
Sepulang dari kedai Taksi membawaku sampai depan gang dekat rumahku karena aku harus membeli sesuatu di warung klontong terdekat rumahku. Hari ini tidak begitu melelahkan karena taeyong membantuku membereskan kedai yang sudah hampir jadi dan besok aku hanya tinggal menyiapkan perlengkapannya saja.
Jus jeruk yang ada di kelontong dekat rumah sangat terkenal dengan kesegarannya, aku yang tadinya begitu lemas dan kelelahan jadi bersemangat lagi.
#KRING!!! ( Hyun menelponku )
" halo.. hyun kenapa nak ? " jawabku santai sambil melangkah menuju rumah
" mah.. kau masih di kedai ? " tanyanya tergesa-gesa dan nafas yang tak beraturan
" mamah sudah di perjalanan pulang " kataku dan melihat ternyata hyun sedang berdiri di depan gerbang seperti orang ketakutan
" mamah tunggu di tempat saja.. aku akan menjemput mamah.. bagaimana malam ini kau membantuku merapikan kamarku, kebetulan ayah taeyong mengajak mamah makan malam " katanya lagi dengan terburu-buru dalam telponnya
" .... " aku terdiam menatap hyun bingung.. sebeenarnya apaa yang srdang hyun sembunyikan dariku ? " hyun.. mamah disiini.. " aku melambaikan tanganku padanya tapi hyun terekjut saat mellihat kedatanganku
"Mah.. sebaiknya mamah ga usah pulang dulu.. ayoo.. kita perginkerumah ayah untuk makan malam " ajaknya dan menarikku terus menuju mobilnya
" hyun... ada apa ? Bagaimana dengan mona ? "
" mona.. sepertinya sudah tidur.. ayo mah.. " ajaknya terus meneerus seperti orang ketakutan
" .... " kini wajahku mulai serius menatap hyun yang terus bersikap aneh
__ADS_1
#PRANG!!!! ( Terdengar suara pecahan dari dalam rumahku yang membuat perhatianku dan hyun menngarah ke dalaam rumah )
" apa itu ? " aku terkejut dengan apa yang terjadi, jadi aku langsung masuk kedalam rumah dengan hyun yang menngikutiku dari belakang
Setibaku dirumah, kudapati Yuna yang berdarah dan terduduk mengenakan piyama tidurnya. Dan david yang mencoba menolong yuna yang terduduk lemas. Sebuah vas bunga telah pecah dan Mona yang membara marah menatap david dan Yuna
" aku benci kalian !!! Aku harap aku bukan anak kallian berdua !! Seandainya saat itu aku memanglah seorang anak yatim piatu.. aku tak akan sesakit ini menerima kenyataan bahwa kalian adalah orang tuaku !! " marahnya di depan semuanya termasuk aku dan hyun yang baru saja datang.
" Mona.. " hyun datang menghampirinya dan memeriksa keadaannya karena takut terluka
" mamah.. kakak... " mona terkejjut melihat kedatangan kita berdua dan air matanya menetes lalu menundukan kepalanya seolah ia malu dengan apa yang di perbuatnya saat ini
" kau terluka.. ayo ikut kakak.. " hyun menarik mona ke atas dan mengobati luka yang ada di tangannya. Sementara itu aku masih terdiam menatap mereka berdua yang sepertinya baru bangun tidur.
" .... " aku masih diam menatap mereka tak percaya akan seberani ini menunjukan perselingkuhan mereka di depanku
#PLAK!!!
Tamparan mendarat di pipinya, aku menampar David karena telah membuat keributan di depan anak-anak. Sepertinya alasan hyun mengajakku pergi agar aku tak melihat semua ini. David benar-benar mengecewakanku. Ia tak menyadari bahwa apa yang dia lakukan telah menyakiti anak-anaknya
" Anna.. kau seharusnya marah padaku " kata Yuna mencoba melerai pertikaian antara aku dan david.
" kau boleh menyakitiku.. tapi tidak menyakiti anak-anakku ! Apa kau menginginkan perceraian antara kita ? Baiklah.. mungkin selama ini aku gak bisa memuaskanmu david. Mari bercerai dengan baik-baik, aku dan hyun akan pergi dari rumah ini.. soal mona.. aku sudah tahu dan menduganya selama ini. Kelihatannya kau lebih bahagia jika bersama keluargamu yang sesungguhnya. Mari kita bercerai dengan baik-baik.. " kataku menahan semuanya dengan cara profesional, aku melewati mereka berdua dan membuka koperku dan memasukkan semua barang-barangku dengan cepat
__ADS_1
" Anna.. tidak.. aku tidak ingin perceraian ini terjadi.. aku minta maaf.. Anna.. aku tidak ingin berpisah denganmu " david terus memohon agar aku tak pergi tapi keputusanku sudah bulat saat david bersikap terang-terangan soal perselingkuhannya dengan Yuna.
" Hyun.... ayo kita harus pergi " panggilku keras saat aku sudah siap dengan koper yang aku bawa
" Anna.. kumohon sayang.. " David terus membujukku sementara kulihat Yuna hanya tersenyum picik melihatku pergi
" mah.. " Hyun turun dan canggung melihat ayahnya yang sedang bersama wanita lain selain aku. Segera hyun membawa koperku keluar lebih dulu
" Mamahhhhh !!! Jangan pergi !! " Mona berlari dan langsung memelukku erat, tapi dengan terpaksa aku melepaskan pelukannya dan memberikannya pada David agar dia bisa mengontrol putri kandungnya itu. Mona terus menangis hingga Yuna pun tak percaya putrinya sendiri justru sangat takut kehilangan aku
" besok aku akan ke pengadilan dan memohon untuk perceraian kita. Karena kau duluan yang memulai semua ini maka aku juga harus mengakhirinya. Terimakasih untuk kasih sayangmu selama ini kepada anak-anak, semoga kita bisa berpisah baik-baik " kataku lagi mencoba pamit dan menghampiri sebuah vas bunga kecil milikku yang david berikan saat dulu membawa Mona padaku.
Sejenak aku menatap vas bunga itu lalu melemparnya pada foto keluargaku yang tertera jelas di dekat lemari hingga foto keluarga itu pecah dan jatuh kebawah berantakan sekali. Semua kemarahanku telah kulampiasakan pada foto keluargaku. Kini semuanya telah hancur berkeping-keping dan sulit untuk aku kembalikan lagi seperti semula.
********
Tidak ada tempat lagi selain rumah taeyong yang bisa kudatangi malam ini. Untung saja hyun terus memaksaku untuk menginap sementara dirumah Taeyong jadi aku masih berani jika ada hyun bersamaku. Selama perjalanan ke rumah taeyong hyun hanya diam dan membiarkan aku menangis sepuasnya.
Aku bersyukur hyun sangat dewasa menghadapi semua ini, aku tahu betul hyun sangat marah melihatku seperti ini. Tapi.. aku tahu jelas bahwa hyun tak ingin menyakiti perasaan adik kesayanganya menangis lagi.
#Tingnong!! ( hyun menekan bel rumahnya dan taeyong pun membuka pintunya dengan mengenakan serbet dapur dan banyak tepung yang menempel di pipinya )
" Anna.. ? " taeyong sungguh terkejut melihat aku kini berada dihadapannya
__ADS_1
" selamat malam.. kita bertemu lagi.. " sapaku tertawa kecil melihat ekspresi Taeyong yang lucu karena tepung telah mengotori wajahnya. Entahlah saat ini aku tertawa karena taeyong lucu atau.. hanya menjadikan tawaan ini sebagai pelarian saja.
Bersambung.......