MY BOSS

MY BOSS
menyalahkan diri sendiri


__ADS_3

" sutt... " aku memohon pada Taeyong agar bersikap biasa dan memberinya kode agar dia tidak mengatakan keberadaanku saat ini pada david. Untung saja Taeyong langsung mengerti maksudku, ia mengangguk dan tersenyum heran ke arah mereka berdua


" Sayang.. kau datang... " Taeyong menegaskan suaranya dan tersenyum lebar padaku, yak hanya itu saja.. taeyong juga langsung memelukku erat " hmm.. aku sangat merindukanmu... " pelukanya erat meski pintu masih terbuka


" Taeyong... " kudengar suara david terkejut melihat Taeyong ada tepat berhadapan dengannya dan kamar hotel yang bersebrangam pula.


" haii... kau bersama siapa david ? Dimana Anna ? Apa anak-anak ikut ? " tanyanga santai.. dan bersikap seolah ia terkejut melihat David bersama Yuna


" Tae.. sebenarnya... " Kudengar suara david mulai serak dan kebingungan


" maaf.... bisakah nanti kita bicara lagi.. pacarku sedang tak enak badan.. " tak perduli lagi dengan david, Taeyong membawaku masuk ke dalam lalu menutup pintunya rapat-rapat


" bagaimana kau bisa ada disini tae ? " tanyaku malu dan menunduk tak berani menatapnya


" nanti saja bicaranya.. sebaiknya kau masuk ke kamar.. aku masih harus melanjutkan rapatku " katanya lalu menuntunku masuk ke kamar dan melewati beberapa orang yang berpakaian rapih dengan banyak berkas-berkas. Sepertinya memang mereka sedang rapat penting perusahaannya.


Di atas kasur yang empuk dan mewah ini aku hanya bisa terdiam dan menatap kearah luar jendela hingga aku bisa melihat Taeyong yang sibuk bicara dengan rekan-rekan kerjanya. Jika saja bukan taeyong yang berada di kamar ini.. aku mungkin akan mati kutu melihat dan menyaksikan perselingkuhan david dan Yuna.


*******

__ADS_1


Pukul 7 malam Aku terbangun dari tidurku. Ternyata aku ketiduran di kasur hotel Taeyong, kulihat semua orang yang tadi rapat sudah pergi dan aku segera mencari dimana Taeyong. Kucari keseluruh ruangan.. taeyong tidak kutemukan, mungkin dia sedang keluar di hujan deras seperti ini. Sejak tadi sore.. hujan tak mau berhenti dan anginpun terus melanda daerah dekat hotel tempatku berada.


#Ting!!! ( pesan masuk dari Hyun )


" mah.. kapan kau akan pulang ? Apa kau masih lama di jepang ? "


" hmm mamah akan segera pulang.. mamah cuma mau menemui paman sebentar ajah ko hyun.. tapi kamu ga bilang ayah mamah pergi kan ? Sekaramg kau dimana hyun ? Kau sudah makan ? "


" aku tidak akan bilang mah.. sekarang aku nersama nene di rumah ayah taeyong karena Ayah juga sedang pergi ke pulau jeju mah.. " balasnya lagi


" .... " sejenak aku terdiam memikirkan hyun yang sepertinya baik-baik saja dengan manager lee ( neneknya )


" Tae... kau kehujanan ? Bagaimana bisa ? "


" hmm tadi aku lupa membawa payung na.. kau sudah bangun ? Apa kau menunggu lama na ? "


" tidakk... terimakasoh untuk hari ini tae... " tuturku dan sigap memberikannya handuk


" hmm.. aku mandi dulu... setelah hujan reda aku akan mengantarmu ke bandara, aku sudah memesankan tiket pulang untukmu "

__ADS_1


" Tae... " panggilku menahannya sebelum ia masuk le kamar mandi


" ?? " taeyong menoleh dan mencoba mendengarkanku bicara


" makasih ya.. karena kamu ga banyak tanya soal hari ini " kataku lalu pergi bersiap untuk pulang dan menunggu hujan reda di sofa yang begitu mewah ini


*********


Sekitar pukul 11 malam.. aku naik penerbangan ke seoul, Kupikir Taeuong akan menetap sementara untuk bisnisnya.. tapi Taeyong juga ternyata ikut pulang bersamaku. Tak tanggung-tanggung.. taeyong memesan bangku vvip untuk dua orang. Selama perjalanan di pesawat, Taeyong terlelap tidur meski ia tak sadar bahwa sekarang ia sedang demam akibat kehujanan tadi.


Karena aku menghadapi Taeyong yang sakit seperti ini, aku segera memeberikannya obat demam dan menjaganya agar tidurnya lebih nyenyak.


" Seharusnya kau menemukan wanita terbaik dalam hidupmu tae.. karena jika aku.. aku hanya akan membebani hiduomu saja.. layaknya David yang sepertinya telah terkekang olehku tanpa sadar. Mungkin perselingkuhannya saat ini juga adalah kesalahanku yang tak bisa memberikan lebih untuknya " benakku pasrah dan terus menyalahkan diriku atas semua yang terjadi


" Aku bersamamu Anna.. aku akan terus bersamamu dan disisimu " Taeyong mengigau dalam tidurnya, efek demamnya mungkin telah mengacaukan alam bawah sadaranya.


" maaf tae.. " tuturku dengan rasa bersalah telah menyakitinya berulang kali hingga mungkin sudah membekas dalam hatinya sampai saat ini


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2