya.
" .... " aku terus diam meski kini aku berada bersama para dokter yang sedang mengoperasi hyun, Taryong berbaring tak jauh dari hyun dan aku terus menemani taeyong yang sedang menyalurkan banyak darahnya untuk putra kita.
" semua akan baik-baik saja... " ucap taeyong menenangkan aku meski aku tahu betul seluruh tenaga taeyong hampir semua terkuras dan wajahnya yang pucat tak menjadi alasan untuk tetap mendonorkan darah langka miliknya.
" terimakasih tae.. terimakasih... " benakku terus menggenggam tangannya agar kita berdua sama-sama tegar menghadapi semua masalah ini. Dari kejadian ini aku tersadar bagaimana dulu taeyong berusaha menyelamatkan ku setiap aku kehilangan banyak darah.
Setelah lamanya proses operasi Hyun.. akhirnya proses operasi berjalan lancar dan hyun langsung dipindahkan keruang ICU. Dari luar ruangan aku dan taeyong terduduk lemas, tak perduli dengan pakaianku yang masih dipenuhi banyak darah.. kini aku fokus menyuapi taeyong bubur kacang hijau agar tubuhnya kembali normal setelah memberikan banyak darahnya untuk hyun.
" terimakasih tae.. seandainya kau tidak ada disini.. mungkin... "
" sttt semua akan baik-baik saja Anna.. dengan kamu tenang dan aku tenang menghadapi masalah ini.. kita bisa melewatinya bersama "
" .... " aku mengangguk dan tanpa sadar air mataku langsung mengalir deras, rasa takut dan cemas yang kupendam sejak tadi kini pecah dalam kelegaan hati karena hyun sudah berhasil melewati masa kritisnya.
" tenaglah... aku disini na... " taeyong memelukku erat dan menangis bersamaku setelah melewati hal besar yang baru saja terjadi.
" aku hampir mati tae.. jika seandainya hyun tak selamat.. " aku menangis mengeluhkan semua yang kutakutkan sejak tadi
__ADS_1
" hnm hentikan.. kita sudah berhasil na.. setidaknya kita telah berperan sebagai orang tua hyun dengan benar. Aku bangga padamu na.. " dengan air mata yang terus menetes dari mata taeyong dengan bijaknya ia menghapus air mataku dan beberapa darah yanv masih menempel diwajahku.
" Anna... " Hani datang dan berlari membawakan pakaian untukku, meski ia sedikit terkejut dengan kehadiran taeyong
" Hani.. terimakasih.. apa David baik-baik saja ? "
" hmm David sudah melewati masa kritisnya, sekarang masih dalam tidur karena obat biusnya na "
" baiklah... aku akan segera melihat keadaannya " baru saja aku akan pergi Hani menahanku dengan tangannya hingga aku terdiam dan menolehnya karena Hani nampak begitu pucat saat ingin mengatakan sesuatu
" Anna... polisi baru saja mengabariku... Boraa terlibat dalam kasus ini, semua kecelakaan ini adalah ulah Bora " tutur Hani tak enak hati padaku dan taeyong
" ..... " aku yang mendengarnya justru merasa lega karena akhirnya Bira akan mendapat balasannya, tanpa ku cari tahu.. sejak awal aku sudah menduganya melakukan hal ini pada hyun dan david
" Bora keterlaluan !!! " Taeyong masih geram dan seolah ia ingin menemui Bora meski kondisinya masih begitu lemas
" Tae.. tenanglah.. polisi sudah menangkap Bora " ujar Hani menahan kemarahannya
" Hani benar.. polisi akan memproses semua ini "tuturku dan menenangkannya meski dalam hati aku juga sangat marah pada Bora.
***********
__ADS_1
Aku datang keruangan David, setelah berganti baju akhirnya aku bisa menemui David yang masih terbarinv lemah dengan selanb oksigen yang menemaninya dan membantunya bernafas. Kugenggam tangannya yanb masih mengenakan cincin pernikahan kami.. tak menyangkan semua ini bisa terjadi pada suamiku.
David adalah orang baik yang selalu menjagaku dan hyun, bahkan mencintaiku tulus apa adanya. Tapi.. seringkali hidupnya dalam bahaya karenaku.. karena orang yang membenciku..
" sayang.. maafkan aku... semua ini terjadi pasti karena aku.. maafkan aku sayang... " aku menangis tak kuat menahan kesedihanku dan terus memeluknya dari dekat
" A... nha... Sa.. yang... " David terbangun dan mencoba mengatakan sesuatu padaku
" kau sadar ? Sayang... aku disini " aku terkejut karena akhirnya David sadar dan menatapku sedih
" aku baik-baik saja.. bagaimana hyun ? " tanyanha Dengan kondisi yang masih lemah.. David masih saja memikirkan kondisi hyun
" Hyun selamat... sekarang dia masih di ruang icu "
" syukurlah... " David meneteskan air matanya seolah ia lega mendengar kabar hyun juga selamat dari kecelakaan. Meski hyun bukanlah ayah kandung hyun, tapi dia berhasil berperan layaknya taeyong yang berperan sebagai ayahnya.
Kebahagiaan yang terhimpit diatas musobah ini, membuatku sadar bahwa aku harus terus bersyukur karena Hyun memiliki dua ayah yang sangat menyayanginya.
*********
Bersambung.............
__ADS_1