
Selama perjalanan ke toko roti, Taeyong merasa gugup dan gelisah memikirkan kejadian tadi. Bagaimana mungkin dirinya bisa bersikap kaku di depan pembantunya sendiri. Tak hanya Taeyong saja yang gusar dengan perasaan hatinya . Anna yang sedang mencuci baju pun ikut gugup dan gusar dengan perasaannya yang terus berdebar di hadapan Taeyong
" Apa.. aku harus mengatakannya.. kalau sebenarnya aku ini Anna ? Tapi.. bagaimana mungkin Taeyong dan Hyun akan percaya.. " Anna terus bertanya-tanya dengan penuh dilema besar
#TingNong ( seseorang datang )
Anna segera membukakan pintu, namun yang dilihatnya cukup mengejutkannya. David datang membawa makanan di tangannya.
" ..... " Anna terdiam dan kaget melihatnya datang kerumah taeyong
" Oh kau... Bukankah kau wanita yang.. " David menunjuk dengan sangat kaget melihatnya berada di rumah Taeyong
" Oh sebenarnya aku.. "
" Ahhh.... Aku paham haha santai saja, apa Hyun ada di rumah ? Anaknya Taeyong.. " Tanyanya santai dan senyum senyum tidak jelas
" Dia.. baru saja keluar " jawab Anna santai namun masih bingung dengan tatapan aneh David padanya
__ADS_1
" Baiklah.. aku titipkan ini untuk Hyun.. " David memberikan titipannya pada Anna lalu beranjak pergi
" Aku tidak menyangka kak Taeyong sudah bisa muve on " gerutunya sambil tersenyum senang. Sebenarnya David salah paham soal keberadaan Misun wanita penghibur yang di kenalnya itu
" ??? " Anna bingung namun tak bisa banyak berkomentar karena David sudah pergi masuk ke mobilnya.
" Syukurlah.. tinggal aku saja yang masih tak rela Anna " benak David sedih masih tak bisa melupakan Anna sama sekali.
#######
Hari berganti, semua berjalan dengan lancar. Anna sudah beres membersihkan rumah Dengan baik. Jadi seharian Anna bisa bersantai dan pergi keluar untuk menghirup udara segar. Selama Taeyong dan Hyun sarapan, Anna berdiam diri di kamarnya sambil menatap bunga-bunga miliknya yang bermekaran
#prank!!!!
Suara pecahan kaca terdengar sampai di kuping Anna , segera ia berlari menuju sumber suara. Dilihatnya sudah ada Taeyong yang memecahkan vas bunga yang baru saja tadi pagi Anna ganti.
" Ayah ada apa ? " Hyun berlari memeriksa ayahnya yang sedang sangat menahan seluruh rasa marahnya
__ADS_1
" Tuan.. apa yang terjadi ? " Anna datang dan segera memeriksa apakah Taeyong baik-baik saja " apa kau baik-baik saja tuan ? "
" Lepaskan !! Apa kau yang menyimpan bunga mawar di vas ini ?! " Tanya Taeyong dengan sangat marah
" Iya tuan.. " kini Anna mulai takut melihat Taeyong yang benar benar marah
" Sebaiknya.. nanti bibi tidak usah menyimpan bunga mawar lagi di dalam rumah " kata Hyun jelas dan sedikit menenangkan ayahnya
" Ada apa tuan ? Apa yang salah ? Bukankah.. kau menyukai bunga juga ? Sejak dulu.. kau sangat menyukai bunga.. " Anna tak sadar ia bisa kelewatan bicara, ia lupa ia berada di tubuh orang lain
" Apah ?! Kau tau apa soal aku ? Jangan karena aku mengizinkanmu tinggal dirumahnya ini. Kau bisa melakukan apa yang kamu suka ? Kau ini hanya pembantu dirumahnya ini.. sebaiknya kau bersikap dengan wajar "
" ..... " Anna terkejut dengan kata-kata Taeyong yang begitu kasar padanya. Ia tak mengerti kenapa Taeyong bisa marah besar padanya
" Ayah... " Hyun menarik Taeyong pergi ke kamarnya " bi.. sebaiknya kau bersihkan ini semua.. " kata Hyun dengan perasaan tak enak pada Misun setelah ayahnya membentaknya kasar
" ....." Anna meneteskan air matanya dan segera merapikan pecahan beling uang berserakan di lantai " kenapa rasanya sakit sekali dibentak Taeyong.. sebelumnya aku tidak pernah dibentaknya seperti ini " benak Anna sedih dan pikirannya juga kacau karena bentakan Taeyong
__ADS_1
Bersambung ......