
" jaehyun !! Cepat... !! Kau belum mencuci piring... " teriakan Dea membuat aku dan Taeyong terkejut. Untuk pertama kalinya aku mendngar seseorang berani memerintah seorang jaehyun dengan beraninya.
" iya... " sahutnya pada Dea dan jaehyun langsung menghampiri kita berdua dan menyuruhku duduk di bangku depan kedai bersama taeyong " kalian duduk disini saja.. aku akan kembali, apa kalian mau memesan sesuatu ? " tanya jaehyun dengan polosnya tak tahu aku pemilik kedai pangsit ini
" a... " baru saja aku akan mengatakan sesuatu jaehyun langsung memotongnya
" baiklah sup pangsit dua.. tunggu sebentar ya.. saat ini sedang ramai " jaehyun berlari dengan cepat kembali ke dalam.
" ahhh tidakk.. aku sudah sangat kenyang na.. " keluh taeyong sambil memegangi perutnya yang terisi penuh makanan
" hahaha.. biarkan saja mereka.. tapi. Bagaimana mereka mengenal satu sama lain ? " tanyaku pada taeyong yang masih sibuk dengan perutnya
" entahlah.. Na.. bagaimana ini.. perutku sudah sangat kenyang.. "
" sut... nanti Dea sadar ada aku disini tae.. aku ingin melihatnya bekerja " kataku jahil mengintipnya diam-diam yang sibuk dengan masakannya.
**********
Sampai seluruh pelanggan pulang dan kedai akan segera tutup akhirnya Dea keluar dari kedai untuk menghirup udara yang dingin sejenak. Sementara Jaehyun sibuk membersihkan piring-piring kotor dan mengelap meja makan dengan sangat rapih.
" kakak ?! Kak Anna dari tadi disini ? " dea terkejut melihatku yang sudah ada di depan sambil terduduk tersenyum menatapnya bangga
" hmm.. tadi dia menyuruh kita duduk disini " sahutku menunjuk kearah jaehyun
" hai... " sapa taeyong pada Dea
" ?? " dea kebingungan melihat taeyong yang tidak ia kenal
" Dia.. ayah hyun.. "
" ohh.. halo kak.. " sapa Dea dengan sopan
__ADS_1
" kak Anna.. maaf aku mempekerjakan seseorang hari ini.. karema kau tidak bisa aku hubungi jadi aku membawa temanku untuk membantuku "
" teman ? Kalian berteman ? " tanya taeyong terkejut
" hmm.. dia seorang pengangguran.. karena aku sangat mengenalnya dengan baik jadi.. aku meminta bantuannya hari ini " katanya lagi dengan jujur, sepertinya Dea memang tidak mengetahui kekayaan jaehyun sama sekali
" ohh.. pengangguran.. " aku mengangguk bersamaan dengan Taeyong lalu menahan tawa dan berusaha untuk tutup mulut soal jati diri jaehyun sebenarnya yang amat sangat kaya.
" Jaehyun..!! Kemarilah.. kenapa kau menyuruh pemilik kedai ini di luar ?! " panggil Dea dengan tegas dan galak
" ahh... benarkah ? " Jaehyun sangat terkejut, matanya terus berkedip seolah memberi kode agar aku dan taeyong merahasiakan soal identitasnya.
" na.. apa kau tidak apa-apa soal ini.. aku hanya takut kau.. merasa canggung dengan jaehyun " bisik taeyong padaku diam-diam
" hmm aku sudah memaafkannya tae.. tenanglah.. jaehyun tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi " sahutku membisikinya juga seperti anak kecil yang bisik-bisikan di depan Dea dan jaehyun
" oh.. apa kau benar-benar tidak punya pekerjaan jaehyun ? Kalau kau butuh.. aku akan mempekerjakanmu " ledekku padanya
" ahhh.. aku.. akan mendapatkan pekejaan minggu depan.. sebaiknya aku hanya membantu saja hari ini " katanya ketakutan jika aku menyuruhnya bekerja di kedai karena pekerjaan yang sangat melelahkan untuknya.
" jaehyun.. bagaimana kau ikut aku membeli soju ? " ajak taeyong
" ohh baiklah... " jaehyun mengikuti taeyong dari belakang
" makasih ya de.. kamu udah kecapean seharian ini.. kamu belum makan kan ? Kau duduk saja.. aku akan membuatkan makan malam untukmu " aku memaksa Dea untuk beristirahat sementara aku langsung bersiap masak makan malam untuk kita berempat.
" kak Anna.. apa kamu akan menikah lagi dengan ayah Hyun ? Kupikir kalian sekarang sangat dekat " Dea bertanya padaku dengan polosnya
" hmm.. " aku tersenyum getir namun masih fokus dengan masakanku " aku dan dia tidak pernah menikah de.. jadi aku dan taeyong hanya sebatas mantan pacar saja.. " kataku dengan jelas
" ohh... " Dea mengangguk mengerti namun masih begitu bingung
__ADS_1
" apa jaehyun baik padamu ? Bagaimana kalian bisa bertemu ? " aku berbalik tanya padanya
" entahlah.. tapi aku cukup mengenalnya karena jaehyun terlihat sangat kesepian. Jaehyun memang terlihat manja.. tapi dia cukup baik padaku.. dan sampai sekarang hubungan kita cukup akrab. "
" kau.. menyukainya ? " tanyaku lagi penasaran
" ahh kak anna.. tidak... kita kan hanya sebatas teman saja kak.. " dea terlihat kepanasan mendengar pertanyaanku yang satu ini
" hahaha baiklah.. aku tidak akan bertanya lagi "
*********
Makan malam siap dan soju sudah menemani makan malam kita berempat. Meski terdengar sangat kekanakan.. kita berempat bermain game sambil menikmati pesta kecil yang dadakan ini. Aku dan Taeyong harus masih berpura-pura tidak mengenal Jaehyun.. Karena sepertinya Jaehyun sendiri yang harus jujur soal jati dirinya pada dea.
Puas menikmati makan malam, Jaehyun dan Dea pulang bersama dengan taxi. Sementara hyun menjemput ayahnya pulang karena Taeyong cukup mabuk.
"Hyunn... ayah masih mau disini.. " rengeknya pada hyun yang menuntunnya jalan
" ayah.. ayo pulang.. mah.. aku pulang ya.. " hyun pamit padaku
" hyunn.. setelah lama tidak minum.. ayah masih ingin disini... " rengeknya lagi pada hyun,
" hish.. dasar manja... " aku menggelengkan kepalaku melihat taeyong yang mabuk hanya karena dua gelas soju. Sepertinya memang benar taeyong sudah lama tak meminum bir atau soju
" ayo ayah.. huhh kau ini.. !! Mahh aku pulang ya.. bye... "
" hmm hati-hati.. " sebelum menutup kedai, kupandangi mereka yang berjalan menuju mobil. Senangnya hari ini bisa menikmati hal-hal baru yang membuat hariku tidak begitu membosankan.
#Ting !!! ( pesan masuk dari taeyong )
" Saranghae... ( i love you.. ) " tertera jelas pesan masuk dari taeyong yang iankirimkan dalam keadaan mabuknya.
__ADS_1
Memang pesannya sunggu membuatku terekjut, tapi.. entahlah mengapa hatiku masih takut untuk memulai kisah apapun lagi dengan seorang laki-laki. Aku takut.. semua bisa terulang lagi dalam hidupku
Bersambung......