
Film bioskop akan segera dimulai, aku dan Taeyong pergi menonton Film extrem job. Bukannya film romantis yang kita pilih.. kita justru memilih film ber gendre action dan komedi.selam menonton film kita berdua puas tertawa bersama penonton lainnya
" hahahah aduhh sayang film ini benar-benar kacau " tawa taeyong yang seperti anak kecil erlihat lagi olehku. Sepertinya taeyong memang masih awet muda seperti dulu
" .... " karena merasa sangat senang aku terus menggengam tangan taeyong dan menikmati filmnya sampai habis.
*********
Setelah nonton kita menikmati makan siang dan beberapa jajanan di pinggir kota. Aku dan Taeyong layaknya pasangan muda yang barus saja pertama kali berkencan. Hingga butuh bantuan giogle mencari tempat-tempat menarik untuk berkencan di jaman sekarang.
Taeyong tak berhenti mengambil gambarku dimana saja aku berdiri. Sementara aku sibuk mencari barang-barang cantik yang di jual di kaki lima untuk pajangan di kedaiku. Karena Taeyong tau.. aku sangat menyukai bunga.. dia membelikan aku bunga mawar merah yang kini aku bawa dan kupegang selalu.
" sayang.. ayo kita foto box ? " ajak taeyong penasaran dengan foto pasangan yang ada di doan kammi saat ini.
" ayo.. tapi... " aku sedikit ragu karena aku tak mengerti cara melakukannya
" ayo... "
Kita berdua masuk kedalam tapi bingung menekann tombol yang mana. Hingga tanoa sadar foto kuta keluar dengan banyak ekspresi kita saat bingung menekan tombolnya. Tak ada satu foto yang berhasil tapi.. aku dan taeyong menyimpannya sebagai kenang-kenangan.
********
Tak terasa hari mulai gelap. Aku dan Taeyong pergi makan malam romantis di dekat sungai Han. Pemandangan malam dan pesta kembang api yang segera di mulai membuatku semakin bahagia bisa melewati makan malam ini dengan bahagia. Jika di ingat-ingat restoran ini adalah temapt yang pernah kudatangi bersama jaehyun dulu.
" sayang.. apa hyun sudah bilang kalau dia ingin kuliah di amerika ? " tanyaku membuka pembicaraan di tengah makan malam yang begitu hikmat
" oh ? Benarkah ? Apa hyun ingin kuliah di amerika ? " taryong nampak terkejut sepertinya memang hyun belum mengatakannya pada Taeyong
__ADS_1
" hmm.. sebenarnya aku tidak ingin jauh dari hyun.. tapi hyun sangat menginginkannya tae.. " kataku lesu dan sedikit sedih
" tenanglah na.. masih ada waktu 3 bulan lagi.. mungkin hyun akan berubah pikiran. Semoga saja hyun akan memilih kuliah di seoul.. "
" tapi.. jika hyun memaksa.. apa kau mengizinkannya ? " tanyaku masih penasaran
" hmm.. sebagai ayah.. aku harus mendukungnya na.. aku tidak ingin hyun terkekang sepertiku dulu "
" huft.. kau benar.. seharusnya aku harus bisa mengerti keinginan hyun " kataku mulai sadar bahwa aku tidak perlu cemas soal hyun saat ini
********
Sepulang dari kencan yang begitu menyenangkan, Taeyong mengantarku oulang ke kedai. Sebenarnya Taeyong terus memaksa pulang kerumahnya tapi aku harus membuka kedai besok, setba di kedia Dea baru saja mau menutup kedainya dan langsing memberikan kuncinya kepadaku.
Dea langsung pulang bersama Jaehyun yang menjemputnya. Sementara Taeyong masih disini bersamaku dan terus menatap wajahku malu-malu. Sepertinya Taeyong sedang berharap bisa mampir kedalam sebelum pulang kerumahnya.
" tidak.. beberapa temannya menginap di rumah, katanya sih.. hyun harus mengerjakan tugas praktek sekolahnya " kata taeyong tersenyum girang
" ohhh " aku hanya mengangguk mengerti dan membuka kunci kedai untuk membukanya lagi
" ohhh ? Hanya itu ? " tanya taeyong mulai kesal jarena aku tak menanggapi apa maunya sekarang
" ada apa tae ? Kau tidak pulang ? " tanyaku santai dan sedikit meledeknya yang mulai kesal dan marah seperti anak kecil
" baiklah aku pulang !! " katanya kesal dan beranjak pergi meninggalkanku
" tae.. kau marah ? Ada apa ? " tanyaku semakin meledeknya dengan gemas
__ADS_1
" tidak.. aku tidak marah.. baiklah aku pulang " sahutnya lagi kesal dan terus memanyunkan bibirnya seperti anak kecil
" tae... " panggilku lagi
" apa lagi... " Taeyong kembali menoleh
" kau mau menginap ? " tanyaku santai dan dengan cepat Taeyong kembali padaku dan mengangguj seperti anak anjing penurut.
*********
Aku dan taeyong kini berada di ranjang yang sama, karena suhu malam semakin dingin. Selimut menyelimuti kita berdua dan Taeyong mendekapku hangat. Tanganku terus mencubit gemas bibir Taeyong yang sudah tertidur pulas memelukku.
" aku senang tae.. bisa bersama seperti ini lagi " benakku terus memandanginya yang tertidur lelap
" kau belum tidur na ? " mata taeyong kembali terbuka, mungkin karena aku sejak tadi mengganggu tidurnya. Baru saja taeying 30 menit tertidur tapi aku sudah mengganggu malamnya
" hmm.. aku tidak bisa tidur.. " tuturku dan tak henti tersenyum senang menatapnya yang terbangun dari tidurnya
" kau.. ingin melewati malam ini bersamaku ? " tanyanya sambil mengecup keningku dan menghirup aroma rambutku perlahan-lahan
" .... " aku hanya bisa mengangguk malu. Tanpa mengatakan apapun lagi, taeyong kembali mengecup keningku, lalu kedua mataku, hidungku.. dan yang terakhir kecupannya jatuh ke bibirku. Bibirnya yang hangat kini mengahangatkan bibirku. Perlahan-lahan kecupan itu demakin kunikmati hingga aku dan Taeyong menikmati malam bersama tanoa seorang pun bisa mengganggu kita berdua.
Kupikir semakin tua usiaku, aku tidak akan tertarik lagi soal cinta. Tapi.. menyadari semua yang terjadi padaku di usia tua seperti ini.. aku justru membutuhkan waktu-waktu bahagia yang hari ini aku lakukan bersama Taeyong.
Mungkin.. takdir telah mempertemukan kita berdua di waktu yang tepat seperti ini. Sehingga segala hal yang pernah kulewati semasa hidupku.. entah itu kebahagiaan.. kesedihan.. ketakutan.. pada akhirnya cinta kembali membawaku pada sesosok pria yang sejak dulu sebenarnya takdirku.
Bersambung......
__ADS_1