
Gaun pengantin yang aku kenakan sangat begitu cantik dan elegan, aku menunggu Hani datang untuk merias wajahku karena begitu pucat sekali. Hari ini aku benar-benar gugup hingga keringat di dahiku terus bercucuran.
Hani belum juga datang, tapi aku terus mennerus ketakutan sendirian menatap wajahku yang sangat pucat hari ini. Setelah meminum obat pereda sakit dari Dr. Cha perutku sudah terasa lebih baik. Yang kupikirkan saat ini bukanlah tentang jalannya pernikahanku hari ini, tapi....
Flash back_
Setiba di klinik kemarin, Dr. Cha memasang wajahh yang sedh dan cemas padaku. Dengan hati-hati ia memeberi tahuku kalau aku menngidap kanker perut stadium akhir. Penyakitku benar-benar tidak terlihat sebelumnya padahal aku serong cek kesehatan dengannya.
Waktuku hanya 3 bulan jika tanpa perawatan medis dan jika mencoba berbagai alternatif lainnya.. mungkin aku akan beryahan sampai 6 bulan lagi. Karena tak ingin membuat semua orang cemas tentang penyakitku.. aku meminta Dr. Cha memberiku obat yang banyak karena aku akan pergi keliling dunia bersama Taeyong. Tak perduli meski hanya 3 bulan lagi aku bisa bertahan.. uang terpenting sekarang adalah.. aku bisa bersama Taeyong di akhir-akhir masa hidupku.
Untung saja Dr. Cha sangat baik padaku, dia memberiku banyak obat untuk keperluanku dan menyuruhku untuk bisa mengecek kesehatan jika aku sedang berada di kuar negeri, agar aku bisa memantau kondisi kankerku yang sudah sangatt parah ini.
Flash back end_
" Anna !!! " panggilan Hani membuatku terkeejut dan sadar dari lamunan panjangku
" heii.. kenapa baru dateng ? " tanyaku mencoba bersikap baik-baik saja di depan Hani
" maaf.. tadi mobil Alex mati , jadi kita harus menunggu taxi datang hehhehe kau oucat srkali hari ini.. " Hani langsung bersiap untuk mendandaniku
" karena kau belum memberiku sentuhan make up Hani... "
__ADS_1
" hehehe sory.. sory.. " sahutnya malu
********
Setelah semuanya siap.. acara pernikahan berjalan dengan lancar.. tamu-tamu yang dayang juga lumayan banyak sekali meski acara yang aku kngin sederhana saja. Hari ini Taeyong tak henti tersenyum girang. Karena hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup kita berdua. Setelah sekian lamanya pernikahhan kita tertunda.. aku dan Taeyong bisa menjadi suami isteri yang sah..
" haruskah aku mengatakannya sekarang ? Tapi sepertinya aku tidak ingin merusak hari bahagia ini " hhatiku terus bimbang untuk mengatakan semuanya pada taeyong. Aku bahagia dengan pernikahan ini.. tapi kenapa harus sekarang ? Kenapa aku harus menyakiti kebahagiaan taeyong lagi ? Apa taeyong akan menerima semua keadaanku saat ini ?
" sayang.. ada apa ? Kenapa kau melamun ? " Taeyong datang dan langsung memberiku minuman
" hmm.. aku sangat bahagia.. dan gugup.. " kataku bersikap mallu di depan taeyong
" kau ini sangat manis.. tenanglah.. kau tidak perlu malu " taryong srdikit menenangkan aku dan membawaku menemui teman-teman lamanya.
Hari ini pesta pernikahan berjalan dengan lancar, namun kondisiku sangat buruk. Sepertinya karena aku lupa meminum obat pereda nyerinya. Sepulangnya kita ke rumah aku hanya bisa berbaring di kasur dan menahan sakitnya perutku
" sayang.. apa perlu kita ke dokter ? Sepertinya kondisimu sangat buruk "
" tidak.. aku hanya kelelahan saja.. aku juga sudah minum obat tae.. maaf karena aku harus merepotkanmu tae.. "
" kenapa kau minta maaf.. ini bukan salahmu na.. dua hari lagi kita akan keliling dunia.. apa kau gugup karena itu ? "
__ADS_1
" hmm.. sepeertinya.. " kataku sedikit berbohong pada taeyong dan bersikap senanng di hadapannya
" baiklah.. kau harus tidur.. aku akan membaca buku dulu " taeyong menyelimutiku dan mengecup keningku sebelum ia meninggalkan kamar
" Tae... " panggilku memberanikan diriku untuk bicara dengannya
" ada apa istriku ? " Taeyong kembali menghampiriku
" ... " aku kembali terdiam dan tersadar jika aku mengatakannya sekarang mungkim taeyong akan sangat sedih dan membatalkan perjalanan kita nanti. Aku tidak ingin merusak hari bahagianya jadi aku tidak jadi mengatakannya pada taeyong
" ada apa sayang ? Kau butuh sesuatu lagi ? "
" tidak.. aku hanya mau bilang.. aku sangat mencintaimu tae.. kamu jangan tidur malam-malam ya.. aku takut kamu sakit "
" hmm.. baiklah istriku sayang.. " taeyong kembali menyimpan bukunya dan berbaring disampingkj sambil mendekapku hangat.
" kau.. tidak jadi membaca buku ? " tanyaku mulai gugup di depannya dengan kondisi yang sangat lemas
" kau membuatku ingin terus bersamamu sayang.. tidurlah.. sepertinya aku juga sangat lrlah hari ini " sahutnya dan memejamkan matanya sambil mengusap rambutku perlahan agar aku cepat tertidur juga.
" maafkan aku tae.. maaf... "
__ADS_1
Hatiku menjerit karena aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya pada taeyong. Gemas rasanya jika aku harus menahan semua ini dan bingung memikirkan perasaan taeyong nanti.
Bersambung.....